[K-Movie] My New Sassy Girl – Part 2

Gyun Woo menyesal karena tidak bisa memberikan jalan-jalan yang indah pada gadis itu. Ia hanya ingin melakukan hal yang menyenangkan dengannya seperti pasangan lain. Gadis itu bilang tidak apa-apa, dia juga senang begini. Lalu ia mengajak Gyun Woo melakukan hal yang menyenangkan, gadis itu menggandeng tangan Gyun Woo dan mengajaknya terjun dari pesawat, sky diving.

Gyun Woo terkapar, gadis itu senang sekali. Ia lalu mendekati Gyun Woo dan mengajaknya menikah saja. Gyun Woo tidak menggubrisnya, apa dia bercanda? Kau mengejekku?

Tidak.. kau Jung Man kan adalah suamiku. Apa kau lupa?. Gyun Woo mengerjapkan matanya kelimpungan.

Gyun Woo mengutarakan niatannya ke ibunya, ia ingin menikah. Ibunya meneriakinya gila, punya pekerjaan saja tidak mau menikah?. Gyun Woo membatin pernyataan ibunya benar namun Gyun Woo tidak menyerah, ia akan mencari pekerjaan dan menikahi gadis itu.

Gadis itu membanting gelasnya, marah melihat Gyun Woo menempelkan sesuatu di matanya Gyun Woo. Gun Woo melakukannya untuk mendapatkan lipatan mata tanpa operasi. Tapi gadis itu merasa itu konyol, ia menangkupkan kakinya ke Gyun Woo. Mereka menjadi tontonan para pengunjung lainnya.

“Kau tidak mengerti. Walau hanya untuk keperluan lamaran tetap tidak bisa terlihat seperti ini. Sekarang ini bahkan banyak orang yang melakukan operasi plastik.” Terang Gyun Woo

“Operasi?”

“Iya lihat jepitan di mata ini.”

“Apa ini?” Ia menarik tempelan di matanya Gyun Woo secara paksa, membuat Gyun Woo mengerang kesakitan.

Gadis itu menggambari wajah Gyun Woo sebagai gantinya.

“Kenapa harus cari kerja dulu baru menikah? Kita bisa menikah dulu, baru cari kerja.”

“Tidak, supaya aku bisa menikah denganmu secara layak.”

“Oh begitu maunya. Kau bukan menghindari menikah denganku kan?”

“Bukan, aku sungguh-sungguh.”

Kemudian gadis itu memberkan gambarnya pada Gyun Woo. Tiap kali Gyun Woo belajar interview ia akan menciumnya di situ. Gyun Woo langsung semangat dibuatnya.

Mereka belajar interview dan menyiapkan diri berkali-kali, gadis itu juga mengirimkan lamaran ke via post.

Gyun Woo ketika mengecat mendapatkan panggilan pekerjaan dari MTJ yang ia rasa ia tidak mengirimkan lamarannya. Ia merasa bingung. Gadis itu menjelaskan kalau ialah yang mengirimkan lamarannya untuk Gyun Woo.

Gyun Woo senang dan memanggil gadis itu. Ia sampai terjatuh, namun gadis itu menahannya dengan kakinya.

“Sudah kubilang akan lancar ‘kan?” Ujar si gadis

“Terima kasih. sungguh-sungguh terima kasih. Ayo kita menikah. Bisa melihat senyummu adalah saat paling bahagia bagiku. Aku ingin hidup dengan melihat senyumanmu setiap hari. Aku akan membuatmu tertawa seumur hidup.”

Mereka berpelukan dan berciuman, tidak menghiraukan anak-anak yang mengejeki mereka.

Sekarang sudah dapat pekerjaan, kini tinggal menikah. Gyun Woo membawa gadis itu menemui ibunya, pertemuan pertama dengan calon ibu mertua.

Ibunya yang biasanya pencilakan sekarang berubah menjadi anggun dan banyak diamnya. Melukis dengan kuas dan menjaga wibawanya.

Eommoni: Apa kau tau bagaimana aku membesarkan nya?

Calon: Ibu, sudah tentu aku tau.

Eommoni: Ternyata kau tidak bisa di kasih tau baik-baik.

Calon: Aku tau dia otaknya bagus, walau dia tidak bisa menggunakannya.

Eommoni: Sekarang kita lihat kemampuanmu.

Mereka tanding menulis, yang ada tulisannya gadis itu lebih bagus dari ibunya Gyun Woo. Tulisannya ibunya Gyun Woo juga salah tulis lagi..

Gyun Woo mengingatkan ibunya. Ibunya malah ngambek, ia meremas kertasnya dan merengek. Ibunya membisiki Gyun Woo, bagaimana bisa Gyun Woo mau menikahi wanita yang levelnya jauh diatasnya Gyun Woo ini? Wanita ini terlalu baik untuk Gyun Woo. Kau tidak bisa bersamanya!

    Proses terakhir, Gyun Woo dan gadis itu pergi menemui kakeknya gadis itu. Gyun Woo heran kenapa gadis itu membawa-bawa kamera tua yang fotonya tidak bisa dilihat apalagi tidak tahu apa yang dihapus. Gadis itu tidak peduli, kenapa dihapus? Ia akan menyimpan semuanya.

Kakek gadis itu memanggilnya Sing-sing yang artinya binatang. Lalu mereka duduk di bebatuan, si kakek menceritakan ia dulu sempat memasukkan binatang ke botol tersebut, Aku membesarkan nya di dalam botol ini. Nanti jika sudah waktunya ia akan mengeluarkannya. Kini semuanya sudah berlalu. Aku tidak pernah membuang botol ini. Aku tidak akan terus menahannya.

Bagaimana caranya mengeluarkannya dari botol?

Kakek menunjuk ke bawah sana. Sebentar lagi, jika kau berjalan menelusuri padang ini. Disana ada rumah temanku. Sebelum sampai disana, pikirkanlah baik-baik, Kata-kataku tadi. Jika kau bisa menjawabnya dengan benar. Aku akan membuatkan pesta pernikahan untuk kalian.

Gyun Woo ditinggalkan untuk mencari jawabannya. Ia melihat gambar di sana lalu memutuskan jawabannya.

Gyun Woo menemui kakek gadis tersebut. Gyun Woo mencoba menjelaskan. Sekeras apapun aku berpikir, aku tetap tidak tau jawabannya. Tapi menurutku burung yang ada di dalam botol pastilah sangat kesepian, agar mereka tidak kesepian aku memasukkan burung kecil kedalamnya. Aku mendapatkannya dari melihat gambar ini.

“Ini adalah gambar orang-orang desa ini. Apa kau tau apa artinya?”

“Tidak tahu”

Beberapa yang lain menyebut ini adalah cinta. Cinta! Cinta. Gadis itu memeluknya, “Kau benar-benar jodohku!”

Mereka kemudian dinikahkan dan diberikan pesta.

Gadis itu mengobrol dengan kakeknya. Apa kakek mengkhawatirkannya?. Kakek menjelaskan sebenarnya tidak ada jawaban atas pertanyaannya tadi, jawaban yang Gyun Woo temukan adalah jawaban untuk dirinya sendiri. Tapi Sing-Sing. Ada yang ingin kusampaikan padamu. Jalan hidup seseorang. Kalian berdua harus bekerjasama agar pernikahan bisa lancar. Tidak boleh melakukannya seorang diri. Mengerti?

Mereka berduaan, gadis itu menunjuk bintang yang bernama Moonase, itu adalah ayah dan ibuku. Apa kau masih ingat?. Mari buat perjanjian.

“Selama kita bersama, sebenci apapun, bertengkar sebesar apapun. Tidak akan berpisah.”

“Mana mungkin ada hal begitu? tidak akan terjadi.”

“Tetap saja, pokoknya hanya sampai 10 hitungan saja ya. Sebelum yang ke 10 sudah harus kembali ya.”

“Baiklah, janji.”

Gyun Woo dan istrinya beres-beres rumah. Gyun Woo terjatuh dan istrinya mendorongkan sofa kepadanya.

Malamnya mereka main senter sebelum tidur.

Pagi harinya Gyun Woo teringat harus bekerja. Ia bersama karyawan baru lainnya debriefing terlebih dahulu. MTJ punya slogan Home Sweet Home. Yoko  menjelaskannya, Yong Seob berseloroh pada sesama karyawan baru hanya ia yang pantas mendapatkan Yoko  yang selama ini  terkenal tidak menjalin hubungan dengan siapapun.

Direktur  mereka datang “Karena aku berharap kalian akan bertahan lama disini. Aku mau memberikan sebuah test pada kalian. Warga kita 50 jt orang, telepon yang terdaftar ada 3 jt. Itu artinya seorang mempunyai 1 HP, banyak juga yang punya 2 HP. Apa kita harus menyerah pada orang yang belum mempunyai HP?”

Yong Seob “Tidak boleh menyerah. Kita harus terus mempromosikan produk ke pasaran.”

Direktur  menanyakan penjelasan Yong Seob secara spesifik. Direktur  kembali menerangkan.. Lalu pasaran yang kau maksud itu dimana? Itu adalah pasaran anak-anak korea. Kita bantu anak-anak yang masih polos itu. Kita berikan aplikasi yang bagus. Kita berikan HP yang mudah didapat yang mudah dibawa-bawa.

Gyun Woo mendengus.

“Apa ada yang lucu?” Tanya Direktur

“Gelombang elektromagnetik bisa merusak otak anak-anak. Mana boleh pakai hp?”

Direktur bertanya di bagian mana Gyun Woo ditempatkan?. Yoko  menjawab di Oxford Team. Beberapa karyawan di belakangnya Direktur  langsung menahan tawa mereka. Direktur geram, ia ingin si anak baru ini diajari cara bicara dulu.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s