Karissa – 17 (Nyampah)

Pulang pulang.. dan pulang~
Emi selalu menyuruh ku pulang, wkwkk bukannya gak mau pulang~ tapi gak bisa pulang. Sebulan sekali pulangnya.. dan dari sini ke rumah sendiri adalah 3 jam perjalanan naik motor. Bulan ini saya paksakan pulang, untung ada Gendut yang mau diajakin main.. kalau enggak, saya gak tau kapan bisa sampai rumahnya -_-. Minggu waktunya rehat, malah perjalanan sejauh itu..
.
.
Kadang saya kalau cerita sama Soni soal betapa kog beratnya apa yang saya jalani sekarang, Soni suka nasehatin “Ojo iri Za..”
Iya, jujur iri.. pada mereka yang waktunya begitu luang untuk jalan-jalan dan foto-foto sana sini. Iri.. kenapa tidak ada yang bisa dipegangi ketika langkahku mulai melemah, iya.. iri… kenapa harus ku jalani sendiri. Tiap mengeluh sedikit dibilang manja, tiap ingin berhenti dibilang tak punya mental baja, tiap ingin menangis dibilang cengeng, kuat Sa? Enggak.. sebenarnya enggak.. dan jawaban atas semua kenapa yang ku lontarkan jawabannya selalu sama.. tak pernah berkurang “Kalau bukan aku lalu siapa? Memangnya aku punya siapa?”
Neg dudu awakku dewe, terus sopo?
Memange ono seng iso tak sambati?
.
.
Tiba-tiba terbersitlah kenangan, astagfirullah.. soal dia, yang entah saya gak tau harus sebut apa, seseorang yang bisa bikin saya gak mau pacaran. Hahahaha.. kamu adalah alasan terkonyol dari sebuah perubahan hidupku Do..
Mungkin orang-orang tidak percaya, selalu ketika ditanya
“Udah ada cowoknya?”
“Wes duwe pacar durung mb?”
Saya cuma menjawab dengan pertanyaan kembali
“Menurut mu?”
Kalau bales dijawab
“Wes duwe. Gak percoyo aku neg durung duwe..”
Saya cuma ngangkat bahu acuh tak acuh.
Kalau bales dijawab
“Durung, tak kenalke Mas ku piye?”
Saya cuma ketawa dengernya.
.
.
Perkenalkan.. seseorang yang jika saya lihat lagi maka saya akan jatuh cinta kembali. Apakah berlebihan jika disebut cinta pertama? Enggak.. luka yang dia beri begitu dalam, juga perasaan kupu-kupu meledak di perut begitu membekas..
Saya gak mudah bisa suka seseorang sampai dimasukin ke hati, sebelumnya saya tidak pernah menyebut siapa namanya..
Oke.. oke.., hmm.. agak berat mau menyebutnya kembali. Namanya Ardo, tanggal lahirnya 29 Agustus.. daaan Ardo katolik. Anak kedua dari dari tiga bersaudara, sekarang entah di mana.. bodo amat~
Surprise! Seorang Risa.. pernah sebegitunya pada Ardo?. Dan voila~ Ardo adalah temen SDnya Emi, sekelas lagi..
Karena dulu sering saya tanyakan perihal kelakuannya ketika SD, Emi selalu curiga.. Za~ kamu suka Ardo ‘ya?
Awalnya saya enggan mengiyakan, tapi akhirnya jawab juga “Iya, mungkin saling suka tepatnya. Tapi sama-sama gengsian, ya udah.. gitu aja..”
Padahal seharusnya jawabannya tidak pernah bisa sesederhana itu, rasanya seperti patah hati seumur hidup, aku siapa.. Ardo siapa.. bego’ banget sih.. agamanya beda lagi..
.
.
Bahkan temennya Ardo sering nyindirin gini “Padahal to Do, kuwe luweh cocok mbi kuwi..”
Cocok apanya? Rasa-rasanya Ardo terlalu pengecut untuk menjadikan semuanya jadi jelas, yawes..
Rasanya berat sekali. Kalau inget, jujur.. masih suka nangisin.. kog Tuhan jahat ya.. ngasih perasaan sebesar itu pada seseorang yang tidak mungkin bisa dimiliki? Sebesar apa perasaan ku? Sebesar keputusan ku dalam keputusasaan ku saat itu..
Move on butuh waktu berapa lama? 2 tahun kali ya.. iya, 2 tahun baru benar-benar bisa memaafkan apa yang terjadi..
.
.
Dan diantara perjalanan move on tersebut kamu datang. Saya muak dengan proses jatuh cinta, seperti tidak mau memikirkan sebuah ujungnya akan seperti apa.. takut sekali hatiku akan sakit lagi, butuh berapa lama lagi untuk move on? Apa sih… saya gak mau suka pada seseorang disukai orang banyak orang, makanya saya tidak langsung menerima perasaanku sendiri. Proses penerimaannya bahkan butuh 3 tahun? Iyakah? Pokoknya semasa sekolah saya menolak mati-matian perasaanku.. lalu kamu lulus, tahun terakhir saya masih enggak enggak dan enggak..
.
.
Tapi ternyata.. saya yang sebelumnya tidak mau tau apapun tentang Ardo, suatu hari melihat tag tag an di fb ada namanya.. dan foto sekelasnya.. lah kog~. Ternyata dia TGB angkatan pertama sekolah sebelah..
Sumpah, saya baru tahu pas kelas 3. Tiba-tiba merasa dunia kog sempit sih? Dan kamu dengan dia di tempat yang sama.. o_o
Sempit
Sempit..
Ya Allah..

😂

.

#Winda_Ku Temukan Penggantinya
.

Advertisements

Posted on 28 September 2018, in Drama. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s