Ibunya Saja Sudah Menyerah, Kenapa Aku Harus Ikut Campur?

Sony masih sama, dia masih suka bertanya “Tolong kenalin aku sama temenmu yang cakep kek..”
“Gak ada” dalam hatiku mikir, ini si tokek udah putus atau gimana?
“Ada-ada.. pasti ada!”
” Kalau pun ada, temen-temenku itu realistis Sony! Jangan mentang-mentang mukamu mendingan mereka bakalan mau.”
“Coba deh satu.. siapa tau kecantol.”
“Lama-lama kog kamu kayak jablay sih?”
“&@/#^#&_#!”
“Ya itu buktinya maksa-maksa..”
Jadi dia ingin bayar hutang nyicil dulu. Yaampun Dedek.. udah gedhe ternyata.. bisa mikir.. 😂. Ya dia umurnya lebih muda dariku setahun tapi kurang ajar langsung manggil namaku.
Saya sih gak masalah mau dibayar hutangnya kapan. Kenapa aku harus maksa-maksa orang? Hahah.. sesukamu deh..
Tapi Sony kepikiran, makanya berusaha untuk membayar.
Ketika dia tanya perihal kabar Imam, bisa saja ku ceritakan semuaaa.. tapi ini privasinya Selly dan Imam. Kamu terlalu polos untuk mengerti..
Cuma tak kasih tahu, gini hlo yang terjadi. Imam sebagai suami terkesan tidak mengambil tanggung jawab dan setengah hati menjalani rumah tangga ini. Mereka pisah rumah, tidak ada komunikasi sama sekali.
Kau tahu Imam itu adalah aktor yang luar biasanya, jago banget ngomongnya. Kalian pernah lihat orang yang baru nawar-nawarin bisnis MLM? Imam ini jago banget kalau disuruh mempengaruhi orang.
“Jangan terlalu memikirkan hubungan keduanya Za. Bikin stres..”
“Aku tidak memikirkannya sedalam itu. Tapi melihat duduk permasalahannya saja sudah membuatku pening. Dan tanpa sadar memikirkannya.”
“Nasehatin kamu lah Za.., kamu sebagai temen akrabnya Imam”
“Ibunya saja tidak dia hiraukan, kenapa aku harus ikut nasehatin Imam? Lantas apa aku akan didengarkan?”
“Kamu kan Bu Hajah! 😁”
Hahaha kurang ajar, lama sih.. masih tahun lalu ketika dia resign dari pekerjaannya, mutung lah.. dan pernah dipanggil personalia berkat tempernya. Saya pernah ngomong ke Sony gini
“Sony, kamu jangan kelama’an nganggur. Laki-laki kan? Apalagi Bapakmu sudah meninggal, adekmu masih kecil.”
“Gak usah ceramah Za, inggih Bu Hajah..”
😂😂 argh.. nyebelin. Dan akhirnya dia sekarang happy dengan kehidupannya, entahlah bodo amat. Kecuali itu tadi, doa yang menjablay-kan dirinya.. 😂
.
.
Mungkin jika Imam masih dalam jangkauanku. Bisa ketemu langsung, dichat mau bales chatku. Chattingan terakhirku saja ruma dibaca. Dia seolah-olah buta.. aku tentu akan ikut nasehatin.
Inget kan? Separah apa dia sampai saya pernah ngomong langsung
“Mam, aku ngerti kuwe urip sak senenge dewe. Tapi sak nakal-nakale kuwe.. ojo nganti ngerusak anak e wong”
Dia cuma ketawa hambar, ngisep rokoknya dan tatapannya agak menerawang.
“%×=×%, koncoku yo tau cerito. Dingenekno pacare.. lho Mas, iki pacaran opo ngerusak?”
Dan entah apa yang diproses otaknya perihal apa yang saya ucapkan sebelumnya itu. Atau hanya sekadar keluar dan masuk kuping kanan dan kiri. Aku pun tak sebaik itu kog Mam, kau sering menggodaku dengan mengenalkan temanmu untuk diajak ta’arufan. Konsep ta’aruf memang baik sih, tapi dari hati terdalamku aku tidak mau ta’arufan. Pengennya langsung menikah saja, dan tentu saja orang tersebut adalah orang yang sudah ku kenal dan mengenalku lama. Jadi apa yang perlu dia korek lagi tentangku? Tidak cukup puaskah dia melihat semua aibku yang kucoreng-coreng begitu jelasnya di sini? Yang bahkan wanita lain berusaha untuk tampil sempurna serba tanpa cacat tapi aku menulis semua tentangku di sini?
Dasar kau buta! -_-
.
.
Dari Imam saya belajar untuk hidup terkadang butuh “Masa bodoh”. Jangan terlalu apa-apa dipikirkan serius. Kenapa dia sering mengeplak jidatku atau memegangi kepalaku ketika aku kelihatan berpikir terlalu keras, tertekan dan menghasilkan kerutan di dahi dan resah? Atau sampai aku kelihatan seperti ingin menangis?
Secara tidak langsung bilang “Udah Za, santai.. lihat aku contohnya. Gak punya duit masih bisa hidup, bernafas, bahagia. Tak usah terlalu ngoyo..”

.

.

📖 ngomong-ngomong buku apa yang sedang saya baca sekarang?

Jawab: Tere Liye – Tentang Kamu

Advertisements