[K-Movie] You Call It Passion – Part 1

      Para pemagang diberi wejangan,

“Bawalah pil untuk mual, mulas. dan sakit kepala. Ingat kataku, kalian akan membutuhkannya. Salah seorang belum hadir.”

Seorang pria datang dan meminta maaf, ia adalah Seo Jin. Do Ra Hee ( Park Bo Young ) terkejut melihat Seo Jin. Seo Jin yang terlambat langsung diomeli, hari pertama kerja sudah telat. Kemudian mereka diinstruksikan jangan memanggil senior mereka dengan bujang-nim. Jangan terlalu formal.

Mereka dibawa masuk ke ruangan. Semua artikel kecuali olahraga Dan hiburan di kerjakan di sini. Direktur Oh datang, ia bertanya siapa yang masuk Divisi hiburan? Salah seorang mengangkat tangannya. Kemudian para senior lainnya mencari pemagang di divisi mereka masing-masing.

Ha Jae Gwan marah-marah pada seseorang di  telepon, ia memaki-makinya dan bahkan membanting telepon kabelnya sampai rusak. Para senior dan pemagang memandanginya ngeri, Direktur Oh mengatakan kalau Ha Jae Gwan begitu memang sudah biasa, siapa yang masuk divisi entertainment?

Dengan ragu-ragu Do Ra Hee mengangkat tangannya. Cemas, neraka sekarang tepat di depan matanya.

   Itu adalah telepon rusak yang kesekian kalinya, yang lainnya disimpan di laci. Do Ra Hee berdiri di sekitar sana dengan kebingungan. Ha Jae Gwan turun dari lantai atas. Tangan Reporter Sun Woo terluka karena meliput. Ha Jae Gwan menyarankan untuk dituntut saja penyerangnya biar tahu rasa!

Reporter Sun Woo menjelaskan bahwa ia merekam Woo Ji Han secara illegal, jadi mustahil ia bisa menang. Ia akan kalah nantinya. Ha Jae Gwan ingin sekali menghabisi karir Woo Ji Han, ia marah-marah dan mengumpat. Bawahannya hanya menjawab iya.

Ha Jae Gwan bertanya ke Do Ra Hee kenapa berdiri saja di sini. Ra Hee dengan sopan menjelaskan ia adalah pemagang. Han Jae Gwan memperhatikan penampilan Ra Hee dari bawah ke atas yang terlalu rapi. Ia heran, apa HRD punya dendam dengannya kenapa mengirimkan orang tidak berguna?

Ha Jae Gwan melihat resume yang diserahkan Ra Hee tadi. Merasa lucu dengan namanya Do Ra Hee, ia juga mengatakan bahwa pemagang dapat 900 won tanpa libur dan tanpa bonus.

Ra Hee bertanya apa benar tidak ada liburnya?. Ha Ja Gwan langsung memakinya, gila apa? Sudah jelas tadi dikatakan tidak ada libur! Kalau Ra Hee tidak mau toh penggantinya Ra Hee masih ada banyak yang mengantri. Mau kerja tidak?!

Ra Hee bergegas menjawab ia mau. Han Jae Gwan memarahi Ra Hee kembali karena terlihat tidak bersemangat. Ia menyuruh Han Sun Woo untuk membimbing Ra Hee. Ingat! Semangat!. Sebelum pergi ke Han Sun Woo, Ra Hee disuruh mengatakan “Semangat!” 3 kali. Ra Hee meski kebingungan ia melakukannya dengan canggung. Hasilnya ia ditertawakan para seniornya.

Seo Jin mendekati Ra Hee ketika pulang, ia bertanya kenapa Ra Hee bekerja di sini mengingat Ra Hee pintar dan sering juara kelas. Ra Hee hanya menjawab, ya begitulah. Ra Hee sendiri penasaran kenapa seniornya ini bekerja di sini juga, bukankah sebelumnya membuka usaha fotografi. Seo Jin menjelaskan selagi muda ia mau mencari banyak pengalaman.

Para pemagang tadi makan dan minum bersama, mereka membicarakan betapa tidak adilnya gaji mereka yang kecil padahal sudah belajar mati-matian dan malah diperlakukan seperti sampah. Yang lain berseloroh, mereka ini pemagang tanpa kontrak jadi pantaslah digaji kecil.. jadi jangan mengeluh, jalani saja. Mereka harus bersyukur daripada tidak punya pekerjaan.

Ra Hee tidak bisa minum, Seo Jin melarang salah seorang yang hendak menuangkan minuman ke Ra Hee. Kalau Ra Hee minum ia akan menyebabkan masalah.

Pagi-pagi Ketua Ha Jae Gwang mendapatkan informasi bahwa mobilnya U-Kiss mengalami kecelakaan. Sayangnya ia lihat di papan tugas bahwa semuanya sibuk, ia terpaksa menghubungi Ra Hee yang masih tertidur.

Ra Hee mendatangi rumah sakit, ia banyak terjatuh.

Dokter tidak begitu mengerti pertanyaan para wartawan yang asal ceplos, terlebih si dokter tidak tahu nama-nama member boyband tersebut. Satu yang pirang harus dioperasi, 4 lainnya harus istirahat. Dan pertanyaan paling aneh sehingga membuat semua orang diam adalah, apakah ada kemungkinan dia akan mati? *hahahah

Beberapa wartawan heran, reporter dari mana itu?. Dokter pun tercengan, ia memilih pergi daripada makin runyam.

Ha Jae Gwan menghubungi Ra Hee, Ra Hee menjelaskan Kevin tulang rusuknya patah dan luka di wajah. Ha Jae Gwan bertanya rusuk bagian mana?. Ra Hee mulai kebingungan karena dokter tidak menjelaskannya serinci itu.

Jae Gwan memarahinya, ia menyuruh Ra Hee menghubungi manajernya U-Kiss. Kesal, Ra Hee nyaris mengumpat.

Ia berjalan dan tanpa sengaja berbenturan dengan Chae-eun salah satu seniornya dulu. Chae-eun geli melihat Ra Hee kerja di Dong Myung. Ra Hee minta Chae-eun jangan mengoloknya begini.. ia bagaimana pun juga baru mulai bekerja.

Chae-eun sendiri diketahui sempat kerja di sana selama 18 bulan lalu muak dan berhenti. Chae-eun menunjukkan manajernya  Kevin.

Manajernya juga tidak begitu mengerti. Ra Hee mengirimkan pesan ke Ha Jae Gwan bahwa Kevin di X-ray. Ketuanya menelpon ingin tahu Kevin di X-ray berapa kali. Ra Hee bingung, ia akhirnya mencari manajer tadi dan bertanya. Manajernya mengatakan mungkin 30 kali, ia tidak begitu ingat. 6 diantaranya memperlihatkan sesuatu jadi Kevin akan di CT-Scan besok.

Ra Hee menyarankan untuk manajer, katakanlah nanti ke orang-orang lainnya bahwa Kevin di X-ray 32 kali. Manajernya dengan o’onnya menurut.

Ra Hee melapor. Lagi-lagi Ha Jae Gwan tidak terima, ia mau tahu di X-ray di bagian apa saja?

Ra Hee kesal, ia istirahat sejenak. Di kantor, Ra Hee masuk tivi siaran langsung dari berita tivi lain, Ra Hee tampak makan. Ha Jae Gwan mengumpatinya apa sudah gila? Ia lalu menghubungi Ra Hee, menyuruhnya pergi dari sana. Ra Hee bilang ia baru bisa makan seharian ini. Ia berlarian bingung menghindari kamera.

Tapi malah ditarik si reporter yang mengira ia bekerja untuk U-Kiss. Ha Jae Gwan malah menyuruhnya lakukan interview sekalian sana! Wawancara! Kau pantas makan begitu kalau kerjanya tidak benar?

Ha Jae Gwang memarahinya. Ra Hee sudah diambang kesabarannya, ia balas mengumpati bosnya. Di kantor ia jadi bahan tertawaan.

Di perjalanan pulang ibunya mengubungi, bangga sekali anaknya barusan masuk tivi. Ia juga akan berhenti membantu pembayaran apartemen Ra Hee mulai sekarang. Ra Hee syok, keputusan ibunya mendadak sekali.

-* You Call It Passion *-

      Ha Jae Gwang menyuruh Han Sun Woo meliput Woo Ji Han, namun Sun Woo mengatakan ia harus meliput lainnya. Ketua menyuruh Ra Hee sebagai gantinya dengan alasan pihak keamanan Woo Ji Han tidak mengenal Ra Hee, lagipula Ra Hee kecil mungil dan sulit dilihat.

“Benar, tapi apa yang harus aku liput?” Ra Hee bingung

“Seperti. Dia sombong. Liput aktingnya. Aktingnya itu memang payah.”

“Tapi mereka tidak menampilkan film pada saat wawancara.”

“Bukankah Trailer-nya sudah keluar?” Tanya Ketua ke yang lain. Katanya Trailernya baru keluar satu di sana nanti. Ra Hee lalu bertanya bagaimana bisa menilai akting jelek dari satu trailer?.

Ketua lalu menyuruh Han Sun Woo memberikan contoh artikelnya. Han Sun Woo lalu melisankannya “Peluncuran trailer filmnya diharapkan bisa menaikkan perhatian ke akting Woo Ji Han sekali lagi.”

“Itulah penulis mengagumkan. Bukankah itu mengagumkan?” Ha Jae Gwan bertepuk tangan. Tetap saja Ra Hee tidak setuju, apa bagusnya meluncurkan Trailer dengan menarik perhatian aktingnya?

Ha Jae Gwan kesal, ia memarahi Sun Woo bagaimana caranya melatih Ra Hee?

Sun Woo mengajak Ra Hee keluar, ia menasehatinya. Menurut Sun Woo banyak yang Ra Hee tidak tahu, jika Ra Hee mulai buka suara ia akan jadi masalah. Jangan pikirkan, rasakan atau mengeluh sekarang. Semua itu akan datang saat kau pantas mendapatkannya. Mengerti?

Ra Hee tidak menjawab. Sun Woo membentaknya, dengarkan! Jangan lakukan itu lagi! Jangan perlihatkan perasaanmu!!

Di kursinya Ra Hee frustasi, ia mencari di internet dengan kata kunci “Bisakah pemagang berhenti?”. Ha Jae Gwang bertanya adakah yang bisa melakukan interview dengan Kim Woo Bin besok?. Semuanya tidak ada yang bisa, Ra Hee jadi mengurungkan niatnya untuk berhenti. Ia mengangkat tangannya dengan senang hati dan satu tangan lainnya menghapus keyword pencariannya. Ketuanya malah memarahinya, sudah gila? Mau mengetes kesabaranku ya?!

Ia menyuruh reporter lainnya saja yang meliput. Ra Hee kembali sedih.

Ketua menyuruh seorang reporter mewawancarai grup baru bernama Romio. Yang diberi tugas lalu menyerahkan tugasnya ke Ra Hee, dengan alasan ia tidak mau berurusan dengan grup yang baru debut karena banyak pekerjaan yang lebih penting menantinya.

Ra Hee mewawancai mereka.

Si juru bicara mengatakan lagu utama album mereka sebenarnya payah, ia lebih suka dengan track ketiga. Ra Hee bertanya kenapa tidak menyarankan bosnya menggantinya saja jadi track 1?. Si juru bicara mengatakan bahwa itu lagu ballad yang mendayu sedih, tidak akan banyak menghasilkan uang ketimbang lagu up-beat dengan koreografi.

Bos mereka hanya peduli dengan uang, pernah setelah 6 acara.. anggota termuda mereka sakit. Tahu apa yang bos katakan? “Kalau dia harus tetap bekerja untuk makanannya.”

Ra Hee menulisnya.

Para pemagang saling mengutarakan uneg-uneg mereka. Rata-rata senior mereka berengsek. Seperti contohnya banyak kasus artis wanita bunuh diri, senior banyak menyesalkan kenapa para artis itu tidak menyerahkan tubuh mereka dulu pada pria sebelum bunuh diri?. Benar-bener berengsek!

Yang lainnya mengeluhkan artikelnya ditolaki dengan alasan merupakan copy-paste dari internet. Disumpahi, dan dilecehkan. Dan banyak perlakuan tidak menyenangkan lainnya.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s