Saya Bukan Warga Sini, Iya Iya..

Sekarang pukul 23:26..

Hai Bi…

Biasanya gw udah mau makan aja, abang abang nasi goreng sudah berisik mukul mukul piringnya di depan. Huf… gak gak.. harus diet! Pipikuuu… hiks~

Sebentar lagi Ramadhan, puasa pertama tidak di rumah. Nanti Hari H lebaran pun gak akan bisa di rumah,

kadang-kadang aku mengiyakan saja tuduhan “Kamu orang pindahan sini apa gimana Mba?” pas ada bapak bapak nyasar di daerah ku dan kebetulan ketemunya aku, aku juga gak tau harus menjelaskan apa karena gak paham. Wkwkwk dasar kuper kuper.. pokok e wes kayak makhluk asing wae aku ki.. *hahaha

Iya iya… saya bukan warga sini Pak, bahkan orang-orang akan otomatis bertanya “Kamu siapa?”, lalu saya harus capek-capek menjelaskan “Ini Risa Dhe.. Lek.. putune Mbah Kar, blablabla..”

Padahal kebanyakan orang-orang kalau manggilin My Mom adalah Ibune Risa. Tapi kalian gak tau Risa yang manaaaa?! Woy!! Oke.. nanti aku pindah rumah ke Ujung Kulon!

Post ini ditulis sembari memutar 1 lagu, Young Lex Ft Anji – Flashback..

Ini lagu cocoknya buat mantan kan? Well gw kagak punya mantan.. mantan cemceman.. Mas Ipul~ hahaha.., kalau tetiba dia bilang kangen saya hanya bisa tertawa mendengarnya.. dalem hati ku merasa, yang kamu kangenin itu bukan hanya aku seorang kan Mas..  Tapi kuwe ganteng kog Mas, tinggi gagah dan manis, ku maafkan.. hahahaha #plakk

Tapi kalau untuk flashback yang lebih flashback? Ada seseorang.. ada..

Seseorang yang entah mengapa memanggil-ku “Non” dan sebagai balasannya aku memanggilnya “Pakdhe..” tapi konotasi Pakdhe sekarang malah Jokowi sih? Haduuh..

Ku pikir dia gak setua itu, paling cuma berjarak berapa doang dari umurku.. cuman memang pemikirannya dewasa sekali. Kadang-kadang dia balas memanggil Budhe.. ketika ku tanya lho kan Budhe pasangannya Pakdhe.. enak aja, gak terima aku..

Malah dibales, kog tidak terimanya baru sekarang?

Masalahnya kita ini apa? Hah? Hahahahaha… main klaim sendiri seenaknya? Saya paling geli adalah suatu ketika di daerah ku sedang pemadaman listrik, entah kenapa ini orang ribut banget bertanya “Mati lampu gak Ris?” Ini riweuh banget, maksudnya penting banget ya? Situ PLN?

Dulu belum ada WA, mungkin ada namun tidak sepopuler sekarang. Saya juga inget sekali, tiap malam takbiran maka dia akan ngirimin teks sepanjang monorel, Taqaballahu Mina Wa Minkum.. blablabla.. tapi ini bener-bener yang meminta maaf secara personal. Gak ngerti… gak ngerti kenapa aku begitu mudahnya jatuh cinta dengan manusia tidak jelas ini???

Ada momen-momen dia bercerita betapa dia khawatir dengan keponakannya yang sakit dan dirawat di RS, kentara sekali dia sayang sama anak-anak, padahal cuman keponakan.. kalau sama anak sendiri apa kabar? Mungkin dia akan rela mengiris nadinya sendiri. Lalu ke pasangannya gimana? Dia rela menderita juga pastinya..

Lalu tiba-tiba bercerita ia khawatir dengan kesehatan orangtuanya.

Tiap aku melontarkan sesuatu maka dia akan membaliknya, terjadi perdebatan panjang, kemudian dia mengalah bukan karena kalah atau salah. Sepertinya tidak tahan untuk berantem terlalu lama denganku.

Dulu itu jam tidurku biasanya jam 9 malam, lalu aku akan pamitan Wassalam gitulah.

Kalau dipikir kembali sekarang, kenapa aku marah padanya? Aku mungkin saat itu kalut, takut jika jatuh cinta sendiri.. apalagi kalau ujung-ujungnya malah bertepuk sebelah tangan. Beberapa diary ku di tahun-tahun tersebut menyimpan dokumentasi cerita lengkapnya.. tapi bahkan aku malu sendiri jika harus membuka ulang semuanya. Aku jijik pada diri sendiri..

Untuk dia dimana pun sekarang berada..

Saya ngerti kog.. kalau kamu menjelaskan, yang ada aku tidak sudi bicara denganmu sama sekali. Terima kasih untuk hari-hari itu, meski terasa sesak jika diulas kembali bahkan oleh diriku yang sekarang sudah lumayan dewasa ini..

Meski cinta tersebut sebelumnya cintanya anak-anak, aku hanya mengatakan apa yang ku rasa.. mengutarakan yang ku mau. Bukan cintanya orang dewasa, nabung, beli rumah, mahar, estimasi jangka panjang kehidupan berumah tangga akan seperti apa..

Kadang-kadang aku pun ingin nakal, merasa coba aku gak ngerti kalau setiap helai rambut yang dilihat bukan muhkrim-nya itu bisa mengantarkan Bapak ke neraka-Nya..

Coba aku tidak mengerti soal berkhalwat dengan lawan jenis itu dosanya ampun-ampunan bagi Bapak dan Ibu’.. bagaimana mereka harus disalahkan atas kesalahan yang ku perbuat? Betapa menyesalnya aku kalau ku lakukan..

Coba aku gak ngerti.. apakah akan lebih bahagia? Tapi ada orang-orang yang mengerti dan tetap melanggarnya. Kog aku tidak berani? Secemen itukah aku..?

2015 kamu pergi..

Meski aku berharap suatu hari nanti kamu bersedia menjelaskan kenapa, atau setidaknya bilang.. iya aku sayang kamu Dek, tapi waktunya belum tepat. Maaf.. iya, tebakan kamu bener.. itu aku, kamu tahu. Tapi aku takut kalau membenarkannya maka kamu akan menjauhiku..

Gak kog.. aku tidak akan marah, aku akan memelukmu dan berterima kasih sambil berurai air mata. Iya aku kesal sekali sampai sekarang, tapi terima kasih.. aku tidak tahu bahwa dicintai oleh seseorang yang bukan keluarga sendiri itu rasanya indah sekali.. sampai aku bertemu kamu..

Selasa, 30 April 2019

00:10 WIB

Advertisements

I’ll Take Your Word For it..

Mas Ipul lagi, lagi lagi.. hmm..  itu kemarin sih, ini gw masih gak ngerti kenapa ini orang..

Tuh kan apa ku bilang.. dia ini hemat orangnya..

Jadi kami ketemuan gak? Ada deh.. XD

.

.

Karena saya tidak menepati janji, emangnya aku pernah janji ya? Haha.. dalem hati sudah menerka “Ini nanti aku diamuk dia..” Mau nemenin tapi malah dateng pas udah sah.. maka aku sudah siap menyiapkan jawaban “Gak onog motor Lhur, bukku rewang.. aku jogo warung~” dududududu…

Seperti kata Koh Ernest Prakasa, Young Lex itu bukan pendidik.. jadi jangan berharap ada banyak edukasi dalam konten dia. Dan itu pun berlaku buat saya dan blog ini, ini hanyalah tempat sampah yang sangat elegan… kau pikir aku banyak mengeluh dan menceritakan apa saja yang tidak ada manfaatnya di sini? He’em iya.. tapi diluar itu aku tidak pernah memberikan beban pikiran dengan curhat ke orang lain-lain yang secara dalem, kadang-kadang kepengen ngomong ngene.. yang nyuruh kamu suka sama aku itu siapa? Masalah?. Memang bukan blog edukasi.. kau pikir sedang mencari apa di sini? Saya hanya sedang melakukan sesuatu supaya hati ini lega.. take it easy, just for fun~

Jadi.. sehabis magrib, ternyata hujan lumayan deras semenjak jam 17.00 an, akhirnya saya pergi ke OMI. Sekali lagi.. tiada pernah terlewatlah tempat tersebut. Tak lama kemudian Emi datang dan kami mengobrolkan banyak, beberapa waktu kemudian Tulus datang. Menggibahkan semuanya, lalu Puji A dengan Afris datang pula.. keduanya agak menjauh, saya sempat dekat dengannya tapi tak berlaku untuk sekarang. Sekarang, paling-paling Emi, Ti’ah, Mbah Susi, kalau ada Ping ya sama Ping sekalian. Diluar itu entah kenapa gak nyambung lagi..

Nungguin Ti’ah, Isa’ jam 7 7 7 7 akhirnya dateng juga sama pacarnya. Yang terakhir kali kami menggibah dia bilang “Aku to sampai’ ngomong karo wonge, kok kenale saiki? Ora mengko wae pas tanggungan-ku wes bar Mas, dadine kuwe rasah ono ceritane ngenteni aku. Dadine kepengen gage nikah saiki.. hahahaha”

Cah somplak..

Singkat cerita kami otw ke sana, sepi.. ya udah malem. Aku mengagumi keputusannya untuk melepas masa lajang dengan proses sedemikian rupa syar’i dan islaminya, bukan saya meragukan alur-Nya.. tetapi yang saya ragukan adalah manusia. Jadi kalau semisal aku gak kenal orangnya sama sekali, tetiba ngajakin ta’aruf dan nikah.. okeh.. secara bahasa ta’aruf itu artinya perkenalan. Tapi aku gak kenal karakternya Bos.. bagaimana kalau dia ternyata sosoknya yang aseli justru orang yang emosian dan justru tidak bisa memberikan rasa aman?. Perempuan itu naluriahnya akan mencari tempat yang membuatnya merasa aman dan nyaman, perasaan cinta adalah masalah lain. Percuma juga dengan cinta kalau ujung-ujungnya KDRT?

Bukan aku berharap itu terjadi padanya, semoga adem-adem saja.. tapi ini lebih ke ya udahlah itu adalah keputusannya dan saya menghargainya.. tapi aku jujur takkan berani mengambil keputusan sejenis itu. Dan lagipula aku belum ada pandangan untuk menikah dalam waktu dekat. Meski sering disindiri.. bodo amatlah.. aku belum 25, dan ku pastikan omongannya Sony itu salah.. soal, perempuan itu kalau nikahnya ketua’an paling-paling yang mau sama dia ya yang ala-kadarnya. Eh sorry.. saya percaya kog ada seseorang di luar sana yang mencintaiku melebihi diriku sendiri *wkwk, untuk suka dengan seseorang tentu wajar, tapi untuk sejauh itu.. tidak ferguso~ kau kan juga tau aku tidak siap untuk hamil dan melahirkan. Aku pun tak suka resepsian yang ramai.

.

.

Saya memberikan dia 2 buah buku. Selera kami kan sama, kalau bukan buku ya kucheeeng.  Bukan buku baru, tapi lumayan lah harganya.. ketimbang ngamplopin uang 20k. Aku dulu beli buku tersebut 190k 3 jenis, yang 1 masih ku simpan.. judulnya “Menata Hati”. Judulnya “Genap” & “Genap 2”

Aku: Lha piye Ah.. aku pe ngamplopi yo ra penak..

Ti’ah: Yo sih, kuwe cedak mbi deknen..

Ya tentu saja, manusia itu adalah individu yang sendiri.. acieh~, ketika dia sudah menikah dan itu jodohnya. Maka genaplah dia, menggenap.. bukan single lagi. Seperti yang sering kita semua dengar, menikah itu adalah menyempurnakan separuh agama. Genap.

Kedua buku tersebut benar-benar problematika pengantin baru, yang ditulis dengan sudut pandang perempuan, yang manja-manja, kepengen dimengerti tanpa perlu menjelaskan, ingin diprioritaskan, dihargai pendapatnya tanpa merasa harus diatur-atur. Sebagaimana wanita diciptakan dari tulang rusuk paling bengkok. Tidak bisa dipaksa, pelan-pelan diluruskan dengan kasih sayang dan kelembutan.

Hahah.. diambil dari tulang rusuk paling bengkok adam, diciptakan ketika Adam tidur.. kalau tidak pasti Adam akan sangat membenci Hawa. Karena rasa sakitnya. Kita cenderung akan membenci sesiapapun yang memberikan rasa sakit pada diri kita.

Setelah itu kami ke salah satu tempat makan di jalan Hayam Wuruk. Yang ngajakin Ti’ah sih.. sama pacarnya Ti’ah, konyol ternyata pacarnya Ti’ah.. ada cerita sampai ke pengantenannya temennya bolak balik 3 kali. Ini baru yang namanya sahabat sejati.. HAHAHAAA.

Jadi ceweknya 4, dan dia jadi tukang foto XD

Susi: Kuwe mau ngajak wonge mung kanggo tukang foto kan Ah? Hahaha..

Emi pun meresah, kog kita kalau ada waktu yang kumpul ya cuma kita kita aja sih?. Mbah Sus, Ti’ah, Aku, Emi..

Entah yo, sefrekuensi mungkin..