Bahasa Alien

Ada bahasa jawa yang saya gak suka kalau dengernya. Apa itu?
“Sampean”
Suer.. saya mending kuwe kuwe kowe. Gak enak aja dengernya. Hahah..
Lalu kata apa yang saya suka? “Njenengan” alias kamu versi halus. Tapi biasanya itu buat orang tua atau yang di atas kita. Mas Mas pernah protes karena saya panggil “Pak” hhhhh,
“Kog Pak sih? Rizki! Ki piye anak buahmu? Nyeluk aku Pak ih..”
Aku “Lha piye? Kang?”
“Stempel e ndi mbah?” (Balas dendam dianya ke gw )
Aku “Iki, neng ngarepe njenengan..” hahahaha.. penghinaan bukhaan?. Mas Rizki udah ketawa gitu,
Rizki: Lho, wes tua berarti.. soale pantes dicelok njenengan. Wajahmu boros soale kog.
.
.
Saya ada beberapa temen yang bahasanya aneh menurutku. Bahasa ngapak, deretan Pemalang, Batang, sekitarnya.
1. Entong.
Entong: Habis. Pertama kali denger kata ini saya bingung. “Meg, entong ki opo? Mudengku ki centong. Opo sinetron kae lho si entong..”
Biasanya sore-sore menjelang malam saya, Anis, Mega, Meli, Gendut membercandakan perbedaan bahasa ini.
Perutku benar-benar sakit dibuatnya. Yang diledekin biasanya si Anis sama Mega.


2. Tepak
Pertama gak ngeh, tepak? Tepak bola? 😂. Owalah… wadah makan sejenis tupperware?. Hhahahaha


3. Wedang
Dalam sejarah kehidupanku, wedang itu adalah teh anget. Tapi aku salah! Wedang itu air! AIR PEMIRSA.. air.. mashaAllah.. 😂


4. Langka
Ini yang paling aneh. Saya pernah nanya gini ke Diaz.
“Yaz.. neg ngarep onog wong akeh ora?”|| Yaz.. depan sana ada orang banyak gak?
“Langka..” jawab Diaz dengan polosnya. Hah?
Langka? Peradaban manusia sudah musnah atau bagaimana?
Langka broh!
Imam juga ketawa tiap denger orang-orang ngapak ini ngomong langka.
Imam: “Langka, sumber air sudah dekat! Asem asem.. kesane koyok entek blas..”.
Saya juga pernah berusaha menjelaskan ke Diaz, Yaz.. langka itu maksudnya gak ada sama sekali. Kalau kamu bilang langka, otomatis aku nangkapnya gak ada. Kan konyol, masa’ depan ada orang gak?
Langka! Manusia pada diculikin alien atau gimana ini? 😂
Airnya langka, kita di Jateng hlo Yaz! Sumber air masih dekat~ 😅
.
.
5. Dijukut
Satu dalam pikiranku. Diambil pakai ujung-ujung telapak tangan. Dengan ekspresi jijik. HHHHHH
Diambil sih artinya. Tapi aneh aja..
.
.
Sekian deh ya, saya lupa apa-apa lagi. 22:00

Advertisements

Am I Queen?

Maharani adalah gelar istana yang merupakan bentuk wanita dari gelar maharaja dan digunakan untuk merujuk kepada maharaja perempuan. Dikarenakan gelar kaisar tidak memiliki bentuk wanita yang resmi dalam bahasa Indonesia, maharani kerap digunakan untuk merujuk kepada kaisar perempuan. Selain untuk merujuk kepada wanita yang menjadi kepala monarki, maharani juga dapat digunakan untuk merujuk kepada permaisuri maharaja atau permaisuri kaisar.

Gelar maharani berbeda dengan ratu. Sebagaimana maharaja dan kaisar yang kedudukannya lebih tinggi dari raja, maharani juga memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari ratu.
– WIKIPEDIA
.
.
MENURUT KBBI:
maharani/ma·ha·ra·ni/ kl n 1 raja perempuan; ratu; kaisar perempuan; 2 permaisuri.
.
.
Hmm, Ratu.. nama belakangku artinya Ratu 😂. Tapi Ratu yang dalam artian berdiri sendiri sebagai penguasa monarki, bukan Ratu yang merupakan istrinya raja.
Wah wah..