[K-Movie] My New Sassy Girl – Part 1

Gyun Woo mengenang kembali kebersamaannya dengan gadis usilnya di 2001 silam. (yang diperankan oleh Jun Ji Hyun)

Gyun Woo: Penonton sudah lama tidak berjumpa. Masih banyak orang yang ingat saat-saat aku bertemu gadis itu. Gadis itu banyak memukulku. Saat itu mungkin membuat kepalaku terluka. Aku masih tidak bisa mengingat nomor telepon rumahku. Kalian ingat kan saat aku bertemu dengannya? Tapi tiba-tiba di suatu hari seperti sudah takdir. Dia melepaskan semuanya dan menemukan hidup baru.

Suatu hari di sekitar kuil Gyun Woo bertemu dengannya, gadis aneh itu melepaskan semuanya dan memilih menjadi biksu. Ia meninggalkan selembar tulisan pada Gyun Woo [“Saegjeugsigong” ]

“Dia sudah pergi, orang yang ku cintai sudah pergi.”

Gyun Woo tertekan, mengapa kenyataan menjadi sepelik ini. Orang dari restoran cina menjelaskan arti “Saegjeugsigong”: Semua yang ada di dunia adalah semu. Gyun Woo stres. Aku bahkan tidak tahu apa artinya itu. Hubungan ku dengan gadis itu, kandas begitu saja seperti mimpi.

-..MY NEW SASSY GIRL..-

Beberapa tahun kemudian…

Gyun Woo dan teman-temannya kumpul-kumpul. Yang di kirinya Gyun Woo masing mencari pekerjaan dan yang di kanannya Gyun Woo sudah semi mapan, mereka terbagi menjadi dua kubu memperdebatkan pekerjaan. Gyun Woo yang dimintai pendapat malah menjawab dengan kesal, masih patah hati ditinggalkan gadis itu.

“Hei kalian, wanita dan pekerjaan. Itu semua sama.”

Tak berala lama kemudian mereka disuguhkan takoyaki gratis. Gyun Woo depresi melihat bulatan-bulatannya seperti kepala biksu dan mengingatkannya pada gadisnya.

Di kereta Gyun Woo tertidur, dompetnya dicuri. Seorang gadis menghajar mereka untuk menyelamatkan dompetnya Gyun Woo.

     Gyun Woo dimarahi ibunya yang berada di Rumah Sakit. Menyuruhnya menjenguknya sekalian belikan ayam goreng. Gyun Woo membantah, pesan via pesan antar kan juga bisa. Ibunya tetap memaksa.

Ibunya Gyun Woo memperkenalkan anaknya yang berantakan awut-awutan. Para ajumma mencela Gyun Woo tampangnya biasa saja, mirip aktornya apanya?! Apa benar IQ-nya 160 dan membuat para gadis mengejar-ngejarnya? Yang benar saja..?! Dia ini biasa saja.

Ibunya Gyun Woo tersinggung, ia mengusiri para tamunya. Para ajumma protes karena belum selesai makan ayamnya. Ibunya Gyun Woo tidak peduli, pergi sana! Sana!

Gyun Woo meninggalkan ruangan rawat ibunya. Gyun Woo melintasi seorang wanita yang duduk di kursi roda.

“Hei!” dalam bahasa mandarin, wanita itu membuat Gyun Woo menoleh dan dalam sekejab ia dipotret dengan kamera model lawas. Wanita itu masih dalam bahasa mandarin memanggilnya acuh tak acuh. Meski tak begitu mengerti ia mendekat.

Wanita tersebut minta digarukkan punggungnya yang gatal, ia beralasan tangannya digips jadi tidak bisa mengukur sendiri. Gyun Woo diinstruksikan naik dan turun, Gyun Woo jadi heran sebenarnya ia tidak sedang dimaki kan? (hhh)

Gyun Woo undur diri. Wanita tersebut berterima kasih dalam bahasa korea “Terima kasih Jung Man!”

Gyun Woo kesal dipanggil Jung Man, Jung Man apanya??. Namun sesaat ia tertegun, tunggu dulu.. apa ya? Rasanya seperti takdir. Setelahnya Gyun Woo mencari-cari di mana pemilik suara tersebut. Gyun Woo mengenalinya, ia mengejar wanita berambut panjang tersebut.

Gadis tersebut adalah cinta pertamanya sewaktu SD. Pertemuan tersebut berlangsung indah dan bak takdir yang tak bisa disangkal, gadis itu tersenyum ramah dan menanyakan kabar Gyun Woo. Jung Man, kau baik-baik saja ‘kan? Kau bilang akan mencariku, iya tidak?!

Pakk!! Gyun Woo kena tendang di wajah. Gadis itu kesal karena Gyun Woo tidak mencarinya selama ini padahal sudah berjanji!

      Sewaktu SD gadis itu pindah ke Korea, ia kesulitan beradaptasi dengan anak-anak di sana karena ia orang Cina dan tidak banyak mengerti bahasa korea. Gadis kecil hanya sering memandangi langit sendirian. Suatu hari Gyun Woo membawa sekeranjang mainan, teman-temannya menawarkan untuk membantu. Gyun Woo menolak, toh tidak berat!

Mereka mengusili Gyun Woo dengan menarik celananya sampai ke bawah, disaat itulah si gadis kebetulan sedang naik ke tangga. Gyun Woo malu dan kabur. Anak-anak lainnya mengejek Gyun Woo dengan sebutan “Jung Man! Jung Man” yang berarti kata-kata kotor. Namun sejak saat itu gadis itu menganggap namanya adalah Jung Man.

Sepulang sekolah Gyun Woo melihat gadis itu berdiri kehujanan menatapi foto bayinya Gyun Woo tanpa sehelai pakaian. Gyun Woo memberikannnya payungnya. Gadis itu menunjuk fotonya Gyun Woo dan berkata “Jung Man”. Gyun Woo malu dan masuk ke rumah.

Ibu membicarakan tentang gadis itu yang sejak kecil sudah kehilangan kedua orangtuanya, daripada dikirim ke panti asuhan akhirnya gadis itu dibawa pamannya untuk dirawat. Kasihan sekali, masih kecil pasti kesepian sekali harus sendirian. Gyun-woo kau kan satu sekolah dengannya, jagalah dia ya? Tapi kenapa dia memanggil mu jung man?

“Itu karena dia dari Cina jadi tidak tau artinya. di Cina Jung man itu artinya ganteng sekali”

“Oh begitu.” Ibunya percaya saja.

Gadis itu menempeli stiker di balik fotonya Gyun Woo.

Anak-anak yang mengejek Gyun Woo menjadi Jung Man pun tidak membiarkan gadis itu tenang. Mereka membulinya menanyakan di mana orangtuanya gadis itu. Gadis itu hanya menunjuk ke atas dan mengatakan mereka berada jauh sekali, rahasia.

Para gadis tidak terima jawaban semacam itu, mereka mendorongnya kemudian mereka saling balas mendorong. Gyun Woo memergoki mereka dan hendak melerainya. Sayang salah seorang mendorong gadis itu, membuat api menyulut zat kimia di laborat. Para gadis nakal kabur, Gyun Woo menolong gadis itu.

Semenjak saat itu mereka jadi pasangan lengket yang tak terpisahkan, lagi lagi diejek teman-teman mereka.

Gadis itu bercerita apa Jung Man lihat rambut gadis itu berkelip-kelip jika di dekatnya api? Mataku juga berkelip indah. Gyun Woo membenarkan. Gadis itu mengatakan ini rahasianya, sebenarya orangtuanya ada di atas sana. Gyun Woo menyesalkan, tapi bukankah akan sulit ditemui karena jauh?.

“Jung man, apa kau suka padaku?”

“Sepertinya begitu.”

“Aku juga. Ayo pergi bersamaku ke tempat ayah ibu

“Aku juga ikut?”

“Aku akan pergi duluan kau datanglah mencariku, mengerti?”

“Ke bintang?, bagaimana caranya aku mencarimu? Aku tidak akan pernah melupakanmu. Kamu adalah suamiku.”

“Tapi Jung man itu kata kotor. Panggil saja oppa.”

“Baiklah, Jung man Oppa. Wo ai ni..”

“Wo ai ni? Apa artinya itu?”

“Itu, adalah kata2 yang harus kau cari untukku”

“Baiklah, aku pasti akan mencarinya untukmu”

Setelah saling mengikat janji mereka bernyanyi twinkle-twinkle little star.. dalam bahasa ibu mereka masing-masing.

Walau cinta pertama Gyun Woo dan gadis itu begitu indah tapi tidak bisa berlanjut. Mereka harus berpisah, Gyun Woo mengejar mobil yang membawa gadis tersebut.

Gadis tersebut ingin Gyun Woo jangan pernah melupakannya dan harus mencarinya kelak. Wo ai ni!. Gyun Woo ia bidik dengan kamera tuanya, kamera sama yang ia gunakan saat menjahili Gyun Woo di rumah sakit.

Hari dimana gadis itu pergi, entah berapa banyak aku menangis. Hidup tanpa tahu dimana dia. Terkadang jika melihat langit dimalam hari, aku teringat padanya.

Dia datang ke korea untuk mengurus pekerjaannya. Bukankah dia terlihat keren saat bekerja keras begitu? Bisa bertemu lagi dengannya, hatiku berdetak kencang.

Wanita itu mendekati Gyun Woo, katanya ia ke Korea sebenarnya ingin menikah. Ia bertanya apa pekerjaannya Gyun Woo. Gyun Woo tergagap tidak bisa menjawab. Wanita tersebut menebaknya, past pengangguran. Gadis itu mengajaknya jalan-jalan ke korea kalau begitu, karena Gyun Woo punya banyak waktu luang.

Gyun Woo memilih gratisan, ia mengikuti perjalanan gratis dengan para orangtua. Si pemandu dengan berlebihan menjelaskan ke kanan dan kiri mereka pemandangan sawah hijau dan pegunungan.

Gadis itu juga ikut-ikutan antusias belum pernah melihat yang seperti ini. Ia berterima kasih pada Gyun Woo. Kemudian busnya berubah menjadi klub orangtua, mereka menari-nari dengan lagu lawas dan lampu berkelap-kelip.

    Gyun Woo mengajaknya jangan ikut bus aneh itu lagi, mereka nanti bisa nebeng kendaraan lain pulangnya ke Seoul. Tidak ada kendaraan yang mau menumpangi dan mereka makin masuk ke dalam hutan. Gadis itu agak kesal kenapa mereka jalan tidak tentu arah sampai malam.

Gyun Woo yakin ia tahu jalannya. Gadis itu menjahili Gyun Woo dengan diam-diam menempelkan jarinya ke pipi Gyun Woo. Gyun Woo parno “Wuaaah! Ada setan, setan!”

Mereka lalu duduk. Perut Gyun Woo berbunyi pertanda ia kelaparan. Gyun Woo menemukan sesuatu untuk dimakan. Gadis itu mengeluh rasanya tidak enak, Oppa saja yang makan!. Gyun Woo memakannya, saat korek api dinyalakan kembali.. perangainya Gyun Woo menjadi aneh.

Ia berkeringat banyak dan rindu belaian. Gadis itu mengiranya sakit. Tingkahnya Gyun Woo semakin menjadi-jadi, ia memeluk gadis itu. Gadis itu melihat apa yang salah dengan makanan tadi, rupanya itu adalah obat yang kekuatannya sepuluh kali lipat dibandingkan Viagra.

Gyun Woo jadi seperti cacing kepanasan, ia berusaha keras untuk menahan diri. Oppa kau sedang apa? Janga begitu.. menakutkan!

“Aku tidak apa-apa, jangan hiraukan aku tidak apa-apa.”

“Apa-apaan, kau pegang apa? mau mati!?”

“Diamlah. Tunggu sebentar!”

Gyun Woo berteriak kesakitan kena pukul dan gampar sana sini.

Pagi harinya mereka terbangun. Dalam situasi aneh ini gadis itu malah senang sekali, ia merentangkan kedua tangannya melihat pemandangan di bawah

“Senang?” Tanya Gyun Woo

“Iya, senang. Langit jadi selimutnya. Padang rumput jadi kasurnya. Disini spa! Kita seperti benar-benar tidur di alam bebas. Lihat itu ada pesawat. Aku ada disini!” Ia melambai-lambaikan tangannya ke pesawat.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s