[K-Movie] Midnight Runners – Part 3

Tteokpokki yang ada di sana mirip dengan yang mereka bawa-bawa. Penjualnya juga tidak terlalu ingat siapa pembelinya karena pembelinya ada banyak. Keduanya menjelaskan seorang gadis yang berwajah kecil,tinggi.

Tengah malam memang Ajumma melihat pelanggan semacam itu, sayangnya ia tidak tahu rumahnya. Namun ia tahu tempat kerjanya, di sekitar toserba 7-11 tak jauh dari sini. Biasanya ajumma melihat gadis itu keluar dari basement 7-11

Hee Yeol dan Ki Joon menuju lokasinya. Hee Yeol merasa tidak nyaman

“Hei Ki Joon.. Dia pasti bekerja di salon pembersih telinga.”

“Apa itu?” Ki Joon baru dengar.

“Kau berbaring di pangkuan wanitanya, selagi ia membersihkan telingamu. Jika kau mau, dia akan membiarkanmu menyentuh payudaranya.”

“Wah, Muke gile. Bagaimana kau tahu tentang ini?” Ki Joon syok. Hee Yeol menjelaskan. Saat SMA teman-temanku ingin pergi kesini, jadi aku mencari tau.

“Kau pergi?”

“Tidak, karena mereka tidak mensterilkan pembersih telinganya. “

“Kau pasti pergi, pecundang.”

“Tidak, pecundang.”

Jika mereka ketahuan masuk kesini mereka akan diusir dari akademi. Ki Joon menyarankan satu di luar dari satu masuk ke dalam. Untuk menentukannya mereka suiten. Hee Yeol kalah dan harus masuk, Hee Yeol tidak terima, ia mengajak suit lagi dan kalah lagi,

Tidak ada pilihan lain, Hee Yeol masuk. Ia ingin bertanya namun langsung disuruh masuk ke kamar 3. Hee Yeol tidak membantah, ia bahkan juga mengintip pelanggan lain.

Ki Joon di luar merasa tergoda dengan mie cup dari toserba, kelihatan enak sekali. Ki Joon memperhatikan pelanggan tersebut dan segera menyadarkan dirinya.

“Itu hanya mie ramen. Astaga. Aku bisa menahannya. Aku bisa melakukannya.  Pasti bisa.” Namun ia tidak kuat melihat sosis “Wow, sosis! Itu favoritku”

Ki Joon tidak tahan, ia akhirnya ke toserba untuk beli mie cup dan sosis. Sembari berjaga dari sana kan juga bisa.

Hee Yeol menunggu, petugas bertanya Hee Yeol mencari wanita yang mana?. Hee Yeol mengatakan mukanya mungil, tinggi. Petugas itu lalu pergi. Sementara itu Ki Joon selesai makan, ia mengambil satu lakban.

Hee Yeol kikuk karena wanita pembersih telinganya datang, wanita itu bertanya apa Hee Yeol ini tentara?. Wanita itu menyuruh Hee Yeol duduk di pangkuannya. (Hee Yeol-ku yang suci, manis dan polos, kenapa berubah jadi mesum begini? XD HHHH)

Sebelum dibersihkan Hee Yeol bertanya apakah sudah disterilkan pembersihnya?. Wanita itu menjawab tidak, bertanya apa perlu?.

“Tidak.” Hee Yeol tidak jadi menjelaskan.

“Baiklah kalau begitu. Bersantailah.” Dan Hee Yeol sementara waktu kehilangan akal sehatnya,

Ki Joon melihat polisi melintas ingin menggerebek salon pembersih telinga. Ki Joon keluar 7-11 dengan paniknya. Ketika kedua polisi tua itu turun.. Ki Joon meneriaki mereka

“Hei, babi!” (Pengucapan babi dan polisi mirip) kedua polisi tersebut tersinggung di teriakan kedua karena Ki Joon meneriaki keduanya tepat di belakang mereka. Lalu kabur,

Kedua polisi tersebut kewalahan mengejar Ki Joon. Ki Joon menyarankan mereka sesekali harus olah raga.

Hee Yeol masih kehilangan kewarasannya sementara waktu, lupa tujuannya kemari untuk apa.

Kedua polisi tersebut kehabisan napas, mereka kesal sebenarnya Ki Joon ini kapten amerika atau apa? larinya tidak putus-putus. Si rekannya menyarankan untuk dibiarkan saja, sepertinya sudah menyadari kesalahannya.

Eng ing eng.. Ki Joon keluar dan mengejeki mereka lagi.

“Keadilan harus ditegakkan. Kalian, babi!”

(HHHHHHHHHHHHHHH! kurang ajar.. ^-^)

Ki Joon mengulur waktu dan kejar-kejaran lagi.

Hee Yeol keenakan, ia bahkan ketiduran. Wanita pembersihnya menyarankan Hee Yeol sering-sering kemari karena kotoran di telinganya ini. Hee Yeol mengiyakan, lalu sadar ia kemari bukan untuk membersihkan kotoran telingan. Hee Yeol menoleh ke atas dan tidak tahu harus menatap ke mana.

Hee Yeol bangun.

“Lalu mengapa kau di sini? Bolehkah aku tahu?”

Hee Yeol langsung menampar pipi kirinya sendiri agar sadar.

“Maafkan aku, Ibu.”

Lalu Hee Yeol menjelaskan ia tadi melihat seorang gadis yang diculik segerombolan orang, dan ia menemukan gadis itu ternyata bekerja di sini. Ia punya wajah yang mungil, tinggi, sering pulang tengah malam sepertinya. Wanita itu menduga pasti Yun-jung. Hee Yeol tidak bisa mendapatkan alamatnya karena Yun-jung adalah pelarian, di tempat ini juga tidak ada datanya karena ini bisnis illegal. Wanita itu menawarkan untuk bertanya pada teman-teman Yun-jung.

Setelah mendapatkan alamatnya Yun-jung… Hee Yeol keluar dikagetkan dengan mobil patroli. Ki Joon mengajaknya lari.

Di tempat tinggal Yun-jung. Seorang laki-laki kurus membukakan pintu, di tangan belakangnya ia membawa kater. Keduanya menjelaskan mereka dari akademi polisi dan melihat Yun-jung diculik. Laki-laki kurus tadi berpura-pura akan membukakan pintu, ia lalu berusaha kabur, Ki Joon dan Hee Yeol mengejarnya.

Hee Yeol berpencar, ia diserang pria kurus. Reflek Hee Yeol mempraktekkan jurus aneh yang menurutnya konyol di kelas bela diri sebelumnya. Hi-yah!

Hee Yeol terkejut jurus konyol itu rupanya berfungsi. Si laki-laki kurus langsung terbatuk-batuk dalam. Ki Joon datang, kagum dengan apa yang Hee Yeol lakukan sampai begini?

Hee Yeol bilang jurusnya bekerja, lakukan seperti yang diajarkan. Ki Joon membekukna bertanya mengapa laki-laki ini kabur?

Hee Yeol mengambil ponselnya, meminta passwordnya. “Tolong berikan aku passwordnya!”

Ki Joon mengingatkan Hee Yeol “Jangan terlalu sopan.“

“Berikan aku passwordnya, berengsek!” Ralat Hee Yeol

Ki Joon menekannya dan membuatnya angkat suara. Passwordnya adalah 1111

“Password goblok.” Gumam Hee Yeol. Dari pesan yang ada diketahui Yun-jung dijual pada orang yang namanya gun-ho di daerah Daerim-dong. Ia menyuruh mereka ambil dompetnya, di sana ada kartu namanya. Hee Yeol mengambil dompetnya,

Ki Joon bertanya setelah Yun-jung dijual ia akan diapakan?. Pria kurus itu menjawab tidak tahu, ia melakukannya karena perlu uang.

Hee Yeol mengajak Ki Joon untuk kembali ke tempat anak-anak tadi bertanya tentang Yun-jung. Terlalu berbahaya untuk mereka tinggal di sana. Keduanya membawakan makanan untuk mereka.

Anak-anak itu bertemu di pusat pelarian. Yunjung kabur dari rumah karena ayah tirinya sering memukulinya. Anak di depan Hee Yeol bertanya apa yang terjadi pada Yunjung Eonni?

Hee Yeol menjelaskan Yunjung dibawa oleh para penjahat dan mereka belum menemukannya. Seketika anak itu menangis khawatir, Ki Joon menyalahkan Hee Yeol mengapa bicara bodoh begitu?.  Ki Joon menegaskan Yunjung tidak apa-apa dan ia akan segera ditemukan.

Anak di depannya Ki Joon memegangi tangannya dan berharap Ki Joon berhasil menemukan Yunjung. Ki Joon meyakikan mereka akan menemukan Yunjung apapun yang terjadi. Hee Yeol memberikan uang untuk mereka menginap di tempat yang lebih baik.

Ki Joon dan Hee Yeol naik taksi ke Daerim-dong. Keduanya membicarakan nasib anak-anak pelarian yang jika salah satu hilang yang lainnya tidak bisa bertindak apa-apa dan tidak bisa melaporkan ke polisi karena ketakutan, si pelakunya juga mudah mendapatkan target mereka. Memanfaatkan situasi demi bisnis perdagangan manusia.

Yunjung dipalsukan identitasnya menjadi mahasiswa bahasa inggris.

Sopir taksi mengatakan mereka sudah sampai di Daerim-dong. Daerah ini adalah tempat tinggal Korea-Cina, banyak terjadi penusukan di malam hari. Polisi bahkan tidak berani berpatroli di sekitar sini.

Harusnya keduanya tidak kemari kalau hanya sekedar jalan-jalan.

Ki Joon dan Hee Yeol duduk dan ditawari makan. Pesan dari 2 porsi dan tempat ini akan tutup jam 4 pagi. Ki Joon minta ponsel ponsel dari Hee Yeol, Hee Yeol malah mengambilkan ponselnya sendiri. Dengan mukanya yang imut XD

“Bukan milikmu, milik bajingan tadi!”

Ki Joon menelfon Gun-Ho. Seorang pria mengangkatnya, Ki Joon mematikan panggilannya. Gun-Ho balik menelepon dan membuat mereka curiga karena suara ponselnya di dekat mereka.

Mereka mendekat bertanya siapa? Dan kenapa ponselnya Gun Young ada di mereka?

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s