Being Strong Isn’t An Option

Boleh gak sih nangis sambil peluk kamu? Terus bilanglah “Kamu kuat, pasti bisa.. jangan nyerah..”. Meski cuma nggombal..
Dan aku teringat, kita bukan muhkrim.
Disaat seperti inilah aku baru benar merasa ternyata aku juga perempuan.
Kalau bisa, sesekali pinjamlah hatiku sebentar..
Sejak bangun dan beranjak ke tidurku,
Semenjak terbukanya mataku hingga hilang sadarku,
Apapun yang ku lakukan semuanya mengingatkan tentang kamu.

Rasanya seperti sukar dijelaskan..
Rindu ini mencekik hingga rasanya ingin mati.
Tapi kalau ku bilang “Aku mencintaimu..”
Kemungkinan besar kau akan menjawab “Aku lebih mencintaimu..”
Aku bisa apa?

Lantas kenapa kita jadi begini?

Ah entah..

Advertisements

11 thoughts on “Being Strong Isn’t An Option

  1. “Disaat seperti inilah aku baru benar merasa ternyata aku juga perempuan.” Maksudnya apa? Menangis… Lelah? Tak berdaya? Kenapa diidentikkan dengan perempuan?

  2. Berapa kali kamu menangis dalam sehari? Oh, bukan.. sebulan? Oleh sesuatu yg bahkan tidak penting?. Dan kenapa laki-laki selalu terdefinisikan sebagai manusia yg paling bermain dgn akal. Perempuan juga setara dan kuat kog, cuma ada saat2 tertentu mereka merasa tak ingin sendiri, ada hormon progesteron yg membuat kami merasa pengen dimanja, disayang, tiba2 moody-an. Ya gitulah..

  3. Ha?! Gila… Lupa aku kapan terakhir kali menangis, 15 tahun yang lalu po… Gak inget.

    Baru tahu, semua itu karena hormon. Kukira semua itu karena pola pikir bahwa menangis, bermanja, dan mood swing itu tidak tabu untuk perempuan. Kukira karena itu. Sebab jika hal-hal seperti itu tidak tabu untuk lelaki, aku bahkan sangat yakin banyak lelaki yang akan melakukannya *Lihat Drama Korea.

    Jadi… Maaf… Semua itu tadi “menurut hemat saya” tidak harus diidentikkan dengan “merasa jadi perempuan.” Perasaan seperti itu membuat saya miris, kami sangat menghormati Perempuan, tetapi kalau perempuan tidak bisa menolong dirinya sendiri… mereka tidak bisa menempati maqom yang sesungguhnya sangat tinggi di atas lelaki.

  4. Hahah, kalo laki2 nangis depan umam mah emang tabu. “Aku lanang, mosok nangis? Isin lah..”. Tapi kalau memang dlm situasi yg mengharuskan melepaskan beban besar, why not?
    Semisal orang tua/keluarga meninggal.
    Drama Korea itu hanyalah manifestasi dari angan2 dan harapan org korea sih menurutku, in real life kita gak akan mungkin menemukan skenario seromantis itu, laki2 seterbuka dan melankolis begitu… drakor itu cuma membunga2kan sebuah khayalan, di kala kehidupan yg begitu tinggi sekali standarnya di korea. Semacam butuh es teh ketika hari sedang terik2nya.
    Terlepas dari gender, semua orang pasti pernah merasa di titik “sambatan” ngeluh.
    Kenapa kita jadi bahas “perempuan identik dgn lemah”, ya pada dasarnya memang kaum hawa hatinya lemah. Dibaperin dikit dikira naksir, gak ngasih kabar dikira mendua, gak diperhatikan dikira gk sayang.
    Itulah kenapa cara termudah untuk membuat perempuan jatuh cinta adlh dgn memperhatikan detail2 kecil yg org2 lain gk sadar. Semisal seperti inget “Eh, kamu bukannya gak suka sawi ya? Ya udah.. ini buat aku aja. Kamu makan yg itu ya..”
    Ini bukan masalah bisa tidaknya menolong diri sendiri di kala sendu. Pada dasarnya manusia adlh mahkluk sosial yg tidak bisa & tidak mau hidup sendiri.
    Eh Mas Andi, kita ini ngapain sih? Joinan nulis tesis atau gimana? 😂 serius amat~ hahahaha

  5. Ha ha ha ya tepat, lagi joinan tesis. Mumpung kolom komentar untuk postingan ini lagi sepi. Asik aja buat mojok. Orang-orang bilang “Mas Andi always serious.” Ya perkara ini juga serius. Heuheuheu.

    Di real life, laki-laki seterbuka itu, se melankolis itu tidak ada? Ha? Tidak ada? Ada! Me! Salah satunya hahahaha 😂

    Kenapa membahas perempuan? Karena membahas perempuan adalah hal yang paling menarik sepanjang sejarah umat manusia. Dari pembahasan, dan kalau yang dikatakan Mbak Karisa itu jujur atau kelewat jujur malah… Kini kutahu, semakin menambah deretan panjang fakta dan alasan, karena sebab-sebab itu pula mengapa ada istilah perempuan biasa, perempuan istimewa dan perempuan luarbiasa. Paham kan kesimpulannya? Heuheuheu 😁😁😁

    Nah! Pola pikir seperti : yang ini tabu untuk laki-laki atau yang ini tidak tabu untuk perempuan dan hal-hal semacam itulah yang ku kira mempengaruhi peng-“indentik”-an perempuan atau laki-laki. Tidak sedikit kok laki-laki yang halus akal budinya, lembut hatinya. Tidak selalu tentang akal dan ego atau kehebatan.

    Hiya hiya hiya heuheuheu 😁

  6. Jadi aku istimewa gitu? Wkwkwk. Jujur adalah sebagian dari pencitraan. Hahahah,
    Ciee Mas Andi melankolis, kopi darat yuk.. nonton drama korea bareng. Hahahah,
    Lain kali kita bikin disertasi bareng, 😂😂😅

  7. Mantap disertasi… Biar waktunya lebih lama. Thesis gak cukup ternyata 😂

    Ya melankolik, ada choleric di depannya. Wah CV ini malah udah dibeberin di hal. about me. Nonton drama korea bareng? Asik kayaknya tapi kok sukanya kalau aktrisnya Park Shin Hye atau Kim So Hyun aja ya… atau yang generasi tua, Ha Ji Won. Yang lain-lain mbuh gak tahu.

    Ini kesimpulannya bisa istimewa ya? 😅 dan kata temen saya, pencitraan adalah refleksi dari kurang percaya diri. Asli aku cuma mangut-mangut aja, pas temen bilang gitu. Gak bisa bikin counter example 😁

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s