Sabina sejak meninggalkan Amar terus berpikir. Apakah mungkin Amar menduakannya? Mereka baru menikah berapa lama? Kenapa tega sekali? Ia bukannya impoten, ia hanya keguguran karena terpeleset sisa-sisa air hujan. Apa iya ayah dan ibunya Amar tidak sabaran menantikan cucu sampai menyuruh anak sulungnya menikah lagi? Masuk akal di bagian mananya?. Di perjalanan ia melamun…

Advertisements

"Benar. Kita berhenti saja. Lagipula kesempatan ini hanyalah hadiah pemberian Tuan Tan. Bukanlah masalah besar. Jika kita tidak bersaing, maka tidak akan kalah. Jika kita tidak kalah maka kita takkan melukai kebanggan kita." Lijun marah. Ia ambili barang-barangnya dan hendak pergi. Ia telah banyak melihat anak-anak seperti mereka.. tidak berharga. Qianjin menahannya "Tunggu! Aku tidak…