[Sinopsis] Save Me – Episode 13 Part 2

Kang Eun Shil mencegat So Rin, ia menanyakan apa sudah memberikan air hidup pada bunda spiritual? Ia bertanya apa pekerjaannya So Rin sebelum ke Muji?. So Rin bilang ia semula mempersiapkan diri untuk pascasarjana tapi berubah pikiran karena Yang Mahakuasa. So Rin pergi, Kang Eun Shil semakin mencurigai So Rin. Karena dimalam ia memata-matainya ia liha orang kedua yang keluar dari kedai adalah seseorang dari Harian Muji, ia tahu dari mobil yang pria itu kendarai berstiker Harian Muji.

“Kami polisi.” Kata Sang Hwan pada petugas PUSAT LAYANAN SOSIAL. Detektif Lee yang polisi betulan jadi syok dengan tingkahnya Sang Hwan yang tampaknya sudah biasa mengatakannya.

Lee Kang Su menyerahkan tanda pengenalnya, mereka lalu dijelaskan petugas.

“Beberapa tahun lalu dia menjualnya dan sekarang sedang dilakukan konstruksi. “

“Kalau begitu, bisa dilihat siapa pemilik tanah itu?” Tanya Sang Hwan. Petugas mencarikan nama pemiliknya. Sang Hwan menebak apa Baek Jung Ki?, Petugas bilang miliknya Jo Wan Tae. Jo Wan Tae yang memiliki semua tanahnya, seperti habis menang lotre saja.

Seorang wanita yang kebetulan juga ada di sana langsung menghubungi Jo Wan Tae, melaporkan apa yang ia dengar tadi.

Jo Wan Tae turun ke suatu tempat, ia bertemu dengan si cenayang gadungan yang dulu menipu keluarganya Sang Mi soal pemanggilan roh Sang Jin. Juga Joon Gu. Si cenayang gadungan langsung hormat pada Jo Wan Tae, sesama tahanan. Joon Gu dan Jo Wan Tae saling kenal dan saling benci. Jo Wan Tae tahu kalau dukun gadungan masih hobi menipu, Joon Gu yang masih melakukan tindak kekerasan.

Jo Wan Tae bahkan menawari Joon Gu ke Guseonwon juga, membersihkan dosa dan membantunya ke surga. Joon Gu hanya mendengus mendengarnya. Dukun palsu teringat kata Guseonwon, oh.. jadi itu tempat kerjanya Jo Wan Tae, akhir-akhir ini terkenal sekali di internet.

Jo Wan Tae membuka hasil pekerjaannya Jung Hoon. Jo Wan Tae tidak habis akal, ia sepertinya berpura-pura menjadi informan. Jung Hoon ditempatnya pun menerima panggilan yang mengaku informan.

Temannya Dong Cheol melihat preman keluar dari rumahnya, ia lihat rumahnya berantakan dan menemukan banyak amplop persembahan. Ibunya pulang, memarahinya yang minum-minum tanpa makan. Anaknya yang ternyata namanya Dae Shik.. ia muak, kalau ibunya bertindak aneh-aneh lagi ia pikir lebih baik mati sama-sama saja. (Woooo… baru eps 13 saya tahu namanya, wkwkwk)

Ibunya bilang Guseonwon bisa membantu mereka. Dae Shik murka, jadi ibunya meminjam sana sini untuk Guseonwon..

Ibunya bersikeras uang itu adalah iblis dan bisa menggelapkan (eiiih kata siapa? Terkadang uang itu seperti hujan.. menyejukkan HHHHHH #Matre #detected)

Dae Shik jadi kalap, ibunya terjatuh dan kesakitan. Ia bilang bukan apa-apa, Dae Shik lihat badan ibunya merah-merah sehabis dipukuli. Ibunya bilang ini terjadi untuk mengusir iblis, ia banyak berdosa. Dae Shik makin frustasi, ia berteriak.. kemudian pergi.

     Jung Hoon menemui informan, ia menghubungi Man Hee. Malam ini ia pulang tidur di rumahnya karena ayahnya bisa marah kalau ia tidak di rumah. Ia menemuinya tak jauh dari lingkungan rumahnya

Di gang yang gelap sebuah mobil menyorotkan lampunya, Jung Hoon agak kesulitan melihat siapa yang datang. Tiba-tiba saja ia sudah dipukul oleh Jo Wan Duk. Pil Soo melihatnya, ia nampak curiga.

Dong Cheol menerima pesan Sang Mi, ia membacanya dan memotretnya untuk dikirimkan ke Sang Hwan.

[Mereka memberi ibuku obat aneh selama ini. Reporter Hong So Rin menghentikan pemakaian obat ibu, jadi pikiran ibu perlahan-lahan membaik. Jika kita temukan bukti soal obat itu, kita bisa keluarkan pernyataan media. Lalu, ini bukan pertamakalinya pemimpin sekte berusaha menunjuk orang menjadi bunda spiritual. Sepertinya dulu Ia pernah memperkosa orang lain. Aku sudah merekam soal itu. Kau akan menemukan soal kejahatannya jika memeriksa latar belakangnya. Maka aku akan bisa menghancurkan tempat ini dan bebas dari sini. Sampai saat itu kalian harus berhati-hati ]

Sang Hwan lalu membalas bahwa ia sudah mencaritahu, ternyata Baek Jung Ki memalsukan sertifikat penasbihannya, menggelapkan uang gereja, dan punya masalah dengan umat wanita.

Dong Cheol membalas: Akhirnya aku mengerti. Tidak lama lagi kita akan mendapatkannya, tunggu panggilanku.

Sang Hwan: Kalau begitu, kita akan memikirkan rute pelarianmu dengan informasi yang kau berikan.

Keluar dari kamar mandi Dong Cheong melihat Jo Wan Tae dan Wan Duk berjalan tergesa, Dong Cheol mengikuti mereka.

Jung Hoon sudah dihajar, Wan Tae bertanya teman-temannya. Tapi Jung hoon tidak menjawabnya. Mereka keluar, Wan Tae kaget melihat Dong Cheol. Ia bertanya kenapa Dong Cheol kemari?

Dong Cheol beralasan karena ini malam perdananya di Guseonwon, ia tidak bisa tidur makanya memilih jalan-jalan. Kebetulan melihat Jo Wan Tae dan Wan Duk terburu-buru ke hutan, ia ikuti saja mereka. Dong Cheol tertawa geli, Jo Wan Tae sendiri tampak gugup.. ia menyebut Dong Cheol ini orangnya penuh ingin tahu.

“Temanku selalu bilang aku ingin tahu urusan orang”

“Karena aku lebih tua darimu, aku akan beri nasihat. Melakukan hal seperti ini bukan ide bagus. Jangan lagi, ya?”

“Tapi karena kalian terburu-buru, aku khawatir. Jadi ingin membantu.”

“Wah sudah larut malam, ayo kita pergi.”

“Ya”

Dong Cheol bertanya di mana Wan Duk, Jo Wan Tae bilang dia sudah kembali. Terdengar suara teriakan Jung Hoon. Wan Duk hendak menghajarnya lagi.

Sang Hwan dan Man Hee mendiskusikan rencana mereka, Sang Hwan bertanya dimana Jung Hoon, Man Hee bilang di rumahnya.. malam ini tidak bisa ikut. Pernikahan spiritual akan dilaksanakan 40 hari lagi, sekarang sudah 10 hari, ada kemungkinan dipercepat juga.

Sang Hwan teringat saat ia menguping di ruangan Bapa Spiritual, tapi 40 hari tidak akan berlaku lagi kalau si Baek Jung Ki bilang ia menerima pesan yang mahakuasa.

Dae Shik membawa dua jirigen minyak tanah, ia berniat membakar Guseonwon.

Tuan Im mendatangi Sang Mi, ia menanyakan apakah Sang Mi sudah baik-baik? Dia harus membersihkan hati dan jiwanya karena sebentar lagi pernikahan spiritualnya berlangsung. Sang Mi bertanya ke ayahnya, apakah setelah menikah nanti ia harus tidur dengan Bapa Spiritual?

“Sang Mi, bukan itu masalahnya.  Tapi Ia akan membaptismu. Baptis untuk keselamatan. Jadi, jangan khawatir pada apapun.”

“Kalau aku menolak di baptis. Apa yang akan terjadi padaku?”

Ayahnya memegangi tangan Sang Mi, ia harap Sang Mi jangan memikirkan apapun. Fokus saja berdo’a.

“Pada akhirnya, aku harus menyerahkan segalanya. Hanya itu caranya mengakhiri segalanya.”

Dae Shik masuk kapel dengan santai, ia siap menyiramkan minyak tanahnya. Ayahnya Sang Mi bersikeras untuk melindungi Sang Mi, ia yakin yang mahakuasa akan melindungi mereka.

Dae Shik tidak peduli, baiklah.. mari lihat apakah yang mahakuasa melindungimu.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s