​[K-Movie] Memoir Of Murderer – Part 3

    Kim Byeong Soo dan Chief Ahn bertemu, mie kacang hitam mereka sudah sampai. Chief Ahn menanyakan tentang klinik hewan Kim Byeong Soo sudah berhari-hari tutup, apa demensianya sudah semakin parah?. Ada baiknya jual saja dan pindah ke tempat yang lebih baik, demi Eun Hee juga, daripada membusuk di kota ini. Kim Byeong Soo balas bertanya, lantas mengapa Chief Ahn masih betah tinggal di sini?.

Chief Ahn bercerita, apa Hyungnim ingat supermarket doremi? Di sebelahnya ada sebuah toko dan Chief Ahn sering kesana untuk membeli rokok merk 88 light. Seorang gadis penjaga tokonya sampai hafal jika tiap pagi dan malam ia akan membeli rokok tersebut, jika malamnya Chief Ahn belum berkunjung maka tokonya belum ditutup. Gadis itu menantinya dan suatu hari menasehatinya “Ajussi, jangan terlalu banyak merokok..”

Setelah mengatakan itu, gadis itu menghilang. Ibunya meminta Chief Ahn menemukan anaknya walau hanya jasad. Semenjak saat itu Chief Ahn tidak pernah merokok lagi.

Jadi tujuannya tetap tinggal adalah, menemukan pembunuh berantainya dan kembali merokok. Bahkan rokok terakhir yang ia beli dari gadis itu masih ia simpan. Sudah 17 tahun berlalu, sepertinya kasus pembunuhan berantai baru-baru ini didalangi orang yang sama. Kim Byeong Soo merespon, bisa saja bukan.

Mobil polisi datang menjemput Chief Ahn.

Sebelum pergi Chief Ahn mengatakan bahwa pemilik mobil yang Hyungnim cari dari platnya itu.. milik petugas polisi Min Tae Ju dari Divisi Info. Berdamai saja, jangan mempermasalahkannya. Karena Kim Byeong Soo terlihat kebingungan mendengarnya, Chief Ahn berpikir ia melupa lagi.

Chief Ahn menyuruh Hyungnim melupakannya saja. Ia pamit pergi. Setelahnya Kim Byeong Soo mulai merangkai ingatannya, ia dengarkan rekaman tentang Eun Hee yang berpacaran dengan Min Tae Ju, modus 2 pembunuhan baru-baru sama.. arterinya diputus hingga darahnya habis, bobot korban berkurang banyak dan mudah diangkut. Ia dengarkan semua rekaman yang bertautan, ia sadar Eun Hee sekarang dalam bahaya.

Ia bergegas menghubungi Eun Hee dan sambil menaiki mobilnya. Eun Hee sedang menonton film dengan Min Tae Ju, ia akan menghubungi ayahnya nanti.

Ayahnya menyusulnya. Mencari-cari dimana Eun Hee, ia tak lama kemudian malah ikut menyaksikan film komedi. 

Namun tawanya selalu telat ketimbang penonton lain, ia bahkan mengambil popcorn dari penonton sebelahnya. Ia bahkan kebingungan kenapa menangis sendirian.

Kamudian ia menuju kantor polisi untuk melaporkan anaknya dibawa pembunuh berantai. Kebetulan beberapa petugas sedang terlibat adu dorong dengan beberapa warga asing. Tidak ada yang menggubris kekalutannya, si petugas lainnya malah asyik main anjing *kkkk

Eun Hee menghubunginya, ia bilang hanya ke bioskop. Kemudian Kim Byeong Soo pulang, ia menanyakan dimana Min Tae Ju?

“Pulang ke rumahnya?”

“Bagaimana kau bisa mengenalnya?”

“Kebetulan saja”

“Kebetulan bagaimana?” 

Eun Hee bilang ia diantarkan pulang, malam hari pulang sendirian menurut Min Tae Ju berbahaya.

“Bagaimana kau bisa masuk mobil orang asing?!”

Ayahnya marah besar, menyeret Eun Hee ke dalam rumah. Byeong Soo memperingatkan Eun He bahwa ia tahu siapa Min Tae Ju!

Eun Hee sudah menyergahinya terlebih dahulu, Min Tae Ju dengan ayahnya pernah terlibat insiden kecelakaan.

Eun Hee tahu Ayahnya menuduh Tae Ju adalah seorang pembunuh. Namun Eun Hee bilang menurut Min Tae Ju.. Ayahnya-lah yang berkemungkinan besar membunuh, bisa jadi ayahnya ke waduk untuk membunuh. Kalau tidak mengapa sepatunya penuh lumpur? Bagaimana ayah menjelaskannya? Apa tahu betapa khawatirnya Eun Hee ketika menyeka lumpur di sepatu ayahnya? Ia bukannya menuduh ayahnya..

Ia mempercayai ayahnya, tak ingin mempercayai pemikiran Min Tae Ju. 

~ MEMOIR OF MURDERER ~

    Byeong Soo menuliskannya ke dalam jurnalnya. Ini bukanlah suatu kebetulan, diantara Min Tae Ju dan Kim Byeong Soo telah sama tahu mereka adalah pembunuh. Min Tae Ju memanfaatkan Eun Hee untuk memancing Kim Byeong Soo.

Byeong Soo memberikan sampel darah dari bagasi Min Tae Ju untuk Chief Ahn periksa. Chief meragukannya.

Min Tae Ju merupakan polisi. Byeong Soo tak menyerah, apa bedanya jika polisi dan tidak? Ia tetap bisa membunuh. Chief Ahn menatapinya dengan curiga, 

“Jangan menatapiku seperti itu. Ingatanku jelas hari ini. Tidak, katakanlah aku sedang kambuh. Lantas apa yang akan terjadi jika yang kukatakan adalah sungguhan?”

Chief Ahn akan mengusahakannya. Ia akan mengirimkannya ke lab. Butuh waktu sekitar seminggu.

   Min Tae Ju mengunjungi Eun Hee yang tengah bekerja. Eun Hee senang melihatnya.

“Berpura-puralah aku konsumen..”

Eun Hee tersenyum pada Min Tae Ju.

“Tidurmu nyenyak semalam?”

Eun Hee membenarkan.

Tak lama kemudian Byeong Soo datang ketika Eun Hee dan Min Tae Ju keluar.

  

Eun Hee ditarik dan masuk ke mobil. Kim Byeong Soo memperingatkan Min Tae Ju untuk jangan mendekati Eun Hee. 

“Kami saling mencintai.”

Kim Byeong Soo terkekeh mendengarnya.

“Hentikan omong kosongmu. Aku tahu siapa kau. Dan kau tahu siapa aku.”

Byeong Soo membisikinya “Kau adalah pembunuh berantai. Sialan”

Min Tae Ju tak banyak berkutik. Ia balik menuduh apa Kim Byeong Soo tengah mengaku sekarang?.

“Aku tidak ingat. Aku menderita demensia.”

Entah kebetulan atau bukan, yang jelas ia tak mau Min Tae Ju mendekati Eun Hee lagi. Ia tak menghiraukan siapa saja yang dibunuhi Min Tae Ju.. asal bukan Eun Hee.

Jika tetap menemui Eun Hee ia tak segan akan merobek Min Tae Ju dan menguburkannya ke tanah paling dalam.

Eun Hee memprotes ayahnya. Bukankah ayah tahu sendiri Tae Ju bukanlah orang jahat!? Kenapa kenapa?!

Cukup 1 minggu! Ayahnya tak mau Eun Hee menemui Tae Ju selama itu, setelahnya terserah mau berkencan atau menikah. 

Eun Hee dikurung di kamar dengan pintu digembok. 

Kim Byeong Soo sedang mempersiapkan dirinya untuk duel 1 lawan 1 dengan Min Tae Ju. Pertarungan habis-habisan tersebut membutuhkan kekuatan fisik, sebelum lehernya dijerat Min Tae Ju.. ia ingin mencengkeram lehernya terlebih dahulu.

Ia melatih tangannya, push-up, hand-stand, sayangnya Min Tae Ju  lebih muda darinya dan jelas kekuatan fisiknya lebih baik. Sudah 17 tahun berlalu semenjak pembunuhan Kim Byeong Soo.

Dulu ia mampu membelah apel dengan tangan kosong. Sekarang mati-matian pun tak bisa. Akhirnya ia gigit saja apelnya karena frustasi. 

“Pentobarbital sodium, ini digunakan untuk membius babi dan sapi. Aku mungkin akan membutuhkannya.”

~ M E M O I R OF MURDERER ~

   Kim Byeong Soo mengantarkan Eun Hee. Eun Hee akan dijemput pukul 6 nanti. 

Ia juga membuntuti Min Tae Ju sampai ke rumahnya. Min Tae Ju sangat sadar ia diawasi. Kim Byeong Soo tak mengalihkan pengawasannya sedikitpun.

Ia kebelet pun tak bisa keluar dari mobil. Akhirnya ia gunakan botol bekas minumnya tadi.

Ia harap Min Tae Ju segera tidur.

Sayangnya lupanya kambuh.. tandanya adalah jika matanya kirinya berkedut, ia lupa jika yang ada di botol tadi adalah air seninya, walhasil ia meminumnya sampai tandas.

   Ia keheranan kenapa bisa ada di teras rumahnya. Tak ingat apa-apa. Min Tae Ju datang untuk melamar Eun Hee.

“Menikah setelah satu bulan berpacaran? Tidakkah kau terlalu terburu-buru? Eun Hee masih kecil, tidak tahu apa-apa.”

“Kami bisa tumbuh bersama.” (Hahahah.. uuuh, )

Ia juga mengatakan ia menderita demensia, itu sulit bagi Eun Hee merawatnya. Ia harap keduanya bahagia, jika Eun Hee bahagia itu bagus bagi Byeong Soo dan sepertinya akan pindah ke rumah sakit saja.

Eun Hee yang menyiapkan makanan sedari tadi datang. Memprotes ucapan ayahnya.

Ayahnya minta dibawakan bir, Eun Hee melarangnya. Ayahnya ingin minum untuk merayakan pernikahan keduanya. Eun Hee mau tak mau mengambilkannya.

“Sepertinya ini bukan pertama kalinya kita bertemu” 

“Kita sudah beberapa kali bertemu, beberapa hari yang lalu juga.” Tukas Min Tae Ju.

“Apa yang aku katakan?”

“Kau memberkati pernikahan kami.”

“Baiklah..”

Ia tertawa. Minta waktu sebentar dari Min Tae Ju. Ia kembali ke kamarnya

Seingatnya ia tak pernah memberkati apapun. Terakhir kali ia mengancam Min Tae Ju. Ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menghabisi Min Tae Ju. Ia ambil suntikan babinya untuk menghabisi Min Tae Ju.

Ia menjalankan aksinya. Namun sayangnya hanya halusinasinya, ia mengurungkan niatnya ketika Eun Hee memanggilnya

Keduanya mengantarkan kepergian Min Tae Ju. Byeong Soo melihat lihat leher Eun Hee merah-merah, ia menduga ini perbuatan Min Tae Ju.

Ia menarik Eun Hee ke rumah, 

  Bukankah sudah ia bilang jangan menemuinya selama seminggu? Kenapa juga Eun Hee membawanya pulang ke rumah?. Eun Hee bilang lehernya begini karena dicekik ayahnya, ini sudah lebih dari seminggu. Dan yang meminta Min Tae Ju dibawa kemari adalah ayahnya.

“Maafkan aku ayah, aku tak bisa melakukan ini lagi.” Eun Hee meninggalkannya.

Kim Byeong Soo linglung, ingatan seminggu terakhir lenyap begitu saja. Ingatannya mungkin datang dan pergi, sedangkan kebiasaan tangannya untuk membunuh tak pernah pudar. Ia khawatir jika tanpa sengaja membunuh Eun Hee. Ia harus memperkuat ingatan bahwa Eun Hee adalah puterinya.

Ia menemui Chief Ahn menanyakan hasil pengecekan darah.  Chief Ahn bilang itu adalah darah hewan, mungkin rusa. Chief Ahn jadi bahan tertawaan di lab karena dugaannya. Ia mengembalikan sampel darahnya ke Kim Byeong Soo.

Kim Byeong Soo gamang, bagaimana jika ia memang salah? Bagaimana jika kesimpulan Eun Hee tentang sepatunya yang kotor karena lumpur, terakhir kali kecelakaan dia dari hutan bambu, bagaimana jika ialah pembunuh berantainya?. Byeong Soo mulai meragukan ingatannya sendiri.

Lanjut part 4 sampai end.

 Terima kasih… ❤

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s