[K-Movie] Daddy You, Daughter Me – Part 1

Won Sang Tae menontoni videonya bersama Won Do Yeon puterinya saat masih kecil. Mereka bermain, Do Yeon berjanji saat besar nanti akan menikah dengan ayahnya.

Won Sang Tae bilang saat dewasa nanti dan Do Yeon menyukai pria lain ayah akan sedih dan nangis lho! Do Yeon saat itu bilang tidak akan suka yang lain, hanya suka pada ayah. Ayahnya memegang janji Do Yeon kecil.

Won Sang Tae yang sekarang malah jadi terharu, bergumam apa ia sudah setua itu sampai sedikit-sedikit menjadi melankolis begini.

“Ah, dasar!”

Do Yeon berteriak, Sang Tae keluar dari kamarnya. Do Yeon kesal karena pakaiannya dicuci bersama pakaian ayahnya. Ayahnya menengahi mengapa sekeluarga mencuci pakaiannya dipisah-pisah? Masuk akal apanya?

Do Yeon diam saja. Ibunya Do Yeon mengatakan ke suaminya kalau Do Yeon minta beberapa lipgloss dari perusahaan Sang Tae. Sang Tae heran, kog kenapa Do Yeon tidak bilang sendiri?. Do Yeon malas bicara dengan ayahnya, ia masuk ke kamarnya di lantai dua.

Pagi harinya Do Yeon mencuci muka dan menyingkirkan alat cukur milik ayahnya dari barang-barangnya. Tak lama kemudian Sang Tae hendak bercukur tapi alat cukurnya tidak ada di laci karena tadi disingkirkan Do Yeon.

Keduanya bahkan tidak berangkat bersama meski sama-sama ke kereta. Do Yeon juga tidak sudi satu pintu dengan ayahnya.

Bae Jin Young menanyakan Do Yeon sudah mendengarkan lagu apa saja untuk audisinya? Do Yeon beda pendapat soal salah satu grup, menurut Jin Young lagunya keren sedangkan menurut Do Yeon gerakan tariannya aneh seperti berenang. Ketika Do Yeon mempraktekkannya ia malah tarsandung dan terjatuh, Kang Ji Oh datang bertanya apa Do Yeon baik-baik saja?

Do Yeon segera bangkit, ia bilang tidak apa-apa. Ia langsung kabur dari Ji Oh. Jin Young bergumam yakin tadi pasti sakit sekali, ditambah lagi malu luar biasa (I know what you feel Do Yeon, kepengen masuk kardus maketin diri ke Shanghai ekspedisi ekspres, kilat sehari sampai T_T. Memalukan..)

Do Yeon frustasi, rasanya memalukan sekali jatuh ceroboh seperti tadi di depan Kang Ji Oh, seniornya di sekolah. Ji Oh memanggil Do Yeon, Ji Oh dengar dari Jin Young kalau Do Yeon jago bernyanyi. Senin depan ada audisi dan Do Yeon diharapkan ikut.

Do Yeon menjawab akan ia pertimbangkan. Ji Oh pamit pergi. Do Yeon memandangi kepergian Ji Oh dengan dramatis,

“Seonbae, tahukah kau… Jika orang lain sampai dengar, mungkin mereka akan menertawakanku. Sepertinya kita memang sudah ditakdirkan berjodoh.” Ungkap Do Yeon dalam hati dengan berbunga-bunga.

“Apanya takdir berjodoh?” tanya ayahnya yang entah bagaimana bisa tahu isi hati puterinya. “Siapa anak muda itu?”

Do Yeon langsung mendengarkan musik, malas bicara dengan ayahnya. Tae Sang mencak-mencak memarahi Do Yeon sekolah saja yang betul.

Ibu Do Yeon mengirimkan pesan ke suami dan anaknya kalau kakek jatuh, mereka disuruh menyusul menjenguk kakek.

Kakek bercerita tentang ia yang masih bisa mendengar pembicaraan dokter yang tengah mengoperasinya. “Cepat bersihkan pembuluh darahnya. Jika tidak akan sangat membahayakan jiwa.” Tapi para dokter mendekatiku. Sambil memakiku “ssibal, ssibal” dadaku ditekan-tekan olehnya. [Ssibal= bangsat]

“Bukan ‘ssibal’, Abeonim. Tapi CPR, Cardiopulmonary Resuscitation.” Jelas menantunya.

“Begitu mendengar aku dimaki-maki seperti itu, emosiku membludak dan akhirnya semuanya langsung jadi plong. Semuanya langsung jadi plong. Tapi barusan kau bilang itu bukan makian?” ( HHHHHH )

“Untunglah. Sayang, aku masih khawatir jadi aku akan bermalam semalam di sini. Kau pulanglah dulu bersama Do Yeon. Do Yeon, tidak apa-apa ‘kan?” Do Yeon terlihat malas denga keputusan ibunya, ia hanya menjawab mm.

“Won Do Yeon!” Ibunya geram, kenapa semalaman Do Yeo murung?. Do Yeon bilang ia tidak apa-apa. Ibunya menduga Do Yeon punya pacar. Sang Tae kesal dan meminta hpnya. Do Yeon tidak menggubris ayahnya.

Sang Tae marah pada Do Yeon, ia ini bekerja keras demi bisa menuruti semua permintaannya Do Yeon. Yang ia inginkan sebagai ayah hanyalah Do Yeon belajar dengan baik, nanti kalau sudah kuliah baru boleh pacaran habis-habisan. Saat Sang Tae seusianya Do Yeon kamus saja bisa ia telan, sedangkan anak-anak jaman sekarang yang dipikirannya hanya pacaran, anak jaman Sang Tae yang dipikirkan adalah bekerja. Do Yeon tidak menanggapinya, ia menyetel lagunya Sistar.

Sang Tae membanting earphone Do Yeon.

“Do Yeon.. Betapa susahnya Appa di luar kerja kau tahu? Jika kau bisa merasakan hidup Appa satu hari saja…”

“Aku juga. Aku juga berharap begitu. Dengan demikian, aku tidak ada keinginan yang lain lagi. Appa juga coba jalani hidupku. Dengan demikian Appa tidak akan berbicara seperti ini. Menyuruhku menjadi kutu buku. Sungguh membuat lidah jadi kelu.”

“Appa coba saja sendiri. Mungkinkah itu?” Do Yeon hendak pergi, Sang Tae menahannya. Ia belum selesai bicara dengan Do Yeon.

“Sungguh menyebalkan! Jangan memperlakukanku seperti anak kecil!”

“Beraninya kau… Beraninya kau marah-marah terhadap Appa?”

“Aigoo… “

“Aigoo!” Dua-duanya sama-sama berteriak jengkel.

Kakek muncul dari balik pohon. “Sudah selesai ributnya? Tahukah kalian… Pohon ginkgo ini… memiliki sejarah ribuan tahun lamanya. Menurut legenda jika kau menyatakan keinginanmu di bawah pohon ini, pasti akan terkabul..“

Belum selesai menjelaskan tapi cucu dan menantunya telah menghilang.

*- Daddy You, Daughter Me -*

Baik Do Yeon maupun Sang Tae sama-sama bungkam. Tiba-tiba mobil menyalip, Sang Tae mencoba menghindarinya dan di depan mereka datang mobil lainnya. Terjadilah kecelakaan. Keduanya dirawat di RS.

Do Yeon terbangun di tubuh ayahnya, ia berjalan-jalan. Dia kebingungan dengan suaranya dan wajah ayahnya. Dokter yang mengenalinya Won Sang Tae mengingatkan kalau dirinya tidak boleh banyak bergerak dulu. Sang Tae di tubuh Do yeon, ia barusan dari toilet laki-laki.

Mereka berdua bertukar raga. Do Yeon berharap ini hanya mimpi, ia yakin di rumah sakit ini bisa menyelesaikan permasalahan mereka. Namun Sang Tae pikir tidak akan ada yang percaya.

Appa mengajak Do Yeon pergi. Si supir taksi mengatakan akan melalui jalan lain, Appa di tubuh Do Yeon mengomel-ngomel jam-jam segini lingkar timur itu macet total. Lewat Hancheol-no saja. Dari sana terus tembus lewat kantor polisi kota. Di sana ‘kan ada klub  malam Baek Ah. Di situ sekarang lagi ada konstruksi? Pak supir, kau merokok? Merokok di dalam mobil? Di belakang ada anak kecil tuh!

Sang Tae menghirup aroma rokok dari si supir. Supir bingung. Do Yeon masih tidak mengerti, ia pasti mimpi.. mimpi..

Sesampainya di RSJ Jeong Byeong Jin. Sang Supir baru menemukan pembenaran, barangkali dua pelanggannya ini orang gila XD

Jeong Byeong Jin di ruangannya tertidur, Do Yeon dan Sang Tae masuk bersamaan. Jeong Byeong Jin hanya tertawa mendengarkan cerita mereka berdua. Dilihatnya Do Yeon sedang melawak dirinya Sang Tae dan Sang Tae sekarang adalah Do Yeon.

Sang Tae meyakinkan ke Jeong Byeong Jin bahwa Do Yeon yang ini adalah Sang Tae, mereka dulu sekelas dan sebangku selama 3 tahun. Wamil bersama. Jeong Byeong Jin masih tidak percaya dan merasakan ini lucu sekali. Jeong Byeong Jin menyuruh keduanya enyah dari sini. Kim Gam dipanggil untuk menarik Do Yeon keluar.

“Jangan memperlakukanku seperti ini. Cewekmu yang berusia 20-an itu… Maksudku si Kkotbaem—cewe matre. Waktu itu… Waktu kau ngotot mau nikah lagi dengan si kkotbaem itu… Siapa yang memperingatimu jika dia itu kkotbaem? Aku tuh! Aku!”

Do Yeon di tubuh Sang Tae jadi ngeri mendengar fakta aneh itu.

“Ah, bukankah kau pernah bilang setiap kali lihat Kim Gam seperti melihat kuntilanak dan suka terkaget-kaget? Bukankah kau pernah bilang jika ganti rumah sakit, yang pertama kau ganti adalah dia, kampret!”

“Semua kau ceritakan padanya?” Jeong Byeong Jin tetap tidak percaya, ia mengira Sang Tae menceritakan semuanya ke puterinya. Ia memukuli Do Yeon XD

“Ayah!” teriak Do Yeon. Sang Tae marah-marah karena puterinya dipukul-pukul.

Mereka ke minimarket. Sang Tae mengambil satu minuman keras. Si penjaga toko marah, kenapa seorang siswa siang bolong begini beli minuman keras?. Do Yeon mengambili ciki dan makanan. Ia gantian marah ke ayahnya kenapa minum dengan tubuhnya Do Yeon?. Appa merasa tidak masalah karena ia kan sekarang di raganya Do Yeon.

Si Penjaga toko menasehati mereka akan hancur keluarganya kalau gila begini. Sang Tae marah, tahu apa soal keluarganya hingga berkomentar begini?.

Sang Tae menjelaskan raganya ini adalah Do Yeon dan raganya dipakai Do Yeon.

“Kau itu dia, dia itu kau. Ragamu adalah raganya dan raganya adalah ragamu… apa hubungannya denganku? Yang penting aku sehat. Dua orang sinting dari mana ini? Enyah sana!” Bantah penjaga toko.

Orang tadi rupanya hanya pura-pura sehat, ia adalah salah satu pasien RSJ yang menyamar menjadi petugas toko. Ia diusir petugas sebenarnya.

Melihat kejadian ini Sang Tae mengajak Do Yeon merahasiakan saja tukar jiwa mereka dari ibu.

Ibu senang sekali karena suami dan anaknya keluar dari RS tanpa kurang satu apapun. Do Yeon mulai berpikir karena ia sekarang ada di tubuh ayahnya jadi tidak perlu melakukan diet lagi. Ia bisa makan dengan damai.

“Do Yeon.. bukannya kau sedang diet?” Tanya Do Yeon ke ayahnya yang makan sangat lahap sedari tadi.

“Kau kenapa? Anak makan dengan lahap. Hari ini ingin rasanya minum bir.”

Sang Tae ngiler dengan birnya. Do Yeon sendiri bingung karena ia tidak pernah minum minuman keras. Sang Tae mengambil minuman dari dari Do Yeon, Sang Tae ngamber berpura-pura jadi Do Yeon “Tiap hari minum! Appa, aku tidak suka!”

Eomma mulai merasa aneh, biasanya mereka bahkan tidak pernah mengobrol. Ia menduga Do Yeon diberikan uang jajan tambahan. Mereka langsung tertawa.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s