[K-Movie] My New Sassy Girl – Part 3

Menurut Direktur, si pegawai tim Oxford harus diajarkan bagaimana caranya berbicara terlebih dahulu karena kedepannya ia akan banyak digunakan. Direktur beserta rombongan pergi dengan geli, jelas-jelas tim yang dimaksud merupakan tim yang menyedihkan.

Gyun Woo mendapatkan kiriman bunga. Di hari pertama bekerja ia sudah menjadi bahan olokan semua orang.

Istrinya meminta Gyun Woo untuk berfoto di depan karangan bunga kirimannya. Gyun Woo menurut, ia hendak melakukan selfie. Yong Seob yang banyak omong tadi ikut nimbrung. Gyun Woo terkesiap.

“Hari pertama saja kau sudah terkenal.”

“Ya begitulah.”

“Pasti belum lama menikah ya?”

“Baru 1 minggu.”

“Senangnya. Aku juga.”

“Masa iya?”

“Sungguhan. Aku masih belum kembali ke bentuk semula. Tapi pernikahan dan perusahaan harus dibedakan. Agar bisa bertahan lama.”

“Tapi kenapa kita di Oxford team? Apa kau tau artinya Oxford?” Tanya Gyun Woo penasaran

“Apanya yang Oxford.”

-*My New Sassy Girl*-

“Walau capek setengah mati bila sampai dirumah, langsung segar. Ada sumber kebahagianku yang sudah menunggu.”

Sebelum melakukan kegiatan malam yang panas biasanya mereka bermain drama dulu, seperti kali ini mereka main film dengan bahasa cina.. ceritanya Gyun Woo dan istrinya adalah pasangan selingkuhan. Gyun Woo memerankan karakter pria brengseknya dengan baik.

Gyun Woo lupa harus mengucapkan baris apa, ia tidak sabar dan mendorong istrinya ke ranjang. Istrinya kesal, “Oppa kau tidak hapal!? Kau bercanda? Jika kau tidak bisa, jangan mimpi mendapatkannya.” Istrinya mentoyor kepalanya. Gyun Woo diusir keluar.

Nestapa karena Gyun woo tidak benar memainkan karakternya, kalau begini kejadiannya ia takkan pernah bisa menyentuh istrinya walau hanya satu jari.

Berindia ria..

Sekarang istrinya minta Gyun Woo untuk berakting dengan beragam karakter disatu waktu. Gyun Woo merayu dalam berbagai bahasa. Setelah berhasil istrinya menariknya ke kasur.

     Besok temanya jepang. Di kantor Gyun Woo berlatih pelafalannya.

Yoko sehabis dimarahi Direktur, ia penasaran dengan Gyun Woo yang duduk sendirian dan nampak serius. Ketika ditengok, Gyun Woo memberikannya tatapan mematikan. Gyun Woo memanfaatkan Yoko yang orang orang Jepang asli untuk bertanya

“Yoko, selamat pagi. Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Ya”

“Apa artinya kata-kata ini?. Aku ingin tahu. Kau berharap seseorang yang kamu harapkan.”

“Persis seperti yang kau katakan.” Yoko tertegun, ia merasa dipahami. Jawab Yoko dalam bahasa Jepang kelepasan,

Gyun Woo kebingungan, Yoko kemudian pergi.

Gyun Woo pulang ke rumah, ia menyapa istrinya tapi tidak ada. Ia melihat makanan dan baju hanbok putih di sana. Gyun Woo salah mengira temanya diganti menjadi Gugoryeo. Istri dan ibunya pulang ke rumah. Ia memukuli Gyun Woo yang bertingkah aneh, hari ini adalah peringatan kematian ayahnya tapi kenapa malah begini tingkah anaknya?.

Gyun Woo terlupa, ia tidak mengingat hari ini ternyata hari peringatan kematian ayahnya. Istrinya Gyun Woo meminta ibu mertuanya untuk berhenti, ia akan mengurus semuanya. Ibunya Gyun Woo langsung memuji-muji menantunya tersebut.

Gyun Woo akan dinas ke Cina, Gyun Woo berseloroh ia sangat dibutuhkan dalam seminar. Istrinya bersemangat, ia akan mengepak kopernya Gyun Woo.

Istrinya mengedipkan matanya meminta anak kecil menyalakan lagunya. Sebelum berangkat Gyun Woo melihat istrinya menyemangatinya sebagai pemandu sorak lengkap dengan pom pomnya.

(Kalau ini terjadi di dunia nyata, para tetangga akan berkerumun dan menganggapmu gila. Hahahaha..)

“Gyun Woo oppa hwaiting! Jung Man Oppa hwaiting!”

Sesampainya di Cina, seminarnya akan dimulai 1 jam lagi. Gyun Woo mengepaki kardus. Gyun Woo setelahnya di kamar kelelahan, ia mengirimi pesan ke istrinya. Gyun Woo tidak ingin istrinya tahu kerjaannya adalah mengurusi kardus di sini.

Istrinya bertanya apakah ia melihat laut? Ia ingin dikirimi fotonya. Tunjukkan seberapa besar cintamu!. Yong Seob mengajak Gyun Woo untuk ke kelab di sana. Gyun Woo awalnya malas karena ia lelah.

Gyun Woo berubah pikiran setelah Yoko datang. Mereka menari gila-gilaan di lantai dansa. Yong Seob merekam mereka.

Pagi hari, istrinya Gyun Woo mengendap-endap masuk ke kamarnya Gyun Woo. Ia ingin memberikan kejutan padanya, saat menyingkap selimut yang ada malah Yong Seob. Istrinya mencari-cari di mana Gyun Woo, temannya Gyun Woo juga tidak tahu di mana Gyun Woo.

Istrinya Gyun Woo pergi mencari di sekitaran laut. Gyun Woo tertidur di pasir, istrinya lalu memeluknya dan mengajaknya berfoto bersam. Gyun Woo membuat tulisan wo ai ni sekadarnya. Mereka kemudian jalan-jalan, istrinya mempertanyakan apakah tulisan wo ai ni nya hanya begitu? Ia mengira tulisannya bisa lebih besar lagi dari itu.

“Karena wo ai ni itulah kau datang kesini.” Kata Gyun Woo

“Apa yang kau katakan?

“Kau tidak ingat? semalam kau minta mencari kata wo ai ni. Karena itu aku memanggilmu kesini dan aku menuliskannya besar-besar.”

“Apa benar begitu? Itu karena aku malu makanya aku bilang begitu padamu. Lalu, kau yang memanggilku datang kesini?”

“Betul.”

Di kantor semuanya menonton videonya Gyun Woo dan Yoko menari. Gyun Woo khawatir istrinya bisa marah jika melihat ini.

    Pulang dari kantor rumah Gyun Woo temaran. Istrinya memakai pakaian serba putih, dengan hawa mistis ia menyuruh Gyun Woo pertama menuangkan minuman untuk sembahyang. Meski kebingungan dan ragu, Gyun Woo melakukannya.

Tiba-tiba videonya menari dengan Yoko ada di tivi mereka. Gyun Woo berusaha keras mematikannya, istrinya masih tidak banyak bicara. Gyun Woo berhasil menarik kabel dari slotnya.

Istrinya murka, menurutmu hari ini sembahyang kematiannya siapa? Dirimu..

Gyun Woo ketakutan setengah mati istrinya berubah menjadi seseram hantu dan membawa-bawa fotonya.

Gyun Woo dan Yong Seob minum-minum. Ia menasehati Gyun Woo kala suami istri bertengkar  maka Gyun Woo dilarang meminta maaf, harus dihapus dan tunjukkan kekuasaan di rumah!

Mereka pulang ke rumahnya Gyun Woo. Temannya Gyun Woo membawakan buah tangan. Meski istrinya Gyun Woo terlihat tersenyum dan ramah.. aslinya ia dendam sekali.

Yong Seob  mengompori Gyun Woo untuk bersikap seperti nasehatnya tadi. Tunjukkan kekuasaan, dan minta dilayani. Gyun Woo menyorokkan kakinya untuk dibersihkan ke atas meja. Bagaikan dewi quan in istrinya bersabar dan mencucikan kakinya, Gyun Woo besar kepalanya.

Istrinya lalu mencopoti kemejanya, Gyun Woo dan Yong Sob salah paham. Hyun Woo mengira badannya juga mau dilap sekalian. Kata siapa?? Istrinya mencelupkan kemejanya ke air dan memecutnya dengan kemejanya sendiri.

Cetaarr! Cetaarr! Cetaarr! Gyun Woo berteriak kesakitan.

Yong Seob yang mau membela Gyun Woo juga kena pecut di muka.

Yong Seob menjauh tidak tahan dengan KDRT mereka. *hahahaha

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s