Seperti kata Tere Liye, beliau pernah mengemukakan pendapatnya perihal kebiasaan manusia di jaman serba canggih ini. Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membuat status dan saling berkomentar apa saja, chattingan dan sejenisnya. Coba kebiasaan tersebut dikalkulasikan menjadi nulis buku? Berapa banyak buku yang bisa kita buat tiap tahunnya? Sampai beliau membuat perhitungannya, hahahaaha..

Tapi kan tidak semua orang bisa nulis Bang, bahasa percakapan sehari-hari adakalanya tidak match untuk dibaca.

Kebanyakan hobinya ya… “sudah nyindir berapa orang kah kamu hari ini?”

*DUNIA BLOGGING

.

.

Saya kepayahan menemukan orang-orang dengan hobi sejenis. Ya nonton drama, ya baca buku, dan nulis. Susah sekali. Itulah kenapa saya bikin blog, karena saya lebih mudah menemukan orang-orang dengan kesukaan yang sama.

Orang-orang disekitar saya beberapa tahu kalau saya punya blog. Tapi mereka tidak tahu alamatnya apa, karena mereka tidak tertarik.

Pernah saya beberapa kali mencoba menyelesaikan novel yang saya tulis. Tapi selalu gagal, hahahahah. Maka saya larilah ke blog.

Apakah mereka yang punya blog berarti orang yang suka baca buku? 90% iya. Terkhusus blog pribadi seperti punya saya ini, semenjak tahun lalu ada Ima yang ikut berkontribusi di blog ini. Dia punya dua blog ternyata: satu yang saya rss di sini dan satunya TLD sendiri. Wah, keren.. Dan terima kasih Ima sudah bersedia menulis di sini 😄

Saya kadang-kadang merasa ingin punya banyak orang yang nulis untuk blog ini. Tapi.. ya sudahlah~

Kalau ada yang mau, silahkan kirim e-mail ke saya.

♡READING, BACA BUKU

.

.

Salah satu keinginanku adalah memiliki perpustakaan sendiri. Hahahah, tapi sepertinya lumayan mustahil sih.

Kadang kalau mau, maka saya bisa beli beberapa buku. Bisa pinjam. Atau hanya sekedar download e-book.

E-book ya.. mata saya normal, tidak minus atau plus. Tapi saya kadang pakai kacamata yang berlensa anti radiasi. Terlebih jika harus memandangi layar untuk membaca e-book.

Sejak kapan suka baca buku? Kurang tahu kapan tepatnya, semenjak kecil. Mungkin ini adalah hobi yang bermula dari kebiasaan.

Salah seorang pernah bilang, hobi membaca itu sebenarnya bukanlah hobi yang serta merta datang sendiri. Pada dasarnya otak manusia itu lebih suka dengan warna dan gambar-gambar bergerak ketimbang susunan teks, karena baca itu cenderung membosankan dan memakan waktu lama.

Hmm, ada benarnya juga.

Lantas bagaimana cara membuat anak-anak sejak dini suka baca buku?

IDK, jangan tanya saya. Saya tidak suka dengan anak-anak kecil. Tapi kalau anakku nanti bagaimana? Gampang.. karena ibunya suka baca buku, secara tidak langsung dia akan mengamati kebiasaan orangtuanya dan menirunya. 😂

□□□□□□ DRAMA KOREA □□□□□□

.

.

Drama itu versi yang lebih baik dari sinetron atau telenovela. Menurutku aja sih, untuk kualitas dan film di Korea ‘kan juga dibedakan.

Salah satu hal yang kebanyakan orang suka mungkin karena bahasanya yang menarik. Maka dari ini sekarang kalau ada drama yang sudah didubbing.. sense-nya berkurang. Sejenis seperti Upin Ipin.. anak-anak suka karena suaranya kan?.

No comment lah untuk drama ini,

Entah kenapa ketiganya bisa berkesinambungan, mungkin karena ketiganya termasuk dalam dunia literasi.

Tapi orang yang suka drakor belum tentu suka baca dan nulis. Suka baca belum tentu suka nulis. Suka nulis pasti suka baca. Dsb..

Kalau kamu yang mana nih?

Advertisements

2 thoughts on “Antara Nonton Drama, Baca Buku, Dan Menulis. Pilih Mana?

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s