[Sinopsis] Save Me – Episode 13 Part 1

“Tunggu sebentar. “ Sang Mi mencegah Baek Jung Ki.

“Aku mengerti …  bapa spiritual … bisa melakukan apapun padaku. Jadi … aku janji tidak akan melarikan diri. Jika ini nasibku, tolong aku dan terimalah aku dengan sepenuh hatimu. Tunggulah sebentar lagi.” Sang Mi memohon.

“Bisakah … aku percaya perkataan Sang Mi?”

“Ya..”

“Bagus. Sampai waktunya buah matang sempurna.”

“Aku akan menunggu.”

So Rin bersama Nyonya Im, ia bilang ia akan membantu Sang Mi dan Nyonya Im mulai sekarang jangan menelan pil pemberian Kang Eun Shil. Tak berapa lama kemudian Kang Eun Shil datang membawakannya obat, untuk mengecek kesadarannya ia bertanya ini di mana pada Kim Bo Eun.. Nyonya Im bilang ini di surga tempatnya Sang Jin berada, ia berpura-pura menelannya seperti biasa. Kang Eun Shil dan So Rin pergi.

      Sang Mi keluar, Dong Cheol mendekatinya. Membuat Sang Mi terkejut. Dong Cheol hanya menanyakan keadaan Sang Mi, Sang Mi masih syok karena kejadian tadi. Ia menjadi agak linglung dengan pertanyaannya Dong Cheol, namun ia menjawab baik.

Apostel Jo melihat Dong Cheol, ia menjadi curiga. Dong Cheol bilang ia hanya kebetulan melihat Sang Mi, ia kira Sang Mi teman SDnya karena sepertinya mereka sebaya. Apostel Jo melarang Sang Mi pergi, Sang Mi sementara tidak boleh menemui ibunya. Sang Mi kembali ke kamarnya.

Apostel Jo memperingatkan Dong Cheol untuk hati-hati dan jangan bicara pada Bunda spiritual lagi, dia orang yang penting di Guseonwon. Dong Cheol terus bertanya karena penasaran, mengapa dia menjadi penting?. Apostel Jo menjelaskan bahwa Sang Mi adalah orang yang akan membersihkan jiwa-jiwa mereka.

     Sang Mi tentu saja tadi hanya berpura-pura pada Baek Jung Ki. Ia sebenarnya mengikat ponselnya di pahanya, sengaja merekam pembicaraannya dengan Baik Jung Ki sejak awal.

Apostel Jo memberikan ceramah mengenai hari kiamat. Setelah selesai mereka dipersilakan keluar masuk ke dalam van untuk diantarkan pulang. Ia menahan Dong Cheol, ia dengar Dong Cheol pernah bertemu dengan Bapa spiritual sendirian. Dong Cheol membenarkannya, ia hanya salah jalan.. dan ia mengaku saat bertemu dengannya ia pikir matanya akan buta, tapi ia tidak apa-apa.

Apostel Jo kemudian menekannya untuk ikut kamp pelatihan menuju bahtera kesalamatan menuju surga. Ia bisa jamin Bapa Spiritual akan membawa Dong Cheol naik bahtera kelas utama bahkan. Dong Cheol mengatakan ia agak ragu, tapi Apostel Jo menakut-nakutinya… apa Dong Cheol mau keluarganya masuk ke neraka?

Dong Cheol bilang ia tidak mau. Apostel Jo memastikan Dong Cheol untuk ikut, kamp pelatihannya dimulai besok.


    So Rin izin ke Apostel Kang untuk keluar sebentar, ia ada urusan keluarga. Ibunya ulang tahun. Apostel Kang memperingatkannya, hati-hati.. karena iblis bisa muncul dalam bentuk keluarga.

Dua orang nenek mengobrol asyik, membicarakan senangnya mereka ada umat baru yang muda-muda ke Guseonwon. Keduanya mengeluhkan anak dan cucu mereka yang enggan seperti mereka, terkena iblis komputerlah… inilah.. *wkwkwk

Dong Cheol iseng bertanya, bukankah dua nenek tersebut dulunya beda gereja?. Keduanya dulu memang beda gereja, lalu keluar dan ternyata lebih cocok dengan Guseonwon karena Bapa Spiritual. Mereka juga membicarakan kalau Bapa Spiritual sebelumnya pernah menjadi pastor gereja lama mereka. Meski mereka juga dengar soal rumor ada seorang gadis.. Salah satu nenek memperingatkan jangan mengungkit rumor, apalagi pada anak-anak baru.

Dong Cheol diturunkan. So Rin juga diturunkan di gang lain, ia lalu memasuki tempat biasanya Sang Hwan dkk. Dari jauh Kang Eun Shil memperhatikan gerak-geriknya So Rin. Ia mencari seorang pria, si bibi kedai bilang ada pria sendirian minum-minum selama dua jam sejak tadi. So Rin menyapa seniornya, ia minta Ajumma pemilik kedai membawakannya satu bir. Bibi kedai yang mengatur rambutnya lebih muda dan menguncirnya jadi dua itu pun agak kesal dipanggil Bibi’. Apa? Ajumma? *hhhhhhhhh

So Rin menemui seniornya. Seniornya sempat sebal karena siapa So Rin berani-beraninya menyuruh-nyuruh seniornya. So Rin tidak bermaksud begitu, ia bilang ia agak kesulitan keluar dari Guseonwon. Seniornya membawakannya hasil pengujian, daftar komposisi obat yang sering diberikan ke ibunya Sang Mi. Dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya saja jika ditelan orang waras akan membuatnya jadi dungu.

So Rin tidak yakin, nampaknya ada lebih dari satu orang yang diberikan obart semacam itu. Ia merasa Guseonwon bukan tempat biasa, mereka berusaha menguasai Muji bahkan seluruh Negara ini. Seniornya memperingatkan So Rin untuk keluar saja dari tempat itu, lakukan wawancara dan lakukan prosedur biasanya, apa sebegitu inginnya So Rin dipindah tugaskan ke Seoul?. So Rin tidak bisa, ia yakin Guseonwon akan menggunakan koneksi dan uangnya untuk menghalangi jalan siapapun yang menentang mereka.

     Dong Cheol menjelaskan lokasi Sang Mi tinggal dan risiko-risiko rute mereka. Jung Hoon mengkhawatirkan tempatnya yang diapit perbukitan, gunung.. kalau mereka gagal pasti mereka akan mati di sana. Sang Hwan lalu menggambarkan garis rute yang bisa dilalui motor.

Jung Hoon bertanya “Dong Cheol, apa Sang Mi baik-baik saja?” Man Hee menyelanya, pertanyaannya Jung Hoon tidak masuk akal, ya jelaslah.. Sang Mi tidak baik-baik saja. Jung Hoon kesal, lalu aku harus tanya apa? “Dong Cheol, kondisi Sang Mi pasti parah?” begitu?

Dong Cheol bilang ia sempat bertemu dengan Sang Mi, Sang Mi masih terlihat kuat menjalaninya.

Dong Cheol mengutarakan ia juga akan tinggal di Guseonwon. Jung Hoon memukulinya, apa Dong Cheol sudah gila?. Sang Hwan juga tidak mau Dong Cheol terlalu dalam, bisa berbahaya. Man Hee menyarankan Dong Cheol bilang sakit saja ke orang Guseonwon dan tidak bisa ikut kegiatan di sana. Dong Cheol tetap dengan keputusannya, mereka haru membantu sebisa mungkin karena sudah tidak ada waktu, ia akan ditarik 2.000 dolar katanya untuk tinggal di sana. Jung Hoon heran, tapi kan itu tidak sedikit… apa Dong Cheol punya uang sebanyak itu?

Dong Cheol tidak menjawab, ia hanya menatapi Sang Hwan. Sang Hwan langsung mengerti kode tersebut, ia janji akan mengusahakannya.

( Mereka menggemaskan kalau sudah kumpul-kumpul, gemes.. padahal membicarakan persoalan yang serius antara hidup mati Sang Mi.. tapi masih bisa-bisanya santai dan bercanda. ^^)

Kemudian Sang Hwan menyinggung soal penemuannya Jung Hoon dari video yang dia upload. Jung Hoon langsung malu-malu. Aah, tidak perlu diungkit.. aku jadi malu. Hyungnim ini, menemukan dari mana asal mereka sebelum tiba di Muji.  Mereka dari dekat Daegu.

Kalau mereka selidiki mungkin akan menemukan sesuatu. Dong Cheol juga mengatakan ia dengar desas-desus soal pimpinan yang melakukan sesuatu pada seorang gadis. Detekti dari kepolisian Muji juga datang ke Guseonwon, Sang Mi sempat bertemu dengannya.

Jung Hoon heran bagaimana bisa Lee Kang Su berubah pikiran. Mereka nanti akan menemuinya.

Sajangnim peternakan sapi ditemukan meninggal di dalam kamarnya, anak dan anak menantunya curiga surat-surat berharga rumah diberikan ke Guseonwon, buktinya di dalam lemarinya tidak ada.

Si anak menemui Baek Jung Ki, ia hendak menyerangnya. Kang Eun Shil diperintah Baek Jung Ki mengecek kondisi Tuan Yoon karena tadi pagi tidak ikut beribadah. Anaknya marah-marah, orangtuanya sudah meninggal.

Kang Eun Shil malah mengatakan hal yang aneh, selamat! Tuan Yoon menaiki bahtera keselamatan dan naik ke surge, para jemaat juga takjub bersyukur. Baek Jung Ki meminta anak Tuan Yoon jangan bersedih dan lepaskan kepergiannya. Tuan Yoon melakukan ini semata-mata demi keluarganya juga.

Kemudian Baek Jung Ki menanyai perihal dokumen penting ke Apostel Jo, ia menyuruhnya dikembalikan ke anaknya Tuan Yoon. Apostel Jo tidak terlalu percaya Tuan Yoon naik ke surga, bagaimana Bapa Spiritual yakin?. Bapa spiritual mengatakan bahwa perkataannya ini adalah perkataannya yang Mahakuasa. Apostel Jo yang merasa kalahpun tak berkutik. Ia lalu mengamininya. Semuanya langsung bersorai-sorai, bertepuk tangan bersuka cita.

Sersan Woo membawa seorang tunawisma ke Guseonwon. Apostel Jo memaksanya menerima bingkisan, setelah di mobil ia membukanya. Dari bawah tumpukan pertama disisipi uang, Sersan Woo celingak celinguk memperhatikan sekitar, takut kalau ketahuan. Ia lalu membenarkan tindakannya, ia harus membiayai kuliah Jung Hoon dan membelikan rumah untuknya saat menikah nanti.

Meski Sang Hwan sudah mengutarakan permintaannya dan memohon bantuannya sampai berlutut. Lee Kang Su bilang tidak peduli, Sang Hwan tahu pasti Lee Kang Su sudah mengerti kalau perkataannya Sang Mi di Guseonwon tidak benar.

Lee Kang Su langsung memukul pundak Sang Hwan, menyuruhnya berdiri. Ia lumayan terkejut bagaimana Sang Hwan bisa mengetahuinya dari Guseonwon dan bertemu Sang Mi juga.

Sang Hwan mengajaknya pergi untuk memastikan. Ia juga sudah mengetahui kasus yang sedang diselidiki Detekti Lee, Kim Ha Eun yang ditemukan jasadnya di gunung dekat Guseonwon, sebelumnya kabur setelah berdebat lama dengan neneknya meminta uang 2.000 dolar untuk masuk surga.

Lagi-lagi Lee Kang Su heran bagaimana Sang Hwan tahu?. Sang Hwan menjelaskan kalau Muji lebih kecil dari yang mereka duga, info bisa menyebar lewat desas desus.. Untuk bertemu Bapa Spiritual seseorang harus menjalani pelatihan khusus yang memakan biaya 2.000 dolar. Lee Kang Su langsung teringat perkataan rekan kerjanya, ia heran bagaimana Sang Hwan bisa tahu info Guseonwon sebanyak itu? Sang Hwan bilang akan menjelaskannya dalam perjalanan.

    Kang Eun Shil menyuruh Sang Mi meminum suatu ramuan, berdalih akan membersihkan jiwa raga Sang Mi. Sang Mi berusaha keras untuk tidak muntah. (Dari ekspresi Sang Mi.. Seketika gw langsung bayangin jus pare, atau jamu paling pahit, atau ngunyah 10 butir obat segede jempol-jempol :v)

Sang Mi tidak kuat, ia memuntahkan minumannya. Kang Eun Shil bilang itu adalah dosa-dosanya Sang Mi, benar.. muntahkan semua. Sang Mi kesal, apa ini keinginannya Apostel Kang?

Seketika Kang Eun Shil langsung teringat anaknya Yura. Pernah mengatakan hal yang sama, Yura pikir ini hanya perbuatan busuk si manusia itu, meminta ibunya jangan tertipu oleh Baek Jung Ki.

Sang Hwan bertanya arah jalan, lalu masuk ke mobil menjelaskan rutenya ke Lee Kang Su. Lee Kang Su memandanginya tanpa berkedip dari tadi, takjub bagaimana bisa Sang Hwan selicik ini

“Tidak pergi?” Tanya Sang Hwan

“Kau ingin jadi detektif?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Jaksa”

“Kau agak kurang ajar.”

“Aku?”

“Gunakan sabuk pengaman”

Sang Hwan meminta izin untuk merekam. Baek Jung Ki ternyata pernah menjadi pastor di gereja ini, ia dikeluarkan karena menggelapkan uang dan menipu. Ternyata surat penasbihannya palsu, semua orang mudah percaya karena Baek Jung Ki pandai bicara. Kemudian Sang Hwan bertanya apa pernah juga ada kasus pelecehan seksual, karena sebelum kemari ia dengar seperti itu.

Pihak gereja menceritakan dulu Baek Jung Ki dekat dengan seorang umat yang sering mengadukan kesulitannya, mereka tampaknya memiliki hubungan khusus. Suster itu sering dipukul suaminya yang mabuk. Sang Hwan dan Lee Kang Su menanyakan ciri fisiknya. Pihak gereja menjelaskan, ia cantik.. matanya besar, bibirnya tebal, dari luar kelihatan dingin tapi saat tersenyum tampak sangat baik.

Detektif Lee menanyakan bagaimana dengan pria yang bergaya rambut keriting seperti tante-tante. Pihak gereja ingat, Apostel Jo? Dulu ketika pertama pelayanan di gereja ini ia sudah bersama yang berbadan besar, dari yang terdengar ternyata si besar ialah adik tirinya.  Mereka sangat akrab dan mereka sangat berpengaruh.

“Setelah aku mulai bertugas di sini aku memeriksa pembukuan gereja.  Kutemukan kalau gereja ini terlilit hutang besar. Ia bahkan mengambil pinjaman pribadi, ini menjelaskan segalanya.”

Sang Hwan langsung melirik Lee Kang Su.

Sang Hwan terus mendesak Lee Kang Su. Detektif Lee bilang ia sedang berpikir. Sang Hwan bilang temannya akan menyiarkan rekaman mereka tadi. Lee Kang Su menyuruh temannya Sang Hwan yang menyamar di Guseonwon mencaritahu siapa wanita yang mengikuti Baek Jung Ki ke Guseonwon. Siaran? Lagipula dimananya Muji mereka mau menyiarkannya

   Dong Cheol menolong seorang nenek mengangkat kardus, nenek tersebut berterima kasih dan memberikannya air minum. Air hidup bapa spiritual, Dong Cheol lalu bertanya siapa namanya nenek? Beliau mengingatkannya pada neneknya yang sudha meninggal. Nenek tersebut menyebutkan namanya Park Soon Nyeo. Setelahnya Dong Cheol mengirimkan pesan dari toilet soal nama nenek tersebut.

Sang Mi diantarkan ke kamarnya, So Rin mengatakan temuannya perihal obat psikotropika yang diminumkan ke ibunya. Mereka harus menemukan bukti obatnya diminumkan ke yang lain juga. Barulah Jaksa dan polisi bisa bertindak.

So Rin harus pergi karena Apostel Kang akan menemuinya lagi. Sang Mi meminta tolong So Rin untuk memberikan sesuatu ke Dong Cheol. Setelah So Rin pergi Sang Mi mengambil ponsel yang terikat dari pahanya.

“Oppa, Eomma.. Aku mulai bisa temukan harapan. Aku kira tidak ada yang akan mendengar suaraku. Tapi perlahan-lahan … orang mulai mendengarkan aku. “

    Nyonya Im bertanya soal Sang Mi. Suaminya malah mengatakan tenang saja, Sang Mi akan menjadi Bunda spiritual. Suaminya membicarakan sesuatu yang gila soal bersyukurnya ia kemari dan mereka akan ke surga,

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s