Amri – 08 (Nyampah)

Mas.. password ATM-ku masih ada tanggal lahirmu. Sandi buku diari serta blogku juga, kalau disuruh memilih antara Mas Ipul atau kamu.. tidak perlu ditanya lagi. Saya akan memilih kamu..

Primrose itu masih kamu, bohong kalau saya tidak sedih dan menangis ketika menulis ini..

Seorang sahabat yang paham perasaanku sejak awal ke kamu mengerti. Sebenarnya alasan terbesar kenapa saya bisa jatuh cinta ke Mas Ipul adalah karena beberapa karakter kamu ada dan mirip-mirip Mas Ipul.., bedanya kamu gak seliar dia.. kamu memang ajaib orangnya.

“Kamu merindukan sosoknya, tapi dia tidak pernah ada disisimu selama ini.. Saiful Amri cuma seperti pelarian kamu. Karena Saiful sedikit mirip dengannya,”

Katanya, saya langsung terdiam..
Sepertinya iya, jika kamu lihat semua bentuk perhatian dan kebersamaan kami, beberapa karakteristiknya. I can do more.. denganmu lebih dari itu semua, itu bukan apa-apa, cuma saya tidak pernah membagi semua ceritanya.
Iya.. saya sayang dengan Mas Ipul. Tapi saya perasaannya belum sedalam itu..

Dengan kamu lebih dari sayang..
Lebih dari sekadar kata sayang, perasaanku ini tidak bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Saking menyakitkannya,
Saya bahkan menangis jika dengar ada nama sepertimu disebut entah sengaja atau tidak, apapun yang mengingatkan tentang kamu semuanya menyakitkan.. membuatku tiba-tiba melamun.. dan Mas Ipul menyadarkanku, sering dia melihatku tertangkap basah sedih.. saya mencoba membuang tentang kamu, saya ingin memohon pada-Nya semoga aku lupa, saya benci kamu.., benci kenapa bisa? Kenapa?.. ketika pulang ke rumah saya selalu dihinggapi perasaan..
Kamu dan aku melintasi jalan yang sama untuk pulang.. tapi kenapa tidak pernah bertemu? Lantas kapan?
.
.
Saiful itu hanya sekadar tempat untukku singgah. Aku akan pulang ke kamu..
Tidak pernah lari, masih di tempat yang sama.. tapi selalu ada yang menghampiriku, lalu aku harus apa?

Menulis seperti ini saja aku sudah memutus semua urat maluku.
.

.
.
Memangnya ada yang bersedia se-sedia kamu memahami dan sesabar itu padaku?. Mereka cuma terpikat cover luarku lalu pura-pura baik dan berubah demi aku, tapi kamu tidak.. kamu bukan seperti itu, aku tidak mau menjadi seseorang yang jadi membereskan sesuatu.. hanya ingin seiring, digandeng, bukan menarik-narik seseorang.
.
.
Biarlah orang-orang menyebutku bodoh, tapi begitulah yang terjadi..
Aku akan selalu pulang ke kamu apapun yang terjadi. Saya mungkin kangen dengan laki-laki itu, denganmu mungkin lebih dari itu.. ada baiknya saya tidak bertemu dengan kamu, karena ini akan menjadi luka yang ditaburi garam. Saking perihnya..

.

.

Aku memilih kamu karena kamu yang paling siap menerima.. itu saja,
*Kim Bum Soo – I Miss You

Advertisements

Posted on 15 July 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s