Kesepuluh Jemari Tangan Ini Bersih..

Yes.. you right, saya golput. Hahahaha, dan saya tidak sendirian. Tapi saya bilang sebelumnya kalau disuruh memilih diantara kedua paslon, saya akan cenderung condong ke satu pihak tentunya. 5 Tahun lalu saya memilihnya, kalau ingin memilih maka saya akan memilihnya kembali. Sayangnya saya tidak bernafsu menginjakkan kaki ke TPS, yang bahkan digelar di tetangga depan rumah sendiri.. Hei ho.. I don’t care~. Entah mengapa.. adakah alasan rasional dibaliknya? Tidak juga.. ingin saja,

Mungkin kamu kamu yang serba lurus, idealis normal akan menganggap keputusan orang-orang yang golput ini salah. Apalagi bagi mereka yang siaga menyiapkan segala sarana dan prasarana hari H pemilihan Presiden dan Legislatif, capeknya seperti apa sedangkan honornya yang diterima tidak sebanding dengan tugas yang diemban, bahkan kabarnya ada yang sampai meninggal karena kelelahan. Terlebih di daerah tertentu hanya ada anak-anak muda yang duduk manis bak pagar ayu dan dapet duit.. damn! Waras? Anggap saja iya.. siapa pula yang mau mendatangi TPS  jika yang menjaga adalah kumpulan lelaki paruh baya beraroma minyak tawon dan rokok kretek serta kopi?, Well.. ketika diteriaki miskin tidak mau dan tersinggung tapi disaat ada kupon beras raskin maka akan mengangkat tangannya paling tinggi. Seolah.. aku miskin! And I’m proud to be miskin.. Jadi teringat sekian waktu entah kapan itu, ada istilah BLT alias bantuan langsung tunai. Kenapa menyuapi kucing yang sudah punya gigi taring lengkap? Tidakkah sebaiknya beri mereka sesuatu yang bisa membuat mereka menghasilkan uang sendiri?

Mereka mereka ini (re: golongan lurus) pastinya kecewa dengan kami yang golput.. tapi kami punya alasan tersendiri. Pesimis, tidak percaya lagi akan pemerintahan, merasa masa bodoh.. toh siapapun yang duduk di kursi jabatan tersebut Indonesia akan sama-sama saja.. ya begini-begini saja. Ulama dikambing-hitamkan, artis yang kontroversional justru diagungkan.. dasar..

Saya paling anti yang namanya membahas politik, tidak menyenangkan sama sekali. Ya apalah terlebih dengan negara kita yang ber-flower  alias negara +62 ini… Ketika masih memakai standar tolok ukur Maudy Ayunda ketimbang Cinta Laura, ketika mendewikan Raisa walau tau Agnez Mo juga ada.,

  • KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)

Kenapa di jaman Orba seperti terkesan di-Wah kan dengan slogannya “Piye? Enak Jamanku to?”, padahal menurut beberapa pakar memang kita pernah berada di masa swasembada pangan ketika Orba, memang betul sekali gengs.. beberapa data juga mengatakan pemerintahan Orba adalah pemerintahan terkorup serta penyumbang.. waits.. bukan penyumbang sih, lebih ke seperti memberikan warisan hutang yah.. taulah.. dan yang beranak pinak hingga sekarang, terlebih kurs dollar yang makin meningkat saja katanya. Pun juga pemerintahan selanjutnya dan selanjutnya. Karena masyarakat kita ini cenderung merasa tidak perduli mau sebagaimana-lah pemimpinnya, asalkan masyarakat diberikan kesejahteraan alias kebahagiaan berupa kemudahan dalam berhidup. Yang paling mengena tentu Ibu rumah tangga.. soal harga beras dan kebutuhan pokok lainnya, tapi sayangnya di Orba kebebasan berdemokrasi tidak seperti sekarang. Sekarang malah kelewat bebas justru.. orang-orang bisa terang-terangan menunjukkan kefanatikannya kepada tokoh tertentu dan parpol mana.

Saya jadi teringat kata-kata Dilan yang ini “Milea, jangan bilang ke aku kalau ada yang membuatmu sedih/menyakitimu. Karena besoknya orang itu akan hilang..”

Ketika saya baca kalimat ternyeleneh ala Dilan di buku Pidi Baiq tersebut.. yang katanya ABG jaman sekarang itu “A’ romantis…”  dan memang saya tidak pernah tertarik menontonnya. Tidak ada masalah dengan para pemainnya, hanya saja tidak mau kecewa, tau apa yang terbersit dalam pikiran ini? Dilan ini pasti tumbuh dan besar dengan pengaruh besar sosok penguasa Orba. Malah kelihatan sekali kemana keberpihakan itu. Romantis dari mananya? Ngeri malahan..

““Korupsi? Korupsi itu tidak akan pernah bisa diputus.. tapi saya yakin bisa dikurangi, ditekan. Tapi oleh siapa? Kapan dan bagaimana? Betapa saya tidak tega jika melihat Novel Baswedan yang dirusak penglihatannya. Saya justru takut kalau suatu hari beliau akan berakhir seperti Munir.

 ……… Apalagi orang jawa, untuk mempererat hubungan tak jarang kita saling memberi hadiah ke teman dan rekan sejawat. Barangkali korupsi terselubung diartikan semacam itu.  Ya ngambil-ngambil uang dikit siapa yang curiga. Tidak mungkin bisa diputus, tapi bisa dikurangi..

……..Kolusi dan Nepotisme, apalagi ini.. Kongkalikong dan sejenisnya. Nepotisme.. hmm, semua orang tentu akan lebih percaya dengan orang yang dikenalnya baik/punya hubungan darah dengannya. Jadi coba tanya ke diri sendiri? Pekerjaan hari ini bermula dan nepotisme-kah? Seseorang yang kau kenal dan merekomendasikan kamu lalu masuklah dan terjebaklah kita di dalam sistem.

Kalau jujur saya pernah, dari Abang sendiri memang. Dan rasanya tentu tidak enak, karena apapun yang saya lakukan tentu akan berpengaruh ke Abang, jadi saya memutuskan untuk resign. Pertama memang tidak nyaman, kedua tidak mau memberikan Abang masalah dikemudian harinya, perasaan hutang budi itu tidak enak sama sekali. Tapi alhamdulillah untuk pekerjaan yang sekarang murni tanpa ada pihak manapun yang campur tangan. Dan pssst.. sebenarnya ini adalah pekerjaan keempat dan semoga terakhir yang tidak akan pernah resign lagi kecuali seseorang meminta-ku resign (re: nikah). J Aamiin..

.

.

  • 20 Ribu,

dari salah satu Caleg. Saya mendapatkan uang hanya sebesar itu. Apakah readers malah lebih banyak? Atau tidak sama sekali. Apa yang ditunggu masyarakat ketika ada pesta rakyat sejenis ini? Serangan fajar.. berupa memberikan uang sogokan demi mencoblos nomor tertentu. Mereka tidak mau ambil pusing siapa yang menang, yang jelas memikirkan bagaimana menjalani hari esok  lebih penting ketimbang memikirkan siapa yang akan mengisi kursi kosong. Padahal siapa tau orang yang diberi amanah tadi justru seperti keasyikan bila menang tapi toh tujuannya untuk mendapatkan lahan mengais rezeki baru. (Ini dalam artian harfiah, meraup uang sebanyak-banyaknya dengan cara dan otak cerdas mereka mampu. Yang bagi mereka keuntungannya bisa ratusan kali lipat ketimbang modal awal serangan fajar mereka. Ya tentu saja ini hukum take and give)

 

Saya hanya mau mengutarakan pendapat, siapapun siapapun. Sipapapun namanya yang menjadi pemimpin kita, kita akan tetap begini-begini saja. Hukum akan tetap tumpul ke atas dan runcing ke bawah, kita terseret alur kapitalisme.

]إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ[

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).

[mediaumat.news]

Tangan ini masih bersih, 23;02 WIB 18 April 2019

Advertisements

7 thoughts on “Kesepuluh Jemari Tangan Ini Bersih..

  1. Sayang juga ya kak, padahal amanat uud 1945 pasal a-j memberikan hak kepada setiap warga negara indonesia untuk memilih dan dipilih, sebagai wakil rakyat. Satu suara sangat berarti bagi proses demokrasi di indonesia. Setidaknya kita belajar menjadi warga negara indonesia yang baik dan taat konstitusi. 😁

  2. Sama dong kak, aku gorput pas pemilu 2014 sekarang sama apalagi pas nonton youtube sexy killer milih maupun golput tdk mengubah keadaan negeri ini

  3. Milih calon presiden gk lebih rumit ketimbang milih calon suami euy.. gk bisa sambil merem apalagi cap cip cuo kembang kuncup. 😅

  4. Suka jawaban kak karissa😂😂😂 bener juga yaa.. Apalagi pas lihat kejadian tragis suami bunuh keluarga di US bikin takut ga ada yg bakal tahu kedepan bakal baik cuma gegara pelakor 🔪🔪🔪

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s