[C – Movie] 20 Once Again Part 6 – END

Lijun yang mendengar perkataan pesimis Qianjian kesal langsung mengiyakannya. Lagipula kesempatan ini hadiah Tuan Tan, sambil bergegas pergi. Qianjian berkata ‘ayo kita mencoba agar tidak menyesal’.

Pada saat mereka tampil, penonton awalnya ramai jadi tak tertarik tapi Lijun dengan percaya diri tampil. Semua terkesima dengan lagu ballad yang dinyanyikan. Lijun pun menghayatinya dari pengalaman saat usia belia dulu berjuang sendiri besarkan anak.

Selesai tampil, kakek Li komplain dengan pakaian minim Lijun. Lijun menepisnya ini pakaian dulu saat remaja. Tetiba ada lelaki tak dikenal mendekat kepadanya. Terbakar api cemburu segera mengusirnya. Tuan Tang datang bahwa penampilan mereka bagus dan sudah ada tawaran tampil di festival musik. Mereka bersorak dengan cheers minuman.

Screenshot_20180712-052932

Setelah itu mereka menari tapi kakek Li tak sengaja menabrak pria yang barusan menggodanya. Lijun pasang badan membela kakek Li. Meski dia sudah berumur tapi masa mudanya seorang tentara yang mengabdi negara berbeda dengannya yang pengacau. Pacar pria pengacar segera menariknya pergi. Tuan Tan melihat kaki Lijun terluka langsung pamit pergi dengan kakek Li.

Sesampai di kamar, kakek Li mengobatinya yang ada kulit di sekitar lukanya menjadi keriput karena mengeluarkan darah. Anak kakek Li memergoki ayahnya berdua dengan Lijun langsung diusirnya, kakek Li berusaha menolong apa daya tak punya kekuatan. Lijun pun pasrah.

Di depan rumah anaknya terjadi pergolakan batin mesti kemana. Ada dering hp

‘Halo’

‘Apakah kamu sudah sampai di rumah?’

Di rumah Tuan Tan, awalnya ingin tidur di ruang tamu tapi oleh Tuan Tan mengambil tempatnya jadi ia tidur di kamar. Karena lupa mematikan lampu di ruang tamu, di saat mematikan Tuan Tan langsung terbangun. Lijun heran bagaimana bisa tidur dalam lampu menyala hanya buang bayar listrik mahal saja. Lijun pun mencoba menenangkan Tuan Tan bagaimana bisa tidur meski keadaan gelap. Dengan menutup matanya sambil hitung mundur 5-1 lalu saat membuka matanya sudah terang (mungkin semacam hipnoteraphy kali ya)

Paginya, kakek Li meyakinkan Ayah Mengjun bahwa gadis muda itu adalah neneknya. Tapi ia tak percaya sampai mengira kakek Li terkena alzhemeir gitu. Cindy pagi sekali ke kediaman Tuan Tan kaget nan kesal ada Lijun di rumahnya.

Saat latihan, Tuan Tan menyindir QIanjian yang plagiat dalam bermusik. Tak terima dia pergi. Cindy masih emosi dengan kedekatan Lijun Tuan Tan juga enggan menjadi manajernya. Tuan Tan mengejarnya. Rekan bandnya bilang, lijun apakah kau tak tahu bahwa Qianjian menyukaimu. Kaget mendengarnya menghampiri Qianjian di atap. Lijun berpesan bahwa kelak ia akan berjumpa dengan wanita yang tulus mencintainya

Lijun pergi ke tempat main Kakek Li sambil bawa buah- buahan, tapi kakek Li acuh karena Lijun berjumpa dengan seseorang dan Kakek Li kecewa karena sudah dua kali cintanya bertepuk sebelah tangan.

Screenshot_20180712-064146

Malamnya, Tuan Tan menghadiahi sebuah jepit ramput dikemas wadah cincin. Lijun pun salah tingkah dibuatnya karena Tuan Tan memasang jepit kepadanya.

‘Apakah kau menyukaiku?’ tanya Lijun. Tuan Tan mengiyakannya. Mendengarnya membuat skeptis sampai bilang jika ia tua keriput dengan rambut sudah memetih apakah masih menyukainya. Tentu saja Tuan Tan pada masa itu dirinyalah yang akan berpenampilan demikian. Lijun tersenyum getir. Hp Lijun berdering. Temannya Lijun (yang versi tua) meninggal. Ia dan kakek Li berduka.

Qianjian terus berlatih membuat lagu yang baik, sedang ayahnya yang berada di lantai bawah mendengar kerja keras anaknya. Ketika duduk mendengar tanpa sengaja melihat foto perayaaan tampil perdana di cafe bersama Lijun lalu mengambil album tua neneknya. Ada kesamaan Lijun dengan Shen Mengjun ibunya.

Saat hari H, Qianjian mengalami kecelakaan gegara mengambil sound yang ketinggalan. Berencana menunda tapi oleh Lijun segera tampil meski tanpa Qianjian karena ia sudah berusaha keras membuat lagu ini. Lijun dkk tampil memukau.

Selesai tampil, Lijun ke rumah sakit mendengar bahwa Qianjian membutuhkan darah AB- yang sesuai dengannya. Kakek Li memperingatinya jika ia pedonor maka mimpinya hilang dan kembali dulu lagi. Baginya tak masalah asal cucunya selamat.

Ayah Qianjian mendengar obrolan mereka berkata bahwa ibunya Shen Mengjun banting tulang besarkan anak sendirian hingga sukses seperti in. ‘Dengan cara inilah ia bisa menjadi neneknya dan kau anakku’ sambil senyum air mata

Screenshot_20180712-133404

Yaa semuanya seperti sedia kala. Lijun kembali Shen Mengjun sambil melihat kedua cucunya jadi anak band ditemani putranya dan menantu,

Komentar

Maaf lama bikin sinopsisnya abisnya gak ada twist seperti Miss Grannya didukung tayangan infotainment penuh drama ibu mertua kok enggan lanjutin ceritnya kan bikin parno ya. Maaf jika dirasa tulisan sinopsisku berantakan. Terima kasih

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s