Setahun lalu
Waktu itu sebenernya saya gak mau dateng. Males..
Tapi ada kamu, datenglah dengan harap-harap cemas.. udah lama gak ketemu, pas ada kesempatan pun saya gak bisa atau menghindar.
Dulu itu saya bikin notif wa pop up, jadinya foto atau pesan pasti langsung muncul di layar.., nah.. saya kaget tiba-tiba kog nongol foto yang ada kamunya.
Aduh, jantungku.. 😀
.
.
Singkat cerita, baris kan buat salaman sama calon mempelai beserta ibunya. Saya itu noleh mengedarkan pandangan, dalam hati “Dimana sih itu orang? Kog gak ada?”
Sempet.. ya udahlah.. barangkali belum saatnya. Kayaknya saat itu saya agak nunduk kecewa. Tapi noleh lagi, ternyata kamu di sana.. MasyaAllah.. sejak kapan kamu di sana? Pasti lihat bagaimana saya celingukan nyari kamu.
Aduh, malu..
Tapi masih setengah sadar, itu kamu bukan sih? Pakai baju warna apa sih? Itu ijo apa biru sih?
Linglung Mas.. suer! Hahahaha.. saya masih inget banget rasa bingungnya.
“Ganteng..”
Wkwkwk asli, saya begitu dalam hati..
Sayangnya saya akui juga agak sedih, harus nyesek setelah ini. Apapun yang terjadi setelah ini akan semakin berat. Pertemuan kita saat itu bukanlah solusi sebuah rindu, namun semakin membuat semuanya jadi salah.. rasa sakitnya akan bertambah berkali-kali lipat.
.
.
.
Mungkin saat itu aku kelihatan sedih dimatamu. Cuma.. kamu sedang menatapku ‘kan? Meski aku sebentar memalingkan muka.. kamu masih di sana bukan?. Setelah yakin dengan perasaanku aku kembali melihatmu.
Mas, aku tidak pernah menuntutmu. Aku mempercayaimu..
.
.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s