Daily Archives: 12 February 2018

[K-Movie] You Call It Passion – Part 5 END

“Artikel dugaan?”Tanya Ra hee

“Wartawan bisa menyuarakan dengan hak itu semacam dua mata pisau dan bisa berpengaruh tuk persidangan. Namun apabila lalai tak hanya kehilangan pekerjaan namun semua portal berita bisa bahaya. Masih mau melakukannya?”

Ra Hee berjalan melihat billboard video kasus Woo Ji Han.

20

Ia melakukan analisa bukti tsb. Setelah menulis artikel dugaan ia terlelap. Ketua Ha memergokinya esok paginya. Ketua Ha mengajaknya sarapan bareng. Melihat Tulisan artikel yang dibuatnya meminta tuk meringkasnya karena terlalu panjang. Ra Hee tak bisa. Melihat itu, ketua Ha mengizinkannya sebelum konferensi pers JS.

CEO Jang menelepon bahwa rencananya berhasil untuk menggabungkan kedua JS dan pastikan Dong Myung tidak berbicara.

Direktur Ko menerima telepon dari atasannya bahwa tak boleh lagi menerbitkan artikel. Ketua Ha protes. Sedang Ra Hee menunggu artikel yang dituliskannya tak keluar- keluar.

 

“Ini perintah 22dari Bos.”

“Persetan dengannya.”

“Jae-gwan!”

“Apa! Mengapa!Wartawan harus bersembunyi di tahun 60-an karena takut ditembak. Sekarang haruskah kita takut kepada bajingan kaya?”

“Jangan hanya mementingkan diri sendiri! Ada 82 karyawan di surat kabar kita.”

“Bajingan! Lalu apa!”

“Young-chul akan segera menikah. Young-hwan dalam masa pelatihan… Dia mendapat pinjaman untuk membiayai pengobatan kanker hati ayahnya. Kau mau bertanggung jawab?”

“Ra Hee menelepon namun taka da yang berani mengangkatnya. Direktur Ko menyuruhnya angkat telepon tapi taka da yang berani. Kesal, ia ambil gagang lalu ditempelkannya ke Ketua Ha”

“Artikel tak akan terbit jadi menyerahlah”

Di ruang konferensi pers CEO Jang menjelaskan akan mengundurkan diri dari produksi film Stranger buatan AWOL. Di saat bersamaan di ruangan kerja Dong Myung. Rekannya memiliki ide bagaimana artikelnya diterbitkan di portal lain. Mendengarnya mereka menyutujuinya. Mereka mencoba menghack social media Woo Ji Han untuk menangkalnya. Di tempat konferensi pers, CEO Jang mengajukan pertanyaan terakhir pada wartawan Cha Eun Wo. Belum megang mic sudah dirampaskannya oleh Ra Hee.

23

“Apa kau yang memfitnah Woo Ji Han?”

CEO Jang pun menyangkalnya bahkan akan menuntutnya telah melakukan pencemaran nama baik.

Menurut penyelidikanku…WOO Ji-han tidak melakukan kekerasan seksual. Yang benar adalah Anda mengajukan bukti-bukti palsu untuk mengancam WOO. Anda berjanji untuk menutupinya setelah dia memperpanjang kontraknya.

Cukup sudah omong kosongmu.

Satu hal lagi! Untuk menyetir WOO dan memuluskan merger dengan Sami Entertainment … Anda memberikan Manajer HA dari Dong-myung bukti palsu.

Di waktu yang bersamaan, rekannya berhasil menjadikan CEO Jang pencarian teratas nomer 1 terkait korupsi. Akibatnya suasana konferensi pers gaduh dibuatnya. Pacarnya Ra Hee mengacungkan jempol untuknya. Woo Ji Han yang siuman dari rumah sakit pergi dan melihat di TV mengenai kasusnya tsb. Rekan kerja Ra Hee berhasil dalam usahanya menerbitkan portal berita lain dan mengkuatirkan Ra Hee.

24

Woo Ji Han membungkuk tanda terima kasih ke Ra Hee. Ra Hee berlinang air mata menerimanya.

Ra Hee mengundurkan diri dari pekerjaannya karena perbuatannya namun tetiba ada seorang wanita

“Apakah reporter DO Ra-hee ada di sini?”

“Ya, aku.”

“Kamu perlu kesaksianku.”

“Apakah Anda…Nona KIM Jang-mi?”

“Iya.”

Ra Hee pun batal mengundurkan diri karena ada saksi untuk mendukung perkataan di konferensi pers. CEO Jang bangkrut dan disidang pengadilan. Ra Hee datang ke bandara menemui pacarnya. Pacarnya Seo Jin memberi kotak perhiasan dan pas dibuka kosong dan ternyata cincinya dipakai Seo Jin. Itu artinya ia disuruh menunggu.

25

Ra Hee tersenyum dan saat bergegas pulang ada panggilan meliput berita Kim Woo Bin langsung pergi lari.

TAMAT

 

Komentar:

Jika kalian merasa tidak adil oleh pemberitaan media suatu saat ini. Kalian bisa kok dengan posting di sosial media sendiri. Atau posting di akun berpengaruh kayak akun lambe- lambe, respon cepet kalau ada keluhan. Apa yang di post pasti viral. Trus kalau bikin artikel tandingan takut berpengaruh pada kerjaan yang bisa saja reputasi perusahaan hancur caranya bikin di warnet. Itu susah dilacak haha.

Kalau aku jadi Ra Hee gak mau menunggu ya tapi tiap orang berbeda yaa hehe. Itulah kenapa wanita karir lamaa nikahnya. Dapat pasangan yang kerjaannya melanglang buana sedangkan kita mesti stay jadi harus ada yang dikorbankan. Deket aja banyak boongnya apalagi jauh.

Advertisements

[K-Movie] You Call It Passion – Part 4

Ketua Ha menanyakan keberadaan Sun Woo. Tapi oleh rekannya belum mengetahuinya.  Keesokannya Ra Hee menghadap Ketua Ha. Ternyata Ketua Ha memberikan kartu pers kepada Ra Heee. Bawahannya mengumumkan bahwa Woo Ji Han akan menggelar konferensi pers besok jam 6. Melihat bangku kosong Sun Woo maka Mempercayakan berita eksklusif kepada Ra hee.

4

Di tempat JS Ent, CEO Jang mendapat pemberitahuan akan konferensi pers Woo Ji Han

“Dapat darimana ini?”

“Sepertinya dari Dae- Ho Entertainment”

“Kang Dae Ho brengsek itu!”

“Apa yang harus kita lakukan?”

CEO Jang membuka artikel pemberitaan tentang kasus seksual Woo Ji Han dari Ha Jae Gwan. Segera memerintahkan untuk menemuinya. Ketua Ha menanyakan benda didepannya

5

“Apa ini?”

“Bukti pelecehan seksual Ji- Han”

 CEO Jang meminta Ketua Ha untuk menghentikan konferensi pers Ji Han karena anjing terluka bisa diobati tapi yang kabur tak akan kembali. Ketua Ha jangan menarik kesimpulan namun oleh CEO Jang bahwa kekuatan Ketua Ha lemah mau menarik kembali bukti Ji Han, Ketua Ha menahannya

Ra Hee menunggu Ketua Ha di pelataran parkiran. Ketua Ha menugaskan untuk mengambil bukti dan menulis artikel di pagi harinya. Ra Hee pun dengan  Ketua Ha

Sun Woo beberes barang di meja kerjanya pertanda keluar mengundrkan diri. Rekannya membujuknya oleh Sun Woo meminta maaf. Pada saat akan meninggalkan berjumpa Ra Hee.

“Selamat kau telah diperkerjakan”

Ra Hee meminta untuknya bertahan yang oleh Sun Woo hanya balas senyuman pergi. Sesama rekan Ra Hee mengumpat menyindir Ra Hee yang tak bisa menulis Berita eksklusif sehingga departemen mereka diambang kehancuran.

Ketua Ha di tempat dokter. Dokter menyarankan jangan stress dan kerja terlalu berat karena menyebabkan sirosis hati dan makin parah. Tapi diacuhkannya

8

Ra Hee yang lembur untuk menulis berita eksklusif berjumpa Direktur Ko. Direktur Ko membagi ramennya dan mengatakan karena perubahan struktur perusahaan menyebakan menambah tugasnya sekaligus Ketua Ha makin senewen karena apabila ia dituntut sekali lagi tinggal nama. Direktur Ko meminta bantuan Ra Hee untuk meringankan beban Ketua Ha.

Ra He mencoba menganalisa bukti yang dikasih Ketua Ha dari video, foto, rekam medis dan sebagainya. Esoknya saat memeriksa bukti rekam medis ada kejanggalan ternyata dokter yang memvisum adalah dokter bedah plastik. Melihat kejanggalan yang ada, Ra Hee mengembalikan bukti ke Ketua Ha. Kontan saja, ketua Ha heran. Ra Hee menjelaskan bahwa bukti itu hanyalah rekayasa karena dokter Jang itu adiknya. Melihat itu Ketua Ha mempersilahkan pergi.

Di pertemuan konferensi pres. Ra Hee merasa ada yang aneh, Reporter Chae Eun menunjukkan berita baru seksual Woo Ji Han tentu saja ini memperburuk citranya. Ra Hee kaget dengan munculnya artikel yang ditulisnya.

Baru sapaan dari Woo Ji Han langsung dihajar berondong pertanyaan akan bukti baru kasus pelecehan. Woo Ji Han tak mengerti maksudnya. Wartawan lain berteriak bahwa berita itu dari Dong Myung, pasti berada di ruangan ini. Ji Han berdalih memohon kepada reporter yang menuliskannya untuk mengklarifikasi berita tersebut karena itu tidak benar. Situasi yang tidak kondusif membuatnya tertekan pergi meninggalkan.

12

Wartawan menghadang mobil Ji Han namun naas kecelakaan. Ra Hee yang melihatnya berurai air mata tak tahu harus berbuat apa. Ketua Ha dan yang lain melihat berita tsb penuh penyesalan.

Ra Hee langsung konfrontasi Ketua Ha bagaimana bisa artikel itu keluar. Ketua Ha berdalih karena ia tak mau menulis maka menyiarkannya. Ra Hee protes gegara karena berita tak benar membuat Ji Han hampir meninggal karenanya.

14

“Jika kamu tidak mau itu terjadi,Kamu harus menulisnya sendiri!”

“Aku sudah bilang padamu bahwa itu bukti palsu!”

“Itu pengadilan yang memutuskan! Kita hanya menulis berita. Seperti itukah wartawan? Lalu apa ini? Jurnalistik? Karena beberapa omong kosong rasa keadilan … Aku pikir hanya menonton mereka kehilangan pekerjaan?”

“Jadi Anda menulisnya untuk uang?”

“Iya. Lalu kenapa kalau aku lakukan? Aku menulis itu untuk uang. Tapi apa yang kau lakukan? Aku memberimu kesempatan. Mengungkapkan kebenaran atau korupsi! Atau mendapatkan uang dengan bukti palsu sepertiku! Tapi kau tidak melakukan apa pun. Entah mengapa kamu benar-benar tidak menulis itu? Kamu takut menghancurkan seseorang dengan sebuah tulisan. Kau tidak mau bertanggung jawab. Kamu tidak mau tanganmu kotor maka kamu hanya menonton. Apa aku salah? Apa aku salah? Kau biarkan perasaan pribadi masuk ke alur cerita? Kau sebut apa wartawan yang seperti itu? Mereka menyebutnya apa?”

“Wartawan sampah” ujar bawahan yang mendengarnya

Ra Hee memegang jidatnya dengan mata sayu

Keesokannya, Ketua Ha menanyakan keberadaan Ra Hee oleh rekannya dijawabnya sedang melaporkan kondisi Woo Ji Han. Ketua Ha protes harusnya melaporkannya terlebih dahulu.

Di Rumah Sakit, dokter yang bertugas merawat Woo Ji Han melaporkan kondisinya kepada wartawan. Selesainya, CEO Jang dating langsung dikerubungi oleh wartawan. CEO Jang belum bisa memberikan keterangan. Saat pergi meninggalkan kerumunan wartawan, CEO Jang menyapa Ra Hee. Ra Hee bilang “Aku tahu kamu telah merekayasa semuanya” CEO Jang pun berbalik dan menghadangnya silakan saja memang dengan artikel bisa membalik keadaan.

18

Rekannya Reporter Chae Eun Wo menghampiri Ra Hee ada apa gerangan. Ra Hee meminta bantuan kenalan pengacara karena ada eksploitasi, kontrak illegal dan rekayasa. Chae Eun Wo heran padahal ada yang ahli tentang itu.

Ra Hee pergi menemui Sun Woo bahwa Woo Ji Han tidak bersalah. Namun oleh Sun Woo melupakannya karena CEO Jang memiliki konekti di tempat tertinggi. Ra Hee tentu tidak bisa. Saran Sun Woo ada 2 pilihan yaitu cari Kim dan buat dia memihakmu dan buat artikel dugaan.

 

Komentar:

Maaf ya lama. Dunia jurnalistik seperti itu. Aku suka drama atau film korea jika nyangkut suatu profesi itu konfliknya utuh. Bahkan kekuatan nomer 4 di suatu negara selain legislatif, eksekutif dan yudikatif yaitu the power of media. Jika ingin menjatuhkan seseorang punya kenalan media aja bisa bikin artikel. Bahkan kalau kalian ada tugas ada diminta nulis ke media massa. Kalian bisa kok bayar jadi tulisannya dimuat. Kan ketua Ha sakit Hati karena profesinya, memang kerja di media gak sakit liver atau tipus bukan jurnalis sejati. Semua pebisnis kelas kakap apapun kawannya kalau gak politik ya media agar bisa bertahan dengan persaingan ya bisa dibilang gak sehat. Tapi karena kemajuan tinggi dengan kekuatan sosial media juga mampu kok