Aku Tak Secantik Itu Ya Ampun.. JENGKEL!

Ya Rabbi.. tanganku cuma dua Mba, kau membebaniku dengan banyak sekali tuntutan pekerjaan dengan waktu sesingkat itu. Dan aku baru bisa tidur pukul 01.00 tadi. Neg mbi liyane ki yo biasa wae, tapi berubah jika denganku? Maksudnya apa coba?
Heran sekali dengan Mb Mb yang satu itu. Apapun yang ku lakukan selalu salah di matanya.
Eh sorry, kau menuduh-nuduhku cuma modal tampang? Apa-apa’an kau ini?
Ngene kok gak jengkel, sukanya ngomong-ngomong di belakang. Gak berani ngomong langsung ke saya, sukanya ngadu-ngadu ke orang.
.
.
Kalau kebetulan ada dia, saya biasanya jarang sekali izin buat istirahat makan lama. Cuma sholat sebentar, saya makannya nanti kalau pas balik kerja atau pas awal masuk sebelum berangkat pasti sudah makan duluan. Karena saya tahu ini orang sejak awal sudah sensi denganku dan jika aku terlalu lama diluar dia akan makin sensi. Untung aku sabar, kalau tidak? Taulah..
Percayalah saya gak naksir siapapun di sini MBAK! Gebetanmu aman! Gw gak nafsu, semuanya diluar daftar wishlist. Saya memang tidak pacaran, tapi tidak juga segampangan itu naksir sana-sini. Saya suka bercanda tapi bercandanya yang berkelas dan sopan. Mau dirayu-rayu seperti apapun itu kalau saya gak suka ya gak suka..
Kalaupun harus murahan, tentu hanya ke orang tertentu saja. Tertentu? Eh.. cuma ke satu orang saja. Karena dia pun tahu aku cuma bercanda,
.
.
Memangnya yang masuk daftar wishlist-ku itu yang seperti apa?
Yang tingkat kecerdasan dan keimanannya melebihi diriku. Harus melebihi diriku atas semua-semuanya,
Saya bahkan pernah debat dengan Elya perihal kenapa saya masih betah sendiri?
.
.
El: Kamu terlalu pemilih, makanya jodoh belum ketemu-ketemu juga. Turunin standarmu, mana ada orang langsung sempurna. Kalau gak bisa atau agamanya dibawahmu ya kamu ajarin kek.. dibimbing
Aku: Kog gitu? Gak mau dong, harusnya kan dia yang mengarahkan dan menuntunku. Bukannya sebaliknya.
.
.
Urusan tampang, ini muka memang baby face. Dikiranya masih 19 tahun padahal sudah kepala dua dan sebentar lagi nambah satu digit lagi angkanya alias ulang tahun. Hmm.. dan ku yakin tak banyak orang yang ingat kapan tanggal lahirku.
Tapi kamu inget Beb? Aku saja inget tanggal lahirmu.. 32 Juni kan? 😂 7 Juni.. iya iya.. 7 Juni, dibayar berapa aku sih ini bisa seperhatian ini pada orang yang entah hobinya cuma sebagai penyimak/tak pernah terlibat langsung dalam kehidupanku, sampai aku jengkel dan tak mau menyimpan nomornya dan sejenisnya. Coba tebak? Diam-diam sebenarnya aku juga berdo’a “Ya Allah.. datangkanlah seorang pria yang mau menikungku di hubungan rumit jlimet ini. Meski aku tak mencintainya sebesar Bebeb-ku ini, alias kekasih sepihakku ini. Tak apa-apa Ya Allah.. Depresi aku Ya Allah.. apa-apa semuanya dilakukan sendiri. Tiap ngeluh dan sambatan sambil nangis, si Beb justru lebih sering minta maaf dan menyalahkan aku yang terlalu banyak ngedrama.. aku ngerti Beb, kamu gak suka segala sesuatu yang berbau Koreanan, setidak-mengertinya aku kenapa kamu suka muncak dan fanatik pada MU. Ah mbuh Beb, kau pasti mengerti sebesar apa amarahku yang terbendung selama ini..”
Dibilang cuma menang tampang jujur jengkel aku. Rasanya terlalu narsis dan norak menyebut diri sendiri cantik, tapi banyak yang bilang cantik sih. Bodo amatlah.. gak ada untungnya juga, semisal dengan ini bisa memikatmu pasti sudah ku syukuri sejak lama.

Advertisements