Semalam Adalah Kencan Paling Mengesankan – Part 2

Aku ki kepo, tapi segan mau nanya. Bisa tau umurnya Kang Mus saja berawal dari dia yang selalu menggodai umurku sekarang berapa, sudah pantes ke pelaminan. Kapan Sa?
Yaelah Kang, awal bulan gw kagak bisa absen. Gak usah berangkat ajalah.. liburan sebulan! HHHHHH,
“Iso iso.. ojo pesimis. Gajian kog, santai wae!”
Beliau ini gimana ya jelasinnya.. orang yang selalu dan sering nasehatin untuk apa-apa lakukan yang ikhlas Sa, tolonglah perlakukan semua orang baik dan jangan membeda-bedakan, kalau kamu baik ke orang lain.. mereka tentu akan balas baik.
Jujur.. muak dengar yang seperti itu, tapi.. ada benernya juga.
Okeh intro selesai.. kita masuk ke cerita sebenarnya.. apa? Tentang aku yang mau dijadikan istri keduanya Mas Khasan? Hahah.. bermula dari VC
Aku: Mas, bojomu VC
K: Angkat to..
Aku: Emoh, gak wani.
Mus: Angkat to Sa, wani ra.. dikiro mbok nom e. Wah! Seng nelfon mbok tuo.. seng ngangkat mbok nom.
Aku: (koplo.. -_-) Moh,
K: Angkat wae, ngomong neg kamar mandi aku.
Mus: Santai wae, bojone Mas Khasan ki ra curiganan
K: Wonge malah seneng neg aku duwe genda’an.
.
.
Mas Khasan itu terlalu terbuka dengan pemikirannya, gw ngerti.. siapa sih? Laki-laki mana yang tidak suka dengan perempuan cantik? Cuma kan tidak semua laki-laki vulgar memuji-muji dan mengatakannya, beberapa kan paling-paling cuman membatin. Jadi aku mudenglah.. tapi kalau cuma gegara Kakangku ini memuji begitu bukan serta merta disebut mata keranjang dong.. Fitri salah paham sama Mas Khasan. “Gak seneng! Iku perasaane bojone kepriye mba?? Khasan iso ngunu??”

Santai Fit.. mungkin Mas Khasan begitu di luaran. Tapi kalau sudah sama istrinya dia takkan menoleh kemanapun. Mas Khasan itu kocak, kalau serius malah nakutin.

Tapi tidak sekali dua kali Mas Khasan bilang gini,
“Cantik ya Sa?”

“Manise..”
“Waah, kekasihku..”
Iki.. iki seng paling konyol. Kayaknya kami lagi di luar dan Mas Khasan lihat ada cewek cakep baru turun dari motornya. Otomatis nyeletuk “Wah, kekasihku..”
Ah mbuh.. seterah dah.. 😂😂
.
.

Pernah tidak kita merasa penasaran sekali pada suatu hal tapi tidak bisa bertanya, rikeuh, dan sejenisnya.
Seperti pada Kang Mus, ini 25? 24 kah? Tapi kog manis..? Tapi kog kayane wes tua?
Dia itu bilang sendiri, “Umurku 26 kog Sa, ngepas pas nikahan.”
Yawes.. kepo ini berakhir.
.
.
Nah.. saya juga kepo dengan perempuan yang satu ini. Atas dasar apa dia bisa hamil dengan pacarnya?
Sudah di depanku, menceritakan semua aibnya tapi poin inilah yang saya gak ngerti sama sekali.
Apa kamu tidak menghargai dirimu sendiri? Atau cinta setinggi levelnya apakah sehingga kamu relaa… rela.. Ya Allah.. how can I say?
Terbawa suasana atau apa? Jadi kenapa kalian ke hotel dan berbuat yang tidak-tidak? Disaat hubungan kalian cuma pacaran? Cinta? Demi apa semua-semua harus atas nama cinta?
Aku o ngomongno ngunuwi ncen rak seneng, selevel Kang Mus wae tak jarno kog.
Tapi ora iso takon.. ora iso, aku hanya ingin menghiburnya malam itu.
Hilang sudah kepercayaannya pada laki-laki.
Karena suaminya tidak berniat mengubah status KTP menjadi kawin. Dan mereka belum ngurus KK. Dengan berat hati dia akan masukin anaknya ke KK ibunya.
Campur ketawa dan nangis dia bilang
“Mosok wonge dadi adekku neg KK Sa..?”
“Lha piye? Kuwe wes rak iso mempertahanke, ketimbang ajur kabeh..”

.
.
.
Soal kemarin ya?
Hmm.. jadi karena mereka dulu semasa pacaran sering berjoin hape. Kadang akun ini login di sini, email itu di login sana. Jadi.. meskipun sekarang mereka tidak bersama. Tapi eng ing eng.. suatu hari munculah chat an si suami via google di hapenya. Obrolan yang mesum.
Dia kagetlah.. lalu dengan hati-hati dia bikin akun bodong di IG.
Singkat cerita dia menyamar jadi sosok yang gitu2an, follow akun seks, akun maniak sejenisnya. Hampir tiap saat dapet DM yang tidak senonoh.
Lalu kenalah dia dm-an sama suaminga dengan posisi nyamar tadi.
Ini real terjadi dan saya baca chattingan hapenya. Menanyakan bisa dibooking kapan? Tarif berapa?
Si suami bilang “Kepuasan pelanggan adalah utamanya. Dibayar berapapun dia mau.”
Aku lemes, menghirup napas dalam-dalam dan membuang muka ke jalan raya.
“Kog bisa seperti ini sih??”
“Gak nyangka kamu kan Sa? Aku juga!? Bahkan meski itu suamiku sendiri. Ngomongin hal seperti itu membuatku jijik.”
“Siapa saja yang tahu hal ini?”
“Cuma kamu sama temenku yang di Solo.”
“Reaksinya dia?”
“Dia nyuruh aku ninggalin saja. Sudah tidak ada yang perlu dipertahankan..”
.
.
To be continued..

Advertisements
Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 2

Para sipir datang melerai keributan di lapangan. Ma Deok Seo diperingatkan, namun Ma Deok Seo beralasan ialah yang menjadi korban karena Kwon Yoo mulai duluan. Lantas si sipir memukulkan tongkatnya ke Kwon Yoo sampai tumbang dan menyuruh sipir lainnya menyeretnya kembali.

“Kwon Yoo… Hukuman kurungan sel isolasi 80 hari.” Kata si sipir, Kwon Yoo dimasukkan ke dalam ruangan sempit dan gelap.

Kwon Yoo didatangani dua orang pria yang mengaku bukan berada di kubu Ma Deok Seo, mereka dengar Kwon Yoo dapat masalah karena cari gara-gara dengan Ma Deok Seo. Karena Kwon Yoo merupakan terpidana seumur hidup.. jadi tak seharusnya ia mencari masalah dengan Ma Deok Seo.

Mereka juga mengingatkan Kwon Yoo jangan mencari masalah dengan terpidana yag sedang menyiram tanaman itu, ia pembunuh dan memakan korban-korbannya. Cukup waspada pada keduanya. Keduanya meminta penjelasan seperti apa korban perkosaannya Kwon Yeo? Anak SMP/SMA? Kasih tahu dong!. Mereka ingin berkoalisi.

Kwon Yoo langsung risih meninggalkan mereka. Dari pembicaraan tidak penting itu kita menjadi tahu sepertinya keduanya dipenjara karena kajahatan semacam itu.

Di dalam saat Kwon Yoo sehabis melakukan sesuatu ia diseret menemui Ma Deok Seo. Ma Deok Seo jadi kesal pada Kwon Yoo karena tidak melakukan instropeksi diri, juga bicara banmal padanya..

Dua pria yang mendekati Kwon Yoo tadi juga dibawa, Ma Deok Seo menyuruh Kwon Yoo melakukan ulang apa yang Kwon Yoo lakukan pada korbannya. Kwon Yoo menolak dan menyumpahinya, Ma Deok Seo dengan santai menyuruh dua pria bejat tadi yang melakukannya pada Kwon Yoo maka mereka akan dilepaskan.

Ibunya Kwon Yoo masih berupaya mencari keadilan. Di tengan hujan deras ia membawa plakat bertuliskan “Putraku bukan pembunuh!”.

Kwon Yoo syok berat dan ia banyak mengeluarkan darah. Ia menggigit para sipir, salah seorang petugas menyuntikkan pelumpuh padanya.

Kwon yoo menemui ibunya didampingi Min Cheong Sang, ia tak berani menatapnya.

“Kau pasti sangat menderita. Eomma… melakukan demo tunggal di depan pintu gerbang pengadilan. Juga melakukan interview dengan buletin mingguan. Untungnya ada orang yang menghubungiku dan berkata bahwa di tangannya ada data yang bisa membuktikan jika kau tidak berada di TKP pada saat kejadian. Minggu depan aku akan mengadakan pertemuan dengan orang itu dan bersiap-siap naik banding.” Ibunya melihat tangan Kwon Yoo yang dibebat.

“Kwon Yoo… Aku… tidak sudi menjadi ibu bagi seorang pelaku pemerkosaan. Jika kau juga tidak sudi dilabel sebagai

seorang pelaku pemerkosaan, kau harus bisa bertahan. Eomma… Pasti akan mencari cara untuk mengeluarkanmu dari tempat ini.”

Kwon Yoo tersisih dari siapapun yang berada di sana. Ia terkadang makan tanpa duduk dan ia melewati hari-harinya ia lewati dengan tegar meski banyak disiksa Ma Deok Seo dan kroninya. Ia bertahan demi ibunya.

Si pembunuh yang memakani korbannya duduk makan bersamanya, nampak bersimpati pada Kwon Yoo. Ia memberikan daun selada yang seringkali ia sirami selama ini. Kwon Yoo menatapnya bingung sembari mengambil daunnya, ia salah paham dan membuntalkan nasi ke daun tersebut. ( kebiasaan orang korea, makan harus ada selada XD )

“Sobek-sobek daun itu dan usapkan pada lukamu.” Jelas si pak tua. Kwon Yoo dengan malu membersihkan dedaunannya.

“Sepertinya kau dulu sering olah-raga. Sekalipun dihajar hingga babak belur seperti itu, kau harus ingat untuk menghindari hal yang membahayakan. Aku akan senantiasa mengawasimu. Kau bukanlah orang yang bisa membunuh orang.”

Kwon Yoo mulai tidak bisa membunuh orang, ia mulai sekarang juga mulai melatih fisiknya kembali. Menurut si pembunuh “Ma Deok Soo harusnya juga tahu jika kau bukanlah seorang pelaku pembunuhan dan pemerkosaan. Masalahnya ada pada dirimu yang telah melukai harga diri bangsat itu.”

Seperti saat Kwon Yoo selesai makan, ia menatap Ma Deok Seo tanpa takut. Ma Deok Seo merasa tidak dihargai dan diremehkan.

Di ruangan mesin Kwon yoo dikejar-kejar napi lain. Kwon Yoo menyiapkan alatnya menembak, semacam panahan buatan yang terbuat dari alakadarnya dan busurnya sepertinya dari isi pulpen. Kwon Yoo menembakkannya ke orang-orang yang mengejarnya.

Ma Deok Seo dari arah sebaliknya sudah membawa kunci/kapak, Kwon Yoo berlari padanya dan menembakkannya tepat di lengannya.

Kwon Yoo menang. Ma Deok Seo terjatuh, beberapa napi tertawa-tawa karena Ma Deok Seo kini terkena getahnya. Kapala lapas mengatakan Kwon Yoo dapat kunjungan.

_FABRICATED CITY_

Kwon Yoo salah mengira ibunya yang akan datang, ia bertanya ke Min Cheong Sang kenapa datang tanpa ibunya.

“Ibuku di mana?”

Petugas membawakan sertifikat kematian yang harus Kwon Yoo tanda tangani. Kwon Yoo kebingungan.

“Walaupun selama ini beliau sangat menderita, tapi tidak kuduga beliau akan mengambil pilihan yang sangat ekstrim seperti ini.”

“Yang kau katakan sekarang ini apa maksudnya? Anu, ada apa dengan ibuku? Hari itu dia malah bilang akan menyelamatkanku dari tempat ini. Dia masih menyuruhku untuk bertahan. Kenapa mendadak ibuku… Kenapa?”

“Untuk melakukan pemakaman, kami membutuhkan tanda-tanganmu. Kecuali kau, beliau tidak memiliki anggota keluarga yang lain. Pemerintah wilayah kabupaten bilang mereka akan membantu dengan urusan pemakaman.”

Kwon Yoo juga tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya karena Min Cheong Sang meski sudah menawarkan surat jaminan agar Kwon Yoo bisa menghadiri pemakaman.. pihak penjara menolak mengizinkan Kwon Yoo keluar apapun yang terjadi.

Kwon Yoo frustasi, disaat ia mulai merasakan adanya harapan justru ibunya yang selama ini menjadi pegangannya malah meninggal.

Malam harinya Kwon Yoo bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya memeluknya, Kwon Yoo menangis sesenggukan sambil memanggili ibunya.

      Di lapangan, beberapa orangnya Ma Deok Seo mencari masalah dengan para petugas. Sirine dihidupkan dan tembakan dilepaskan. Ma Deok Seo menggunakan kesempatan ini untuk melukai Kwon Yoo, sayangnya Kwon Yoo telah membawa senjatanya sendiri sejak tadi. Ia langsung menggores wajah Ma Deok Seo.

Petugas melihatnya dan hendak menyuruhnya meletakkan senjatanya. Kwon Yoo justru menusukkan pisau tersebut ke perutnya sendiri. Setelahnya ia dan Ma Deok Seo dilarikan ke rumah sakit.

Kwon Yoo sengaja melukai dirinya sendiri agar bisa keluar dari penjara. Si pak tua pembunuh sebelum ini pernah menasehatinya. Antara otot arteri dan organ, jika Kwon yoo silap dan melukai salah satunya.. Kwon Yoo akan mati, jadi jangan menusuk terlalu dalam. Usahakan tusukannya agak ke samping.

“Setelah keluar dari sini rencanamu apa?”

Aku harus membersihkan semua ketidakberuntungan ini. Aku pernah berjanji pada ibuku. Tidak akan menjadi seorang anak yang merupakan pembunuh dan pemerkosa.”

Kwon Yoo di dalam kendaraan memukuli petugas yang menjaganya dan mengambil suntikan pelumpuhnya.

Ia mengancam sipir dengan suntikan tersebut supaya mendapatkan kunci borgolnya. Mobil terbalik, Kwon Yoo berhasil keluar tergopoh-gopoh melepaskan borgolnya.

Sipir menodongkan senjata apinya pada Kwon Yoo. Namun ia tak jadi menembak.

Dimulailah pengejaran Kwon Yoo. Kwon Yoo mencuri pakaian di daerah sekitar. Media memberitakan kaburnya Kwon Yoo dan menyimpulkan Kwon Yoo tidak mungkin bisa melarikan diri terlalu jauh karena ia sedang terluka parah.

Polisi mencari Kwon Yoo ke berbagai penjuru. Kwon Yoo melihat dua orang yang kesulitan karena mobil mereka mogok. Kwon Yoo akhirnya membantu mereka dan dapat tumpangan. Mereka ini turis yang hendak melancong ke Tiongkok setelah jalan-jalan di Korea, mereka sangat terbantu dengan ketrampilannya Kwon Yoo.. kalau tidak ada Kwon Yoo pasti rencana liburan mereka akan kacau.

Di jalan dilakukan pemeriksaan pada semua pengendara yang hendak keluar dari daerah ini. Kwon Yoo menunduk menyembunyikan wajahnya ketika petugas menyapa si turis. Si turis tidak bisa berbahasa korea dan membuat petugas dengan entengnya melepaskannya jalan tanpa mengecek ke belakang karena kesulitan berbicara dengan mereka. Para turis mencoba menjelaskan jika mereka sedang terburu-buru ke bandara.

Keduanya melepaskan  mobil mereka pada Kwon Yoo. Mobil ini dibeli seharga 200 ribu won saat pertama kali keduanya tiba di Korea. dan sekarang Kwon Yoo bisa menghancurkannya untuk mendapatkan 400 ribu, ini hanya mobil bobrok.

Keduanya kegirangan pergi. Kwon Yoo menggunakan mobilnya. Media mulai banyak berspekulasi bahwa kaburnya Kwon Yoo tengah membuat masyarakat khawatir kejahatannya akan terulang kembali.

KOMEN-KOMEN:

      Atlet biasanya punya sifat yang rendah hati dan pengendalian diri yang baik, meski punya kemampuan buat melumpuhkan orang atau mukul orang sampai keok mereka gak suka pamer-pamer. Tapi kalau dalam situasi yang mengharuskan ia menyerang dan bertahan ia akan reflek mengeluarkan kemampuannya. Kwon Yoo merupakan representasi atlet yang punya nurani dan harga dirinya tinggi.

Fabricated City, setelah tahu apa yang terjadi pada Kwon Yoo nanti.. di part selanjutnya, readers pasti akan ngerti kenapa judulnya bisa Fabricated City.. sesuatu yang dibuat-buat. Iya.. Kwon Yoo memang difitnah, dan yang menfitnahnya bukan orang biasa dengan cara yang tidak biasa.. kalian pasti akan tergelak mengetahuinya. “Lho, kog bisa gini? WUOW! Ketipu.” HHHH.

     Biasanya saya nonton sambil nulis, namun untuk kelas berat semacam ini saya nonton duluan, ampun DJ! DJ Masmelow *kkkk. FABRICATED CITY DAEBAK!, penasaran, hhhhhh… bagus banget! Bagaimana pun juga tastenya film dengan drama pasti beda.

    Ji Chang Wook saya sebut Tom Cruise nya Korea boleh gak sih? Ganteng atletis dan sering banget ambil projek yang melibatkan fisik serta mengakibatkan banyak cidera. Saya mulai suka dia gara-gara Healer sih.. tak terlupakan sama sekali dramanya yang satu itu XD.. *prokk *prokk!. Sekarang Ji Chang Wook lagi wamil, semangat Oppa! 2 tahun sebentar kog.. kita mah para fans bisa sabar nunggu JiChangWook Come back~ 2 tahun doang kecil atuh.. *sambil kibas2sin sapu tangan*, karena Oppa dan Ajussi yang lain ada banyak soalnya, ngapain setia sama satu seleb? Nyakitin diri sendiri itu namanya *wkwkwk. ^-^V #Fans_musiman

Lanjut part 3 sampai end, sinopsis film lainnya ada di laman/menu Movie. Sudah baca One Day-nya Kim Nam Gil? Life Risking Romance-nya Ha Ji Won? So, I Married an Anti-fan nya Park Chanyeol EXO? Dirangkum di  laman/menu Movie. Bila ada sesuatu yang meresahkan hati dan membingungkan soal sinopsis/apapun mengenai chariszha.com? Jangan malu-malu.. komentar saja.. Enjoy yourself.. ^^, santai saja karena saya gak gigit.. Karissa memang rada kurang waras kog.. moody-an Authornya *kkk jadi biasa aja kalau tiba-tiba saya mandeg nulis atau kebanyakan posting XD, “Wanita: 99%  emosi + 1% akal” XD Tenang, ketika ini diposting saya sudah cengar-cengir lihat video kucing guling-guling XD, tapi tetep males ngelanjutin CM/SM. Dan apakah jadi nelfon pembunuh bayaran? Gak ah.. nanti siapa yang saya ajakin berantem seseru itu kalau orangnya isdet? HHHH