[K-Movie] You Call It Passion – Part 4

Ketua Ha menanyakan keberadaan Sun Woo. Tapi oleh rekannya belum mengetahuinya.  Keesokannya Ra Hee menghadap Ketua Ha. Ternyata Ketua Ha memberikan kartu pers kepada Ra Heee. Bawahannya mengumumkan bahwa Woo Ji Han akan menggelar konferensi pers besok jam 6. Melihat bangku kosong Sun Woo maka Mempercayakan berita eksklusif kepada Ra hee.

4

Di tempat JS Ent, CEO Jang mendapat pemberitahuan akan konferensi pers Woo Ji Han

“Dapat darimana ini?”

“Sepertinya dari Dae- Ho Entertainment”

“Kang Dae Ho brengsek itu!”

“Apa yang harus kita lakukan?”

CEO Jang membuka artikel pemberitaan tentang kasus seksual Woo Ji Han dari Ha Jae Gwan. Segera memerintahkan untuk menemuinya. Ketua Ha menanyakan benda didepannya

5

“Apa ini?”

“Bukti pelecehan seksual Ji- Han”

 CEO Jang meminta Ketua Ha untuk menghentikan konferensi pers Ji Han karena anjing terluka bisa diobati tapi yang kabur tak akan kembali. Ketua Ha jangan menarik kesimpulan namun oleh CEO Jang bahwa kekuatan Ketua Ha lemah mau menarik kembali bukti Ji Han, Ketua Ha menahannya

Ra Hee menunggu Ketua Ha di pelataran parkiran. Ketua Ha menugaskan untuk mengambil bukti dan menulis artikel di pagi harinya. Ra Hee pun dengan  Ketua Ha

Sun Woo beberes barang di meja kerjanya pertanda keluar mengundrkan diri. Rekannya membujuknya oleh Sun Woo meminta maaf. Pada saat akan meninggalkan berjumpa Ra Hee.

“Selamat kau telah diperkerjakan”

Ra Hee meminta untuknya bertahan yang oleh Sun Woo hanya balas senyuman pergi. Sesama rekan Ra Hee mengumpat menyindir Ra Hee yang tak bisa menulis Berita eksklusif sehingga departemen mereka diambang kehancuran.

Ketua Ha di tempat dokter. Dokter menyarankan jangan stress dan kerja terlalu berat karena menyebabkan sirosis hati dan makin parah. Tapi diacuhkannya

8

Ra Hee yang lembur untuk menulis berita eksklusif berjumpa Direktur Ko. Direktur Ko membagi ramennya dan mengatakan karena perubahan struktur perusahaan menyebakan menambah tugasnya sekaligus Ketua Ha makin senewen karena apabila ia dituntut sekali lagi tinggal nama. Direktur Ko meminta bantuan Ra Hee untuk meringankan beban Ketua Ha.

Ra He mencoba menganalisa bukti yang dikasih Ketua Ha dari video, foto, rekam medis dan sebagainya. Esoknya saat memeriksa bukti rekam medis ada kejanggalan ternyata dokter yang memvisum adalah dokter bedah plastik. Melihat kejanggalan yang ada, Ra Hee mengembalikan bukti ke Ketua Ha. Kontan saja, ketua Ha heran. Ra Hee menjelaskan bahwa bukti itu hanyalah rekayasa karena dokter Jang itu adiknya. Melihat itu Ketua Ha mempersilahkan pergi.

Di pertemuan konferensi pres. Ra Hee merasa ada yang aneh, Reporter Chae Eun menunjukkan berita baru seksual Woo Ji Han tentu saja ini memperburuk citranya. Ra Hee kaget dengan munculnya artikel yang ditulisnya.

Baru sapaan dari Woo Ji Han langsung dihajar berondong pertanyaan akan bukti baru kasus pelecehan. Woo Ji Han tak mengerti maksudnya. Wartawan lain berteriak bahwa berita itu dari Dong Myung, pasti berada di ruangan ini. Ji Han berdalih memohon kepada reporter yang menuliskannya untuk mengklarifikasi berita tersebut karena itu tidak benar. Situasi yang tidak kondusif membuatnya tertekan pergi meninggalkan.

12

Wartawan menghadang mobil Ji Han namun naas kecelakaan. Ra Hee yang melihatnya berurai air mata tak tahu harus berbuat apa. Ketua Ha dan yang lain melihat berita tsb penuh penyesalan.

Ra Hee langsung konfrontasi Ketua Ha bagaimana bisa artikel itu keluar. Ketua Ha berdalih karena ia tak mau menulis maka menyiarkannya. Ra Hee protes gegara karena berita tak benar membuat Ji Han hampir meninggal karenanya.

14

“Jika kamu tidak mau itu terjadi,Kamu harus menulisnya sendiri!”

“Aku sudah bilang padamu bahwa itu bukti palsu!”

“Itu pengadilan yang memutuskan! Kita hanya menulis berita. Seperti itukah wartawan? Lalu apa ini? Jurnalistik? Karena beberapa omong kosong rasa keadilan … Aku pikir hanya menonton mereka kehilangan pekerjaan?”

“Jadi Anda menulisnya untuk uang?”

“Iya. Lalu kenapa kalau aku lakukan? Aku menulis itu untuk uang. Tapi apa yang kau lakukan? Aku memberimu kesempatan. Mengungkapkan kebenaran atau korupsi! Atau mendapatkan uang dengan bukti palsu sepertiku! Tapi kau tidak melakukan apa pun. Entah mengapa kamu benar-benar tidak menulis itu? Kamu takut menghancurkan seseorang dengan sebuah tulisan. Kau tidak mau bertanggung jawab. Kamu tidak mau tanganmu kotor maka kamu hanya menonton. Apa aku salah? Apa aku salah? Kau biarkan perasaan pribadi masuk ke alur cerita? Kau sebut apa wartawan yang seperti itu? Mereka menyebutnya apa?”

“Wartawan sampah” ujar bawahan yang mendengarnya

Ra Hee memegang jidatnya dengan mata sayu

Keesokannya, Ketua Ha menanyakan keberadaan Ra Hee oleh rekannya dijawabnya sedang melaporkan kondisi Woo Ji Han. Ketua Ha protes harusnya melaporkannya terlebih dahulu.

Di Rumah Sakit, dokter yang bertugas merawat Woo Ji Han melaporkan kondisinya kepada wartawan. Selesainya, CEO Jang dating langsung dikerubungi oleh wartawan. CEO Jang belum bisa memberikan keterangan. Saat pergi meninggalkan kerumunan wartawan, CEO Jang menyapa Ra Hee. Ra Hee bilang “Aku tahu kamu telah merekayasa semuanya” CEO Jang pun berbalik dan menghadangnya silakan saja memang dengan artikel bisa membalik keadaan.

18

Rekannya Reporter Chae Eun Wo menghampiri Ra Hee ada apa gerangan. Ra Hee meminta bantuan kenalan pengacara karena ada eksploitasi, kontrak illegal dan rekayasa. Chae Eun Wo heran padahal ada yang ahli tentang itu.

Ra Hee pergi menemui Sun Woo bahwa Woo Ji Han tidak bersalah. Namun oleh Sun Woo melupakannya karena CEO Jang memiliki konekti di tempat tertinggi. Ra Hee tentu tidak bisa. Saran Sun Woo ada 2 pilihan yaitu cari Kim dan buat dia memihakmu dan buat artikel dugaan.

 

Komentar:

Maaf ya lama. Dunia jurnalistik seperti itu. Aku suka drama atau film korea jika nyangkut suatu profesi itu konfliknya utuh. Bahkan kekuatan nomer 4 di suatu negara selain legislatif, eksekutif dan yudikatif yaitu the power of media. Jika ingin menjatuhkan seseorang punya kenalan media aja bisa bikin artikel. Bahkan kalau kalian ada tugas ada diminta nulis ke media massa. Kalian bisa kok bayar jadi tulisannya dimuat. Kan ketua Ha sakit Hati karena profesinya, memang kerja di media gak sakit liver atau tipus bukan jurnalis sejati. Semua pebisnis kelas kakap apapun kawannya kalau gak politik ya media agar bisa bertahan dengan persaingan ya bisa dibilang gak sehat. Tapi karena kemajuan tinggi dengan kekuatan sosial media juga mampu kok

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s