[K-Movie] Snow Is On The Sea – Part 3

¤Snow Is On The Sea¤

Meski sedikit kesal, Seon Mi tersenyum samar atas perhatiannya Sang Woo.

Sang Woo mengatakan kemarin ia sudah diberitahu dokter tentang penyakitnya Seon Mi, ia pikir dokter hanya menakut-nakutinya saja. Kemarin ia juga sudah memikirkannya baik-baik.

“Kemarin hari apa?” Seon Mi penasaran. Sang Woo memegangi tangan Seon Mi.

“Kita… jalani saja sesuai dengan perasaan. Ke mana pun jalan itu membawa kita. Walaupun aku tidak tahu seberapa menakutkannya penyakitmu, tapi aku tidak akan mengizinkan itu menjadi alasan yang memisahkan kita berdua.”

Sang Woo kemudian mencium kening Seon Mi,

Seon Mi: Aku sangat merindukanmu… amat sangat. Jauh lebih dibandingkan pada saat aku terbaring sakit.

Seon Mi mengunjungi Sang Woo berlatih. Sang Woo bertanya apa Seon Mi pulang kerja lebih awal?. Seon Mi memberikan handuk pada Sang Woo,

“Kau teruskan saja latihannya. Menontonmu juga cukup seru kok!”

“Setengah jam lagi selesai kok! Kau tunggu saja di dalam ruang pelatih.”

Saat Sang Woo akan kembali berlatih Seon Mi menjahilinya dengan memukul pantatnya, membuat Sang Woo terkejut. Tapi Seon Mi dengan ceria menyemangatinya “Atlet Lee, semangat!”

Atlet yang lain yang kebetulan melihat keduanya langsung tersenyum-senyum tidak jelas.

“Ayo cepat masuk, jika tidak kau bisa terciprat air.” Ujar Sang Woo seraya melompat ke air.

“Semangat!”

Seon Mi memberikan minuman, ia mencoba ramah dengan memulai pembicaraan.

“Katanya kau dan Lee Sang Woo sudah berteman baik semenjak SMP.”

“Sang Woo yang cerita? Kunyuk satu itu mabuk kepayang olehmu, semuanya diceritakan padamu.”

Seon Mi tersenyum, ia tertarik pada foto di meja coach. Ternyata sudah menikah dan itu istrinya.

“Dia adalah adiknya Sang Woo.” Seon Mi nampak tidak mengerti

“Ah, dia tidak cerita tentang Hyeon Ji padamu? Setahun setelah kami menikah, ia jatuh sakit. Sudah tiga tahun. Minggu lalu adalah peringatan hari wafatnya.”

“Aku sama sekali tidak tahu hal ini. Sungguh maaf.”

“Hari itu Sang Woo mengatakan hal-hal yang aneh. Setelah kupikir-pikir…”

“Maaf?”

Pelatih Nam menceritakan tentang Sang Woo yang bertanya apakah pernah menyesal mengenal Hyeon Ji?. Sang Woo pasti menderita karena kematiannya Hyeon Ji. Keduanya dulu sepakat tidak meninyinggung masalah ini lagi.

Seon Mi nampak terpukul mengetahui fakta tersebut. Ia pulang dengan sedih, Sang Woo menanyakan apakah Seon Mi baik-baik saja?

“Itu… Aku… tidak akan jatuh sakit. Selama-lamanya tidak akan jatuh sakit. Aku akan sehat senantiasa. Aku berjanji.” Seon Mi mengajak Sang Woo berjanji kelingking.

*SNOW IS ON THE SEA*

Di akuarium Seon Mi sendirian, ia menerima pesan dari Sang Woo untuk lihat ke samping. Sebuah kerang meluncur jatuh dari atas menembus air tepat di hadapan Seon Mi. Sang Woo tak lama kemudian datang, ia menyuruh Seon Mi melihat ponselnya.

Sang Woo: Bersediakan kau menikah denganku?

Tertera di layar ponselnya Seon Mi.

Seon Mi syok, Sang Woo mengambil kerang tadi dan membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah cincin. Sang Woo bertingkah jenaka dengan tidak sabar mendengar jawabannya Seon Mi. Seon Mi mengangguk dengan senang.

Seon Mi di luar menunggu Sang Woo. Sang Woo datang mengkhawatirkannya dan mengajaknya pergi ke tempat yang lebih hangat. Seon Mi memaksa ingin bertemu orangtuanya Sang Woo, Sang Woo melarangnya jangan sekarang. Seon Mi berusaha untuk bersikap sopan. Ia menyapa mereka dan memperkenalkan dirinya.

Ibunya Sang Woo langsung menolak rencana pernikahan tanpa mempersilakannya duduk. Ia tidak ingin Sang Woo menderita lagi, ia tidak mau memiliki menantu yang penyakitan. Sang Woo sudah cukup terpukul karena meninggalnya adik tersayangnya.

Sang Woo datang membela Seon Mi.

“Sungguh hebat kalian berdua. Tidakkah kalian lihat sekujur tubuhnya menggigil karena kedinginan? Jika itu aku, setidaknya aku akan menawarkan segelas air hangat untuknya. Ayo! Pernikahan ini kita atur sendiri saja.”

“Anak brengsek! Beraninya kau berkata demikian terhadap kedua orang tuamu?” Ayahnya Sang Woo murka, beranjak dari tempatnya duduk.

“Nam Kochi… karena dia menjaga Hyeon Ji di saat paling rapuh, apa yang Ayah katakan padanya, masih ingat? Ayah berterima kasih padanya. Terima kasih karena Nam Kochi telah memberikan harapan pada Hyeon Ji untuk tetap bertahan hidup. Tidak terkecuali orang ini dan aku berharap untuk… memiliki harapan untuk tetap hidup. Jika Ayah berterima kasih kepada Nam Kochi dikarenakan posisimu adalah seorang ayah, Ayah tidak layak untuk bertemu dengannya lagi. Ayo kita pergi!”

Seon Mi di gereja, saat sedang memandangi foto ayahnya Sang Woo memanggilnya apakah sudah siap?. Seon Mi bertanya apakah ia cantik? Sang Woo berkomentar Seon Mi cantik.. saking cantiknya membuat kaki Sang Woo terasa lemas.

“Bohong!”

Kemudian Sang Woo berjongkok meraih foto Seon Mi dan ayahnya.

Maaf. Kondisi kesehatan putriku tidak seperti orang-orang normal pada umumnya. Jika ayah hadir di sini, mungkin beliau akan berucap seperti itu.”

Seon Mi akan sembuh. Aku akan menjaganya seumur hidup. Jika Aboeji hadir di sini, aku akan berkata seperti ini pada beliau.”

Pernikahan keduanya hanya dihadiri Nam Kochi dan dokternya Seon Mi.

      Seon Mi dan Sang Woo makan malam. Keduanya membicarakan liburannya Seon Mi sebentar lagi akan habis sedangkan pertandingan renangnya Sang Woo adalah minggu depan. Seon Mi meminta saran apakah liburnya ia perpanjang saja?. Sang Woo menyuruhnya masuk kerja saja. Seon Mi mengeluh ia lelah sekali belakangan ini, ia pikir dengan keadaan fisiknya ini sepertinya lebih cocok menjadi ibu rumah tangga saja. Ia ingin sekali terus bisa menjaga Atlet Lee dari belakang.

“Atlet apaan? Sampai di rumah, aku hanyalah seorang suami.” Sang Woo menggerutu. Seon Mi tiba-tiba terbatuk-batuk dan Sang Woo mengira apakah itu flu?. Seon Mi mengelak ini hanya karena tenggorokannya sedikit gatal. Sang Woo tidak percaya, gatal apaan? Dari kemarin kau batuk-batuk terus.

Seon Mi mengatakan ia tidak apa-apa, berkat Sang Woo rumahnya menjadi hangat. Bahkan es di kutub bisa dicairkan oleh kehangatannya Lee Sang Woo. Seon Mi tentu hanya berpura-pura,

Malam harinya ia menyelinap keluar dari kamar, mengecek suhu tubuhnya. Ia meyakinkan dirinya sendiri ini bukanlah apa-apa, ini hanya flu saja.

Seon Mi menjalani perawatan. Ia bertanya berapa lama prosedurnya? Karena hari ini suaminya ada pertandingan dan ia ingin melihatnya untuk memberikan dukungan.

400m gaya bebas pria, lajur ke-2 Lee Sang Woo. Sang Woo dan atlet yang lainnya melakukan pemanasan namun Sang Woo tidak kunjung melompat ke air karena menunggu Seon Mi, membuat pelatihnya geram. Sang Woo menjadi cepat setelah Seon Mi datang, ia meraih juara pertama.

Kasep euy! KASEP! >_<!

Seon Mi turut bahagia atas pencapaiannya Sang Woo. Pulangnya Sang Woo menggendong Seon Mi.

“Sebelum pertandingan aku mencarimu ke mana-mana tapi tidak ketemu.”

“Aku menonton sambil bersembunyi. Aku tidak ingin membuatmu terbebani. Hari Ini Atlet Lee yang paling keren satu stadion.”

“Tapi apa kata dokter tentang hasil pemeriksaan?”

“Beliau cuma bilang flu biasa dan kasih obat.”

Sang Woo tidak percaya, mana ada flu biasa yang lamanya sebulan?.

“Besok ikut aku ke rumah sakit sekali lagi. Aku akan telepon dokter Cho.” Namun Seon Mi tidak mau, ia berdalih karena ini badannya sendiri tentunya Seon Mi sendirilah yang paling mengetahuinya.

Sang Woo agak kesal, Seon Mi mengecup pipinya untuk menenangkan. Sang Woo tersenyum karenanya.

“Tahun ini sudah 37 tahun lamanya aku jadi dokter. Bagiku, lebih banyak hari-hari yang menyedihkan dibandingkan dengan hari-hari yang menggembirakan. Hari di mana aku merasa paling bahagia adalah hari di mana aku menghadiri pernikahan pasien yang paling kukasihi dan melihatnya mengenakan gaun pengantin. Kita semua berharap di dalam hidup hanya terjadi hal-hal yang menggembirakan.”

“Apa hasilnya?”

“Sungguh disesalkan. Kondisi penyakitmu telah memburuk menjadi leukemia myeloid akut.”

Petangnya Seon Mi melamun di pinggir sungai. Hidupnya tak lama lagi.

 

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s