[K-Movie] My New Sassy Girl – Part 5 End

Gyun Woo menerima panggilan dari Direktur. “Iya direktur, jumat sore? baik aku mengerti.”

Istrinya melihat berkasnya Gyun Woo. Ia akan merencanakan sesuatu.

Dalam perhelatan pesta besar tersebut Gyun Woo ditugasi memanggang daging. Yoko memandang iba pada Gyun Woo yang sesekali terbatuk karena asap pembakaran dan kewalahan karena yang dipanggang masih banyak.

Yong Seob datang, ia memanggil-manggil Gyun Woo. Beberapa petugas keamanan mulai bertindak. Istrinya Gyun Woo datang menjelaskan kebingungan Gyun Woo mengapa Yong Seob bisa hadir di sini.

“Aku suruh dia bicara langsung pada direktur. Tidak ada yang mau dengar Yong-seop.”

“Apa kau sudah gila? Kenapa kau ikut campur.” Hardik Gyun Woo pada istrinya.

Yong Seob mendekati Direktur. Yong Seob ingin diberi kesempatan, istrinya Gyun Woo menyuruh Direktur meminta maaf pada Yong Seob karena merekrutnya melalui pilihan anjing. Direktur menyuruh petugas mengusir mereka.

Istrinya Gyun Woo dan Yong Seob dipegangi. Gyun Woo khawatir pada istrinya, istrinya dengan mudah meloloskan diri.. ia menendang dan memukuli, membanting para petugas keamanan.

Ditengah-tengah pertarungan tersebut Direktur terdorong ke arang api. Direktur terbakar dan berlari menuju kolam renang. Istrinya Gyun Woo membantunya dengan mendorongnya sekalian sampai tercebur. Direktur dibantu naik.

 Setelahnya Gyun Woo memarahi istrinya mengapa ikut campur?.

“Kenapa kau tidak bilang?” Tanya istrinya

“Yong-seop bagaimana pun sudah dipecat. Jika kau tau tidak akan merubah apapun”

“Bukan itu.”

“Kenapa tidak bilang dari awal”

“Apa?”

“Oxford? Benar, aku masuk perusahaan ini karena dipilih oleh anjing. Masuk ke perusahaan yang bahkan tidak berani kumimpikan, semua karena anjing. Sudah kan? Apa kau sudah puas sekarang?” Gyun Woo kesal

“Aku tidak bisa tahan melihatmu direndahkan, diancam”

“Kenapa tidak bisa tahan? Aku yang memilih dan membuatnya begitu. Semua orang juga hidup seperti itu.”

Istrinya menjelaskan bahwa Gyun Woo tidak perlu melakukan itu. Lakukan hal lainnya juga bisa. Gyun Woo geram, bagaimana caranya? Karena inilah aku tidak mau cerita padamu. Karena kau akan mengacaukan semuanya seperti ini. Lihatlah, aku tidak cerita saja. Kau melakukan apa?

“Sekarang Oppa sedang bicara sembarangan aku mengerti.”

“Sembarangan? Ini adalah isi hatiku. Setiap hari aku tersenyum seperti orang bodoh, melakukan ini itu apa itu bukan ketulusan?.”

“Aku sudah menunggu. Aku sudah menunggu sampai kau yang cerita duluan.”

“Harusnya kau menunggu seterusnya. Pada akhirnya kau tidak percaya padaku.”

Gyun Woo hendak pergi, istrinya memegangi tangannya dan berusaha menahannnya. Gyun Woo mengatakan, sekarang sulit baginya untuk membuat istrinya tersenyum.

“Oppa, Oppa, Oppa, Mengapa?!” Panggil istrinya. Gyun Woo berhenti ketika istrinya mulai berhitung. Perjanjian mereka dulu setelah menikah.. mau semarah dan sekesal apapun mereka tidak boleh berpisah dan dalam hitungan kesepuluh harus berbalik.

Gyun Woo melepaskan apronnya dan pergi begitu saja. Istrinya mencoba mempercayainya dengan cara menghitung angka 9 lebih dari sekali.

Sayangnya Gyun Woo tak kunjung kembali juga.

*-My New Sassy Girl-*

       Mata Gyun Woo berkaca-kaca menyaksikan gedung perusahaannya, sebelumnya ia juga melewati sepasang gaun pengantin yang ia lewati dahulu ketika ia mengutarakan niatannya menikah pada ibunya. Meski saat itu dia belum memperoleh pekerjaan, disangsikan oleh ibunya.. ia dulu tersenyum optimis akan bisa melaluinya.

Gyun Woo merenungkan semuanya. Istrinya mengirimkan pesan

[Sepertinya aku sudah menahan tanganmu. Dan membuatmu menderita. Sekarang kau bisa pergi, aku akan melepaskanmu. ]

Gyun Woo menerima sekotak barang-barang dari Yoko. Yoko sebelumnya khawatir jika yang ia siapkan kurang. Gyun Woo dengan lesu mengambilnya dan mengatakan tidak apa-apa. Sebelum pergi Yoko menjelaskan apa yang istrinya Gyun Woo lakukan pada Direktur semalam. Menurut Yoko tindakan istrinya keren sekali.

Dalam bahasa mandarin istrinya Gyun Woo mengatakannya

“Aku tidak tau bagi orang lain, tapi bagiku dia satu-satunya orang yang berharga bagiku. Jangan membuatnya terluka lagi. Kumohon.”

“Apa yang dia katakan?” Direktur bertanya ke Yoko karena tidak mengerti.

Yoko undur diri, dia harap Gyun Woo bisa bahagia.

    Gyun Woo pulang ke rumah. Biasanya ketika membuka pintu, kamera akan otomatis menjepretnya. Kali ini tidak ada suara jepretan kameranya.

Rumahnya terasa kosong, istrinya sudah mengemasi semua barang-barangnya dan pergi.

Gyun Woo melihat kamarnya yang kosong. Istrinya pernah mengatakan “Sekarang ini adalah bintang kita.”

Gyun Woo juga teringat ucapannya dulu “Seumur hidup aku akan membuatmu tersenyum.“. Gyun Woo mulai menyingkirkan barang-barang.

Sebelumnya istrinya pernah main-main di bathup mengenakan kaki katak dan memotretnya sambil bernyanyi little little twinkle star dalam bahasa mandarin. “Aku juga sedang main-main di laut. Aku sedang berenang di laut yang kecil.”

Gyun Woo memandangi foto-foto istrinya dan mengamati lebih serius. Ia menyadari ada pola dari semua barang-barang yang disusun sebagai latar belakang selfie istrinya.

Teringat saat kecil dulu istrinya meminta Gyun Woo bagaimana pun juga harus mencarinya saat berpisah. Gyun Woo kecil kebingungan bagaimana caranya ia mencari?.

Gyun Woo mencari sudut-sudut fotonya. Betapa terharunya ia bahwa istrinya sengaja menyusunnya membentuk tulisan Wo Ai Ni.

 Gyun Woo mencari istrinya.

Gyun Woo: Jalan yang dulu ku lalui bersamanya, kini ku lalui sendiri. Jalan yang dulu ku lalui bersamanya, kini ku lalui sendiri. Karena dia juga sendirian, penuh ketakutan datang mencariku.

Gyun Woo juga menanyai siapa saja yang ia lihat di jalan. Tidak ada yang mengetahuinya.

Hingga malam Gyun Woo masih belum menemukannya. Pagi harinya ia terbangun, mencuci muka di danau. Ia mendengar suara hewan ternak digembalakan, ia lihat salah satunya ada istrinya duduk santai di atas kuda dibimbing kakeknya.

Keduanya termangu, saling menatap penuh kasih.

Gyun Woo dan istrinya mendekat. Gyun Woo meminta maaf.

“Maafkan aku. Aku selalu pergi darimu. Aku tidak berguna, mungkin karena pengecut.  Kau sudah mengingatku, tidak melupakanku dan datang mencariku. Sedangkan aku tidak melakukan apapun juga. Terima kasih dan maaf. Aku tidak akan melepaskanmu, walau kau pergi sejauh apapun. Seumur hidupku walau kau kecewa, atau bersedih, Walau kemanapun kau pergi, aku akan terus mencarimu. Aku sudah bilang, wo ai ni.

Gyun Woo merengkuhnya dalam pelukannya.

“Saat aku dalam kesulitan, Oppa datang menolongku. Kau datang mengandengku. Apa kau tahu kenapa?” Tanya istrinya, Gyun Woo melepaskan pelukannya dan menatap mata istrinya dalam-dalam.

“Kau adalah bintang yang dikirimkan ayah ibuku untukku, satu-satunya orang yang berharga bagiku. Aku suka jika kau tetap seperti itu. Sekarang juga aku merasa bersyukur. Terima kasih sudah mencariku sampai kesini.”

Cinta memang begitu, obat dari rindu memang hanya satu.. ketemulah dan jangan pernah berpisah lagi.

“Lain kali kubunuh kau!”

“Tentu, tentu..” Respon Gyun Woo dengan geli,

“Aku mengampunimu karena belum sampai 10 hitunganku. Tahu?”


-My New Sassy Girl-

Di rumah mereka, Gyun Woo dan istrinya menarasikan.

Gyun Woo: Mungkin saja suatu hari nanti aku akan tersesat lagi. Seiring dengan perjalanan, mungkin menemukan jalan yang tidak dikenal. Jika sial bisa saja bertemu hal buruk. Jika beruntung bisa menemukan mata air, tapi tidak masalah. Aku ada bintang yang terang, bersama gadis itu.

Di dinding rumah mereka kini penuh dengan foto-foto pertumbuhan anak-anak mereka.

Istrinya Gyun Woo: Tidak akan ada masalah. Walau melalui jalan yang tidak kita ketahui, selalu ada bintang yang akan menerangi jalan itu. Bintang yang selalu menyinari hatiku. Dimanapun dan apapun aku tidak akan pernah melarikan diri.

Anak mereka ada 3, mereka bermain bersama.

Anaknya menjawab telepon, ia melapor ke ayahnya. Ayah, kau dapat telepon.. seorang bibi mengatakan ia sudah turun dari gunung. Gyun Woo terkejut “Apa?”

Istrinya kesal “Apa? Tante – tante?”

Gyun Woo langsung bersembunyi ke dalam tenda. Hahahaha, kita tahulah.. siapa yang turun dari gunung? Gadis tengil yang suka memukuli Gyun Woo di masa lalu yang membuatnya galau setengah mati *hahahaha, sepertinya Jun Ji Hyun sudah bosen jadi biksu?. Kuil/tempat peribadatan lainnya kan kebanyakan biasanya dibangun di dataran tinggi dengan pemikiran bahwa Yang Maha Kuasa/Dewa kan berada di langit/sesuatu yang manusia anggap tinggi. Si Jun Ji Hyun turun gunung, berarti dia bosan di kuil *hahaha

-e n d-

Advertisements

4 thoughts on “[K-Movie] My New Sassy Girl – Part 5 End

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s