[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 4

Teolbo Hyungnim memberikan instruksi pada Daejang ke ruang 1806,

Yeo Bae, Demolution, dan Yong Dosa mengamati Daejang dari layar monitornya. Itu adalah rumahnya No Joon Young, Daejang membuka case yang diantarkan ke sana, rupanya berisi mayat No Joon Young. Yeo Bae menyayangkan ini terjadi, pasti No Joon Young awalnya senang karena sudah terkenal.. tapi hidup itu memang tidak adil.

Teolbo Hyungnim memberitahu Daejang kalau ada tamu datang. Daejang bersembunyi, beberapa orang datang mengenakan baju pelayan. Mereka kemudian bertugas membersihkan semua kekacauan rumah tersebut,

mengambili  dan menghapusi semua barang bukti sekecil apapun itu. Kemudian mengaturnya ulang, mereka juga membuat jasad No Joon Young seperti pajangan. Seorang kurir berpakaian serba hitam mengantarkan kotak berisi sarung tangan yang sudah ada sidik jarinya.

Kwon Yoo mengatami jasad tersebut. Tanpa Kwon Yoo sadari, Min CheongSang mengawasinya melalui kamera komputer yang ada di ruangan tersebut. Otak dibalik semua ini adalah Min CheongSang.

Sebelum kejadian tersebut, Min CheongSang sudah merencanakan detailnya.

“Sidik jari beserta fragmen kuku. Karena ini adalah bekas perkelahian, untuk menghilangkan bukti dengan sempurna

dari mayat bukanlah sebuah hal yang mudah. Dikarenakan situasi yang mendesak, aku memilih beberapa model. 173 nama, pengangguran dan karyawan tidak tetap.” Tukas rekannya Min CheongSang

Ye Ri menusukkan pisaunya berkali-kali pada No Joon Young. Timnya Min CheongSang lah yang menangani perbuatan kotor tersebut, semuanya sudah beres dan tinggal mencari siapa yang akan dikambing hitamkan. Datanya lengkap sudah ada di flashdisk. Min CheongSang tinggal memilihnya.

Min CheongSang tengah asyik menggambar

“Aslinya sifatmu selalu tidak sabaran? Kenapa begitu terburu-buru?”

“Harus segera ditetapkan orangnya supaya tim kita bisa segera bergerak. Sekarang ini telepon dari Choi Hoejang tidak henti-hentinya berdering.”

“Iya, iya. Cukup! Cukup. Ini toh bukan pertama kalinya di bidang ini. Pengangguran dan karyawan tidak tetap ini semuanya adalah kandidat?” Min CheongSang kesal diomeli, ia mengalah dan memilih korban mereka.

Min CheongSang masuk ke dalam ruangan khusus, ia membuka datanya. Ratusan wajah terlihat di monitornya, ia mencopot flashdisknya dan membuangnya. Kemudian ia beralih ke lantai, data-data menyeruak menyebar disepanjang ruangan. Dengan malas-malasan Min CheongSang memilah-milah, pertama-tama ia melihat datanya No Joon Young, kemudian melihat ada transaksi dengan seseorang bernama Boss..

Min CheongSang menghubungi salah satu bawahannya, ia meminta datanya diselesaikan mala mini juga, namun bawahannya itu menolak karena ada hal lain yang harus ia lakukan. Min CheongSang geram, ia mematikan panggilannya. Kesal dengan sikap bawahannya itu, tidak tahu diri padahal sudah digaji banyak.

Anak-anak buah Min CheongSang dibrifing diberitahu bahwa tema pembunuhan kali ini dirancang dengan tema penguntit seorang seniman.

Mereka masuk ke kediaman korban dengan berpura-pura menjadi petugas penyulingan air. Setelahnya wanita tersebut tak sadarkan diri dan tim leluasa mengambili sidik jari, rambut, bukti pembunuhan yang akan menyudutkannya kelak sebagai Stalker pembunuhnya No Joon Young.

Di tempat lain, seorang anggota tim perekayasa pembunuhan tersebut dikirimi e-mail hasil scan sidik jari korban. Setelahnya sidik jari tersebut dibuatkan sarung tangan khusus. Jadi pria yang kerap kali mengirimkan paket adalah pengantar sidik jari yang digunakan untuk menyentuhi barang dan jasad.

Flash back end

Min CheongSang menyuruh rekannya merekrut salah stu orang dari penjara secepatnya.

~ FABRICATED CITY ~

Kwon Yoo dan yang lain mendiskusikan temuan mereka tadi. Teolbo Hyungnim menemukan bahwa pemilik Jvilla tersebut adalah Hoejang-nya Hyosin Group. Choo Sang Deok, puterinya berhubungan dengan No Joon Young.. itulah mengapa No Joon Young bisa meninggal di villa tersebut. Dan wanita yang di dalam foto sekarang ini dijebak.

Daejang ingin Teolbo hyungnim menyelidi siapa wanita tersebut. Teolbo Hyungnim memindai sidik jarinya dan menemukan data-datanya. Seo Hyeon Jeong.

Seo Hyeon Jeong tengah berada di salon. Yeo Bae menyamar menjadi pelanggan, ketika ditanya mau dimodel apa rambutnya ia menjawab ingin terlihat subur dan lebat. Yeo Bae melihat sandinya Seo Hyeon Jeong dan segera memasukkan aplikasi penyada ke dalamnya ketika Seo Hyeon Jeong pergi untuk perawatan lainnya.

Daejang mengawasi dari luar. Demolition heran mengapa semudah itu Yeo Bae melakukannya? Yong Dosa mengatakan makanya jangan sembarangan membuka pesan singkat di hape! Pada saat kau membukanya hape itu bukan hapemu lagi.

Seorang pria gahar menarik Seo Hyeon Jeong keluar dari salon, menjambak dan memukulinya. Orang-orang berkerumun menonton. Kwon Yoo memisahkan pria tersebut dan menghajarnya.

Seo Hyeon Jeong dimarahi ibunya karena tidak bisa memberikan uang pada Oppanya. Seo Hyeon Jeong kesal kenapa diperlakukan seperti ini padahal sudah memberikan mereka uang.. jika Oppa ingin uang maka suruh dia merampok saja, dan apa ibu tahu bagaimana susahnya Seo Hyeon Jeong menghasilkan uang itu?. Ibunya balas mencacinya sombong karena baru bisa memberinya segitu sudah mencak-mencak.

Kwon Yoo mendengarkan percakapan tersebut. Teolbo Hyungnim melihat yang lainnya tepar tertidur sedangkan Kwon Yoo duduk di kursinya. Ia meneleponnya bertanya apa Kwon Yoo begadang semalaman? Mau kumasakkan sesuatu untukmu?

“Tidak usah. Nanti kalau semua sudah bangun baru kita lihat bagaimana.”

“Bagaimana pun juga kau itu adalah seorang buronan. Jangan sembarangan memperlihatkan dirimu.”

“Orang yang membantu ibuku adalah Teolbo Hyeongnim, ‘kan?”

“Yeo Wool… adalah namaku.“

“Halo, anu… aku menemukan sebuah dompet.” Terdengar suara wanita lain dari ponselnya Seo Hyeon Jeong. Kwon Yoo mengenali suara tersebut. Suara yang sama yang menjebaknya mengembalikan hape dan akan diberikan imalan 800 ribu won.

Modusnya kini serupa, wanita penjebak ingin bertemu mengembalikan dompet Seo Hyeon Jeong. Yeo Wool menyambungkan panggilan ke wanita tersebut, menyuruh Kwon Yoo mengulur waktu 3 menit.

Namun ketika mendengarkan suara wanita tersebut Kwon Yoo menjadi trauma, sekelebat ingatan darimana semua ini bermula, penderitaannya di penjara dan ibunya meninggal. Membuatnya marah dan merasa tidak adil.

Yeo Wool memahami situasinya Kwon Yoo, ia merebut ponsel tersebut dan memaki-maki wanita itu selama 3 menit dengan bantuan mesin pengubah suara.

Mereka berdua saling balas menyumpah. Yang lainnya jadi terbangun karena perang sumpah serapah tersebut. Setelah selesai Yeo Wool kembali menjadi Yeo Wool yang bicaranya rendah dan sulit ditebak. Keempat pria kebingungan menatapi kepergian Yeo Wool/Teolbo Hyungnim.

Kwon Yoo mengikuti wanita yang menjebaknya, namun rekan wanita tersebut menyadarinya dan membawa wanita tersebut pergi. Kwon Yoo langsung kabur mengetahui orang-orang mengenalinya. Kwon Yoo mengejar keduanya dengan mobil bututnya, polisi mengejar Kwon Yoo. Kwon Yoo tidak diuntungkan dengan mobilnya yang tiba-tiba mogok.

Kebetulan sekali truk melaju dengan cepat menubruk mobil polisi. Itu adalah ulah anak buahnya Ma Deok Seo. Ma Deok Seo menyapa Kwon Yoo “Hei, buronan pemerkosa dan pembunuh!”

Mereka menghajar Kwon Yoo. Min CheongSang menontoni aksi Ma Deok Seo dengan senang.

Ma Deok Seo hendak balas dendam pada Kwon Yoo yang pernah menyerangnya dengan panah-panahan, tapi karena tangannya tidak terampil ia akhirnya malah melukali anak buahnya sendiri.

Ma Deok Seo kegirangan berhasil melakukannya sekali terkena bahu atas Kwon Yoo, Kemudian Ma Deok Seo hendak menusukkan pisaunya ke Kwon Yoo.

Tidak disangka Tim SWAT di luar mengepung, Yeo Wool yang menghubungi mereka dengan berpura-pura dalam bahaya Kwon Yoo. Di ruangannya Min CheongSang menghubungi Samujang-nim dan menyuruhnya melakukan sesuatu.

Salah satu anggota SWAT mengatakan ke pimpinan mereka untuk menarik diri karena ini perinta langsung dari atasan.

Pimpinan gamang karena korban histeris, Yeo Wool berteriak menjadi-jadi membuat SWAT bergerak menyerbu ke dalam. Kwon Yoo mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri. Yeo Wool mengendarai mobil Kwon Yoo dan menyuruhnya masuk.

Yeo Wool tidak bisa menyetir dan tidak memiliki SIM. Kwon Yoo mengajaknya bertukar tempat. Setelah itu Kwon Yoo bertanya bagaimana bisa Yeo Wool tahu keberadaannya?

Ma Deok Seo mengikuti Kwon Yoo, ia menyumpahi Kwon Yoo. Kwon Yoo memilih jalan lain, Ma Deok Seo kesal dan menyuruh anak buahnya putar balik. Tapi anak buahnya tidak bisa karena ini jalan satu arah (HHHHHHHH)

Yeo Wool menggunakan alat pendetektor gelombang buatan Yong Dosa, memindai badan Kwon Yoo. Kalung titanium milik ibunya lah yang selama ini menjadi alat pelacak keberadaannya Kwon Yoo.

Ma Deok Seo dihubungi Min CheongSang, syarat kebebasannya Ma Deok Seo mudah saja.. asalkan Kwon Yoo bisa dia tangkap.

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s