Kelar Sudah..

Ya gak sampai segitunya berantem berhari-hari.. tiba-tiba kami sudah saling jahil dan bercanda lagi. Kang Mus kan memang gitu orangnya, berusaha untuk membuat semua orang senang. Yang kenapa sebelumnya kalau papasan kami malah saling teriak kayak anak kecil gitu.. kan cuma bercanda. 😀 , aku membencinya? Ah tidak juga.. aku menyukainya, sebagaimana anak buah menghormati atasannya.

“Iki mau iso ngene kenopo Sa?”

“Gak apalah, aku yang ngalah..”

“Jelas-jelas yang salah dia kan?”

“Tapi kalau gak ada yang ngalah gak bakalan kelar Mas,”

“Kamu terlalu kalem,”

Sejujurnya saya gak suka dengar komentar semacam ini tentang diriku. Tapi kenyataannya memang begitu aku harus apa, dibilang Mb… Mb.. yang kalem sekali, terlalu baik orangnya,

Setidak sukanya saya seperti dengar pujian cantik. Karena dalam persepsi-ku cantik itu biasanya bego’.. -_- siapa yang tidak tersinggung disebut gitu? Meski alay begini pernah kog ikut Olimpiade kecil-kecilan.. pernah dibenci banyak orang karena terlalu disayang sama guru-guru. Pernah ada yang bilang begini padaku “Sa, aku pengen bedah kepala kamu, lalu minta seenggaknya seperempatnya.. boleh?”

Ya terserah deh.. kalau sekarang mah.. disayang kamu saja sudah cukup *kkkkkk

Ya kamu gak ngerti aja Kang, kalau sudah debat sama orang dan berusaha mempertahankan argumen.. gak bakal kelar sampai lawan bicaraku ngalah atau aku yang mengakui salah. Ini harus ada remnya, sampai pernah aku marah besar pada seseorang aku bilang “Yo! Memang aku ra sopan, lha terus ngopo?? Masalah?!”. Tapi kalau untuk urusan beginian, ya yang penting selesai.. hari ini segera berakhir. So simple.. I wanna hug my bantal.. bobo’ cantekk.. bangun-bangun gajian, semua tugas terselesaikan, buka mata ada yang nyambut “Pagi sayang, mimpi indah?” *plakk.. ngayal~

Dibalik semua kekonyolan mereka sebenarnya baik banget aslinya. Ya manusia kan selalu ada + – nya bukan?

.

.

Once upon time..

Aku bilang “Lha kuwe ki sopo-ku kog nyandak-nyandak tangan segala?” Saking kesalnya, aku bahkan mengatakannya tanpa memandang mukanya.

Mas Khasan “Konco kan Ndes..” dengan nada bercanda,

Si x langsung agak geregetan. Dan hal paling aneh yang dia katakan padaku beberapa waktu lalu.

“Aku sakit hati kamu abaikan dan cuekin begini Ris?”

Aku dalam hati “Bodo amat, yang mulai duluan siapa? Yang gak sopan duluan siapa? Kenapa merasa menjadi korban? Norak..”

Posisi saat itu ada Mas Rizky juga, denger dengan jelas apa yang ku katakan. Aku menyebutnya cowok barbie, dan dengan khayalan liarnya. Tapi entah mengapa Mas Rizky semenjak hari itu ketika denger omonganku yang tajem tsb pun jadi mulai hati-hati.. tiap kali mau ambil sesuatu di deket ku.

“Amit Sa…” Aluuus banget suaranya, kayak ngajeni dan gak mau dianggap jelek. Aku menyukainya untuk urusan kerjaan, tapi diluar itu Mas Rizky ya gitulah…

‘’’’’’’’

Tapi kalau ada yang kontradiksi bertanya, tapi Imam sering menyentuh kamu. Maka jawabku.. Itu khaan doeloe.. dan Imam kan memang aliran sesat,

Gimana ya menjelaskannya? Ini sama sekali tidak nyaman bagiku jika harus skinship begitu tanpa aku mau dan suka dengan orangnya.

Ya kalau cuma sejenis omongan sih masih bisa diterima, seperti waktu aku menghirup aroma bunga berkali-kali dan ketahuan si Ubaid. Apa komentar Ubaid?

“Jangan dicium-cium, aku juga mau kog dicium-cium kayak gitu?”

Aku menahan tawa dan meliriknya

“Ogah, ini kan wangi.. lha kamu?”

Advertisements