¤Snow Is On The Sea¤

Sang Woo mengantarkan Seon Mi pulang. Sebelum pergi Seon Mi meminta izin melihat tangannya Sang Woo, ia memeganginya dan berkomentar bahwa tangan Sang Woo besar dan kokoh seperti milik ayah Seon Mi. Sang Woo heran dengan komentar tersebut, Seon Mi tidak membahasnya lebih lanjut.

Seon Mi mengunjungi tempat Nenek yang dulu sering ia datangi bersama temannya. Keduanya dulu sering mencuri di sana tapi si Nenek tidak menghukum mereka terlalu keras.

Seon Mi membangunkan Nenek, Nenek langsung menawarkannya makan. Baru bebera langkah Nenek langsung teringat Seon Mi, rupanya sudah besar sekarang! Seon Mi tumbuh menjadi cantik. Keduanya kemudian berpelukan.

      Seon Mi mendatangi ruangan Kim Woo Ho teman masa kecilnya. Ruangannya kosong, Woo Ho muncul dari belakangnya. Woo Ho memuji Seon Mi cantik sekali sekarang. Seon Mi tersenyum mengangkat bawaannya untuk Woo Ho.

Seon Mi dan Woo Ho duduk berdua mengenang masa kanak-kanak mereka, Seon Mi membawakan Woo Ho foto masa kecil mereka atas permintaan Woo Ho. Seon Mi bertanya bagaimana keadaannya Woo Ho. Woo Ho mengutarakan bahwa penyakitnya selanjutnya akan berkembang menjadi leukemia, kondisinya tidak nyaman, tidak tahu berapa lama batas usianya.

Seon Mi dan Woo Ho sama-sama mengidap Metaplasia Myeloid, Woo Ho pikir ia dan Seon Mi berjodoh dengan nasib ini.

Seon Mi dipinjami mobil rekan kerjanya. Ia diberi izin berkendara karena selama ini Seon Mi ingin sekali menyetir sendiri. Seon Mi menemui Sang Woo. Sang Woo sedang berlatih, seseorang menginformasikannya bahwa ada yang ingin menemuinya.

Seon Mi terlibat insiden kecil, ia menyenggol jatuh ikan-ikan dari ember. Juniornya Sang Woo terus menggerutu marah sementara Seon Mi meminta maaf. Sang Woo menyarankannya bersihkan saja kembali, juniornya itu tidak mau karena makan banyak waktu. Kemudian Sang Woo membersihkan ikan-ikannya mengajak Seon Mi membantunya.

“Aslinya ketrampilan pisaumu sehebat ini?” Tanya Seon Mi kagum

“Aslinya kau orangnya begitu sembrono? Kalau mau datang, telepon dulu!. Bawa ikannya ke sini!”

Seon Mi membawakan ikan-ikannya.

“Kecuali mainan waktu kecil, aku sama sekali tidak pernah menyentuh pisau. Sudah setahun aku kerja di bidang ini. Mau tidak mau otomatis juga jadi pintar.”

“Ternyata bau amis di tanganmu asalnya dari ini.”

Sang Woo membantah kalau ia rajin mencuci tangannya dengan sabun. Seon Mi bercerita bahwa ayahnya dulu punya bau tangan seperti itu, saat Seon Mi sedang tidur ayahnya biasanya memancing dan membawa banyak tangkapan. Tangan Sang Woo dan almarhum ayahnya Seon Mi punya bau yang mirip.

“Ayahmu… sudah meninggal?”

“Mungkin karena terlalu mengkhawatirkanku. Beliau meninggal di saat aku berusia 11 tahun. Ibuku meninggal karena komplikasi pada saat melahirkanku. Kotak musik yang Sang Woo kembalikan padaku hari itu, adalah peninggalan almarhum ayahku. Hadiah terakhir yang diberikan oleh ayahku untukku.”

Sang Wo bertanya kenapa barang sepenting itu tidak diperbaiki?. Seon Mi bercerita kalau ia sudah mencari kesana-kemari untuk memperbaikinya namun semuanya menyarankan diganti mesinnya. Menurut Seon Mi jika diganti mesinnya artinya yang tertinggal hanyalah sebuah kota kosong.

Karena pekerjaan membersihkan ikannya sudah selesai, Seon Mi ingin ikut member makan para penguin.

Seon Mi hampir tersorok jatuh gara-gara member makan penguin yang ada di air. Sang Woo memeganginya, ia bertanya pada Seon Mi apa Seon Mi mau mendorongnya ke air lagi. Seon Mi bilang tidak tapi kenapa Sang Woo mengungkitnya? Dalam sedetik kemudian Sang Woo malah menciumnya. (Baru kenal berapa hari? Biarinlah.. bukan urusanku XD )

Sang Woo dan Seon Mi kemudian menjalin hubungan, mereka sering berbalas pesan ditengah-tengah waktu senggang.

-SNOW IS ON THE SEA-

Mereka pergi ke taman hiburan dan bermain seharian.

Pulangnya mereka ke rumahnya Seon Mi. Sang Woo kikuk masuk ke kediamannya Seon Mi karena bertamu tidak membawa apa-apa. Haruskah ia beli buah, minuman, atau sejenisnya dulu?

Seon Mi lantas menyindir Sang Woo ternyata orangnya lebih polos dari dugaannya selama ini.

“Bukan polos, tapi orang-orang pada bilang aku sangat tulus orangnya.” Bantah Sang Woo

“Sudah ah! Terserah kau mau masuk atau tidak.” Seon Mi tidak peduli, ia meninggalkan Sang Woo.

Sang Woo melihat-lihat rumah Seon Mi, ia terkejut melihat Seon Mi memelihara ikan betta. Sejak kapan Seon Mi memelihara ini?. Seon Mi kemudian mendekat Sang Woo sama-sama memperhatikan ikan betta.

“Cantik sekali, kan? Lumayan, ada sekitar 3 tahun. Kenapa? Tidak cocok denganku?”

“Agak.“

“Masa sih? Kan mirip? Selalu seorang diri, terus suka berantem juga. Kau duduk dulu sebentar. Aku mau ganti baju dulu.”

Seon Mi meninggalkan Sang Woo. Sang Woo kembali ke meja, ia lihat pemanas di meja rusak, ia juga menemukan kartu Seon Mi yang bertuliskan penyakitnya. Sindroma metaplasia myeloid.

“Seon Mi, kalau sudah selesai ganti baju cepat keluar!” Sang Woo masih memandangi kartu tersebut. Sang Woo bertanya kartu apa ini, Seon Mi keluar dengan darah keluar dari hidungnya.

“Sang Woo. Aku lelah..”

Sang Woo memanggilkannya ambulance. Sang Woo panik bukan main melihat Seon Mi.

Di rumah sakit Sang Woo bertanya pada dokternya Seon Mi tentang keadaannya Seon Mi. Dokter mengatakan kondisi pasien tidak bisa diberitahukan pada sembarangan orang. Sang Woo tidak menyerah, ia menyatakan ke dokter bahwa ia adalah orang yang sangat menyukai Seon Mi. Tolong beritahu padaku.

Dokter justru tertawa geli

“Lucu sekali kau. Jadi menurutmu… semua orang berhak tahu kondisi pasien? Apa yang pasien rasakan, bagaimana keadaannya… Masuk akal tidak ini? Kenapa bengong di situ? Ikut aku!” Sang Woo diajak ke mobil untuk membicarakannya lebih pribadi.

Dokter menjelaskan rinciannya pada Sang Woo. Sindroma metaplasia myeloid. Istilah sederhananya adalah gejala awal leukemia. Sebagian besar ditemukan pada orang yang sudah berusia. Seon Mi pada usia 10 tahun sudah didiagnosa menderita penyakit ini. Ayahnya juga dikarenakan penyakit yang serupa, meninggal dunia.

“Tunggu sebentar, ada yang tidak kumengerti. Penderita penyakit ini bisa menjalankan hidup dengan normal?”

“Kelihatannya normal. Lagipula belum memasuki tahap penyakit leukemia. Pasien yang seusia dengannya  yang kebetulan adalah temannya, beberapa waktu yang lalu telah terserang penyakit leukemia akut. Jika tidak segera menerima transplantasi sumsum tulang, harusnya tidak akan bisa melewati tahun ini. Cepat atau lambat Seon Mi juga akan berhadapan dengan hari itu.”

Sang Woo melampiaskan emosinya dengan berenang. Sang Woo dan temannya pergi ke rumah abu, Lee Hyeon Ji adalah adiknya Sang Woo dan merupakan almarhum istri rekannya. Itulah mengapa temannya ini perhatian pada Sang Woo bukan sekadar pada teman biasa, ia juga tidak bisa menikah lagi barangkali masih belum bisa melepaskan kepergian Lee Hyeon Ji, Sang Woo juga.

Sang Woo mengajaknya minum kopi.

“Kau pernah menyesal kenal Hyeon Ji?”

“Buset, minum kopi saja kau bisa mabuk? Kenapa bertanya seperti ini?”

“Kalau tidak suka, ya anggap saja aku tidak pernah tanya.”

“Tidak ada perasaan seperti itu. Hanya saja kata-kata seperti ini terdengar aneh keluar dari mulutmu. Apa yang terjadi?”

“Tidak ada. Aku hanya tiba-tiba merasa penasaran saja.”

Seon Mi pulang. Ia disambut oleh Sang Woo. Sang Woo memperbaiki meja pemanas yang rusak, ia juga memperbaiki pintu rumah Seon Mi yang menurutnya membahayakan bagi wanita yang tinggal sendirian. Maling bisa masuk kapan saja kalau dibiarkan, jadi Sang Woo menggantikannya dengan kode-kode yang rumit.

Seon Mi kebingungan, sejak kapan Sang Woo ke rumahnya dan mengatur-atur begini?. Sang Woo mengalihkan topiknya, suhu udaranya dingin sekali.. ayo cepat masuk!

Seon Mi setengah kesal melewati Sang Woo.

Sang Woo sibuk memperbaiki meja pemanasnya. Seon Mi masih belum reda amarahnya.

“Oh iya, kodenya adalah 0707, hari ulang tahunku” (HHHHHHHHHHHHHHHHHHHH kurang ajar!) Sang Woo bilang kalau Seon Mi mau menggantinya silakan saja. Seon Mi masuk ke kamar tanpa menanggapinya.

 

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s