[K-Movie] Sinopsis One Day – Part 1

     Hari tersebut adalah upacara kematian istrinya Kang Soo, adik iparnya mencoba menghubungi Kang Soo.

Namun Kang Soo mengabaikan panggilan tersebut.

Kang Soo menghindari, ia bermain bisbol daripada menghadiri upacara pemakaman istrinya.

Kang Soo Tampak kacau, kembali ke rumahnya.

~ ❤ ONE DAY ❤ ~

    Kang Soo kembali bekerja, adik iparnya sudah menungguhnya sejak tadi. Young Woo marah pada Kang Soo karena tidak menghadiri pemakaman istrinya sendiri. Salah satu rekannya memberitahukan ia dapat tamu, Kang Soo menyapanya.

“Bagaimana kau bisa menyebut dirimu manusia?”

“Baiklah, Mengapa kita tidak berbicara di luar?” Kang Soo berjalan, tapi adik iparnya tidak mengikutinya.

“Sepertinya kau sudah menunggunya mati! Bagaimana? Sekarang setelah dia pergi, kau pasti lega.”

“lebih baik perhatikan apa yang kau katakan.” Kang Soo kembali mendekati adik iparnya.

Young Woo langsung mencengkeram kerahnya, menyuruhnya menyangkal tuduhannya Young Woo tadi. Tapi Kang Soo tidak membantahnya. Kang Soo tetap bertindak tenang, ia menjelaskan ke orang-orang yang menatapi mereka.. biasanya Young Woo tidak pemarah seperti ini, pasti begini karena ada masalah  di rumah. Young Woo memukul Kang Soo sampai jatuh.

Atasan marah-marah tentang sebuat kasus yang rumit, harusnya segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Kang Soo kembali ke tempat duduknya, ia bertanya ada masalah apa.

Salah seorang menjelaskan bahwa klien mereka terlibat kecelakaan, korbannya buta dan sudah koma selama 2 bulan. Kang Soo menanyakan bagaimana dengan pihak keluarganya. Sayangnya korban yatim piatu dan walinya tidak mau diajak kompromi.

Dan parahnya lagi klien mereka yang menjadi tersangka adalah orang penting bagi perusahan asuransi mereka. Lee Kang Soo ditugasi mengurusi kasus ini.

    Lee Kang Soo terkejut, ia tidak nampak asing dengan rumah sakit ini. Banyak orang yang mengenal dan dikenalnya di sini. Dulu istrinya dirawat di sini.

Lee Kang Soo menuju ruangannya Mi So.  Ia mengetuk pintu kamar, dan menyapa adakah orang di dalam.

Kang Soo mengambil gambar Mi So yang koma. Terasa dejavu, melihat istrinya menjalani perawatan dan kesakitan dulu.

“Dan Mi So-ssi, aku Lee Kang Soo dari Asuransi Korea. aku di sini untuk menyelidiki kemungkinan penipuan asuransi atas kecelakaanmu …” Kang Soo menjelaskan, tapi ia tak melanjutkan penjelasannya karena sadar Mi So koma.

Kang Soo tertarik pada batu-batunya Mi So di dekat bunga-bunga, ia ambil salah satu. Kang Soo tanpa izin membuka lacinya, melihat barang-barang Mi So dan memotretinya.

Mi So melihat apa yang Kang Soo lakukan. Kang Soo terkejut, Mi So sendiri sama terkejutnya “Tunggu, kau bisa melihatku?”

Mi So ini adalah rohnya Mi So yang koma. Kang Soo belum menyadarinya kalau Mi So yang didepannya ini adalah rohnya. Seorang wanita datang ke ruangan, Kang Soo menjelaskan ia dari pihak asuransi. Mi So bertanya mengapa melihat-lihat barangnya? Kang Soo bilang ia hanya melihat.

Sementara si wanita yang barusan datang heran, melihat apa? Kang Soo berkilah.. ia hanya mengecek.

“Nah, aku sudah melihat pasiennya, aku bisa kembali lagi nanti.”

“Oke.” Jawab wanita itu santai.

“Kau pergi?” Tanya Mi So

“Aku akan kembali”

“Lagi” Wanita berkacamata heran.

Mi So tersenyum setelah Kang Soo pergi, ia senang karena ada yang bisa melihatnya. Sementara itu Kang Soo tidak menyadari ada hal yang aneh. Mungkin Kang Soo masih kalut pikirannya dan belum bisa berpikir jernih karena masih dalam nuansa berkabung istrinya meninggal, namun ia masih kelihatan linglung akan suatu hal dari ruangan tadi.. meski bingung ia belum sadar juga.

“Aku juga bertemu dengan dokter. Dia bilang belum ada kemajuan.” Kwang So menghubungi rekannya.

“Dia tidak mengatakan bahwa dia bisa segera meninggal atau semacamnya? Akan lebih mudah untuk mencapai penyelesaian jika dia meninggal. Bagaimana dengan wali?”

“Aku sedang dalam perjalanan untuk menemuinya.”

“Lihat apa kau bisa mengubah pikirannya. Aku mengandalkanmu!”

“Omong kosong apa ini?”

Kang Soo teringat masih membawa batunya Mi So. Ia hendak mengembalikannya, namun ia melihat kliennya masih asyik bermain-main di bawah.

Para pasien tersebut main lempar koin. Kang Soo menyindirnya dengan bertanya apakah boleh ikut bermain? Kliennya memperkenalkan Lee Kang Soo adalah orang dari Asuransi Korea, teman-temannya langsung pergi satu persatu.

“Aku merindukanmu” Kata Kang Soo

“Ya, ya. Begitu juga aku.”

“Kau tidak terlihat begitu baik. Apa kau benar sakit?”

“Mengapa kau selalu melakukan ini padaku? aku bukan satu-satunya pasien palsu di sini. Aku pikir kau berhenti bekerja di lapangan sekarang”

“Sudah kukatakan aku merindukanmu” Kang Soo pergi begitu saja.

Kang Soo menemui walinya Mi So. Walinya jelas tidak mau bekerja sama dengannya. Kang Soo bertanya apakah Mi So terlihat depresi atau semacamnya sebelum insiden?  Kecelakaan terjadi di Gangwon. Kenapa dia pergi kesana? Dia buta kenapa pergi sendirian?

Walinya tidak tahu, mungkin Mi So hanya melakukan perjalanan. Dan dia bukannya buta, tapi mengalami gangguan penglihatan. Sebelumnya juga ada orang yang menanyainya perihal Mi So, walinya yakin Mi So tidak melakukan percobaan bunuh diri. Kang Soo meminta maaf, ia tidak bermaksud begitu.

Walinya tidak mau Kang Soo kemari lagi.

Di luar, Kang Soo melihat tunanetra lainnya.

    Di kantor, Kang Soo menyusun bukti-buktinya. Saat makan di mini mart Kang Soo juga menanyakan ke polisi adakah tongkat di TKP? Karena dari laporannya tidak ada tongkat. Inspektur mengatakan tidak ada tongkat untuk orang buta di lokasi.

~* One Day *~

      Ibu mertua Kang Soo datang berkunjung, ia juga membawakan makanan. Suasana diantara keduanya terasa canggung. Kang Soo meminta maaf karena tidak bisa menghadiri pemakamannya. Ibu mertuanya mengatakan tidak apa-apa, menantunya pasti sangat sibuk. Ia dengar Young Woo juga ke kantornya Kang Soo, ia pasti membuat masalah, aku minta maaf.

“Itu baik-baik saja. Aku mengerti.”

“Oh, aku hampir lupa. Masukkan ini ke lemari es.” Kang Soo mencegahnya, ia akan melakukannya sendiri. Lalu ibu mertuanya bertanya lantai duanya sudah dibersihkan? Kang Soo mengelak, ia sangat sibuk jadi tidak sempat membersihkannya.

Kang Soo mencoba kimchinya. Teringat istrinya pasti akan memukul bahunya kalau melihatnya begini, memarahinya memakan kimchi yang belum sepenuhnya difermentasi. Kang Soo hanya tertawa menanggapinya. Malah menyuruh istrinya mencobanya juga. Istrinya menolak.

Tapi kini ia sendiri.

     Kang Soo minum-minum.

“Apa kau baik-baik saja hari ini?”

“Pernahkah kau … merasa ingin mati?” Tanya Kang Soo ke bartender.

“Setiap hari.” (Aku suka jawabanmu,)

“Setiap hari.” Kang Soo terkekeh dengan jawaban wanita itu.

Kang Soo berjalan terhuyung-huyung. Tak hanya satu dua kali ia nyaris tertabrak kendaraan.

“Astaga, dia hampir menabrakku.”

Kang Soo kembali ke ruangannya Dan Mi So untuk mengembalikan batunya.

“Oh, hai Mi-so. Kau sudah bangun.. aku datang untuk memberikan ini kembali kepadamu. Aku hampir mengambilnya. Bisakah kau mendengarku? Mengapa kau pergi … sampai keluar sana tanpa tongkat? Apa hidup ini terlalu berat bagimu? Pernahkah kau… merasa takut? Bahkan jika kau tidak dapat melihat, kau pasti pernah merasa takut, bukan?”

Kang Soo berbicara sendiri. “Kau pasti pernah …. Ya, aku yakin. Aku yakin kau takut. Tapi kau tahu apa…? Aku mengagumi… keberanianmu. Melempar semuanya (barang peninggalan istriku)… aku tidak berani. Dan Mi-so? Siapa yang memberimu nama itu? Mi-so..  cantik. Ini adalah nama yang cantik. Salah satu temanku benar-benar membenci namanya. Sun-hwa, itu berarti ‘bunga yang bagus’. Aku menyukainya tapi dia pikir itu norak.”

Kang Soo menonton video kenangan bersama istrinya, saat mereka di pinggir laut. Akhirnya Kang Soo tertidur. Tangan roh Mi So hendak menyentuhnya tapi tidak jadi.

TBC Part 2

 RANDOM TALK:

ONE DAY. Film ini tidak recommended bagi yang tidak suka sad movie, hmm.. kog saya belum tergerak hatinya buat nonton drama yang baru ya? Sumvah.. saya masih berkutat dengan Criminal Minds dan Save Me #aneh, apa aku memang sesibuk itu sampai gak bisa nonton drama baru? *entah, sepertinya iya. Kelihatannya While U Were Sleeping responnya bagus.. Lee Jong Suk sih tak usah ditanya… kalau Suzy kan menang cantiknya, aktingnya biasa aja *kkk, ah nanti saja download kalau episodenya sudah banyakan, gak suka nunggu soalnya *hh.

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s