.
.
Jeng jeng jeng~ saye Upin, ini adek saye Ipin.. *eh
eniwei.. mau saya luruskan, sebelumnya ada postingan yang 1 dan 2, itu copas dari bukunya Nazrul Anwar.. soalnya mau saya kasih ke orang bukunya, tapi dua bab awalnya saya sukaa.. makanya ditulis ulang deh. I’m not into book like that.. lebih suka novel sih saya.. ketimbang buku-buku kumpulan puisi atau sejenisnya. Bukan berarti gak suka, cuman.. ya bukan selera.. itu saja.

Saya teringat pada Ichon dari Gelombang – Supernova kepunya’annya Dee. Dia tokoh yang kayaknya gak mungkin ada di dunia nyata, tidurnya sedikit dan kesibukannya seabrek. Yang pernah bikin saya naksir, naksir sama tokoh fiktif.. huhuhu.. konyol.
Kadang-kadang merasa malu, kita yang kesibukannya gak gitu-gitu banget tapi ngeluhnya kayak punya beban bangun candi buat roro jonggrang.. wkwk, meski menurut penelitian.. justru yang tidurnya sedikit biasanya orang-orang yang sudah menua fisiknya. Hmm, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak menulis. Kecuali beneran bad mood..
Karena saya nulis pakai perasaan guys, tangan ini hanyalah perantara.. kalau hatiku sedang tidak ingin maka ya tidak menulis,

Buku ini saudaranya In A Blue Moon kemaren, belinya barengan. Tapi saya males-malesan bacanya, lamaaa banget baru kelar.
Oleh Asma Nadia, sebenernya saya bukan penggemar beratnya atau alias biasa saja sama karya-karya beliau. Saya juga males nonton film yang genrenya poligami 😂, cuma suka openingnya yang Saya Arini.. perkenalkan saya Pras *wkk, udah gitu doang nyaliku buat melangkah lebih jauh lagi, mending nontonin film punya Teh Risa Saraswati. Ini masalah selera, lebih suka Tere Liye.. karena Bang Darwis lebih sadis sama karakter-karakternya. Sedangkan Asma Nadia masih agak sayang banget sama tokoh utamanya, entah bukunya yang mana saja.. tokoh utamanya disayang banget, ini menurutku sih.
Alasan ambil buku ini karena ada nama yang cukup aneh, Makky Matahari Muhammad.
Kalau orang jawa, mitosnya sih gini.. kalau ada bocah yang sakit-sakitan, bisa jadi karena terlalu keberatan bawa nama. Gak kuat istilahnya, wkwkwk..
Semisal namanya dikasih Aurora Cintya Utami.. tapi karena sakit-sakitan dan gak sembuh-sembuh.. digantilah jadi Ngaisah/Parti.
Biasanya sih gitu. Jadi ada apa dengan Makky? Nama-mu berat Mas, udah Makky.. Matahari.. Muhammad lagi.. huf..
Ada batu yang nindih punggung tanganku pas nulisnya.. :))
Kog kemana-mana jadinya sih, wkwk
.
.

OTHER PLOT OF CINDERELLA’S STORY



Perkenalkan, tokoh utamanya bernama Cinta. Dia memiliki ayah, ibu tiri beserta dua anak perempuannya.
Cinta digambarkan sebagai gadis ceria, elok, dan tegar menjalani kehidupannya. Dia tidak pernah mengenal sosok ibunya, bahkan meski itu cuma gambaran dari fotonya. Semula hubungannya dengan ayah normal saja, meski ayahnya merupakan tipikal ayah pada umumnya.. tak banyak bicara, terkesan dingin. Namun kehidupannya mulai berubah menjadi di neraka sejak mempunyai ibu tiri dan dua anaknya. Mama Alia yang mantan model, Anggun anak sulungnya yang kerempeng dan kurus, berkacamata, perawakannya mirip nenek sihir. Adiknya bernama cantik, bongsor, sering dipanggil Cinta sebagai bayi sehat. Cinta hanya mendapatkan kasih sayang dari pembantunya yang mengasuhnya semenjak kecil.
Hari-hari Cinta mulai berpelangi semenjak kedatangan Makky, seorang laki-laki yang selalu memakai topi bisbol dan mengunyah rumput (?).. ya gitu deh.. wkwk
Makky yang hobi dengan fotografi pun mengajari Cinta seluk beluknya, mereka menjadi dekat. Meski Makky sudah mahasiswa, sedangkan Cinta masih SMA.. Cinta selalu memanggil Makky namanya langsung. Cinta juga akrab sekali dengan adiknya Makky.
.
.

CINTA DAN KERINDUANNYA AKAN IBU JUGA CINTANYA KE MAKKY

.
.
Walaupun judulnya Cinta Di Ujung Sajadah. Cerita cinta di sini lebih dominan dengan Cinta dan perasaannya pada sang ibu. Pergolakan batinnya, kenapa Papa seolah menyembunyikan apa yang terjadi pada Ibu. Clue-nya hanyalah, Papa bilang Ibunya sudah meninggal. Bahkan Cinta tidak tahu harusnya memanggil sosok yang melahirkannya apa. Apakah Mama, karena ia menyebut ayahnya Papa, atau Bunda, Ibu, Cinta bingung.
Sadar akan seharusnya ia berbakti, ia memutuskan berhijab di ulang tahunnya ke 17 tahun.
Sempat sedih karena Makky langsung meninggalkan rumahnya ketika melihat penampilan baru Cinta. Tapi Cinta salah paham, sebenarnya Makky sudah lama mempersiapkan kado ultah berupa kunciran rambut istimewa yang ia pesan ke temannya dari Jepang.
Berhubung Cinta sudah berkerudung, Makky merasa salah.

Cinta tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang dari ibunya. Dan Makky juga sudah lama kehilangan ayahnya. Pas, cocok..

Siapa yang jadi suaminya Cinta? Ya Makky dong.. kenalnya duluan sama Makky, Makky lebih bisa mengerti Cinta. Episode topi bisbol dan rumputnya sudah selesai semenjak mereka menikah.
Dan Jojo.. maafkan daku yang bayangin kamu jadi sosoknya Makky.. hahahahaha.. tenfilnya cocok sama karakternya Makky.
Maaf Jo.. aku baru sadar kalau kamu ganteng banget. 😂
.
.

CANTIK, ANGGUN SAUDARA TIRI CINTA

Seperti dua saudara Cinderella yang jahat. Perumpama’annya mirip. Cantik itu fashionable.. berani tabrak sana sini untuk gaya busananya. Sayangnya dengan bodinya yang melar, ia jadi serba tidak enak dipandang. Sedangkan kakaknya, si Anggun.. tinggi kurus berkacamata serta tidak pedenan. Keduanya suka sekali menganggu Cinta. Sama-sama naksir Makky, keduanya seringkali mengambil koleksi barang Cinta. Mulai dari uang kuno, prangko..
Hal yang paling jahat yang mereka lakukan adalah mengguntingi rambut panjang dan indah miliknya Cinta ketika tidur.
.
.

ADJI SI IKLAN LEWAT

Bagaimana Cinta bisa kenal Adji? Di kereta. Ketika Cinta memutuskan ke Jakarta untuk mendatangi alamat ibunya. Adji yang digambarkan tengil, suka menggoda Cinta.. nyatanya baik sekali. Bersedia menemani Cinta sampai ke pelosokan gang dan lingkungan tidak layak. Demi menjaga Cinta.
Dari situlah Adji tanpa sengaja mengetahui seperti apa ibunya Cinta. Ibunya Cinta yang punya masa lalu kurang baik, sebagai wanita penghibur dan sejenisnya.
Namun kebersamaan mereka hari satu hari saja, Adji ada urusan dan Cinta langsung menuju ke kota lain.
Adji ternyata memiliki luka yang sama juga, ibunya menikah berkali-kali. Dengan alasan ini demi Adji. Padahal Adji sebagai anak.. tak pernah merasa disayangi oleh ibunya. Ibunya terlalu sibuk dengan suami-suaminya. Sayangnya sebelum sempat membahagiakan ibunya, Ibunya sudah dipanggil Tuhan. Maka Adji mengerti bagaimana perasaannya Cinta.
Bagiku pribadi, sosoknya Adji harusnya dimasukkan ke dalam cerita lebih banyak. Biar kehadirannya bukan hanya sepintas iklan lewat. Ia kenal Cinta di kereta, bersama seharian. Lalu pisahan, dalam proses pencariannya Cinta.. Adji dan Cinta kadang bertukar kabar via SMS. Mereka bertemu lagi di Jogja, Adji jauh-jauh ingin ikut membantu mencari Ibunya Cinta. Ia jelas memiliki perasaan lebih ke Cinta. Tapi.. menurutku sosoknya kurang begitu kuat, karena Makky terlalu banyak mendominasi. Jadi.. kalau dibuat untuk saingan untuk memenangkan hatinya Cinta.. antara Makky dan Adji.. agak kurang adil menurutku. Paling tidak Adji juga harus membersamai keseharian Cinta dulu, seperti halnya Makky.
.
.
.

IBU KANDUNG CINTA

Bagaimana perasaan orangtua, harus menjauhkan diri dari anaknya demi kebanggaan anaknya. Ia diusir Papanya Cinta karena niatnya yang ingin berubah menjadi taat dengan agamanya. Papa Cinta waktu itu masih muda, ia masih ingin senang-senang.. tidak suka dengan pemikiran Ayuningsih. Makanya Papa mengusirnya.
Ibunya Cinta, si Ayuningsih.. tidak mau Cinta malu padanya karena masa lalunya. Lagipula tidak menjamin bahwa Cinta akan lebih bahagia jika ia bersama ibunya. Tak lebih baik dari penderitaan Cinta selama ini.
Menjauhkan diri dari yang dia cintai.. karena tak mau menyakiti.
Cinta menemukan kediaman ibunya, bersama Neta, Aisyah, Makky, serta Adji.. mereka mendapatkan info bahwa Ayuningsih sudah meninggal. Cinta menangis tidak tertahankan. Ia pulang, selepas itu…
Saya yang baca jadi kesal.. karena ternyata sosok perempuan yang mengaku temannya Ayuningsih merupakan ibunya Cinta. Cinta dibohongi begitu saja, sebenarnya makam di belakang rumah tadi adalah temannya.. sekali lagi.. Ayuningsih melakukan ini demi cintanya ke anaknya. Menyepikan diri.
.
.
Argh, seseorang yang sedang di Bandung. Kalau saya kasih buku ini apa dia bisa menangis dua kali lebih deras ketimbang diriku ini?. Saya gak ngerti kenapa dia bisa bilang, udah kebal kalau dibahas masalah seperti itu. Kampret lu, bahas-bahas tauhid dan jihad disaat aku sedang alay-alaynya. Ibumu pasti bangga padamu, kamu tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri. Kamu adalah salah satu tutor hidupku.

Kasihan Cinta, ia berpikir bahwa ibunya telah meninggal, padahal ibunya tepat didekatnya tadi.. hiks..

Maka yang dirasakan Cinta akan menjadi semacam ini.. meski Cinta ceritakan kisahnya ke penulis, kalau ia beberapa waktu lalu menunaikan ibadah haji atas nama ibunya. Ia tahu, tapi kebenaran datangnya di akhir..

Adakah kerinduan yang lebih menyesakkan ketimbang kerinduan yang tak pernah akan ada muara sua temunya?. Karena yang dirindukan telah berada disisi-Nya. Hanya untaian do’a yang menghubungkan.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s