[C-Movie] Never Said Goodbye – Part 4

     Suatu hari Junho mendapati hidungnya mengeluarkan banyak darah. Junho memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Dokter menjelaskan hasil pemeriksaannya, Junho positif mengidap kanker.

Junho bertanya pada dokter berapa lama lagi perkiraannya hidup?.

“Setengah tahun” Jawab dokter.

Itulah mengapa Junho berpura-pura pergi ke Italia demi mengejar mimpinya. Ia sesungguhnya tidak ingin membuat Xiaoyou terluka jika mengetahui penyakitnya. Pagi hari setelah diusir keluar dari apartemen Xiaoyou, Junho minta putus.

Ia pergi meninggalkan Xiaoyou ke Italia.

Junho pulang ke rumah kakaknya. Kakaknya senang sekali Junho pulang setelah 3 tahun merantau. Ia memukuli Junho karena kesal, tiba-tiba Junho terjatuh dan kesulitan berdiri.

Junho diperiksakan. Kakaknya terkejut ternyata Junho mengidap kanker, setelah keluar dari rumah sakit kakaknya hanya mengatakan Junho kelelahan dan harusnya beristirahat di rumah. Namun Junho tahu kakaknya sudah mengetahui penyakitnya.

Di pinggiran tebing Junho menerima pesannya Xiaoyou.

[ Park Junho. Maafkan aku. Aku yang salah. Kalau kau kembali. Aku tidak akan marah lagi. Aku akan berubah. ]

Junho mengatakan keinginannya pada kakaknya, ia ingin dimakamkan lebih awal. Xiaoyou harus melupakan Junho secepatnya. Sayangnya Junho lihat Xiaoyou tidak menghadiri pemakamannya. Ia yakin Xiaoyou tidak bisa menerima ini.

Junho memberitahukan kebohongannya pada Ma dan memintanya menutupinya dari Xiaoyou.

31 Januari 2014. Awal tahun baru. Hari ke-3 sejak aku kembali ke Shanghai. Setelah banyak memohon, Ma setuju menunda perawatanku. Dan aku tinggal di apartemen diatas tempat tinggal Xiaoyou.

Selama ini Junho selalu mengawasi Xiaoyou.

Tahun baru dan bagi Xiaoyou sama saja, tinggal ia dan Guguk, rumah yang kotor.

Junho juga mendengar ketika Xiaoyou pulang ke apartemen dan memaki-makinya, melemparkan semua barang-barang ke luar.

Itulah mengapa dulu tetangganya Xiaoyou tidak jadi naik menemui Xiaoyou yang berteriak-teriak karena Junho sudah ada di depan pintu apartemen Xiaoyou, namun tetangganya tidak pernah mengatakannya pada Xiaoyou bahwa Junho masih hidup meski tahu, ia menghargai privasi orang lain.

Junho di apartemennya. Merekam semua pembicaraannya, sekarang sudah berganti alat rekaman lain. 14 Febuari 2014. Hari valentine (kasih sayang). Xiaoyou menangis lagi. Dan aku tidak bisa menghiburnya. Ma memaksaku untuk dirawat dirumah sakit. Ingatanku semakin memburuk.

    Junho juga melihat Xiaoyou membuangi semua barang-barang yang berhubungan dengan mereka berdua. Malam ketika Xiaoyou mencari Guguk yang terlepas, Junho juga mengikutinya serta memperingatkan Xiaoyou yang tidak fokus menyeberang jalan hingga tertabrak.

Junho membawanya ke rumah sakit.

Junho mengamati lamat-lamat Xiaoyou yang belum siuman. Junho mengerjakan apa yang Xiaoyou coba buat sebelumnya, ia juga merapikan hasil cat tembok yang Xiaoyou cat sebelumnya.

Disaat Xiaoyou hendak melanjutkan las-lasannya, terkejut melihat semuanya sudah beres. Junho setelahnya mencoret emotikon cemberut dan menggambarkan dengan senyuman. Di waktu lain Xiaoyou balas menuliskan “Who are you?”

Dibalas oleh tanda lainnya. Xiaoyou mendekatkan telinganya ke dinding. Dibalik dinding tersebut Junho mengecatnya juga disaat Xiaoyou di sana.

Ma meradang pada Junho yang memintanya membantu mengerjakan pekerjaannya Xiaoyou. Dia ini adalah bos perusahaan desain interior tapi melakukan seperti ini demi Junho, rasanya sungguh ingin membakar tempat ini!. Muka keduanya cemong oleh debu dan cat, Junho membalas Ma.. mata duitan seperti Ma mana mengerti apa itu cinta?

Cinta apanya?!. Ma makin meradang mendengarnya. Junho memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan, ia ingin melanjutkan pekerjaan. Junho terjatuh, Ma menggantikannya naik membuat instalasi. Junho duduk istirahat, ia terengah.

“Kalau kau sungguh mencintainya. Kau harus kumpulkan keberanianmu untuk menemuinya. Meskipun kau membuatkannya desain pencakar langit. Membahayakan dirimu dengan rak tangga baja ini. Dia tidak akan bahagia. Kalau dia tidak tahu siapa yang membantunya. Dia tidak cukup pintar. Kau pikir dia bisa mengerjakan semua ini?” Pungkas Ma kesal semberi mengelas.

“Bagaimana kalau aku menemuinya. Apa yang terjadi kalau aku menemuinya? Aku hanya akan melukainya lagi. Mati sekali lagi dihadapannya? Saat aku tidak bisa menahannya lagi. Aku akan benar-benar pergi. Kalian tidak akan melihatku lagi.”

Ma turun dan menyuruh Junho bangun. Ma ingin Junho sadar, sekarang ini ia sedang sekarat dan Junho harus menemui Xiaoyou sekarang!.

Junho tidak mau, ia balas mengusir Ma. Pergi saja! Akan dia kerjakan sendiri.

Malam harinya Xiaoyou mengendap-endap memasuki bar. Ia pikir akan memergoki siapa yang membantunya. Namun hanya ada Pak Ma yang berjengit menggerutu, kedatangannya Xiaoyou mengagetinya saja. Xiaoyou tidak mudah percaya, ia menyurai sekitar dengan senternya. Bertanya pada Ma apakah benar-benar di sini sendirian sedari tadi?

Ma menawarkan untuk Xiaoyou membantu. Namun Xiaoyou pergi tak menghiraukannya. Junho sebenarnya masih di sana, ia bersembunyi dari Xiaoyou. Junho mengernyit kesakitan karena hidungnya mengeluarkan darah.

Ma mengantarkannya. Junho memegangi tisu meredam aliran darahnya dari hidungnya. Junho terbahak kecil melihat Ma yang kelabakan menyetir, Junho memintanya santai saja menyetirnya tak usah terburu-buru. Ma marah dibuatnya, ia takut Junho mati di mobilnya.

Ma diberitahu dokter untuk mengabari keluarganya Junho, dua dari dari sekarang Junho harus dioperasi.

Selama operasi Xioayou mengunjungi bar lagi, ia terpekur di hadapan dinding. Ia gambar dua cangkir kopi, [Mari minum kopi bersama?]

Kepala Junho sekarang plontos, ia menutupinya dengan kupluk.

Tetangga Xiaoyou membuntuti Guguk, anjing tersebut berlarian dengan lonceng berdentingan.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s