[K-Movie] Memoir Of Murderer – Part 4

Kim Byeong Soo gamang, ia kebingungan dengan apa yang terjadi. Ia kembali ke rumjah. Ia ketakutan sendiri.

Sosok kakaknya datang, bertanya apa yang terjadi pada adiknya.

Byeong Soo menceritakan kepalanya terasa sekarat, ingatannya memudar dengan acak. Ia takut jika mulai melupakan puterinya sendiri.

Kakaknya memeluknya. Ia pikir ini merupakan jawaban atas doanya selama ini, jika Byeong Soo mulai kehilangan ingatannya ka berubah menjadi anak kecil kembali, ia mengajak Byeong Soo ikut besertanya besok.

Terlihat sepatu putih kesayangannya bersama sepatu perempuan.

– MEMOIR OF MURDERER –

Byeong Soo kembali ke kamarnya, ia terkejut melihat seseorang yang tak asing duduk membaca jurnalnya. Ketika berbalik ia semakin terkejut ternyata itu adalah ayahnya.

Bagaikan mimpi buruk, ayahnya memanggil namanya sembari menyeringai. Keluar padi dari mulutnya,

Rupanya hanyalah mimpinya Byeong Soo. Ia terbangun dengan gusar. Tangannya diikat,

“Jurnalmu hebat..”

Puji Min Tae Ju. Byeong Soo berusaha mendekatinya. Min Tae Ju bisa membukanya, sandi jurnalnya adalah hari ulang tahunnya Eun Hee.

“Dasar kau bangsat!”

Dengan santai Min Tae Ju menoleh, bertanya angkuh

“Siapa aku sekarang? Min Tae Ju si pembunuh? Atau… pacar puterimu?”

Byeong Soo berusaha menggabai Min Tae Ju namun sia-sia. Ia berusaha mengambil benda untuk menyerang namun juga tak sampai. Min Tae Ju bertanya

“Apa yang dikatakan Chief Ahn?”

Min Tae Ju pikir pasti sekarang Kim Byeong Soo sudah tak memiliki sapu tangan noda darah itu. Ia juga mengganti jurnalnya dengan rusa.

Sepertinya Kim Byeong Soo ingin sekali membunuh Jo Yun Ju.. tapi kenapa tidak ia lakukan?.

Min Tae Ju beranjak dan mengambil ponsel Kim Byeong Soo, menyambungkannya ke Jo Yun Ju.

Ia mendorongkan ponsel tersebut ke Byeong Soo. Yun Ju senang menerima panggilan Byeong Soo.

“Maaf, salah sambung.” Ujar Byeong Soo mematikannya dengan penuh usaha.

Min Tae Ju pikir ia dan Byeong Soo adalah sama, sama-sama pembunuh.. jika Byeong Soo membunuh dengan alasan memusnahkan orang-orang picik.. lantas siapa yang memutuskan tindakannya Byeong Soo benar? Kita ini sama, aku membunuh siapapun yang ingin kubunuh. Apa bedanya?.

Benar, sejak awal aku langsung bisa mengenalimu. Kau memiliki aura yang sama denganku, gelap.

“Jangan sentuh Eun Hee!”

“Jika aku ingin membunuhnya sudah aku lakukan sejak dulu”

Min Tae Ju menginginkan Byeong Soo menggantikannya sebagai pelaku pembunuhan berantai baru-baru ini, jika ia lakukan maka akan Min Tae Ju pertimbangkan membunuh Eun Hee tidak.

Min Tae Ju memilah-milah suntikan dan berpikir baiknya bagaimana cara membunuh Eun Hee.

“Bunuh aku saja!”

“Kau tidak boleh mati. Setidaknya jika aku masih hidup. Biarkan puterimu yang menebus dosa-dosamu.”

Min Tae Ju menusukkan suntikannya ke Byeong Soo. Byeong Soo terjatuh lemah.

“Kau pasti diberkati. Hiduplah di neraka walau sebentar, lagipula kau akan segera melupakannya.”

Keesokan harinya Byeong Soo merasa bingung. Apakah kejadian Min Tae Ju mendatanginya hanyalah halusinasinya lagi atau merupakan kenyataan yang samar-samar ia lupakan?.

Ia panik, keluar dari kamar dan melihat kakaknya menyiapkan makanan. Ia terburu-buru menuju kamar Eun Hee, mengemasi barangnya dan menyuruhnya menginap di biara bersama bibinya. Eun Hee tampak tidak setuju.

Byeong Soo menyewa taksi dan meminta kakaknya menjaga Eun Hee selama beberapa hari.

Sebelum ingatannya menghilang, ia hanya punya satu tujuan. Yaitu membunuh Min Tae Ju. Ia mengawasi Min Tae Ju dan membuntutinya.

Min Tae Ju santai saja diekori Kim Byeong Soo. Sesampainya di rumah tua, dari padang ilalang ia mengamati Min Tae Ju memasukkan kopor besar ke bagasi.

Ia menggeledah rumah Min Tae Ju, ia temukan handycam di kulkas.

Rekaman Jo Yun Ju yang meminta ampun jangan dibunuh. Ia lalu memberitahukan temuannya ke Chief Ahn

Chief Ahn melihatnya, inilah kenapa restoran seafood tutup. Rupanya pemiliknya dibunuh. Byeong Soo sangat curiga dengan Min Tae Ju. Namun Chief Ahn dan rekannya salah paham

Min Tae Ju datang, berkat liciknya memanipulasi iapun justru membuat semua tuduhan berbalik ke Kim Byeong Soo. Ditemukan sidik jari di camcorder, log panggilan terakhir dari Kim Byeong Soo.

Merasa difitnah, diperlakukan tidak adil. Byeong Soo murka, ia hendak menjotos Min Tae Ju namun ditahan.

Ia tak terima dituduh membunuh, jumat malam saja ia tak bertemu dengan Jo Yun ju. Ia teringat pula ternyata malam itu Min Tae Ju benar menemuinya di rumahnya.

Chief Ahn meminta alibinya Byeong Soo sebagai pembuktian tidak bersalah.

“Dimana Eun Hee? Sudah 4 hari aku tidak bisa menghubunginya.”

Byeong Soo menyeringai mendengarnya, ia takkan memberitahukan dimana keberadaan Eun Hee. Puterinya bisa dalam bahaya.

Chief Ahn memaksanya untuk buka suara, polisi akan melindunginya. Kalau perlu Chief Ahn sendiri yang akan turun tangan. Jika tidak diberitahukan keberadaan Eun Hee maka Byeong Soo terpaksa harus ditahan.

Byeong Soo mengatakan Eun Hee ada di biara bibinya.

“Bibi? Maksudnya kakaknya Hyungnim?” Tanya Chief Ahn sangsi.

Namun Min Tae Ju menjelaskan sebenarnya ia pernah diberitahu Eun Hee bahwa ayahnya sering mengkhayal tentang kakak perempuannya. Byeong Soo keukeuh yakin ia tak berbohong. Min Tae Ju menantangnya, meminta pembuktian.

Byeong Soo naik ke mobilnya, ia mencari kontak “Kakak” tidak ada. “Maria” pun tak ada. Ia panik, hingga memutuskan kabur dengan mobilnya dengan gegabah. Hendak merusak mobil polisi. Ia akhirnya kabur, Min Tae Ju tersenyum menyaksikan kepergiannya.

Byeong Soo mendatangi biara yang ia maksudkan.

Rupanya merupakan bangunan lama yang telah usang dan tak terawat, ketika sebelumnya terlihat ia mengobrol dengan kakaknya, sebenarnua itu hanya halusinasinya semata, ia teringat disuatu waktu ketika ia masih muda sekali..

Pulang ke rumah dengan riang menyembunyikan sepatu putihnya di dalam seragam sekolah, memanggili kakaknya “Nuna!”

Ia menemukan kakaknya tergantung tak bernyawa di kamar sebelah.

“Nuna..”

Sepatu kesayangannya terjatuh.

Di hutan bambu ia kebingungan, pikirannya kacau. Ia mulai berpikir bahwa bisa saja ia memang membunuh Jo Yun Ju namun setelahnya lupa ingatan.

Bisa saja ia yang membunuh Eun Hee dengan tangannya sendiri tanpa menyadarinya.

Ia benar-benar bingung.

Chief Ahn dengan Min Tae Ju membicarakan Kim Byeong Soo, tidak bisa ditangkap sekarang karena kurangnya bukti. Chief Ahn pikir pasti karena pelaku menderita demensia pasti diberi keringanan. Meski tak mau memikirkannya, ia ragu apakah Eun Hee juga terbunuh? Tidak, tidak, tidak… aku yakin dia masih mengingat Eun Hee anaknya.

Dalam perjalanan pulang dari hutan bambu, Kim Byeong Soo sembari merenung. Ia ingat semuanya sekarang, 17 tahun yang lalu pembunuhan terakhirnya.

Wanita itu adalah ibunya Eun Hee, berselingkuh dengan pria lain. Di hutan bambu ia membunuh pria selingkuhannya, Byeong Soo sudah mengasihinya..

Katakan saja sejak kapan berselingkuh? Dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Lalu mereka bisa pulang ke Eun Hee di rumah.

Istrinya tak mau mengatakannya, ia pikir toh jika ia katakan pasti akan tetap dibunuh. Ia memohon Eun Hee jangan dibunuh, bunuh saja dirinya.

Melihat tatapan wanita tersebut ia mulai meragu, ia berpikir Eun Hee bukanlah puteri kandungnya. Ia mencekik leher wanita tersebut.

Pulangnya ia mengalami kecelakaan. Ketika mengemudi ia berusaha meraih foto Eun Hee kecil, ia dapatkan namun mobilnya terbentur sesuatu di depan karena tadi melepaskan tangannya dari kemudi.

Mobilnya terbalik dan ia terpental jatuh keluar. Ia bangun dan mencari keseimbangan. Kembali lagi ke mobilnya.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s