Di suatu rumah kayu tua dalam hutan. Seorang gadis tengkurap merintih kesakitan dengan darah menggenang di bawahnya, kaki serta tangannya diikat, seseorang kemudian menjerat lehernya dari belakang.

Kim Byeong Soo berkendara, ia hendak mengambil alat perekamnya. Tanpa sengaja mobilnya menabrak mobil di depannya. Bagasinya terbuka, Kim Byeong Soo keluar untuk melihat. Darah menetes ke aspal. Curiga, ia mengambil sampel darahnya dengan sapu tangan dan memasukkannya ke dalam saku.

Pemilik mobil keluar, ia adalah Min Tae Ju (Kim Nam Gil) menyeringai dan menutup bagasinya dengan santai. 

Byeong Soo tetap menatapinya curiga serta waspada. Min Tae Ju ingin kecelakaan ini tidak usah diperpanjang masalahnya. Melihat Byeong Soo masih curiga, ia dengan tenang mengatakan di bagasinya itu rusa yang mati. Entah muncul dari mana tadi sehingga tertabrak olehnya.

Byeong Soo hendak menawarkan perbaikan, tapi Min Tae Ju tetap tidak ingin diperpanjang urusannya. Lupakan saja.. ia tak apa-apa, mari urus mobil masing-masing. Byeong Soo tetap ingin bertukar kartu nama demi jaga-jaga agar tak ada kesalahpahaman.

Meski tak setuju dengan ide Kim Byeong Soo, Min Tae Ju menerima kartu namanya dengan wajah masih tersenyum.

“Kartu bisnismu?”

Kim Byeong Soo meminta, namun Min Tae Ju hanya menyeringai dan segera meninggalkannya.

Kim Byeong Soo merekam kecurigaannya, plat nomor dan kesimpulan bahwa pria yang baru ia temui adalah seorang pembunuh. 

Di tempatnya Kim Byeong Soo mengecek darahnya, ternyata golongan darah O. Tidak ada rusa bergolongan darah O, pasti milik manusia.

Kim Byeong Soo pikir, berarti di kota ini terdapat dua orang pembunuh. Ia mulai khawatir jika Min Tae Ju menyadari bahwa Kim Byeong Soo juga seorang pembunuh.

Kim Byeong Soo berselancar di internet. Melihat berita kasus pembunuhan siswi SMA Kanghwa, khawatir.. Eun Hee berada dalam bahaya sekarang.

Kim Byeong Soo menghubungi polisi atas temuannya, ia tak menyebutkan namanya.

Hari lainnya beberapa petugas mendatangi Min Tae Ju menanyakan apakah Min Tae Ju pembunuh berantainya? 

Sontak mengundang tawa, karena tak ada yang percaya. Min Tae Ju bilang ia membawa rusa di bagasinya kemarin.

Di rumah, Kim Byeong Soo mempersiapkan makanannya. Ponselnya berbunyi, rupanya ikut tergoreng dengan lauknya. Ia ambil dan angkat panggilannya.

Panggilan dari Min Tae Ju, mengatakan soal mobil berplat yang Kim Byeong Soo laporkan itu bukannya membawa tubuh manusia, melainkan membawa rusa. Min Tae Ju ingin Tuan Kim melupakannya saja, itu bukan apa-apa.

Kim Byeong Soo tak tau yang meneleponnya adalah Min Tae Ju. Min Tae Ju lalu mematikan panggilannya dengan geli.

Kim Byeong Soo kesal dengan polisi yang menurutnya bodoh, ia akhirnya menyelidikinya seorang diri. Modus 2 pembunuhan sebelumnya menurutnya sama, arterinya diputus, bobot tubuhnya berkurang dan bisa diangkut.

Ia memahami jalan pikiran pembunuh berantainya dengan memposisikan dirinya sendiri, jika itu aku maka akan membawanya ke waduk, tak akan jauh-jauh.

Ia benar, jasad gadis ditemukan mengambang.

Kim Byeong Soo melaporkan temuannya sebagai anonim.

Min Tae Ju asyik sendiri mengamati petugas lainnya, ia sampai tak merespon pertanyaan rekannya. Ia bahkan tersenyum.

Min Tae Ju mendatangi klinik hewan Kim Byeong Soo. Sayangnya tertempel kertas pemberitahuan ditutup sementara waktu. 

Eun Hee dan teman-temannya kebetulan melintas, dengan ramah Eun Hee bertanya ada keperluan apa? Pasti karena ingin memeriksakan kucingnya.

Min Tae Ju mengabaikannya, tak menghiraukannya. Namun ketika Eun Hee mengatakan minta maaf karena ayahnya sedang tidak enak badan.. Min Tae Ju segera menoleh dan tertarik.

Eun Hee menyarankan kucingnya dibawa ke dokter hewan di kota saja. 

Mereka lalu meninggalkan Min Tae Ju, salah satu teman Eun Hee mengatakan Min Tae Ju itu polisi, ia memotong rambutnya di salon ibunya. 

Min Tae Ju sendiri memperhatikan Eun Hee, terpikirkan suatu rencana.

Kim Byeong Soo meminta bantuan Chief Ahn untuk menemukan plat mobil, tabrakan lari. Akhir-akhir ini Chief Ahn disibukkan oleh kasus pembunuhan berantai. Ketimbang melaporkannya Kim Byeong Soo memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Chief Ahn penasaran apakah Kim Byeong Soo sekarang sudah mengingatnya?

Byeong Soo menyebutkan namanya. Chief Ahn tertawa, kadang ini membuatnya bingung.

Eun Hee pulang larut malam, Min Tae Ju mendekatinya. Melihat pria dengan kucing tadi pun Eun Hee tidak curiga, ia menyapanya dan mengambil kucing Min Tae Ju.

Min Tae Ju mengkhawatirkan Eun Hee apa tidak apa-apa gadis mungil sepertinya pulang larut? Berbahaya, ia menawarkan tumpangan pulang. Karena Min Tae Ju adalah polisi, Eun Hee menyambut tawarannya.

Mondar-mandir Kim Byeong Soo menantikab kepulangan Eun Hee. Namun melihat bayangan wanita membuatnya gelap mata, dikiranya wanita itu orang lain dan menyerangnya.

Eun Hee dicekik. Eun Hee bingung apa yang terjadi sebenarnya?. 

Ayahnya tersadar, setelahnya.. di dalam ruangannya ia mulai memikirkan kemungkinan lain

Bagaimana jika ialah pembunuh berantai yang dicari-cari polisi selama ini? Bagaimana jika ia hanya berhalusinasi soal tabrakan dengan Min Tae Ju? Padahal ia sendiri yang membawa mayatnya?. Ia mulai meragukan pemikirannya.

Kim Byeong Soo merasa penyakitnya semakin parah, ia pikir ia seharusnya dirawat di RS atau panti jompo saja. Eun Hee tidak setuju, selama ia masih sanggup merawat ayahnya ia takkan melakukan itu.

Eun Hee menjambak rambut ayahnya, ternyata sudah memanjang. Lalu Eun Hee memangkasinya. Byeong Soo berkomentar riasan Eun Hee makin hari makin tebal, sebelumnya bahkan tidak pernah memakai lipstik.

Eun Hee bilang ia ini juga perempuan, putrinya ini juga sedang memikirkan untuk berkencan. Lantas bagaimana dengan ayahnya? Apa di kelas puisi ada wanita yang menarik perhatiannya.

Ayahnya tidak suka membicarakan hal semacam itu. Ia meminta direkamkan lagi Spring Rain, tanpa sengaja ia menghapusnya. Eun Hee mengeluh, bagaimana ayahnya bisa kencan jika kelakuannya seperti ini?. Ayahnya pikir toh sebentar lagi ia akan memakai popok. Eun Hee dengan sabar mengatakan baginya tak masalah, sewaktu kecil ayahnya lah yang mengganti popoknya. Sekarang giliran Eun Hee yang merawat ayahnya.

Eun Hee selesai dan memuji ayahnya terlihat tampan dan berkencanlah. Ia juga berselfie dengan ayahnya.

Kim Byeong Soo mendatangi biara Maria. Menjumpai kakaknya, kakaknya bertanya apa yang membawa Byeong Soo kemari tanpa menghubungi terlebih dahulu?.

Byeong Soo menanyakan panti jompo sekitar, ia tak ingin menyusahkan Eun Hee. Lebih baik menyusahkan kakaknya, ia menderita demensia, sepertinya ini merupakan hukuman bagi dosanya. Mengetahui hal tersebut kakaknya segera berdoa dalam haru.

Byeong Soo kemudian pamit, akan mengunjunginya di lain waktu. Ia meninggalkan makanannya di kursi kayu.

Sebelum pergi kakaknya menahannya, ia ingin Byeong Soo melupakan peristiwa silam. Ia mendoakan adiknya setiap hari, biar kakaknya saja yang menanggung dosa Byeong Soo. Dalam hati Byeong Soo sangsi apakah kakaknya masih bersedia mendoakannya jika mengetahui bukan hanya ayah mereka yang ia bunuh?.

Pengajar di kelas puisi menjelaskan, mengutip dari kata-kaya Nietzsche “Tidak ada setan dan tidak ada neraka, atau hal menakutkan lainnya. Jiwamu akan mati lebih cepat ketimbang tubuhmu.”

Byeong Soo sudah muak dengan kelas puisi ini, ia hendak membunuh pengajarnya. 

Pulangnya Yun Ju agresif mengejarnya meski sudah menghindar. Memaksa minta tumpangan, padahal sudah naik tanpa dipersilakan.

Jo Yun Ju mengajaknya menonton film. Byeong Soo bilang ia tak suka film karena semuanya palsu.

“Lalu hal nyata apa yang suka kau lakukan? Selain menulis puisi”

“Membunuh”

Byeong Soo mengerem mendadak dan menoleh ke kanan, Yun Ju sudah kegeeran tapi Byeong Soo mengenyahkan kepalanya untuk melihat lebih jelas. 

Eun Hee bersama Min Tae Ju. Byeong Soo menjauhkan Min Tae Ju dari Eun Hee. Eun Hee kesulitan menjelaskan, Min Tae Ju berinisiatif mengatakan ia adalah pacarnya Eun Hee.

Eun Hee diajak pulang karena sudah hendak malam. 

Jo Yun Ju menyapa Eun Hee juga.. ia adalah sesama orang yang menghadiri kelas puisi, memujinya cantik sekali dan membantunya.. malam apanya? Ini masih siang bolong juga.. 

Kim Byeong Soo menarik Eun Hee mengajaknya pulang, Eun Hee menolak. Min Tae Joo bilang ia akan mengatarkan Eun Hee pulang dengan selamat, ia ini polisi. Byeong Soo merasa tak asing dengan Min Tae Joo.

Jo Yun Ju akhirnya mendorong Kim Byeong Soo ke mobil. Biarkan anak muda dengan urusannya.

Dalam mobil Yun Ju memihak Min Tae Ju polisi, itu pekerjaan yang bagus dan cocok juga dengan  Eun Hee. Ia penasaran mau dibawa kemana dia ini?. Kim Byeong Soo malah bertanya

“Sudah lama aku ingin mengatakan ini.”

Yun Ju kembali ge er.. 

“Siapa kau?” Tanya Byeong Soo. Yun Ju diturunkan begitu saja di pinggir jalan. Ia mengumpat “Sial. Apa aku orangnya mudah dilupakan?” (Hahhaha)

Kim Byeong Soo merekamnya. Eun Hee punya pacar, Min Tae Ju seorang petugas polisi. Mungkin hal yang baik.

Eun Hee merasa tidak enak dengan sikap ayahnya pada Min Tae Ju. Min Tae Ju memakluminya, semua ayah pasti tidak akan senang dengan pacar puteri mereka. Sebenarnya ia pernah berjumpa dengannya sebelumnya, namun karena ayahnya tak ingat.. ia memilih berpura-pura tak ingat.

Eun Hee sedikit terkejut. Namun Min Tae Ju bilang pertemuan mereka hanyalah insiden kecelakaan kecil saja. Ia juga pernah dengar dari Eun Hee bahwa ayahnya demensia.

“Iya, mungkin alzheimer.”

“Apa tidak sulit merawatnya?”

“Sesekali, dia seperti orang asing.”

“Ngomong-ngomong kenapa dia ke Aoewol Junction?”

Eun Hee bercerita bahwa ayahnya mungkin ke hutan bambu, beliau membeli tanah dan menanaminya bambu. Sering kesana untuk berjalan-jalan, sayangnya tak jarang ia tersesat.

Mengetahuinya membuat Min Tae Ju memikirkan sesuatu.


KOMENTAR:

Giyeom… imut.. Kim Nam Gil + kucing: ❤ hahahah

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s