Kesalahpahaman..

0.43

“Asalamu’alaikum..”

Tidak ada nama karena aku memang tidak menyimpan nomornya karena kami memang tidak sekenal itu, dan ini dapet nomorku dari mana coba?, saya kenal dia dari temen saya. Masalahnya gini.. dia salah paham atas perhatian ku.. *hiks

Seketika membaca terusan pesan teks tersebut aku ingin mengumpat. Tapi kalau sampai keluar umpatan dari mulutku pasti akan ada orang yang “Tak sawat kuwe ngko Sa,” Hahaha

Dia ini adalah Mas Mas kesekian, brengsek.. secakep apa aku sampai dipedekate’in sebanyak ini? Menderita.. Ya cuma ditanggapin biasa aja. Kenapa? Dia ini super duper alim, masa’ aku diajak mondok? Hello hai..

Dari pembicaraan kami sebelumnya saat terakhir kali bertemu tanpa sengaja.

“Apa kamu mondok aja sama aku, banyak lho Mba anak-anak kecil pakai cadar di sana..”

Dalam hati hahahahahahaha.. maksud lo???

Gak gak gak, aku tidak suka laki-laki yang terlalu alim. Yang balance, nakal dikit gak masalah. Itulah kenapa sekian waktu lalu aku bisa naksir berat dengan Saipul. Itu pulalah kenapa aku bisa punya temen sebangsat Imam atau Sony, dll.

Yang balance, tapi kalau sama kamu? Adalah sesuatu yang aku tidak tahu harus menjawab apa, aku bahkan tidak mengerti kamu orangnya seperti apa. Sampai hari ini masih merasa gila kalau ingat kiasan “Kamu ibarat buku,… ingin baca kamu,” aku bisa stres karena tiba-tiba tersenyum sendiri kalau begini. Status sampai hari ini memang single, tidak terlalu berharap banyak akan kehidupan yang sampai merasa ingin jadi “Ratu”, seperti nama belakang-ku “Maharani”. Ya kalau pun aku memang Ratu, siapa Raja-nya? Whoaah..

Hanya ingin damai, tenang, dan bahagia. Dan bahagia tidak musti tentang harta benda..

Kenapa ku bilang sebelumnya kamu adalah pengecualian atas segalanya dari semua lelaki yang ku kenal?

Mungkin kalau kau di posisinya Kang Mus yang hanya bercanda, “Apa Sa? Sun? Age toh..” Dengan senang hati..

Atau Ubaid yang membercandai ingin dicium-cium begitu? Of course kamu beda..

Kalau ada yang memegang tanganku dan aku marah, kalau itu kamu aku takkan protes. Kenapa aku bisa vulgar begini?

Karena aku yakin kamu takkan melakukannya meski aku yang memaksa. Ya kan?. Padahal aku cuma ingin.. hmm.. ingin ya jambak rambutmu atau apalah? Tidak bisakah seseorang memberi tahu ku bahwa antara cinta dan benci itu tipis sekali?, heuh..

Jam 01.00 sudahlah aku mau tidur..

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s