[K-Movie] Sinopsis One Day – Part 5 End

      Kang Soo tiduran di sofa, tampak resah. Ia ke rumah sakit, ternyata Nyonya Kim dan anaknya berada di ruangannya Mi So.

“Wali hukumnya?”

“Ya, kau akan mengambil alih semua haknya. Penyelesaian untuk kecelakaan, sidang, dan mengumpulkan asuransi… Ya, kau akan mengambil alih

semua haknya, bukan Ho-jung di sini.”

Nyonya Kim menolak karena ia adalah ibunya, bukannya walinya.

Anaknya memarahi ibunya kenapa tidak mau menandatanganinya? Bersedia merawat tapi tidak mau menjadi walinya. Ia mengerti ini pasti berat bagi ibunya. Puterinya itu kemudian pergi dengan kesal. Mi So mengamati mereka sedari tadi.

“Kau pasti sangat membenci ibu. Maaf, aku sangat menyakitimu, aku berutang maaf kepadamu.” Mi So di ruangan yang sama menangis mendengarkan ibunya yang menyesal dan sama menangisnya.

Mi So melamun di atap gedung lagi.

     Manajer marah karena ibu kandung Dan Mi So ditemukan, kasus mereka menjadi sulit. Manajer menduga pasti ini ulanya Lee Kang Soo. Menemukan ibu kandung dari anak yatim piatu.. memangnya perusahaan mereka ini organisasi amal?

Kang Soo gerah, ia beranjak dari duduknya dan menatap nyalang pada Manajer. Manajer setengah ketakutan, Kang soo pergi meninggalkan semua. Pak Cha yang mengurusi kasus ini pun langsung membenahi ucapan Manajer.. bukannya buta, tapi tunanetra (HHHHHH bukan gelandangan.. tapi tunawisma.)

Kang Soo mengunjungi Mi So ia melihat Mi So dirawat oleh ibunya. Kang Soo lalu ke atap biasanya Mi So berada.

Mi So melihat Kang Soo duduk di pinggiran. “Itu tidak aman lho..” Sapa Mi So. Kang Soo tersenyum melihatnya.

“Tidak takut ya?”

“Tidak juga. “Mi So mengagetinya dan hampir jatuh Kang Soo meralat komentarnya “Yah, mungkin sedikit.”

“Itu bagus. Aku benci berpura-pura.”

Menurut Mi So.. Langit saat ini adalah yang terindah. Ketika aku tidak dapat melihat, aku akan memberikan segalanya untuk ini. Senang rasanya bisa melihat seperti ini. Tapi sekarang, aku merindukan yang dulu.

Kang Soo bertanya memangnya kenapa? Bukankah baik karena bisa bersama ibunya sekarang?

Mi So membenarkan, namun ia merasa menyesal karena tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku bahkan tidak bisa menghapus air matanya…

Semakin lama aku bertahan, akan lebih sulit baginya. Jadi daripada melihat dia menderita…

Lebih baik aku melepaskannya sekarang.. aku juga pasti meninggal … tapi yang lain … aku tidak ingin orang yang aku cintai menderita.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aku butuh bantuanmu”

“Apa kau sudah gila?”

“Aku tahu itu sulit, tapi kau bisa melakukan ini. Demi aku..”

“Tidak, aku tidak bisa”

“Kau satu-satunya yang bisa membantu. Bantu aku pergi sebelum semuanya terlalu sulit”

“Aku tidak bisa. Aku tidak akan sanggup”

“Baiklah.. aku mengerti..”

“Tidak. Kau tidak akan pergi..”

Kang Soo teringat dulu istrinya sekarat. Ia khawatir pada Sun-hwa.

“Aku tidak pernah berpikir bahwa hal ini akan terjadi pada diriku.”

Sun Hwa: Sayang, maafkan aku..

Kang Soo: apa yang kau bicarakan? Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jangan pernah mengatakannya lagi.

Kang soo dengan sabar merawat istrinya yang sakit. Kang Soo selalu menguatkan istrinya ketika istrinya terus menyerah untuk hidup dan ingin mati saja karena sudah tidak sanggup dengan penyakitnya.

   Suatu hari Sun Hwa marah pada Kang Soo, ia merasa Kang Soo sepertinya sudah lama menginginkannya meninggal karena merepotkannya.

    Kang Soo takut melihat bagaimana penyakit mengubah orang. Istrinya menjadi tidak peduli pada kesehatannya lagi.

Sun Hwa mengajak Kang Soo ke laut. Benar. . . Kang Soo hanya ingin semuanya berakhir.

“Oppa, aku kedinginan. Bisakah kau membawakanku selimut?”

“Tentu. Tunggu aku akan segera kembali”

Saat kembali Kang Soo tidak melihat Sun Hwa di manapun. Ia lihat petugas berlarian ke jalanan. Sun Hwa terkapar di jalan.

Setelahnya Sun Hwa ditangani. Kang Soo terpukul.

Disaat itu Mi So juga melihat Kang Soo yang terus diusir para petugas karena mengganggu. Kang Soo yang kebingungan dan sedih. Itulah pertama kalinya ia melihat Kang Soo.

“Saat terakhir akan lebih berkesan dibanding yang pertama, bukan? Ini adalah… di mana aku ingin berada, pada saat terakhir. Apa kau akan mengingatku?”

“Hentikan itu”

“Berjanjilah, bahwa kau akan mengingatku.”

“Aku tidak ingin mendengarnya”

Mi So memegangi tangan Kang Soo. Namun Kang Soo memalingkan mukanya.

“Akan menyedihkan, jika tidak ada yang ingat. Kita telah melakukan ini sebelumnya, bukan? Dengan begini, kau tidak akan lupa.” Mi So menaruh tangan Kang Soo ke wajahnya.. ia harap dengan begini Kang Soo tidak akan melupakannya.

Kang Soo dulu juga sama, ia memegangi tangan istrinya untuk terakhir kali. Sebelum Sun Hwa memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Sekarang di depannya Kang Soo ada Sun Hwa. “Sekarang, kau tidak akan lupa, kan?”  Kata Sun Hwa

“Bagaimana… bagaimana aku bisa melupakanmu?”

“Maksudku, sebagai kenangan indah kita. Aku tahu itu sulit bagimu.. aku hanya ingin meninggalkan kenangan indah untukmu. Aku minta maaf”

“Tidak, Sun-hwa.. aku yang minta maaf” Kang Soo menangis tersedu-sedu.

Sun Hwa pergi.. Mi So juga telah pergi.

**ONE DAY**

Mi So siuman.

    Kang Soo memasuki kamar di lantai dua. Ia membersihkan foto pernikahannya, ia menelusuri kenangannya bersama Sun Hwa.

Mereka selalu bersama selama ini.

Kang Soo mendatangi Mi So yang terbaring lemah namun matanya sudah terbuka. Kang Soo menuruti permintaannya Mi So untuk mengakhiri hidupnya dengan mematikan infusnya.. agar tidak banyak orang yang terluka karenanya. Kang Soo memegangi tangan Mi So.Disaat terakhirnya Mi So menitikkan air mata, ia menghembuskan napas terakhirnya.

Setelahnya Kang Soo meninggalkan rumah sakit, kelopak bunga berjatuhan. Kang Soo mendongak ke atas sebentar kemudian pergi.

-End-

NB:

“Yang tersulit dalam hidup adalah belajar untuk melepaskan.”.

Sinopsis film lainnya di laman/menu Movie. Thanks.. ^-^/ ❤

Advertisements

[K-Movie] Sinopsis One Day – Part 4

Kang Soo menghubung Nyonya Kim pemilik sebuah salon rambut. Ia juga mendatangi jalanan tempat Mi So tertabrak.

Kang Soo mendatangi salon rambutnya.

“Hai, kau di sini untuk memotong rambut?” Nyonya Kim menyambutnya.

“Ya”

Kang Soo sambil bertanya apa Nyonya Kim memiliki seorang puteri?. Nyonya Kim membenarkan bahwa puterinya sedang duduk di bangku SMA.

“Bukan putri yang itu. Jadi, dahulu kala… namanya Dan Mi-so.  Dia adalah temanku. Sekitar 2 bulan yang lalu, dia datang kesini.”

“Aku tidak mengerti”

“Dia mengalami kecelakaan mobil di dekat sini pada tanggal 5 Maret sekitar pukul 3:50. Dia dirawat di Rumah Sakit Nasional, dan keadaannya benar-benar parah sekarang.”

“Hentikan itu, aku ingin kau pergi” Nyonya Kim mulai tidak nyaman. Kang Soo bertanya tidakkah Nyonya Kim ingin melihat Mi So?. Nyonya Kim mengusir Kang Soo.

     Mi So mengamati anak-anak dari atas. Ia lihat seorang anak laki-laki sendirian.. tampak iri melihat anak-anak yang lain.

Manajernya Kang Soo memarahi Kang Soo yang selama beberapa hari ini menghilang namun tidak mendapatkan penyelesaian. Ia hendak melimpahkan kasusnya Kang Soo ke Pak Cha. Sepertinya Kang Soo masih perlu beristirahat, mereka harus menghindari tuntutan.

Saat di RS, Mi So memanggil Kang Soo dari atas. Ia ingin Kang Soo  membantu anak kecil yang sendirian tadi sedangkan anak-anak yang lain membuat prakarya dengan orangtuanya masing-masing. Kang Soo menolak, ia ini kan bukan keluarganya.. apalagi ayahnya. Mi Soo memaksa Kang Soo, menurutnya dari atas sampai ke bawah Kang Soo terlihat seperti seorang ayah.

Kang Soo terpaksa menuruti Mi So. Kang Soo mengeluh tampaknya akan sulit. Keduanya menggambar dengan krayon.

“Ayahmu terlihat seperti pria yang baik. Dimana dia?”

“Dia bilang tagihan rumah sakitku sangat mahal. Jadi dia bekerja di lokasi konstruksi di siang hari dan melakukan pengiriman di malam hari.”

Setelah layang-layangnya jadi mereka menerbangkannya. Si anak kecil tadi senang sekali layang-layangnya bisa terbang tinggi.

Ayah anak itu datang, anaknya memanggilnya. Kang Soo terkejut ternyata ayahnya adalah klien yang ia urusi sebelumnya.

Setelah mengetahuinya Kang Soo langsung bad mood. Sementara Mi So memuji-muji Kang Soo orangnya baik. Kang Soo pamit pergi pada Mi So, ia ada urusan.

Kang Soo mendekati Nyonya Kim yang mengintip kamar Mi So. Kang Soo mempersilakannya menjenguk karena sudah datang jauh-jauh. Nyonya Kim menolaknya, ia bertanya apakah Mi So sekarang ini separah itu dan sekarat?. Kang Soo tidak bisa menyanggupi keadaannya baik-baik saja.

Nyonya Kim meninggalkan Kang Soo.. ia merasa tidak pantas, Kang Soo mengejarnya dan melihat Mi So yang tampak muram.

~ ONE DAY ~

“Aku hanya ingin membantumu.”

“Aku tahu, kau tidak perlu menjelaskannya. Tapi… Tapi kau seharusnya tidak melakukannya. Maka tadi itu tidak akan terjadi. Bukan salahmu juga. Seharusnya aku memberitahumu bahwa aku sudah menemuinya.”

“Kenapa tidak?”

“Aku merasa malu karenanya, aku kira… Ibuku yang menghilang tidak pernah datang menemuiku. Aku tidak ingin menunjukkan sisi itu kepada orang lain. Dan suatu hari ketika aku tumbuh dewasa… Aku akan pergi menemuinya… aku berniat menunggu waktu yang tepat.”

Mi So saat itu pergi sendirian ke salon ibunya. Ia bisa mendengar suara ibunya setelah sekian lama.. ia mencoba menjadi berani. Nyonya Kim menuntunnya duduk.

Nyonya Kim bertanya mau dibuat model apa? Mi So bilang potong saja. Nyonya Kim bertanya asal Mi So, Mi So bilang ia dari Seoul. Setelah mengatakan ia bernama Dan Mi So.. ibunya berhenti.

“Maaf jika aku membuatmu takut. Awalnya aku tidak yakin, tapi aku bisa mengenali suaramu, bagaimana kabarmu? Aku baru berumur 25 tahun ini.”

“Maaf, kau datang ke tempat yang salah.”

“Aku tidak ingin mengganggumu.”

“Aku bahkan tidak akan memanggilmu ibu. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku baik-baik saja…” Nyonya Kim terdengar ingin menangis, ia meminta maaf.. ia mengaku bukan ibunya Mi So. Setelahnya Mi So mengambil tasnya dan keluar dari salon. Sayangnya ia tidak membawa tongkatnya. Mi So terlalu syok, ia nampak kebingungan karena tongkatnya tidak ada di dalam tas.

Akhirnya Mi So berjalan dengan hati-hati di pinggiran dan merabai apa saja yang ada didekatnya, ia kebingungan dan terisak.

Tanpa ia sadar ia berjalan di tengah jalan, mobil menabraknya. Sejak saat itulah roh Mi So bisa melihat dirinya sendiri.

Kembali ke masa sekarang..

“Kau bertanya apa aku menyerah dalam hidupku? Ya, aku kira kau mungkin benar… aku merasa sedih. Sangat mengerikan ditinggalkan dua kali. Nah, sekarang kau tahu apa yang terjadi. Apa itu akan membantumu?”

“Tidak masalah lagi. Aku sudah selesai dari kasusmu sekarang.”

“Maka kita tidak akan sering bertemu lagi.”

“Aku juga bisa dipecat. Tapi kau tahu… Keadaan bisa bertambah buruk.”

“Aku merasa kesakitan …”

“Apa yang terjadi?” Kang Soo terkejut Mi So menghilang. Kang Soo segera mendatangi ruangan Mi So koma.

Terlihat tegang dan kepanikan di ruangan tersebut, Mi So memuntahkan darah. Kang Soo dilarang masuk. Keadaan Mi So semakin memburuk.

Mi So dibawa keluar. Kang Soo melihat Mi so dan teringat istrinya sebelum meninggal dulu.

      Di rumah Kang Soo termenung. Ia kemudian naik ke lantai dua tempat barang-barang istrinya berada. Keadaannya masih sama, Kang Soo menghela napasnya.

“Kita menawarkan permukiman dan akan selesai akhir pekan ini. Aku pikir mereka akan menerima tawaran itu.” Pak Cha dan yang lain merapatkan kasus Dan Mi So.

“Aku sudah bilang begitu. Di dunia itu tidak ada yang mustahil”

Sementara itu Kang Soo yang sudah lepas tangan terlihat mencoba tidab peduli.

Di RS Kang Soo bertemu dengan walinya Mi So, mereka bersama mendatangi ibunya Mi So. Walinya Mi So meminta ibunya sekali saja menjenguk Mi So karena ini sudah mendesak. Kang Soo dan walinya Mi So menunggu lama, tapi ibu dan anak tersebut mengabaikan mereka.

Dalam perjalanan pulang Kang soo dan walinya Mi So terlihat sedih.

~ ONE DAY ~

     Kang Soo mejenguk Mi So yang masih terbaring. Kang Soo pergi, Mi So memperhatikannya dari ruangannya.

Kang Soo bertemu dengan mantan kliennya. Kang Soo diberi rokok dan menerimanya. Kang Soo menanyakan keadaan anaknya.

“Tidak seperti dia bisa menjadi lebih baik begitu saja.”

“Mengapa kau tidak memberitahuku tentang anakmu?”

“Apa gunanya? Aku harus pergi, anakku sedang menunggu.” Kang Soo diberinya minuman dan pergi.

“Hyungnim! Yang kuat, oke?” Kang Soo memanggilnya dan menyemangatinya.

“Terima kasih!” Tanggapnya sambil berjalan pergi.