Ardhito Pramono, Bitterlove

Bukan, bukan bukan… dia bukan nama crush saya *hahah, seorang mantan VJ, sempet jadi orang kantoran dengan jadwal seabrek dan sekarang fokus sebagai musisi. Ini sungguh keterlaluan.. karena lucu banget mukanya~, pertama tau Dhito karena tak sengaja melihat MV Superstar. Ku kira dia sekadar parody lagu lama, karena suaranya sedikit banyak mengingatkan pada Frank Sinatra, ya tentu saja jauh sekali..

Imut banget Ya Tuhaan, #hobinyaZinahMata. Rambutnya bagus, saya itu paling suka sama cowok rambutnya ikal-ikal gitu.. gak keriting-keriting  banget tapi gak lurus kayak rambutnya Charlie esteh 12 dicatok ala-ala..

Mulai kepolah saya, ternyata Dhito usianya baru 23 jalan 24 tahunan. Sumpah.. suaranya aduh.. *blushing*.

Di MV nya ini benar-benar bisa membikin cewek-cewek jatuh cinta. Superstar kan kalau tidak salah menceritakan star sindromnya seseorang, dibalik kamera nyatanya ia juga manusia yang kesepian.

**

Tapi.. jadi agak gimana gitu setelah mengetahui sebuah acara bincang-bincangnya Dhito sama Gofar Hilman. Dimana ya dia merokok dan meminum minuman keras haha hihi mengobrol, dan konyolnya dia tak jarang sering mengucap alhamdulillah. Sempat sangsi ini dia agamanya apa? Ternyata islam.. barangkali dia sebelum meminum minuman setan itu mengucap bismillah dulu.. hmm, rasanya kayak kepengen.. Dhito sini.. aku benerin hidupnya.. gemes.. *hahahaa

Dhito lagunya banyak sih, tapi yang paling mengena akhir-akhir ini adalah Bitterlove dia punya.. dia di salah satu acara juga, menjelaskan.. menginterpretasikan kalau ini semacam hubungan yang telah lama terjalin, iya aku sama kamu.. ini cinta.. mau disebut apa lagi?. Jalanin aja, tapi ada saat-saatnya pahit manis dalam hubungan tersebut. Tapi kita gak boleh terlalu yakin, bisa iya bisa tidak. Ada naik turunnya, setiap harinya kita tentu ingin menjadi yang terbaik dan selalu berharap yang terbaik dalam hidup ini. Pahitnya cinta itu it’s like a rainbow smooth~, semacam konotasi mungkin kopi itu pahit tapi feelnya bisa ringan ceria.

Mungkin ini di titik stag dan bingung, mungkin salah satu bisa jatuh cinta ke orang lain atau tetep bertahan.

Sayangnya bitterlove ini agak agak mengingatkan saya sama lagu yang ini. Nuansanya mirip-mirip..

.

.

Dengan lagu Korea; Why Did You Come Now – Jung Yup

Lembut-lembut gimana gitu, bedanya lagu korea ini romantis dan lebih optimis. Sedangkannya Bitterlove nya Dhito ngambang php. Liriknya saja.. kenapa datangnya baru sekarang? Kemarin kemarin kemana? Mungkin sedikit terlambat sih.. tapi akhirnya kita bertemu juga. Kamu percaya adanya cinta tidak? Konyol memang.. tapi aku kerap mendengar kata-kata manis sejenisnya tentang cinta.

Dan kamu tersenyum didepanku, ku genggam tanganmu.. mataku menatap penuh cinta, langkah kaki ku menjadi ringan dan nada-nada lagu indah terdengar selalu di telinga ini entah mengapa. Orang-orang di sekitarku banyak bilang aku berubah lho.. tidak seperti biasanya, kenapa ya?

Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku terus menerus memikirkan kamu? Ku pikir cinta yang selama ini ku impikan itu adalah kamu.. tapi kenapa datangnya baru sekarang?

Advertisements

8 thoughts on “Ardhito Pramono, Bitterlove

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s