[K-Movie] You Call It Passion – Part 02

Do Ra Hee menerima panggilan dari Direktur, meminta disambungkan ke Ha Jae Gwan. Terdengar terburu-buru dan marah, Ra Hee dengan manis bertanya ini siapa?

“Kau tidak tahu siapa aku?”

“Aku tidak mempunyai kemampuan mengenali orang hanya dari suara”

Direktur mengkal mendengarnya, ia balik bertanya sedang bicara dengan siapa ini?. Ra Hee malah bertanya, tebak siapa?. 

Setelah mengetahui itu Direktur, Ra Hee bersembunyi di bawah meja. 

Sementara Direktur mencak-mencak berkacak pinggang di lantai dua menunjuki siapa pelaku kurang ajar tadi.

Di ruangannya Direktur, Ha Jae Gwan berbaring dan membacai artikel buatan Do Ra Hee dan tertawa-tawa, berani juga pembahasannya. Artikel tentang boyband baru yang bekerja diperas oleh bosnya, Direktur ingin wartawan yang menulis artijel tersebut dipecat dan diperbaiki artikelnya karena bos boyband tadi merupakan keponakan orang penting bagi mereka, telah banyak memasang iklan di perusahaan mereka.

Ha Jae Gwan merasa tidak masuk akal memecat satu karyawan hanya demi artikel ini. Direktur tidak mau ambil pusing, ini demi kelangsungan hidup mereka. Atau kalau tidak mau.. Jae Gwan saja yang dipecat?. Ha Jae Gwan kesal mendengarnya,Ha Jae Gwan naik darah dan beranjak hendak memukul Direktur. Direktur takut-takut, ia bilang hanya bercanda..

Ha Jae Gwan hendak pergi, Direktur bertanya siapa wartawan gila yang mengangkat teleponnya tadi?

Ha Jae Gwan lihat penulis di artikel yang dibawanya, rupanya Do Ra Hee.

Senior yang menyerahtugaskan Ra Hee dimarahi karena membuat pemagang menulis artikel ini. Ra Hee dipanggil dan dimarahi juga.

Ha Jae Gwan bertanya apa Ra Hee pernah menyapai para senior dari seksi yang lain?. Ra Hee mengiyakannya. Namun Ha Jae Gwang pikir pasti Ra Hee menyapa mereka hanya ketika tidak sengaja berpapasan di lorong atau kamar mandi. Ra Hee menjawab, itu karena seniornya ada banyak dan tidak ada waktu menyapa mereka semua.

Ha Jae Gwan kemudian membuat Ra Hee menyapa semua orang. Ketika membungkuk menyapa Ha Jae Gwan memperingatkan Ra Hee dadanya kelihatan. Ra Hee lalu memegangi kaosnya sembari menyapa.

Herannya di televisi, terlihat boyband baru hanya beberapa saat lalu Ra Hee interview memenangkan sebuah penghargaan dan berterima kasih pada sajangnim perusahaan mereka. Ra Hee bukan main kagetnya, padahal dibelakang mereka menjelek-jelekkan bos mereka.

Makan malam perusahaan. Seorang pemagang hendak memprotes aksi tidak senonoh Direktur padanya, namun Direktur menyergahi ia bilang ia menepuk-nepuk bahu demi menyemangati si pemagang.. tidak ada maksud lain karena tulisan si pemagang agak aneh.

Si pemagang kalah, ia memilih duduk diam. Direktur meminta maaf dengan ala kadarnya.

Ha Jae Gwan balas membahas haruskah ia meminta maaf pada Do Ra Hee juga? Ia tadi secara tidak sengaja melihat dadanya, beberapa orang kaget.. terlebih Seo Jin. Daripada memperpanjang kesalahpahaman, Ra Hee memilih tidak mempermasalahkannya.. lagipula tak ada yang lihat dan murni kecelakaan. 

Seorang senior memuji Ra Hee sepertinya akan betah bekerja di perusahaan, mereka kemudian bersulang untuk Ra Hee. Ra Hee pun minum, Seo Jin adalah orang yang paling khawatir disituasi ini. Ra Hee akan menjadi masalah jika mabuk.

Tidak ada yang peduli Ra Hee mabuk kecuali Seo Jin. 

Semuanya pergi sendiri-sendiri, Ra Hee bertingkah manja dan minta digendong pulang. Seo Jin luluh melihatnya dan menggendongnya pulang, ia harap Ra Hee tidak muntah di bajunya.

Pagi harinya Ra Hee terbangun dengan terkejut kenapa Seo Jin ada di kamarnya?. Seo Jin santai menjawab, karena Ra Hee memintanya tinggal. Ra Hee tanya apa ada hal lain yang terjadi semalam? Seo Jin setengah bercanda membenarkan. Ra Hee panik, ia ingin Seo Jin melupakab apa-apa semalam. Seo Jin mengoreksi, tidak ada apapun.. ia cuma tidur, lagipula ia tidak mungkin menyentuh gadis yang mabuk.

Seo Jin bertanya apa mereka tidak pacaran? Bukannya Ra Hee yang ingin mereka pacaran?. Ra Hee sama sekali tidak ingat. Seo Jin kembali tidur, Ra Hee pikir tak masalah.. jangan dilupakan. Mereka mulai menjalin hubungan sekarang. Ra Hee tidur lagi.

Ra Hee berlarian dengan bersemangat menyerahkan hasil tulisannya ke Han Jae Gwan. Puluhan kali ditolaki, dibentak, tulisannya dihina dan dirobek-robek didepan matanya, dan dilemparkan ke wajahnya.
Tulis lagi! Tulis lagi!

Ra Hee sampai lesu dibuatnya. Suaranya Han Ja Gwan sampai habis karena membentak-bentak Ra Hee.

Malamnya pulang dari Dong-Myung ia mendapatkan pesan pemberitahuan gajinya ditransfer. Baru sekejab gembira, ia langsung nelangsa karena uangnya terkuras untuk biaya sewa, air, listrik, dan biaya-biaya lainnya. Bahkan saldonya kurang untuk membayar biaya lainnya.

Karena mereka bekerja di media entertainment, tak jarang beberapa fans menghubungi Dong myung untuk meminta tanda tangan artis. Ra Hee barusan mendapat telepon dari fans ingin ttd 2pm. Kemudian dari Wrecker Park yang merupakan narasumber. 

Sempat kebingungan, Ha Jae Gwan yang menerimanya. Ra Hee bertanya ke Sun Woo siapa itu tadi?. Sun Woo menjawab, dari supir truk derek. Ra Hee heran. Senior lainnya menjelaskan narasumber mereka bisa datang dari mana saja.

TV dinyalakan, terdapat berita dari Woo Ji Han.. dikabarkan diserang orang asing di halaman rumahnya. Menurut ketua Ha kasus ini sedikit aneh, ia minta pendapat Sun Woo. Sun Woo pikir pasti ini hanya rumor yang dibuat-buat karena Woo Ji Han ingin beristirahat, dengan penjagaan super ketat disekitar Woo Ji Han selama ini.. cukup tidak masuk akal jika bisa diserang di halaman rumah sendiri.

Semua orang berlagak sok sibuk setelah Ketua Ha ingin salah satu mengejar berita Woo Ji Han. Tinggal Do Ra Hee, mau tak mau ia mengirim Ra Hee.

Pengawal tak bergeming dengan reporter sebanyak itu, ia justru santai mengunyah permen karetnya.

Ra Hee bertemu Chae Eun tanpa sengaja, mereka lalu melipir keluar dari kerumunan. 

Ra Hee heran apa semua artis memiliki penjagaan seketat tadi?. Chae Eun menjelaskan bahwa perusahaan tempat bernaungnya Woo Ji Han memang seperti itu.. terlebih Woo ini tukang buat masalah. Sudah setahun lebih Chae Eun mengikuti  Woo Ji Han, apapun yang dia lakukan pasti dijaga ketat bahkan hendak buang sampah pun dikawal. Jadi.. diserang apanya?! Pasti hanya mengada-ada.

Chae Eun kemudian meminta rekannya sengaja melindas kakinya dengan mobil agar bisa masuk ke rumah sakit tanpa dicurigai.

Mereka berhasil masuk, namun ada dua penjaga di ruangan Woo Ji Han. Chae Eun akan laksanakan plan B! Chae Eun mengalihkan perhatian pengawal dan Ra Hee masuklah ke ruangan diam-diam.

Woo Ji Han tidak sakit, ia termenung menatapi pemandangan dibalik jendela RS. Ra Hee memperkenalkan diri dan maksud kedatangannya. Woo heran bagaimana bisa Ra Hee masuk?

Ra Hee memotreti Woo Ji Han, ia hendak melakukan interview. Woo Ji Han marah dan membuang kartu nama Ra Hee, menyuruhnya pergi. Ra Hee balas mengancam akan membeberkan foto yang ia ambil barusan.

CEO Jang terdengar menuju ruangan, ia mengeluh keamanan tidak becus dan membuat wartawan berkerumun di depan. Woo Ji Han menyembunyikan Ra Hee jangan sampai diketahui CEO Jang.

CEO Jang kesal pada Woo Ji Han yang tidak sesuai keinginannya, Woo Ji Han mengajaknya ke persidangan saja. CEO Jang tak masalah jika hancur dan memulai karirnya lagi.. sedangkan Woo Ki Han adalah Top Star dan akan sulit memulai ulang jika terkena gosip besar. CEO Jang menyuruhnya ke Amerika dan menenangkan diri.

CEO Jang meladeni wartawan, menjelaskan Ji Han sedang dalam masa penyembuhan. Ji Han juga akan ke Amerika untuk membintangi film.

Sepulangnya Ra Hee dilanda dilema haruskah menyebarkan kedekatan Ji Han dengan Ahn Su Yeon, Ji Han memberikan foto keintimannya dengan Ahn Su Yeon. Bagi Ra Hee ini berita bagus, namun apa tidak apa-apa dengan Woo Ji Han?

Sekembalinya Ra Hee dimarahi karena percaya pada omong kosong CEO Jang. Kepergiannya Ji Han ke Amerika pasti hanya pengalihan isu. Ketua Ha geram, ia melarang Ra Hee menulis apapun mulai dari sekarang.

Di atap gedung Ra Hee mengeluhkan Ketua Ha aneh sekali tingkahnya. Kenapa tega sekali menghina langsung di depan muka?!.

Sun Woo membenarkan Ketua Ha itu sangat aneh, makin menjadi kian harinya. Namun berkat jasa Ketua Ha.. Seksi mereka tetap ada. Tabloid online, warta berita di internet dan sebagainya telah menginvansi dan membuat media mereka tertinggal, berkali-kali nyaris Seksi mereka dibubarkan. Namun berkat Ketua Ha mereka tetap ada, Ketua melakukan bermacam hal kotor sekalipun demi mempertahankan. Sehingga Sun Woo mohon maklum kenapa temperamental Ketua Ha seperti itu.

Ketua Ha memang aneh, tapi ia memiliki pendirian. Ra Hee penasaran apa itu?. Sun Woo bilang Ketua tak ingin menghilangkan pekerjaan wartawannya. Memang cukup sulit dipahami tapi begitulah adanya..

Direktur dan Ketua Ha minum di warung tenda. Direktur bercerita kena marah bos karena kehilangan 2 iklan bulan ini, ia ingin Seksi Ketua Ha memberikan berita eksklusif karena Seksi. lain tak bisa menyajikan artikel diluar fakta, Seksi entertainment kan berbeda..

Ketua Ha tersinggung, Seksinya juga menyajikan fakta!. Direktur meminta.. maka dari itu ia ingin sesuatu yang luar biasa untuk merubah persepsi bos mereka.

Di kediamannya Ra Hee gamang apakah harus membeberkan tidaknya, ia takut Ahn Ju Yeon bisa bunuh diri. Ia meminta pendapat Seo Jin juga, Seo Jin memberi nasehat keputusannya ada ditangan Ra Hee… tapi komentar nitizen memang agak mengganggu.

Perkataan Ketua Ha yang melarangnya menulis terbawa sampai ke mimpi. Menjadi mimpi buruk.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s