Bosan, Jenuh, Penat.. Apa Lagi?

Kayaknya pensiun dulu nulis recap deh ya..
Mau ngapain Sabtu malam ini? Gak mau kelayapan dulu. Blogging sajalah.. udah kelar semua yang perlu dikelarin, ngeblog ah.. wkwk
.
.
Ku bilang bosen? Argh~ sore ini tiba-tiba saja saya teringat disaat dia bilang “Udah, jangan nangis.. yang udah kejadian ya udah.. jangan dipikirin lagi.”
Aku “Siapa yang nangis? Enggak kog..” sambil scrolling layar hp padahal lagi ngelamun aslinya.
“Pulang sana, istirahat..”
“Aku gak apa-apa Mas,”
Argh! Menjengkelkan sekali. Kenapa juga dia nyaris selalu jadi orang pertama di viewer status WA? Padahal dulu gak pernah sealay ini.
Jangan buat aku menyukaimu lebih dari ini, aku merasa seperti selingkuh jika membiarkan ini.
Tapi pada kenyataannya, Ya Allah Ya Rabbi.. bisa seberubah sedrastis itu? Auto jadi alim anak baik-baik. Padahal kalau inget dulu banget.. soal rambutnya sama kelakuannya.. pengen nyebut astagfirullah berkali-kali. Perduli apa kalau aku makan atau enggak?
“Cepetan makan, kalau kamu meriang aku yang susah..”
Ugh! Tuh kaaan.. tuh khaaan~. Buk, Ipul Buk.. over perhatian.. aku harus apa?
.
.
Pas dijahilin Imam, aku “Yaelah Maam! Rese banget sih?!”
Ipul “Mam, udahan! Kasihan tuh ngantuk.. biar cepet pulang dia, cepet tidur..”
Dan aku pulang sambil senyum-senyum, Ya ampun Mas.. gila ah kalau aku digini’in terus tapi gak bisa luluh?. Malah gak iso turu Mas.. jantungku ada yang mukul-mukul bedug di sana.. 😂.
Sepertinya dulu pas pindah kosan baru dari yang lama, siang-siang bolong aku ketiduran setelah dari rumah kayaknya.. belum sempet nata apapun, mimpinya apa coba? Mimpi dipeluk dia.. tapi terbangun karena suara ributnya Bayu yang cerewet di pelataran sampai masuk-masuk ke dalam rumah. Mimpi indahku~ 😭 hancur!
.
.
Maksudnya selalu ada itu.. he said “Semuanya akan kalah dengan yang selalu ada..”
Bagaimana dia mendeskripsikan sosok lain yang sudah ada di hatiku dan sosok hadirnya yang selalu di hari-hariku. Merasa menang dianya, tapi.. ketika kami jauh-jauhan seperti ini.. maka gak ada yang menang atas siapa pada siapa. Cuma kan.. aku tidak berani menghapus kontaknya, buat apa dihapus? Jangan Sa.. jangan.. hahahaha.. kampretnya diriku~, jadi efek selalu ada masihlah..
Terserahlah dengan laki-laki mana-mana yang berusaha berusaha, ternyata sosokmu bisa tergoyahkan oleh Ipul. Memang bukan yang sempurna, tapi ada usaha untuk berbenah dan itikad baik.. makanya dari itu.. makanya.. eh entah.
.
.
Aku suka Ipul tapi lebih suka kamu. Gimana tuh? Yang jahat berarti aku? Yang salah aku? Okey.. aku jahat dan salah, bener.. kamu mau ditinggalin gak? Aku ditikung boleh gak? Ikhlas gak? Gak ada jawaban.. no offense.. ya udah,
.
.
Saat itu. Ketika hari-hari begitu melelahkan, judgement orang-orang, berpura-pura semuanya baik-baik saja, too tired, kurang tidur, bahkan sampai gak nafsu makan, banyak tugas, melihat kamu tak jauh dariku rasanya ingin menyandarkan kepala-ku di sana.. di pelukanmu Pul, mungkin ini kedengarannya gak waras banget.. tapi in fact terjadi padaku. Mungkin kita sama-sama lelah, tapi menanggung hari-hari berat itu bersama dan saling menguatkan, saling lempar senyuman dan perhatian kecil.
Aku salah.. ini salah, mungkin bisa menyakiti yang lain. Iya, kamu dan orang yang di hatinya sebelum kami kenal.
Bagaimana suaranya saja sudah membuat separuh hidup terasa damai, aku merindukan hari-hari ituuuu.. huwaaaa~ hiks hiks hiks..
.
.
Beberapa hari lalu kenapa ku bilang “I’m here..” jawabannya dia malah “Sorry”? Selain kamu.. Ini kenapa banyak orang minta maaf ke gw sih?
Buset dah, udah Pul.. udahan.. capek. Dia sekarang ngapain? Lagi kerja… wkwk, semangat!
.
.
Apanya yang bosen sama Ipul? Bosen kenapa gak ada kemajuan yang signifikan? Wkwkwk, gak gak ding..
Dan ku peringatkan aku bukan mie instan. Jangan nyuruh-nyuruh aku mampir-mampir lagi, nanti gak enak sama Bu x.. dikiranya aku cewek kegatelan. Asep nanti curiga, dia itu o’on banget.. sejak awal malah nuduh gw sama Imam ada affair, apa-apa’an..
.
.
Kalau saat ini? Balik lagi dimana baca lagi tulisan-tulisan kamu yang menyayat-nyayat. Apa ini ditulis sambil nyiletin tangan? Pfft..
Saya ngerti kamu orangnya gigih, kalau sudah ada kemauan yang ditargetkab pasti dikejar, gak mau dikasihanin. Makanya saya saat tahu kejadian tersebut.. saya gak mau jadi orang yang “Yaampun, sakit ya? Semangat, cepet sembuh..blablabla”. Meski bilang cepet sembuh, iya.. siapa yang gak khawatir coba? Saya jengkelnya sampai ke ubun-ubun, rasanya kepengen ngomel-ngomelin kamu..

Tapi..
Karena kalau itu yang terjadi padaku, maka aku pun tak mau yang namanya dikasihani.
.
.
.
Tapi semisal aku menyimpulkan semacam ini boleh enggak? “Kamu tidak mau aku pergi, tapi kamu tidak membiarkan aku berada disisimu.”
Aku dan rasa penasaran-ku yang terkadang jadi boomerang bagiku sendiri.

Soal kisah asmara jaman kanak-kanakmu ternyata bikin saya rada radaaa jealous, idih.. di tag mba-nya.. yaelah tulisanmu campur angka sama huruf. Soal fans fanatikmu yang segudang, yaampun.. bisa mati digebukin massa akunya kalau mereka tahu aku, soal beberapa teman wanita dekatmu.. tapi kucoba mengerti mengerti mengertiii… ini lagu apa sih? Aku juga ada Imam sama Sony, juga beberapa lainnya sih..
Soal cemburunya aku dengan ibu-ibu nyasar, bisa-bisanya kamu tolongin padahal gak kenal. Tahu gak? Aku bahkan cemburu pada orang gila yang kamu kasih roti. Yaelah.. 😄
.
.

Tapi soal Saipul.. gak tau harus minta maaf ke kamu seperti apa. Gak tau ternyata aku bisa sesuka itu padanya, seenggaknya aku pikir ada baiknya bilang dan cerita apa yang terjadi padaku.. ketimbang tau-tau ya begitulah..
aku jatuh cinta sama Saipul..
aku gak mau kamu lantas menyalahkan diri sendiri, Iya.. aku salah, ini salahku.. makanya kamu bisa suka Saipul.
.
.
Semua terjadi begitu saja, aku suka Ipul tapi lebih suka kamu. Tidak bisa ku pungkiri bahwa memang begini, tapi mulai kesini rasanya sudah berangsur-angsur menurun.. berubah jadi seorang perempuan yang ngefans ke artis kog.. anggap aja Saiful Amri itu artis, yang kadang aku suka kadang enggak..
.
.

Just remember..

Aku bahkan cemburu pada orang gila yang kamu kasih roti, yang bener aja Mas~
ngeselin banget sih? Rotinya..😂

Advertisements
Image

Million Hundred Stars Falling From The Sky

Those eyes..

Owh.. jebal, drama ini membuat kita geregetan. Bagi yang sudah konsen versi aslinya pasti takut dan skeptis mau nonton enggaknya. Mengingat versi Jepangnya cukup jahat, sad ending maksudnya.. bikin yang konsen nangis. Seorang pria yang kesepian, dianggap monster karena tak memiliki perasaan, dan tokoh utama perempuannya adalah saudara kandungnya.

Untunglah versi tahun 2002 saya belom nonton. Yes! Sekarang sudah mencapai eps 8. Dan rasanya seperti nungguin seratus tahun.. argh~ kapan tayangnya!?!?!?!?

Setelah kelar Familiar Wife niatnya mau bikinin reviewnya. Tapi saya penasaran kenapa orang-orang ngakunya sampai bisa nontonin ulang eps dari The Smile Has Left Your Eyes ini. Ternyata beneran.. selain karena pemainnya mumpuni, juga karena plotnya tak terduga.

“Mata itu..” yang sering Kim Moo Young katakan ketika menatap Jin Kang. Bagaimana Moo Young bisa terpengaruh oleh kata-kata Jin Kang “Aku kasihan padamu..” padahal sudah ribuan kali ia dengar itu, cuma Jin Kang yang sampai membuatnya merasa merana.

Drama ini minim skinship, bahkan ketika Jin Kang nangis pun ia menolak dipeluk Moo Young. Dan Moo Young juga tidak memaksa buat meluk.

Pas mereka ciuman pun itu baru sekali dan bukan di awal-awal episode. Jin Kang sepertinya sejak awal sudah ada perasaan ke Moo Young, cuma dia menarik kembali karena tahu Seung Ah teman dekatnya ada hubungan dengan Moo Young.

Cara Seo In Guk memainkan gestur serta ekspresi wajahnya, tatapannya.. beneran menjelaskan semuanya tanpa perlu kata-kata. Chemistry mereka bagus banget. Jin Kang suka pada Moo Young, tapi dia terus menahan dirinya. Moo Young tahu perasaannya gak bertepuk sebelah tangan. Entah episode berapa, dia kan terus menekan Jin Kang

Apa kau tidak pernah memikirkanku?

Kau tidak senang tiap bertemu denganku?

Apa kau sungguh-sungguh tidak ada perasaan padaku?

Jin Kang terus menjawab tidak. Si Moo Young keaal dibuatnya, dia bilang mendingan aku gak merasakan apa-apa ketimbang merasakannya tetapi tidak mengakuinya.

Karena mereka ciuman, berarti Jin Kang dan Moo Young bukan saudara. Syukurlah.., semoga apa yang kita takutkan soal ending sedih janganlah kejadian.. hiks

Ini orang sumpah, ganteng banget..

Terus?

😶

Ugh..

Tenang, yang nonton juga kesal.. tenang..

*Kim Bo Hyung – Today