Amri – 02 (Nyampah)

Ternyata bukan perihal waktu, seberapa lama. Ya, mungkin ini yang ku rasakan ke kamu. Kamu sama sekali tidak masuk list daftar calon ter-pas untukku. Bagaimana aku menyimpulkan orang ini? Nakal iya.. baik juga ada..

Perihal agama tentunya yang menjadi sorotan utamaku. Akal sehatku mengatakan tidak, katakanlah dia bertanggung jawab dan hangat. Tapi itu saja tidak cukup.. mau diajarin apa anak-anak kita nanti kalau ayahnya tidak mengerti agama? *hiks
Ini menyebalkan, kapan terakhir kali kepala ini pusing sampai hidung mampet karena kebanyakan memikirkan sesuatu?
Kapan terakhir kali aku menangisi sesuatu yang seperti ini?
Dengan 0706, setelah dengannya rasa-rasanya aku mati rasa dengan pria manapun. Namun dengan Amri tidak, apa pula ini? Apelah Makcik~
Iya, aku mengaku.. aku merindukannya..
Rindu bagaimana kami saling lempar tawa dan senyuman.
Rindu kumis tipis-tipisnya yang berkali-kali diprotes atasan buat dicukur tapi tidak pernah digubris olehnya. Alesannya “Iki 3 hari lalu arep tak cukur lali terus..” hahahahaha,
Kangen suaranya yang empuk itu. Suara tawanya, hobinya yang nyanyi-nyanyi tidak jelas..
Semuanya, semua semua mengingatkan diri ini tentang dia.
Aku salah?
Kebutuhan dasar seorang perempuan adalah untuk diperhatikan dan disayangi. Aku sudah cukup menahan diri untuk tidak merengek akan hal semacam itu sampai hari dimana ku temukan diriku ternyata ada hati padanya, dihujani perhatian sebanyak itu membuatku baper. Maaf Mas Nan.. maaaf~ aduh aku bingung pemirsa..

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s