​[C-Movie] 20 Once Again – Part 1 

   Mereka bersiap untuk berfoto. Guobin datang dengan istrinya. Si kembar Xiang Xinran dan Qianjin (Luhan) berdebat dulu, sebelumnya Qianjin duduk didekat ibunya tapi diusir Xiang Xinran.

Kemudian kita diperlihatkan kilasan perkembangan Guobin sejak kecil hingga dewasa dan menikah, kemudian memiliki si kembar Xiang Xinran dan Qianjin.

Guobin merupakan seorang dosen, kali ini dia mengajar. Topik pembahasannya adalah lansia. Tidak ada mahasiswa yang mendengarkan kuliahnya, sibuk memainkan ponsel, membaca komik, tidur,

Guobin mengajukan pertanyaan tentang definisi lansia. Semuanya rata-rata menjawab kekurangan mereka. Jalan mereka yang lambat, makan terlalu pelan, jika jatuh tak ada yang berani menolong, bicara mereka banyak, pikun, jika di bus lansia berharap diberikan temlat duduk, yang lainnya lalu menimpali “Pura-pura tidur saja!”. Mereka mengoloknya dan menjadikannya bahan tertawaan.

Guobin menyuruh kelas tenang kembali.

Kemudian kita beralih ke nenek Shen Mengjun, naik bus dengan kartu lansia. Kebanyakan penumpang saat itu memang juga lansia.

Tidak ada tempat duduk kosong. Ada seorang pemuda yang tetidur kepanasan, Nenek Shen memayunginya.

Justru pemuda tersebut merasa tidak nyaman. Nenek Shen menyuruhnya tidur lagi saja. Ia beranjak dari duduk karena risih.

Guobin menyimpulkan, bahwa diantara kita tak banyak yang ingin menghabiskan waktu dengan lansia. Tapi apa kalian tidak mempertimbangkan kalian kelak juga akan menua? Apakah ada cara untuk mencegah penuaan?

Salah satu pemuda menjawab, latihan yang banyak (olahraga). Yang lain menjawab, melakukan perawatan sedini mungkin. Yang lainnya menambahkan, kenapa tidak ke Korea sekalian? Lakukan botoks. Seluruh kelas tertawa.

Kemudian Guobin hendak memanggil Xiang Xinran untuk menjawab. Seluruh kelas mengoloknya, Xiang! Xin! Ran! Yang dipanggil sejak tadi tertidur. Ia malas-malasan bangun. Tampaknya kejadian seperti ini sudah sering terjadi.

Xiang Xinran mengatakan, yang buruk akan semakin buruk. Ia tinggal bunuh diri saja setelah usianya 30 tahun

Nenek Shen bermain mahjong dan mengobrol dengan teman-temannya. Ia sempat terpikirkan untuk bunuh diri setelah usianya 30 tahun, namun ia harus merawat Guobin. Ketika muda ia sangat cantik, Kakek Li membenarkannya. Tak sampai hati meninggalkannya begitu saja.

Ia begitu muda, sudah menanggung hidup sebesar itu. Apa ia pernah mengeluh? Tidak pernah.. bahkan tidak boleh.

  Temannya menyayangkan mengapa dulu Nenek Shen bersikeras menikahi ayahnya Guobin? Jika tidak ‘kan bisa saja kehidupannya lebih baik. Nenek Shen mengatakan bahwa ia memang menikahi pria yang salah, namun melahirkan anak yang benar. Guobin tak hanya tampan, ia juga profesor sebuah universitas. Lantas anak kalian apa sekarang?

Karena Nenek Shen begitu membanggakan anaknya, kawan-kawannya jadi sebal.

Guobin-nya meneliti lansia, kalau bukan karena Guobin.. daerah ini sudah dijadikan gedung dan para lansia tak bisa main mahjong di sini.

Nenek Chen datang dengan anjingnya dan dandanan mewahnya. Mengingatkan Nenek Shen salah baca ubin dan tidak jadi menang. Nenek Shen mengajak main ulang. Alhasil para lansia kesal, mereka tidak mau main lagi dan memilih pulang. Menyiapkan makanan untuk anak mereka yang pecundang. Menyindir Nenek Shen.

Nenek Chen menyindir Nenek Shen. Kalau Guobin memang sehebat itu, kenapa Nenek Shen memakai sandal butut dan berpenampilan seperti ini?. Ia lalu menunjukkan fotonya ke Kakek Li, baru saja foto untuk pembuatan paspor.

Kakek Li memujinya bagus. Nenek Shen menyebut ini cocok untuk altar pemakaman.

  Nenek Shen memberikan foto tersebut ke Kakek Li sebagai kenang-kenangan. Ia akan ke Amerika tinggal bersama anaknya sementara waktu, tapi tidak ada yang merawat anjingnya. Ia meminta Kakek Li merawatkannya. Kakek Li bilang ia tak mengerti bagaimana cara merawat anjing.

Nenek Shen menduga pasti kepergiannya ke Amerika terburu-buru, kenapa tidak menyuruh menantunya saja yang mengurus anjingnya.

Nenek Chen geram, terserah apa yang dilakukannya dong… apa urusanmu?!

  Nenek Chen menghina Guobin lagi. Ia akan ke Amerika, tapi jika Guobin memang hebat.. kenapa tidak mengajak Nenek Shen  mengelilingi Amerika?. Nenek Shen tersinggung, ia dan Nenek Chen adu mulut. Puncaknya ketika  Nenek Shen menarik rambut palsu Nenek Chen. Nenek Chen kesal, ia berlari pergi.

   Berkat terkena sikut Nenek Shen, hidung Kakek Li terluka. Ia dikompres putrinya di rumah. Putrinya menyalahkan Nenek Shen yang tak muda lagi namun kelakuannya menyebalkan. Kakek Li bilang itu bukan salahnya Nona.

Anaknya muak mendengar ayahnya memanggil Nenek Shen “Nona”. Sudah berapa lama terakhir kali ayahnya bekerja untuk keluarga Nenek Shen? Kenapa masih memanggilnya Nona?.

Kakek Li menyebut karena ia berhutang budi pada keluarganya. Anaknya kesal, itu kan sudah lama sekali! Dan ayahnya sudah melunasi hutang budi itu lama.

“Diam kau!” Kata Nenek Shen masuk ke rumah.

Keduanya menoleh. Nenek Shen berkilah, ia bicara pada anjing mereka. Lanjutkan lagi bicaranya..

Nenek Shen lalu mendorongnya pergi. Ia memarahinya, sudah 40 tahun tapi di rumah saja.. pantas saja masih melajang. Ia membawakan buah persik untuk Kakek Li.

Anaknya protes, ayahnya tidak makan buah persik. Kakek Li langsung mengambil satu dan memakannya.

Karena cek cok dan tidak nyaman, Nenek Shen memilih pergi saja.

Kakek Li mencoba menahannya, mau kemana? Sebentar lagi tayangan Putri Huanzhu dimulai!.

Nenek Shen tidak mau menontonnya, berkat anaknya Kakek Li.

Sepeninggalnya, anaknya Kakek Li kesal. Bibi Shen itu mulutnya sembarangan, pantas saja betah menjanda. Kakek Li membelanya, setidaknya Nenek Shen itu pernah punya suami.. tidak seperti anaknya yang melajang lama.

“Aku takut mendapatkan mertua sepertinya!”

Kakek Li mengenakan kemejanya kembali. Melarang anaknya ikut acara perjodohan di tv lagi.

Anaknya terlihat malu. Kakek Li mengejar Nenek Shen Mengjun.

“Ayah! Obat alerginya!” Anaknya mengejar ayahnya

   Menantunya sedang memasak. Nenek Shen mengomentari supnya. Harusnya ikannya digoreng matang bolak balik dikedua sisinya. Maka supnya akan bersih tidak pekat begini, ikannya menjadi utuh dan tidak amis.

“Ibu, Guobin bilang ia suka sup yang rasanya ringan”

“Jangan banyak beralasan.”

Kemudian Nenek Shen mengambil alih memotong sayuran. Ia menasehati menantunya, jika saja menantunya lebih memperhatikan apa yang dimakan.. ia takkan jadi lemah sakit-sakitan begini. Nenek Shen pikir menantunya bukan sakit jantung, tapi hanya kekurangan gizi.

Xiang Xinran turun. Ia meminta ibunya mengatakan ke ayahnya untuk jangan memanggilnya di kelas. Karena membuatnya malu. Nenek Shen menyebut, yang memalukan itu adalah cara berpakaian Xiang Xinran.

Qianjin turun. Ia pamit pergi untuk latihan band-nya. Ia sudah terlambat. Ibunya melarang, hari ini jatah Qianjin mencuci piring. Qianjin kembali protes.

Xiang Xinran juga memarahinya. Kemarin Qianjin sudah janji untuk mencuci piring. Qianjin balik nyolot, urus urusanmu sendiri!

“Aku ini kakakmu, tunjukkan rasa hormatmu!”

“Terserah, kau hanya keluar 5 menit lebih dulu!.” Balas Qianjin.

Qianjin pun mengalah, akan mencuci piring. Namun Nenek Shen  mendekatinya ingin menggantikan tugas mencuci piringnya. Qianjin sungkan, biar aku saja.. begitu seterusnya sampai ibunya Qianjin lebih merasa tidak enak dan akhirnya ia mengalah yang mencucikan piring ia saja ketimbang mertuanya.

Qianjin pamit pergi, ia ambil diam-diam uang ibunya di dompet untuk makan malam. Ibunya mengingatkan, Qianjin sudah diberikan uang sebelumnya dua hari lalu, kenapa minta lagi?.

Qianjin dengan muka ditekuk hendak mengembalikan. Tapi Nenek Shen mengeluarkan uangnya untuk Qianjin. Ibunya Qianjin jadi sungkan, daripada memberikan uang Nenek Shen untuk Qianjin.. lebih baik biarkan Qianjin memegang uang ibunya tadi saja. Untuk memutus perdebatan, akhirnya Nenek Shen menyuruh Qianjin ambil uangnya dan uang ibunya sekalian saja. Traktir teman-temanmu juga.

Qianjin sih senang-senang saja dapet uang banyak. Ibunya sudah memelototinua sejak tadi, tapi melihat ibu mertuanya membuatnya senyum paksa. Qianjin pergi. Kemudian Xiang Xinran bertanya ke neneknya. Apa nenek harus selalu memihak begitu pada Qianjin?

Nenek Shen bilang ia mendukung Qianjin yang memulai band. Jika bandnya mulai terkenal maka akan masuk tv. Sedangkan Xiang Xinran ini bahkan mengenakan pakaian yang terbuka. Karenanya ia bisa mendapatkan pelecehan seksual, lalu masuk berita tv.

Ibunya Xiang Xinran memprotes mertuanya. Bebaskanlah sedikit anak-anak. Nenek Shen menasehati, bagaimana bisa ia lepas tangan pada anak-anak? Kalian ini, mengurusi ketika tidak diperlukan dan mengabaikan ketika diperlukan!.

Xiang Xinran makan dengan tidak nyaman. Ibunya juga sudah mulai tertekan dengan ocehan mertuanya (yaaa..  kalau saya ini, pasti sudah ke belakang ambil gunting potong rambut. Botakin kalau perlu, marah tapi gak bisa bales. Kalau punya mertua model begini.. siapa menantu yang tidak tertekan? 😂)

Nenek Shen mengatakan, ia ini memang bukan apa-apa tapi bisa mendidik anaknya menjadi profesor. Sedangkan menantunya? Cucunya? Xiang Xinran ini tahunya cuma makan saja! Makannya banyak meski pakaiannya terbuka begini.

Xiang Xinran makan terburu-buru dan pergi meninggalkan neneknya. Ibunya juga ke atas kembali ke kamar.

Nenek Shen menyalahkan, ini semua karena menantunya terbiasa hidup enak. Ketika harus merana begini ia jadi kewalahan. Mengurusi diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana mengurus keluarga?

Suaranya terdengar sampai ke kamar. Menantunya meminum obatnya,

“Sayang, kau tidak apa-apa? Kenapa tidak memeriksakan diri ke rumah sakit?”

Istrinya hanya menggeleng. Dibawah sana ibunya masih mengomel

“Tidak perlu”

(Gw bantu jawab. Tidak sayang! Buang saja aku ke hutan ketimbang diomeli ibumu setiap hari.. *mewek* Hahaha)

“Aku akan meminta ibu menurunkan suaranya.”

“Baiklah.”

“Biarkan dia mengatakan apapun yang dia inginkan. Jangan masukkan ke dalam hati.”

Istrinya hanya tersenyum lelah. Lalu menghela napas dalam (Tertekan. Lihat.. rambutnya saja awut-awutan. Apa kau tak tahu ketika masa pacaran saja menata rambut bisa 30 menit sendiri? Rumah tangga telah mengacaukan kepedulian istrimu pada dirinya sendiri. Wkwkwk)

Qianjin bermain dengan bandnya. Vokalisnya terlihat mual sejak tadi, ia sempat menghentikan bernyanyi dan muntah-muntah. Salah satu menduga si vokalis hamil, siapa ayahnya?.

Vokalis kesal dituduh-tuduh. Yang lain memberikannya sebotol air. Semalam vokalis minum-minum.

Qianjin kesal, sudah tahu hari ini latihan! Kenapa malah minum? Suaranya Xiaomei jadi tidak selaras dengan musiknya, bahkan nenekku bisa bernyanyi lebih baik darimu!.

Vokalisnya tambah kesal, ia tak suka lagunya Qianjin yang payah, liriknya aneh. Mereka bertengkar, kemudian salah satunya mengingatkan mereka sedang latihan di atap rumah Xiaomei. Qianjin lalu tersenyum berusaha baik pada Xiaomei agar tak diusir.

Tuan Tan tertidur ditengah audisi. Ia tak tertarik pada semua peserta.

Cindy heran dengan bosnya. Sebenarnya seperti apa yang Tuan Tan cari? Bisa diberikan contohnya? Menurut Cindy peserta terakhir lumayan bagus. Namun Tuan Tan tak sepakat. Lumayan bagus untuk membuatnya tertidur?

Tuan Tan mengatakan, yang ia cari kebanyakan sudah tua atau meninggal.

Cindy kesal. Dimana ia bisa menemukan yang seperti itu?.


K O M E N T A R:

    Twenty Once Again atau Back To Twenty adalah remake dari film Korea “Miss Granny”. Sudah banyak di-remake oleh negara lain selain Tiongkok. Indonesia juga kog.. saya tidak tahu judul buat versi remake Indonesia apa? Sepertinya sih Twenty, pemeran utamanya Tjatjana  Shapira pacarnya Bang Junot Ali, yang minta dinikahin Fahri di AAC2 tuh.. Si Hulya. Hahahah.

Saya merasa kalau dia sebagai ibu, Nenek Shen Mengjun sangat berhasil dan luar biasa hebat. Namun sebagai mertua dia masih kurang.

Hampir semua generasi ini memang sudah memiliki stigma negatif “Cerewet, suka mengatur, kalau sakit manja, menyebalkan, tukang pamer anak.”

   Ada baiknya untuk memulai pernikahan baru/rumah tangga seumur jagung memang jangan satu atap dengan orangtua dari pihak lelaki maupun perempuan. Jika ngikut keluarga pria.. Kasihan istrinya, mereka tidak mungkin blak-blakan mengaku ke suami bahwa mereka tertekan.. tidak nyaman dengan ibu sang suami. Terlebih yang sudah bertahun-tahun seperti dalam kasus ini, masih belum merasa terbiasa. Apalagi dedek dedek muda, ah kalian ini ngapain sih ngebet kawin muda?. Kau pikir menikah itu hanya urusan berdua?

   Rasanya pasti sesak didada, dari penelitian manapun, ibu dari pihak suami selalu lebih riwil ketimbang ibu dari pihak istri. Karena masih merasa memiliki dan bertanggungjawab penuh. Beda dengan ibu pihak perempuan, cara meluluhkannya lebih mudah.. asal putriku bahagia maka bawalah anakku kemanapun kau suka. Tapi kalau keadaan mengharuskan, ya dimohon saling pengertian dong.. boleh menuntut tapi sewajarnya saja. Boleh menasehati tapi ingat posisi juga, sudah rumah tangga lain juga. Biarkan mereka tumbuh dengan bijak tanpa perlu kebanyakan disuapi seperti bayi lagi.

   Betewe ini akting debutnya si Luhan ‘ya?. Kalau lihat dia berasa mau saya ajakin ke mall “Adeek! Ayo’ ke mall. Teteh beli’in baju, es krim! Hayoo minta apa..? Ayo.. ciku ciku..” Kayak lihat anak kecil yang ganteng gitu, gemes. 😂

Eniwei kalau ada salah-salah kata/informasi tolong dikoreksi di kolom komentar ‘ya.. ciao!

Advertisements

7 thoughts on “​[C-Movie] 20 Once Again – Part 1 ”

  1. Remake indonesia sweet 20, btw soal tjatjana iya lucky bisa akting dg gong yoo😂😂
    Aku setuju dg kakak, dan di film miss granny hmpr semua (meski ga semua) ya rata2 seorang nenek sayang cucu laki hehehe

  2. Dipeluk malahan. Hadoh.. dan kog cocok ‘ya? Padahal Gong Yoo cocoknya jadi pakdhe-nya.
    Nyaris semua sih meski gk semua.. saya aja berasa jd cucu tiri tiap dideketnya abang2ku. 😅

  3. Dan aku lihat di channel youtube kapanlagi promo aac 2, tjatjana gak tau gong yoo dan seputaran korea😅😑
    Kan iri yaa, kalau aku jd tjatjana berpaling ke gong yoo malah haha✌✌✌
    Katanya tjana, gong yoo bisa bhs indo sedikit krn sohibnya di jakarta
    Kayaknya enak ya jadi artis blasteran bisa deket artis korea kyk raline shah haha😂😂😂
    Malah yg tahu gong yoo, kdrama, kpop justru si fahri fedi nuril 😁😁😁
    Haha, apa naluri seoranh nenek begitu ya😂😂

  4. Lebih sayang cucu laki-laki, entah mengapa ‘ya?. Aku ngakak banget Qianjin dibela-bela’in neneknya terus, the real yg terjadi di dunia nyata. Naluri ibu2 juga sih, biasanya lebih sayang ke anak lakinya juga 😂

  5. Tapi kalau bapak sayang juga ke anak laki deh.. Duh nasib anak gadis👸😓😥😂😂
    Mungkin naluri ibu dan nenek
    Kelak kita cikal bakal jd ibu nenek ga gitu ah😄😅😇

  6. Hahaha. Pelajaran deh yah, jangan jadi ibu2 atau nenek2 yang pro anak/cucu laki nanti. Padahal kalau dilogika, anak gadis lebih telaten ngurus orangtua yg sudah sepuh banget/pas sakit deh, anak laki2 kemana coba? Kadang malah lepas tanggungjawab dgn alasan sibuk kerja. Duhh.. 😅😁

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s