Kasih Judul Apa Enaknya Ya?

Jika ini keluarga, maka Kang Mus adalah kakak tertuanya yang merangkul dan mengayomi semua. Heran deh sama Mas yang satu ini..
Banyak sekali cerita konyol yang terjadi jika sama dia. Kang Mus itu adalah wakilnya, atasanku ada banyak dab daku hanyalah remah-remah roti.
Di atasnya Kang Mus ada Pak Irwan. Tipikal yang tidak banyak bicara, tidak banyak emosi, sejenis Bapak-bapak pada umumnya.
…..FITRI TROPIKA…
Fitri bahkan sempat memuji chemistry gila diantara saya dan Kang Mus.
“Sumpah Mba, momen terindahku adalah ketika kamu sama Kang Mus sekongkol memubully aku. Bukannya ditolongin atau apa kek.. malah diledekin. Tapi seru.. jujur aku kalau inget tuh senyum-senyum sendiri. Jahilnya gak ketulungan.”
Masa’ sih? Waktu itu Fitri entah bingung karena sesuatu. Dan Kang Mus ceramah.. dan bawa-bawa aku. Aku kepancing dan ikutan menggoda-goda Fitri yang sedang kalut. Hahahaha..
.
.
.
….NGE-GIBAH CLUB…
Tanpa sengaja saya lihat ada pasangan kekasih yang gandengan. Kelingking sama kelingking bertautan gitulah..
Mungkin karena saya memperhatikan pemandangan tidak menyenangkan itu agak lama.. makanya Kang Mus nanya dengan jahilnya..
“Perasaanmu gimana lihat begituan?”
“Ilfiil.. ”
“Padahal mba e cantik ya, kog pacare agak maju..”
“Disebeh palingan Mas..” dipelet/guna-guna..
“Gundulmu..”
Aku: ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
.
.
Atau ketika kami entah bagaimana bisa ngobrolin ini..(?)
Mus: Orang kaya biasanya cakep ya..?
Aku: Perawatan kan Mas..
Mus: Udah kelebihan uang ya buat apa lagi? Facial.. spa, perawatan sejenisnya.
Aku: Tapi kadang ada hlo orang putih tapi gak cakep?
Mus: Maksudnya berkumis gitu?
Aku: Heuh, ada kog.. seriusan..
.
.
.
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€KESAN PERTAMA
Kesan pertama dulu? Apa ya? Agak lupa juga sih..
Kalem dan manis orangnya, ada janggutnya sedikit. Kurus tapi tidak kerempeng, tapi ya itu tadi.. saya sebenernya Ilfil dengan cincin emasnya. Awal-awal kenal masih belum dapet feel yang bagus, tapi setelah sekian waktu lamanya. Baik banget orangnya, Fitri saja mengakui bahwa ia naksir dan mau mau aja dimadu Kang Mus. Stres loe ya Fit?
Kalau saya gak lah.. cuma merasa senang dapet atasan yang pengertian seperti ini.
……Tiap saya mau libur dia suka menggoda dengan uang. Posisi sedang ngitung duit biru dan merah, tahulah duit segitu kalau ditata rapih dalam genggaman tangan bisa ada 10jt an.. lalu segenggamannya dia tunjukin ke saya.
“Nih, buat jajan.. foya-foya. Besok libur kan? Cukup nggak?”
Argh.. kurang.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Atau ketika malam-malam dan belum ada yang makan sama sekali. Dia juga suka menggodai yang lainnya.
Mus: Enaknya makan apa ini ya?
Aku: KFC?
Mus: Alah.. cuma nasi dibungkus kertas apa enaknya?
Khasan: Sana tuh restoran deket itu enak kayaknya.
.
.
Khayalan tingkat tinggi.
Yang saya suka adalah tidak adanya batasan antaran siapa senior siapa junior. Santai saja.. semisal..
“Kuwe doyan ayam gak Sa?”
“Gene? Arep mbuk tukokno Mas?”
Atau
“We mau sangu gak?
“Pe mbuk sangoni?”
Sekurangajar itulah aku pada atasanku, hahahahaha..
.
.
Lucunya lagi, Kang Mus pernah terang-terangan bilang ke Mas Khasan. Dia kalau lihat Mas Khasan pakai celana pendek selutut bawa’annya ngiler.. karena ngiri. Mas Khasan adalah tipe orang yang badannya jadi. Dia buka-buka kaos depan semua orang santai-santai aja..
Kadang malah gak pakai dalaman sporot putih atau sejenisnya kalau sudah pakai hem.
Jadi kakinya itu kelihatan seperti atlet. Mas Khasan malah goda Kang Mus
“Ini cuma kek gini Kang Mus bilang bikin ngiler? Coba aku naikin celanaku ya? Mimisan dia..”
Hahahhaha dia angkat-angkat sampai ke paha. Ya Allah.. ๐Ÿ˜‚

Advertisements