[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 5

Yeo Bae menyesalkan satu-satunya barang peninggalan ibunya Daejang malah merupakan alat pelacak keberadaannya. Demolition heran sekali dengan pengacara tersebut sebenarnya siapa.

Kwon Yoo bertanya pada Yong Dosa apakah bisa merakit drone?. Mereka kemudian mencoba drone buatan Yong Dosa, dipasangi kamera.

Demolition penasaran dari mana Daejang dapat jaket kulit keren ini? Demolition baru sekali ini melihatnya. Daejang dengan santai mengatakan ini dari Teolbo Hyungnim. Benarkah? Demolition langsung agak gimana gitu..

(hhhh yah, bagaimana pun juga jika tanpa Teolbo Hyungnim.. Daejang tidak akan setegar ini menjalani semuanya. Saat Yeo Wool tidak mengatakan apa-apa sewaktu Kwon Yoo menangis dan justru memberikannya lauk lebih banyak, menggantikan Kwon Yoo menyumpahi wanita penjebaknya.)

Dronenya keren sekali, Yeo Bae memuji-muji Yong Dosa yang tidak disangkanya punya kemampuan sehebat ini padahal di rumah hanya utak-atik tidak jelas. Yong Dosa mengakui kalau ia tidak mempunya pekerjaan tetapi dan membuat ayahnya selalu menghajarnya.

Yong Dosa membuat Dronenya merekam dengan jelas dan bisa menyadap pembicaraan dari balik ruangan.

Samujangnim membicarakan tentang Kwon Yoo. Dari pembicaraan mereka Kwon Yoo dan yang lain  menjadi paham ternyata Pengacara Min CheongSang yang mengatur semua skenario rekayasa pembunuhan. Mereka tidak menyangka bagaimana bisa pengacara yang terlihat blo’on itu merencanakan semuanya di ruangan sekecil itu?. Yeo Wool pikir mereka harus menemukan lokasi lain, dibutuhkan data yang luar biasa hebat untuk membangun naskah pembunuhan yang rapi tersebut.

Yeo Bae menyarankan Yong Dosa memindai bangunan tersebut. Terlihat brankas raksasa di bawah sana, jika mereka berhasil meretasnya mereka akan menemukan isinya. Demolition meminta Teolbo Hyungnim menembus ke dalam sana dengan menanamkan zombie virus seperti pada mereka sebelumnya, Yeo Wool mengaku sudah berusaha melakukannya sedari tadi dan tidak berhasil-berhasil menembus firewallnya.

Diluar sepengetahuan tim gamers tersebut obrolan mereka disadap oleh Ma Deok Seo dan kroninya.

Samujangnim menghubungi Min CheongSang, ia kelabakan karena TKP mereka berantakan. Ulah dari Kwon Yoo, Min CheongSang tertawa karena ini menjadi menarik sekali. Ia memerintahkan D-Day nya diundur dan diatur ulang kembali, jasadnya No Joon Young dipindahkan ke tempat lain.

Choo Ye Ri mengeluh pada ayahnya apa Min CheongSang sudah membereskan semuanya?

 Ye Ri tidak tahan menjadi pasien pura-pura lagi.. di sini makanannya tidak enak dan baunya aneh. Ketua Choo melabrak Min CheongSang setelahnya.

Timnya Kwon Yoo juga bergerak, mereka memodifikasi mobil gogroknya Kwon Yoo. Membom mobil anak buahnya Min CheongSang, mengganggu keteraturan mereka.

Sementara Samujangnim protes karena ulahnya Kwon Yoo, Min CheongSang santai-santai saja menggambar dan menempelkan hasil karyanya. Karyawan kabur kan tinggal rekrut lagi,

mereka sekarang tinggal ekspos pelakunya dulu dan tidak usah terlalu mempedulikan si Kwon Yoo sekarang. Min CheongSang menyalakan televisi dan melihat hasil kerjanya.

Diberitakan No Joon Young meninggal di kamar motel dengan Ye Ri tidur di dalam sana. Ini semua sudah Kwon Yoo rencanakan, ia membuntuti Ye Ri di RS dan membawanya ke TKP. Ketua Choo menghubungi Min CheongSang mengapa anaknya bisa tertangkap?

Tak berapa lama kemudian Kwon Yoo menghubungi Min CheongSang. Ia bertanya apa Min Cheongsang puas sekarang? Kesal sekali padanya dan ingin membunuhnya. Bukannya marah Min CheongSang malah senang sekali, ia memuji Kwon Yoo sangat keren dan Min CheongSang mengaguminya. Kwon Yoo merasa aneh dipuji begitu (hhhhhh)

Min CheongSang pergi ke ruangan lain.

“Tidak, aku sungguh mengagumimu. Kebetulan belakangan ini aku merasa sedikit jenuh. Tapi kau kembali membuat semangat tempurku kembali membara dan gairahku bangkit kembali. Sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan seperti ini. Kau bisa mengerti? Hal semacam ini pada awalnya terasa begitu seru. Aku sebagai pembuat cerita yang  melibatkan banyak orang dan membuat mereka masuk ke dalam penjara. Kemudian masyarat seluruh negeri ini dikarenakan berita yang kubuat dan tertawa… menangis tersedu… ataupun marah. Rasa kepuasan yang kudapatkan dari semua ini sungguh… Tidak ada gunanya. Hal seperti ini jika sudah terlalu sering dilakukan. Tidak ada perubahan. Tapi belakangan ini perasaanku sungguh mantap. Karena kau menjadi lawanku. Selama ini belum pernah ada orang yang berani melawanku. Kau membuatku menjadi sangat bersemangat. Tapi semakin bersemangat aku jadi semakin bergairah.”

Min CheongSang bahagia sekali, tapi Kwon Yoo tidak menanggapinya. Min CheongSang kesal, Kwon Yoo menutup teleponnya duluan pada orang yang lebih tua. Dasar bocah ingusan! Anak muda zaman sekarang susah diajak berkomunikasi. Komunikasi. Tidak bisa diajak berkomunikasi.

Min CheongSang marah-marah dan membantingi semua yang ada. Ia lihat Samujang-nim ambruk di mejanya, ia merasakan adanya bahaya. Min CheongSang hendak bersembunyi ke ruangannya.

Kwon Yoo mengikutinya masuk, menghajarnya sekuat tenaga. Kwon Yoo mencari videonya sendiri, hari di mana ia diambili semua sidik jarinya.

Saat ibunya menyemangatinya untuk latihan taekwondo lagi tapi Kwon Yoo tidak mau. Ibunya yang mati-matian meyakinkan semua orang bahwa anaknya bukanlah kriminal. Min CheongSang menyebut kalau semuanya itu menarik sekali sampai akhir, dan ia meminta maaf atas kematian ibunya Kwon Yoo. Amarah Kwon Yoo makin menjadi-jadi, ia memukuli Min CheongSang. Min CheongSang sudah memperingatkan Kwon Yoo untuk berhenti dulu karena ada yang ingin ia katakan tapi Kwon Yoo tidak mau dengar.

Min CheongSang mengingatkan Kwon Yoo untuk jangan memukuli orang yang umurnya bisa menjadi Hyeong-nya. Teolbo hyungnim meneleponnya, terdengar jeritan Yeo Wool. Min CheongSang mengatakan kalau mereka akan segera mati karena Kwon Yoo. Min CheongSang juga sudah mengotak-atik datanya sehingga membutuhkan paling tidak 30 menit untuk mengcopy-nya, akan sia-sa Kwon Yoo kembali disaat semua temannya sudah mati.

Min CheongSang juga mengatakan kalau Teolbo Hyungnim akan dia kambing hitamkan menggantikan Ye Ri, beritanya akan tersebar besok. Kwon Yoo tidak tahan mendengarnya, ia segera mengebut kendaraannya.

Ma Deok Seo hendak menembak mereka tapi selalu salah sasaran, ia malah menyalahkan senjatanya apakah berfungsi?. Salah satu anak buahnya berkomentar ini terjadi karena Ma Deok Seo tidak pernah wajib militer. Lampu ruangan tiba-tiba padam, tembakan ditembakkan asal. Salah satu anak buah menerangi dengan pemantik api. Terlihatlah Kwon Yoo di dalam sana dan menendangnya.

Kwon Yoo memanfaatkan keadaan gelap gulita tersebut, ia mencari keberadaan para preman dengan cara melemparkan beras..  memanfaatkan pendengarannya yang tajam. Kemudian menendang dan memukul mereka dengan mudahnya.

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s