[C-Movie] Never Said Goodbye – Part 1

“…, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113,…” Hitung Junho (Lee Junki) sembari berbaring mengenang Xiaoyou. Tanggal 1 Oktober 2013. Sudah 3 tahun dan 113 hari Junho mengenal Xiaoyou.

Junho dan yang lain makan malam bersama serta bermain kartu untuk bersenang-senang. Tiba-tiba Junho meminta perhatian pada semua saat mereka duduk-duduk, ia ingin menunjukkan trik sulapnya. Junho mengeluarkan tiket pesawat.

Tiket pesawat menuju Italia, beberapa mengira Junho hendak mengajak Xiaoyou menemui keluarganya.

“Teman-teman sekalian aku… Akan pulang ke Italia… Besok. Untuk belajar Opera. Itu adalah… Impian masa kecilku.”

Xiaoyou mencemooh Junho, bernyanyi lagu ulang tahun saja ia masih sumbang.. berlagak ingin belajar opera?!. Karena suasana menjadi canggung, Junho mengajak semuanya bersulang.

Tetangga baru, ia cukup kesulitan membuka kunci tempat tinggalnya. Xiaoyou kewalahan memapah Junho pulang. Xiaoyou berhenti sebentar, ia memberi tahu tetangganya bahwa pintunya sudah tua dan cukup bermasalah, tendang saja maka akan terbuka.

Xiaoyou kembali memapah Junho. Si tetangga menendang pintunya dan terbuka begitu saja. Tetangga terkejut, rupanya Xiaoyou benar.

Xiaoyou memandikan Junho, ia juga mengeringkan rambut Junho. Xiaoyou bertanya apa merawat Junho seperti ini menurutnya manis?. Junho membetulkannya. Xiaoyou bertanya apakah Junho masih ingin ke Italia?.

“Ya” Tukas Junho. Xiaoyou menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut. Ia marah.

“Kau tahu kakakmu tidak suka padaku? Dia meneriakiku saat menelepon.”

“Aku tahu. Itulah kenapa aku hanya membeli satu tiket.” Jawab Junho dengan bahasa korea. Xiaoyou mendorong Junho keluar dari kediamannya. Junho menggedor-gedor pintu.

Junho tertduduk dengan anjingnya

“Hei kau… Kau juga ikut diusir? Sekarang kita diusir. Junho mengusap-usap kepalanya, kemudian menciumnya. Ia memegangi kepalanya dengan frustasi.

Pernyataannya Junho masih segar terngiang-ngiang dikepala Xiaoyou, “Xiaoyou, aku ingin putus.”. Malam itu Junho pergi dengan taksi menuju bandara.

     Selang waktu kemudian. Xiaoyou masuk ke kantor dengan muka ditekuk. Ia sama sekali tidak bersemangat. Di ruangan Pak Ma ia juga menolak duduk. Pak Ma bertanya apakah Junho menghubungi Xiaoyou dua hari terakhir ini? Pak Ma menasehati Xiaoyou harusnya bisa pengertian dan memahami Junho. Seorang pria seharusnya mengejar impiannya, Junho adalah pria dan teman yang baik. Bagus dalam bekerja pula. Dia meninggalkan pekerjaannya padamu sebelum pergi. Dari awal aku sangat menentangnya. Kau harus buktikan naluriku ini benar. Karyawan yang lain menerima keluhan paling lama satu tahun.

Tapi kau… Kau tidak pernah memuaskan pelanggan… Sejak kau bekerja disini. Lihatlah sketsamu. Bukankah lebih mirip toilet anak kecil? Dan kau selalu memasang wajah cemberut itu setiap hari.

Xiaoyou melirik ke bawah, rekan-rekannya memandanginya iba.

Xiaoyou dalam hati: Sejak kepergian Junho… Pak Ma selalu memarahi kami setiap hari. Aku yakin… Dia sangat kehilangan Junho seperti aku. Sepertinya… Aku seperti belenggu diantara mereka. Dia menegurku sepanjang siang ini. Hasilnya… Aku menerima pesangon dan dipecat. Dia meminta maaf pada pelanggan atas namaku. Aku menyukai keputusan ini.

12 Oktober

Di dalam kamar Xiaoyou banyak terdapat foto kebersamaannya dengan Junho. Seringkali Xiaoyou melemparkan barang-barang mungil pada foto Junho sebagai bentuk kekesalannya. Xiaoyou mulai berbicara dengan anjingnya.

“Guguk. Ayo berdiri. Ada yang ingin mama katakan. Kira-kira kemana papamu pergi? Ayo katakan. Melihat keadaannya. Sepertinya dia tidak akan kembali. Tidak bisa dipastikan apakah dia akan kembali. Bagaimana menurutmu?”

Xiaoyou masih kuat menghadapinya sejauh ini.

“Aku akan beri dia waktu sebulan. Jika dia tidak kembali selama sebulan. Kami benar-benar akan putus. Kecuali kalau dia berlutut meminta maaf. Setuju? “

Xiaoyou bahkan bisa tertawa-tawa mengatakan hal tersebut.

Tiga bulan berlalu. Xiaoyou telah lama menunggu, ia tidah tahan lagi. Xiaoyou sudah mulai kehilangan kewarasannya. Tidak ada telpon masuk. Tidak ada pesan. Atau email. Tidak juga terlihat di chat. Benar-benar membuat patah hati. Kau pikir aku akan mengampunimu? Tidak akan!

Aku bisa bertahan. Aku akan baik-baik saja. Xiaoyou mencoba menghubungi Junho namun tidak ada tanggapan “Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi bip.“

Setelah mendengar itu Xiaoyou hanya mendengus dan mengangguk-angguk mengerti, air matanya sudah tergenang di pelupuk mata, rupanya begini.. sekarang ia benar-benar ditinggalkan. Xiaoyou mulai mengetik pesannya

[ Park  Junho. Kau pria brengsek. Jangan berani kembali. Mati saja sana. Kau bunuh diri saja. Semoga kau masuk jurang. Pria bau busuk. Dasar tukang bual. Tidak tahu malu!! ]

Xiaoyou membanting ponselnya, mengenai pigura fotonya sampai pecah berkeping-keping.

Di Italia Junho dikabarkan meninggal dunia karena mendaki gunung berapi yang aktif. Junho terjatih. Xiaoyou juga telah menerima kabarnya. Beberapa rekannya menghubunginya, memintanya untu tabah. Xiaoyouhanya tersenyum samar, ia benar-benar terguncang.

Xiaoyou tidak menghadiri pemakaman, ia tidak bisa menerima ini. Di dalam rumahnya, Xiaoyou menyanyi-nyanyi yanga terdengar seperti lolongan putus asa, ratapan kesedihan.

Tetangganya disaat yang sama sedang memainkan tuts tuts pianonya, ia merasa terganggu dengan nyanyian Xiaoyou yang menyedihkan dari kamar di atasnya.

Xiaoyou terburu-buru masuk ke kantor, ia menggeledah semuanya mencari sketsanya. Temannya mengingatkan kalau Xiayou sudah lama dipecat. Apa Xiaoyou sekarang sadar?. Xiaoyou bertanay ke Ma apa sketsa barnya Junho Ma ambil?.

Ma mengatakan ia menyerahkan sketsanya ke orang lain, ia harap Xiaoyou istirahat saja sekarang.

Mereka dimarahi Direktur Chen karena sketsanya Junho menurutnya punya konsep konyol. Direktur Chen menginginkan langit-langit yang berbintang. Xiaoyou geram, ia menyarankan atapnya dibuang saja kalau begitu. Direktur Chen tentu saja kesal dengan jawabannya Xiaoyou, ia sudah lama tidak suka dengan cara kerjanya Xiaoyou dan kenapa bisa terlibat dalam proyek ini.

Xiaoyou melihat sketsanya Junho. Direktur Chen ingin bertemu dengan perancang sketsanya si Park itu, main kabur saja dan tidak bertanggung jawab. Park Junho pengacau. Direktur Chen pergi, Xiaoyou mengejarnya, ia tidak bisa menerima Park Junho dikatai pengacau.

Xiaoyou mendorong Direktur Chen sampai terjatuh berguling-guling dari tangga.

Setelahnya Ma dan Xiaoyou di kantor saling tarik sketsanya Junho. Xiaoyou teguh dengan pendiriannya, ia tidak suka sketsanya Junho diejek. Ma mengingatkan Xiaoyou bahwa Junho sudah meninggal, dan perusahaan harus tetap berjalan. Mereka harus menuruti permintaan klien.

Ma menegaskan sekali lagi. Junho sudah pergi, pergi untuk selamanya. Xiaoyou menitikkan air matanya, ia bahkan menggigit tangan Ma untuk merebut sketsanya Junho.

[K-Movie] Midnight Runners – Part 5 Final

Ki Joon dan Hee Yeol berpura-pura disuruh Prof Yang meminjam peralatan polisi lengkap. Petugas memberikannya tanpa curiga sedikit pun, ia mengatakan Rabu harus dikembalikan dalam kondisi yang sama.

Keduanya lalu berlatih menembak.

Seorang anak dicek kondisi tubuhnya, menurut mereka anak tersebut tidak layak diambil sel telurnya. Mereka memutuskan untuk diambil saja organ dalamnya. Yunjung mencoba menghentikannya, namun ia malah dipukul

Di kelas bela diri baik Ki Joon dan Hee Yeol sama-sama berlatih dengan keras. Diluar kelas mereka juga berlatih gila-gilaan.

Ki Joon sit up dan Hee Yeol menghitunginya. 98, 99.. dan 99 lagi, 99 lagi, terakhir! 99. Ki Joon kesal dipermainkan, ia langsung menjambak Hee Yeol.

Ki Joon juga melakukan hal yang sama pada Hee Yeol. Hee Yeol balas menggigit kaki Ki Joon. Mereka makan lebih banyak daging, berlatih kian keras tiap harinya.

Saat pelajaran pun mereka memperhatikan penjelasan Prof Yang dengan nyalang. Muka muka tampang kebanyakan belajar dan kurang tidur *hhhh

Ki Joon melakukan push up. Hee Yeol juga berlatih sama kerasnya seperti Ki Joon.

Joo Hee menemukan mobilnya dan memberikan informasinya. Ki Joon dan Hee Yeol menemukan informasi di internet,

mereka akan bergerak 2 hari dari sekarang.

Yunjung dipalsukan identitasnya menjadi mahasiswi jurusan bahasa inggris, menyumbangkan sel teluarnya untuk biaya kuliah. Harga sel telurnya Yunjung 80 dollar, kisaran 1 M jika di-kurs kan dalam rupiah.

Anak-anak dibawa ke klinik. Ki Joon dan Hee Yeol menuju ke lokasi. Ki Joon dan Hee Yeol mengamati situasi terlebih dahulu. Dokter memberikan 20 dollar untuk preman.

Ki Joon dan Hee Yeol bersiap-siap. Keduanya menghajari para preman yang jumlahnya tak sebanding dengan mereka.

Ki Joon berhasil melumpuhkan banyak preman, Hee Yeol dan membuatnya kaget.. nyaris saja Hee Yeol kena hantam besinya Ki Joon *hhh. Ki Joon khawatir dengan tangan Hee Yeol yang retak.  Hee Yeol khawatir pada pistol listrik mereka yang rusak, bisa mati mereka sekarang, Hari Rabu harus dikembalikan dengan kondisi utuh.

Hee Yeol dan Ki Joon bertanya pada Bibi kebersihan di mana ruang operasi. Beliau menjawab ruang 8. Keduanya berterima kasih, sampai di lantai 8 mereka disambut si bos preman.

Perkelahian sengit tidak terhindarkan. Ki Joon berhasil mendorongnya ke jendela kaca, hendak memborgolnya tapi gagal. Hee Yeol jadi sasaran berikutnya, ia dijatuhkan ke jendela kaca.

Ki Joon membantingnya, mereka lalu memborgolnya. Padahal mereka sudah keren-keren langsung menuju ke ruang operasi, dua kunyuk kembali lagi untuk mengambil peralatan yang mereka pinjam. Bisa kena semprot kalau sampai tidak mengembalikannya XD

Ki Joon dan Hee Yeol menuju ruang operasi untuk menghentikan pengambilan sel telurnya Yunjung. Mereka juga mendatangi ruangan para anak-anak lainnya. Mereka tidak ada pilihan lain selain menghubungi Prof. Yang meski risikonya mereka akan dikeluarkan.

Prof Yang sebelum menghadiri rapat bertanya apakah keduanya apa tidak menyesal jika akhirnya dikeluarkan?. Hee Yeol dan Ki Joon sepemikiran apa yang mereka lakukan adalah tindakan yang benar. Namun keduanya tidak mau dikeluarkan karena ingin terus belajar dan menjadi polisi yang sebenarnya.

Setelah terjadi perdebatan sengit diantara dua kubu yang pro dan kontra, Prof Yang menengahi mereka telah berhasil mendidik Kang Hee Yeol dan Park Ki Joon dengan baik, memang tindakan mereka secara sistem dianggap buruk, namun mereka telah melakukan kebenaran mengingat keduanya masih muda. Ingatkah kita pernah berada di posisi mereka yang muda dan bersemangat, ambisius, serta teguh memegang nilai-nilai kebenaran yang mereka yakini?. Mereka bukanlah anak-anak yang egois, mereka berlari sepanjang malam demi menolong orang lain.

Ki Joon dan Hee Yeol seharusnya dikeluarkan, namun keputusannya adalah keduanya harus mengulang satu tahun masa pendidikan dan melakukan kerja bakti selama 500 jam.

Ki Joon bertanya pada Hee Yeol jumlah jam kerja bakti mereka tersisa?. Hee Yeol menjawab 473 jam, 20 menit. Ki Joon mengerang kesal karena masih banyak sekali. Ia mengajak Hee Yeol bersih-bersih kali ini segera diselesaikan dan pergi ke warnet untuk main tembak-tembakan (HHHHHHHH)

Hee Yeol melihat ke belakang. Yunjung datang untuk menyapa mereka,

Yunjung terharu sekali, sesekali ia mengusap air matanya. Amat berterima kasih berkat keduanya ia bisa menjalani hidup normal. Yunjung mendekati Ki Joon dan memeluknya, Hee Yeol yang jadi ikutan terharu dan beralasan angin membuat matanya berair.

Hee Yeol iri lantas mendekat dan gantian memeluk Yunjung. Ki Joon memeluk Yunjung lagi, modus XD

Keduanya lalu tidak peduli dengan kerja baktinya, mereka mengajak Yunjung jalan-jalan melihat-lihat kampus. Mereka juga memperkenalkan diri mereka.

CUAP-CUAP:

Efek ketiduran tak jarang bisa mimpi buruk ya.. karena gak do’a dulu sebelum tidur dan pasti ada yang gangguin kita waktu tidur. Itu terjadi padaku, HaHaHaHa! Aku takut tidur (﹏╥), gak juga sih.. hobiku kan tidur ^^/

Midnight Runners pakai ost lagunya barat, pernah denger tapi kurang tahu judulnya apa saja. Terlepas saya suka Park Seo Joon, mungkin saya akan melirik film ini karena ada Kang Haneulnya.. rata-rata film dan Dramanya Haneul bagus bagus, ini orang selalu dapet peran pria pintar cerdas, kalem tenang. Dari Teaser-nya sudah kelihatan kalau film ini adalah komedi kepolisian.

Scene favoritku?

  • Ketika Hee Yeol dan Ki Jun berusaha nyari cewek, polosnya yaampuun… mereka harusnya dengan tampang sekece itu gak usah susah-susah ke klub, ngibulin aja anak-anak SMA baru gede pasti dapet XD. Yang pasti kalau nyari cewek di klub kebanyakan ya yang mata duitan, dan mereka banyak tidak diterimanya karena mereka masih taruna polisi yang polos, yang kalau pun sudah jadi polisi gajinya tak seberapa. Atau? Kencan aja sama gw.. senin-rabu Ki Jun, kamis-sabtu Hee Yeol, Minggu? Jalan bertiga aja.. susah amat? *HHHHHHHHHHHH!
  • Sewaktu Hee Yeol meludahi Ki Joon dan membohongi Ki Joon kalau kepalanya Ki Joon berdarah XD, dan menyemangati Ki Joon yang meloloskan diri dari gantungan HHHH!. Dan setuju banget yang masuk ke salon pembersih telinga si Hee Yeol aja, si anak pintar yang kelihatannya sopan dihadapkan pada mbak mbak seksih, nampar muka sendiri biar sadar dan minta maaf ke ibunya, waktu si mbak-mbaknya mulai nempel-nempel. Kurasa gak akan lucu kalau yang masuk ke salon si Ki Joon dan yang lari-lari manggil babi adalah Hee Yeol *hhh.
  • Saat Ki Joon mengalihkan perhatian polisi dengan memanggil mereka “Hei Babi!” yang dalam bahasa korea pengucapannya mirip dengan polisi *wkwkwk. Ini mengingatkanku pada Goblin..

Eh jeng jeng jeng.. Katanya Goblin diputar di TV dan didubbing ya? Maklum… saya gak pernah nonton tipi jeng.. tipe tipe mbak mbak sok sibuk. Ini sedikit membuatku kecewa. Karena apa? Nostalgia dikit ya.. Eun-tak kan sering minta duit 500 dollar dari Shin, dia sering ngomong “kobek!” bisa memiliki dualivitas makna yang ambigu tergantung situasinya, soalnya kobek kan artinya 500 dollar dan ngakulah/menyatakan cinta. Dari bahasa aslinya kita bisa ketawa karena hal sekecil seremeh ini, namun jadi hilang kalau didubbing.. yah..  Jadi kita merasa lucu si Euntak ini pas ngomong kobek maksud sebenarnya lagi minta duit apa minta ditembak Shin? *wkwkwk

     Seo Joon cocok sekali memerankan sosok boyish anak nakal begini, jujur saja dari semua drama maupun film sampai variety show maupun CF nya Seojun yang kuikuti selama ini.. 2 tahun ini tepatnya. Midnight Runners adalah versi tergantengnya Seojun XD, menurutku eye catching sekali! Yaampun! Speechless rasanya, karena semuanya terasa pas ^-^. Dan Haneul cocok banget jadi anak pintar dan kadang-kadang nakal dikit *hhhh. Aje gile tampang o’onnya sewaktu keenakan dibersihin telinganya kepengen gw gampar XD *ngeselin tapi lucu*

Argh! Kalau polisinya model begini, yang ada saya ingin sekali ditilang XD Tilang saja daku Kang… Tilang! Tilang Kang.. PLIS! Jaeballll. Tangkap aku, penjarakan aku dalam hatimu jangan dikasih keluar *kkkk