Cewek Kalau Temenan Udah Kayak Lesbian
.
.
Keinget banget disaat Muiz bilang kangen, tapi gak pernah bisa ketemu karena lain dan satu hal.
Karena dia adalah satu-satunya orang yang aku bisa menceritakan tentang keluarga tanpa harus merasa rikeuh. Karena kami punya latar belakang hampir mirip, punya nenek dan kakek yang sama-sama riweuh. Tapi untuk masalah hati aku tidak membaginya ke dia.
.
.

  • Muiz: Kangeen, ayo ketemu!
  • Aku: Aku pengen dideketmu, berdua’an terus kayak dulu.. hiks
  • Muiz: Samaaa, iyaaa sama-sama kemana-mana barengan. Orang-orang yang ku kenal sekarang jahat-jahat! Gak tulus!
  • Aku: Huwaaa… pulangmu kapan?
  • Muiz: 2 minggu lagi
  • Aku: Yaaaah, gak bisa

Ini percakapan antara sepasang kekasih atau gimana? Wkwkw. Karena kami kemana-mana memang bareng terus, enakan sih temenan sama dia. Karena dia gak peka, dalam artian kalau aku ngomongnya mulai agak kasar dikit. Pasti dia gak akan sakit hati. Pernah gini, “Muiz, we ki mudeng pora o neg aku nesoni kuwe?”
“Ogak,”
“Yowes”
Bubar, lanjut jalan.
.
.
Karena dia ini merasa tertekan dengan kegiatan kerja ngelesin anak-anak SD – SMP sambil kuliah. Sedangkan kondisi manusia disekitarnya pun kurang bersahabat. Makanya dia butuh pacar, Kholis pun datang. Kalau gak dapet temen yang solid, satu-satunya jalan memang pacar sih.
Tekanannya standar sih, di materi. Terkadang dia ingin nyerah buat fokus kerja aja. Malu sekali karena ibunya ikut membantu. Ya gitulah..
.
.
Kholis ini pacarnya. Dan aku merasa geli tiap Muiz cerita perihal berantemnya standarlah, jika bahas soal pernikahan si Kholis bisa sangat sensi. Mondok, dan serabutan. Karena kalau uang utama masih datang dari orangtua. Kerjanya belum tetap.
Padahal, Muiz-nya bukan pengen sekarang.. tapi marilah kita bahas ini. Toh kita sudah dewasa, lagipula aku mau jadi pacarmu dulu karena kamu janji mau serius. Keinget kalau Muiz ini yang deketin banyak banget. Pas semasa sekolah, di kantin.. tiba-tiba dia dikasih air mineral sukarela. Mas Rois tetangganya, si anak sekolah sebelah, dll..
.
.
Ada momen ketika terakhir kali kami ketemu awal tahun ini. Februari kalau gak salah. Kubilang gini sebagai konklusi isi hatinya Muiz “Oke, ngerti. Berarti gini ya.., aku bukannya mau diajak hidup susah. Tapi aku mau kamu ngerti caranya hidup susah.”
Lihat, itulah yang terjadi jika pacarmu adalah anak dari keluarga kaya yang baik-baik dan gak ngerti apa-apa soal hidup selain seneng-seneng. Oke..
Jujur Muiz iri jika denger Kholis cerita soal mantannya yabg diajak kesana kemari, yang agak mewah dikit.
“Aku tuh bukannya mau diajak ke restoran atau sejenisnya. Cuma lesehan gini pun gapapa.. tapi aku akui aku iri sama mantanmu.”
Mereka kalau liburan semester selain nambah pekerjaan, mereka jalan-jalan kemana gitu.. dan bawa makan bekal sendiri. Minum sendiri. Wkwkwk romantis dengan cara sederhana. Alias ngirit. Aku pe melu-melu koyok ngunu ra iso, mbuh.. uripku isine kerjo tok 😂
.
.
Jadi Muiz sejenis harus ngajarin Kholis buat mengerti akan kehidupan yang sebenar-benarnya. Karena dari yang kutahu ini anak memandang segala sesuatunya serba hitam putih.
Tapi memang ginilah, Muiz belum berani menceritakan apa yang terjadi dan bagaimana ke Kholis. Takut Kholis gak ngerti.
.
.
Sayangnya saya gak pernah main ke rumahnya. Tapi dia sampai hafal letak rumahku. Hahahh..

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s