Self-Talk, Aku? Kamu? Kamu Kan Aku?

ONLINE BUAT SIAPA?
Wait.. ini 2019, ketika hiburan dan pekerjaan diakses dengan internet. Apakah ketika kelihatan saya online berarti saya ada apa-apa? Apakah sesekali balesin pesan artinya saya lagi leha-leha? Tidak juga..
Tidak.. barangkali saya cuma buka youtube, atau memang sengaja datanya dihidupkan tapi orangnya entah kemana. Atau cuma sekali dua kali cek hape dan iseng ngetroll orang-orang.

Online buat siapa? Ya buat diri sendiri dong.. kurang kerjaan amat.. heuh..

.

.
.
.
KAMU LIBUR DISAAT TANGGAL GAJIAN. BERARTI GAK DIBAYAR NDUK?
Tanya ibukku suatu ketika. Aku dengan santainya menjelaskan, ya tetep gajian dong Buk.. kan ditransfer via rekening. Nanti slip gajinya di email-kan. Gerakan meminimalisirkan penggunaan kertas sih.. kata Perusahaan tempatku bernaung.
Dan.. yakali.. duit segitu diserah-terimakan secara cash? Dimaling nanti nangis akutuh..
.
.
IBUK PUNYA WA LHO..
Ini yang menjadi susah, masih dipantaulah diriku meski jauh. Haduh.. kangen.. jengkol, dan semua masakannya.
.
.
Wiwid: “Mba, gimana? Kamu nyaman dengan pekerjaanmu yang sekarang?”
Aku: Tidak juga, tapi dari semua resiko yang pernah kulalui. Resiko inilah yang paling bisa ku tanggung. Aku butuh uang Wid, sudah tidak mikir nyaman tidaknya.
.
.
.
Budi: Za, aku harap pas aku balik ke tanah air kamu sama Mas itu. Jadilah tetanggaku,
Aku: Entahlah Bud, aku sudah tidak berharap banyak. Yang terpenting sekarang aku mengalir saja, walau perasaanku sudah menjadi semacam beban.
.
.
Suatu waktu beberapa tahun lalu..
Ping: Kamu harus move on, coba buka hatimu..
Aku: Karena tidak pernah ada yang dimulai lantas apa yang harus diakhiri?. Aku masih muda, jalanku masih panjang. Siapa tahu diluar sana aku bisa ketemu orang baru dan jatuh cinta dan barangkali dia jodohku.
(Dan memang benar kejadian, aku jatuh cinta meski cringe-cringe gak jelas. Baper baper.. tapi ada sesuatu yang seperti menahanku untuk tidak melanjutkan.)
.
.
X: Kenapa kamu sok tidak mau membicarakan segala sesuatu tentang seks?
Aku: Bukannya apa, kalau untuk edukasi okelah.. tapi kalau ranahnya untuk bercanda? Hello gengs.. hamil dan melahirkan tidak sesederhana itu. Saya sebagai perempuan juga punya kebutuhan dasar ingin dipeluk ketika menangis, tapi jujur ya.. ini baru kali pertamaku mengatakan inikah? Disini..? Saya takut hamil dan melahirkan, yang berarti saya takut menikah. Titik.. πŸ˜‚
Ngebayangin mood naik turun, tiba-tiba pengen makan apa tapi ketika lihat makanannya malah muntah, ngidam dikira manja.. padahal tidak hamil saja kita juga kadang ada pengen makan ini atau itu.., gak bisa tidur karena semua posisi akan salah, kalau sudah menjelang kelahiran bagaimana? Kalau salah teknik melahirkan katanya bikin fatal.. ada yang sarafnya inilah itulah.., dan aku harus bertaruh nyawa demi ngelahirin anakmu. 😭 I’m so scary..
Katakanlah perasaan cinta dan mencintai itu indah, tapi konsekuensinya?
..

.
..
.
Akankah ada hari dimana seseorang berani meyakinkan ku untuk melepaskan semua kebebasan ini? Dan terkekang dalam adat budayaπŸ”œ kamu perempuan.. harus nurut sama laki-laki, di rumah saja ngurus anak dan suami.
Apa? Sok suci? Kagak ah.. saya pernah membaca trilogi Fifty Shades Of Grey.. tamat.
.
.
.
Nggak kog, gw nggak pacaran bukan karena sok suci dan ngerti agama. Emang dasarnya aja nggak pernah percaya dengan laki-laki untuk ditaroh di hati.
Meski saya juga membenarkan bahwa islam itu kece, semua hal dari yang besar sampai yang remeh pun diatur sedemikian rupa. Aku setuju dengan konsep dilarang berkhalwat dan bertabaruj untuk tujuan memikat, dan kebetulan gw nya aja yang cemen.. takut disakiti. Jadilah klop. πŸ˜‚
.
.
“Hla ngunu Sa, kalau ketemu aku langsung senyum gitu dong..”
I hate Kang Mus, kalau ketemu dirimu harus senyum gitu? Ini orang gimana ya? Nyebelin, masa’ ketika aku ngelamun dikit.
“Hayoo, kamu lagi memikirkan seseornag ya?”
Atau cuma lagi ngapain gitu..
“Kamu lihatin apa?”
Atau..
“Ini Sa, sekalian diberesin masa’ kayak gini?”
“Iya Mas, nanti..”
“Kamu jengkel ya? Harusnya kita semua kemaren ada syukuran gitu ya?”
“….”
“Alah, kuwe mah paling neg jero ati mbatin. *Ndasmu o Mas?! Aneh.. aneh!* yo kan?”
“Ora..”
Yo kan sak jengkel-jengkel e aku padamu. Po ya aku berani mengendas-endaskan atasan seriwil dirimu??? Padahal iyoo.. kudu ngamuk ngingeti kuwe Mas. πŸ˜‚
Maksude ki.. selalu ingin tahu, terlalu banyak ditanya dan aku males jawabnya.
Terlalu banyak nasehat..
Dan aku bukanlah orang yang mudah dinasehatin. Maksudnya, mungkin saya dengarkan, benarkan, mengerti.. paham.. tapi kalau saya tidak suka atau tidak mau, tidak sesuai dengan apa yang ku percayai.. yawes gak akan saya tanggepin.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s