[K-Movie] Daddy You, Daughter Me – Part 3

Do Yeon merekam pembicaraan tidak senonohnya Gwon Sajang tadi. Semuanya terkejut dengan itu. Do Yeon mengunggahnya ke SNS, Do Yeon mengatakan harusnya tidak ada masalah apapun karena Gwon Sajang tadi bilang ia hanya melakukan salah satu bentuk komunikasi. Bukanlah bentuk pelecehan seksual, semuanya mohon di-like ya! Gwon Sajang juga..

Do Yeon pulang naik bus. Ia heran barus beraktivitas sedikit kenapa sudah lelah sekali?. Do Yeon melihat seorang ayah yang disambut anak dan istrinya di halte bus, terlihat bahagia sekali.

Lalu bus kembali melaju, Do Yeon memperhatikan tas ayahnya yang sudah begitu lusuh dan wajahnya mulai banyak keriputnya, Do Yeon menyadari ayahnya sudah menua.

Sang Tae bertanya pada Do Yeon kenapa pulangnya telat sekali?. Do Yeon mengatakan ada makan malam bersama. Keduanya lalu saling mengecek ponsel masing-masing.

Do Yeon terkejut melihat pesan Jin Young soal audisinya hari ini keren sekali dan membuat kagum Ji Oh Sunbae. Sang Tae sendiri juga terkejut melihat sebenarnya tarian apa yang Do Yeon lakukan tadi saat makan bersama?. Namun keduanya saling puji dan berterima kasih, demi kelangsungan hidup masing-masing.. jangan bertengkar, akur-akurlah.. *kkkk

Sang Tae menariki rok Do Yeon yang kelewat pendek. Ia lalu ke toko pakaian membeli celana. Siswa lain memperhatikan Do Yeon dengan aneh, Ji Oh juga melihat kelakuan anehnya Do Yeon. Makin tertariklah dia pada Do Yeon *hahahaha

Do Yeon sendiri masuk ke kantor dengan membawa barang-barang belanjaan. Saat masuk dan berputar belanjaannya menghantam kepala Jo Daeri. Jo Daeri memperingatkan Kwajangnimnya kalau hari ini masuknya terlambat. Dia ini pimpinan, seharusnya tidak begini.

Do Yeon dimarahi atasannya karena melakukan tindakan ancaman pada Gwon Sajang. Do Yeon mengatakan ia tidak mau berhubungan dengan psikopat begitu. Atasannya ingin Sang Tae menghapus videonya dan meminta maaf pada Gwon Sajang. Inilah kenapa Sang tae tidak segera naik jabatannya.. ia selalu bertindak lurus begini.

Sang Tae mengkhawatirkan keadaan kantornya. Kyung Mi menyuruh Do Yeon untuk setidaknya berpura-puralah belajar, besok akan diadakan simulasi ujian. Guru datang mengajarkan matematika. Sang Tae melihat ke sekeliling, anak-anak lain kebanyakan tidak memperhatikan guru dan bermain. Sang Tae pikir ia harus mengajak Kyung Mi belajar di rumahnya agar nilainya Do Yeon bagus.

Sang Tae menuliskan pesan dan menggesernya ke Kyung Mi, ia juga memberikannya uang namun Kyung Mi menggesernya lagi. Sang Tae mengangkat jarinya meminta Kyung Mi bermurah hati.

Guru mendekati Sang Tae dan melakukan hal yang sama, mengacungkan jarinya dan memohon Sang Tae untuk belajarnya sekali walau ini sekali dalam seumur hidup. Memukul bahu Do Yeon dengan kesal.

Sang Tae kesal. Kyung Mi mengatakan permintaannya “Doenjang jiggae plus gyeran mari.” Sang Tae setuju.

Na Daeri mengajak Do Yeon ke sebuah tempat untuk membalas budinya kemarin, mereka minum jus. Do Yeon iri melihat kuku Na Daeri yang dicat cantik. Na Daeri bilang ia melakukannya sendiri dengan referensi di internet.

Kyung Mi, Jin Young, dan Sang Tae sebelum belajar makan bersama terlebih dahulu. Jin Young bukannya belajar malah mengelabang rambut Do Yeon dan menceritakan gaya berpacarannya, pacarnya yang agresif dan nyosor-nyosor di tempat umum padahal sudah sepakat pergi ke motel.

Sang Tae dalam hati berusaha keras untuk tidak mau ikut campur dan terus belajar. Jin Young mulai bosan, ia izin mau membuka branya. Sang Tae menahannya, jangan! Pokoknya jangan!

Jin Young merasa ada yang aneh dengan Do Yeon, apa salah minum obat?.

Jin Young menerima pesan dari ayahnya. Ia kesal dimonitoring ayahnya dan selalu mengeceknya. Sang Tae menasehatinya dengan gaya kebapakan, memangnya apa salahnya? Sebagai orangtua mengkhawatirkan anak adalah hal yang sangat wajar. Betapa menakutnya kondisi masyarakat kita zaman sekarang ini.

“Heh, Won Do Yeon… menurutku kau yang sekarang terlihat lebih menakutkan. Kenapa kau ini?”

“Orang-tuaku mungkin tidak sadar jika aku tidak pulang.” Kata Kyung Mi

“Itu ‘kan karena selama ini kau selalu menunjukkan perilaku yang baik. Anak yang begitu rajin sepertimu, kalau itu aku sudah pasti aku juga tidak akan khawatir.” Bela Sang Tae

“Bukannya tidak khawatir. Lebih tepatnya tidak peduli. Dengan memperlihatkan betapa rajinnya aku, barulah mereka akan memperhatikanku. Bagaimanapun juga, aku juga anak perempuan.” Jelas Kyung Mi yang sebenarnya.

Membuat Sang Tae merasa iba.

-DADDY YOU, DAUGHTER ME-

Ibu kesal karena ayah membeli barang-barang. Do Yeon beralasan ialah yang bekerja kenapa tidak boleh menggunakannya?.

Sang Tae dan yang lain turun. Do Yeon langsung melambai-lambaikan tangannya semangat pada ayahnya. *wkwkwk. Sang Tae malas melihatnya, Jin Young membalas lambaiannya. Anak-anak naik lagi ke atas.

Sang Tae menarik anaknya ke kamar. Kenapa belajar begitu banyak. Do Yeon sendiri protes kenapa ayahnya mengajak teman-teman ke rumah?

Sang Tae mengatakan ini demi belajar, besok ada simulasi tes. Mereka akan belajar sampai begadang. Do Yeon mempertanyakan apa faedahnya? Memangnya ada bedenya jika belajar sampai begadang?

Sang Tae mengatakan tentu saja ada bedanya, dulu ia semasa sekolah memiliki prestasi yang lumayan. Menurutnya belajar adalah hal yang termudah, dan mulai mengocehi Do yeon yang harusnya belajar dengan benar karena ayah sudah bekerja dengan keras.

Do Yeon muak mendengarnya, baiklah.. buktikan saja.

Sang Tae sudah percaya diri di awal. Ia tidak mengerti sama sekali, ia celingak-celinguk. Sang Tae makin frustasi di maple selanjutnya. Di soal listening tentang perkawinan anjing, Sang Tae asal menjawab “Tergantung mood anjing itu” *hhhhhhhhhhh

Do Yeon di kantor, kangen sekali pada Ji Oh sunbae *hhhhhh. Jo Daeri mengajaknya naik ke atap gedung.

Jo Daeri menunggu dengan kerennya seperti hendak bertarung/berduel, Do Yeon panik bertanya “Ada apa? Ada apa? MAU APA?” *HHHHH

“Aku juga punya banyak yang ingin kukatakan. Selama ini kutahan-tahan terus. Katakan!”

“Kemarin, kau dan Na Daeri melakukan apa dan di mana?”

“Curhat”

“Biasanya, Na Daeri selalu menjelek-jelekkan Gwajang-nim di belakang. Tapi belakangan ini sepertinya pandangannya terhadap Gwajang-nim jadi berubah drastis.”

“Kenapa? Na Daeri menjelek-jelekkanku?”

“Tidak hanya menjelek-jelekkanmu. Bahkan meludah di dalam cangkir kopi yang kau minum setiap pagi.” ( That’s fact!, kalau atasannya ngeselin semua orang akan selalu melakukan itu XD, sesabar apapun saya.. saya juga pernah ada pemikiran semacam ini pada orang-orang rese *HHHHHHH)

Do Yeon langsung merenggangkan rahangnya merasa risih.

“Gwajang-nim… Kenapa bisa hubunganmu dengan Na Daeri belakangan ini jadi sangat dekat? Tolong beritahukan rahasianya padaku.”

Jo Daeri sampai membungkuk minta resep tokcernya apa?!.

“Gara-gara Na Daeri aku hampir jadi gila. Cium bau Na Daeri saja…. maksudku… Mencium bau parfum Na Daeri saja jantungku serasa berpacu dengan cepat. Harus bagaimana ini? Sampai buku teknik berpacaran pun sudah kubaca berkali-kali. Kau bukannya tidak tahu aku. Selama tahu masalahnya di mana, aku pasti bisa menemukan solusinya.”

Do Yeon lalu mengajarinya cara pedekate yang baik dan benar versi Do Yeon. Ia mengecek ponselnya Jo Daeri. Mencemoohnya kenapa yang dibahas selalu cuaca melulu? Memangnya Jo Daeri ini tukang ramal cuaca atau apa?

Jo Daeri bilang ia bahkan menghabiskan 30 menit untuk menulis itu. *hhhh!.

“Saat angin bertiup kencang, emosi yang mengambang membuatku teringat akan Na Daeri. Apaan ini? Om Om banget!” (*HHHHHHHHHHHHH!, hey Do Yeon… bukannya Jo Daeri udah om-om?)

Jo Daeri putus asa, ia minta sarannya Kwajangnim. Do Yeon lalu mengetik cepat sekali, Jo Daeri kagum bagaimana bisa?. Do Yeon beralasan ia diajari oleh anaknya.

Do Yeon mengirimkan pesan beruntun dengan banyak emotikon pada Na Daeri. (HHHHHHH, ini mah gaya pedekatenya anak baru masuk SMP, untuk seusianya Na Daeri ini akan sangat menjijikkan, risih XD kami butuh kartu kredit dan makan malam bersama dengan obrolan hangat ^_^ )

Bukannya senang, tentu membuat Na Daeri bingung.

Sang Tae melihat pesan di ponselnya Do Yeon. Ji Oh mengiriminya pesan

[Ketemuan besok jam 5 ya? Aku mau pergi denganmu ke suatu tempat. — Ji Oh Seonbae.]

“Apa-apaan kunyuk satu ini? Bagaimana kalau kuhapus saja ini?”

Do Yeon pulang. Do Yeon bertanya tentang ujiannya apakah berjalan dengan lancar, Sang Tae bilang lancar. Do Yeon bilang lagipula nanti akan ketahuan setelah raportnya keluar.

Mereka lalu bertukar ponsel. Jo Daeri mengucapkan terima kasih atas bantuannya Do Yeon.

[Joo Daeri – Hari ini sungguh terima kasih padamu, Gwajang-nim.  Gwajang-nim paling topcer deh! ]

“Apa yang kau lakukan hari ini sampai si pelit satu ini bisa bilang kau paling topcer?”

“Ah, Joo Daeri Ajussi ya? Aku bantu dia melewati kendala percintaannya yang paling rumit.”

Do Yeon melihat pesan di ponselnya, kegirangan karena Ji Oh mengajaknya kencan 5 sore besok. Do Yeon lalu ngacir pergi. Ayahnya kesal, harusnya tadi ia hapus saja pesannya.

Sang Tae menolak, itu kencannya Do Yeon kenapa harus ia yang datang?. Do Yeon bilang daripada menyebutnya kencan.. lebih baik samakan dengan menghadiri aktivitas club di sepulang sekolah. Sang Tae mengatakan ia tidak suka dengan orang yang namanya Ji Oh itu. Do Yeon rasa tidak peduli apa ayahnya suka atau tidak, Ji Oh sunbae itu.. adalah takdirku..

“Buset! Hei, Won Do Yeon kau tuh sudah hilang kewarasanmu.” Ayahnya menyela Do Yeon,

“Buset? Appa, kau kira kau itu murid SMA sungguhan?” Karena gaya bicara ayahnya sudah gaul.

Di kantor Jo Daeri masih nyampah emotikon ke ponselnya Na Daeri. Na Daeri tersenyum membalasnya, (Senyuman terselubung XD)

Jo Daeri salah paham, ia mengirimkan hati (ibu jari dan telunjuk yang dikuncupkan) pada Na Daeri. Na Daeri membalasnya sama lalu Jo Daeri makin bertingkah aneh dengan membentuk hati dengan kertas. Na Daeri membalasnya sama lalu berubah menjadi jari tengah.

“Joo Daeri-nim, jangan bercanda lagi.”

Na Daeri meninggalkan kursinya dengan kesal.

Lanjut Part 4 seterusnya. Ciao!

Advertisements

2 thoughts on “[K-Movie] Daddy You, Daughter Me – Part 3

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s