Sapi

Dia ini adalah orang pertama yang benar-benar menarik perhatianku semenjak di sini. Maksudnya ini orang first impressionnya benar-benar sosok yang manis. Sayangnya awal-awal mengenalnya saya benar-benar males dan benci sekali kalau melihat dia. Syukurlah sekarang tidak. Tapi makin lama makin stress aja, masa’ aku dicekek pakai kertas?? Suka tanpa sebab mukul-mukul kaki?? makin ke sini he act like my big bro.
Siapa lagi kalau bukan Kang Mus. Jahilnya luar biasa, suka ngagetin sampai aku benar-benar jantungan. Kalau berhasil dia akan tertawa puas sekali. Kurang ajar!.
Tapi kalau dia habis jum’atan dan dapet makanan.. maka saya makan. 😂
Karena dia cerewet, makanya ada saat-saatnya bisa kepo.
Seperti bertanya bagaimana kamu kenal dengan istrimu Mas? Pacaran berapa lama?
Dengan runut dia ceritakan, gini lho Sa.. dulu kami cuma temen chattingan gitu. Dia dengan yang lain dan aku juga. Tapi lambat laun terjadilah, kami tidak pacaran tapi September tahun lalu dia nantangin berani ngelamar nggak?. Semula memang bercandaan doang, tapi aku serius. Tapi momennya memang kurang pas, masa’ aku baru putus sama pacarku yang sebelumnya terus main lamar yang lain?
Dalam perjalanannya pun ribet Sa, bagaimana dia masih suka ragu karena firasat, mimpinya, dan omongan orang-orang. Tapi sekarang tidak berani lagi meragukan aku.
Blablabla..
. Mus ini dikit-dikit sakit. Minum dingin dikit langsung bersin seharian. Suka kasihan tiap denger dia batuk-batuk sama bersin. Apalagi musin hujan begini.
Amandel, yang perutnya apa kek, meriang lama. Semua campur deh, itu kurangnya.. kurang sehat. Semua penyakit ngumpul di Mus semua. Heuh..
.
“Sa, aku minta tolong boleh?”
“Apa Mas?”
“Mau nggak? Ikhlas nggak?”
“Iya apaaaaa??” Asal jangan aneh-aneh aja..” (Mulai kesal karena sudah sering dijahilin Mus)
“Ambilke kertas di ruangan sebelah, yang banyak ya.., aneh-aneh gimana?”
(Aku jalan ke ruangan sebelah sambil ngedumel)
“Ya kali aja nyuruh manjat-manjat apa kek..”
Ubaid dan Mus ketawa dengernya.
.
.
Pas VC sama istrinya juga konyol. Ngobrol lama mereka. Aku jadi obat nyamuk. Sok sok gak denger, sibuk sendiri.
Tapi gondok pas denger..
“Ini sama Risa..”
“Risa siapa?”
“Itu hlo yang sering manggung..”
“Manggung apa Yang?”
“Risa lawangsewu..”
(Aku seketika pengen jambak rambutnya Mus. -_-)
Kalau sebelumnya saya seperti merasa dipanggil sayang. Tapi makin kesini rasanya seperti.. “Sa…” pi.. -_-
.
.

Advertisements

2 thoughts on “Sapi

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s