[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 16 Part 1

Di gereja, seorang wanita selesai berdo’a. Ketika hendak pergi ia mendapati seorang pria berpakaian serba hitam, ia bertanya apakah pria itu baik-baik saja? Apa butuh bantuan? Pria itu tidak menanggapi, jari-jemarinya hanya terus bergerak diatas kedua pahanya.

Selepas wanita itu pergi pria itu menggumamkan “Hanya hukum publik yang harus seperti air,  dan keadilan akan mengalir seperti limbah.”

Seorang pastor keluar dari ruangannya, pria tadi langsung menggorok lehernya.

      NCI dan kepolisian setempat mendatangi gereja yang sama. Ini adalah pembunuhan pertama yang dilakukan di tempat umum, CCTV sedang dicek. Tadi ada seorang wanita yang mengatakan ia melihat orang yang mencurigakan. Timjangnim memerintahkan Min Young dan Sun Woo untuk mendengarkan kesaksian korban.

Hyun Joon dan yang lain mengamati kondisi jasadnya. Dia semakin berani. Sepertinya dia tak terpengaruh oleh situasi. Dia teliti. Dia melakukan metodenya dengan hati-hati… seolah-olah dia menganggapnya sama pentingnya dengan pembunuhan itu sendiri. Genangan darah sangat pekat di dalamnya. Dia pasti menutupinya dengan kain setelah dia membunuhnya.

Wanita itu tidak bisa melihat rupanya dengan jelas karena pria itu mengenakan tudung kepala dan menunduk. Ia juga bertanya karena menurutnya pria itu asing. Hyun Joon dan Timjangnim datang, Hyun Joon bertanya apa prai itu menunjukkan reaksi?

Wanita itu menjwab kalau tangan pria itu bergerak seperti bermain piano. Pelaku tampaknya tidak memilih korban secara acak.

Han masih melihat kondisi jasadnya, ia melihat ada yang aneh dibagian telinganya. Petugas khusus lalu mengangkat benda tersebut, Han mengeryit melihatnya.. seperti sebuah pisau.

Nana menginfokan masa lalu korban, Pendeta Han Sang Jin dituduh melakukan pelecehan terhadap anak. Para jamaah memulai kampanye petisi, dan mereka menyerahkannya ke pengadilan. Setelah itu, orang tua yang melaporkannya mencabut tuntutan, dan dia dinyatakan tidak bersalah.

Han tampak kalut, ia hendak ke kantor dulu. Ada yang ingin Han pastikan. Hyun Joon di luar menghubungi Nana, ia menanyakan apakah korban-korban sebelumnya juga memiliki catatan hukum?. Nana mencarikan infonya, masing-masing pernah dituntut atas pelanggaran hukum mereka tapi dibebaskan dari tuntutan.

Hyun Joon lalu melaporkan temuannya pada Timjangnim. Para korbannya rata-tara dibebaskan dari tuntutan.

Han pikir pola yang ada ditelinga korban ada artinya, disebut baraegi sebagai penangkal roh jahat dari jaman Silla, Ini juga disebut sebagai “Yacha” atau “Dokkaebi” Ini seperti wali yang menjaga jiwa setelah kematian. Biasanya digunakan sebagai jimat. Mereka menyebarkannya di atas genteng dan kenop pintu. Itu juga masih digunakan pada bangunan modern. Itu berarti pelakunya… menganggap korban sebagai iblis yang harus dikalahkan.

    Dia merencanakan setiap momen… pembunuhannya dengan hati-hati. Pelaku langsung menyerang korban dengan pisau. Lalu dia menggunakan pedang untuk memastikan mereka mati. Dia juga meninggalkan tanda simbolis. Lalu dia menutupi mata para korban. Dalam kasus seperti ini, emosi pelakunya terlalu terlibat. Mereka cenderung mengungkapkan keyakinan yang mereka percayai. Itu sebabnya kita harus fokus pada fakta bahwa pelaku… menutupi wajah para korban seolah-olah mereka Dewi Keadilan.

Ini terkait erat… dengan pekerjaannya.  Mata Dewi Keadilan tertutup… yang menandakan bahwa hukum akan diberlakukan… …terlepas dari status sosial dan kekayaannya. Tapi tak seperti negara lain, Dewi Keadilan di depan Mahkamah Agung Korea… matanya tidak tertutup. Sepertinya dia mencoba menunjukkan ketidakadilan… …dari sistem peradilan di Korea. Si pelaku, keluarganya, atau teman-temannya bisa jadi korban…

Pelaku berpenampilan rata-rata sehingga sulit dikenali apakah dia pembunuh. Sementara informasi ini jangan sampai bocor ke media, karena akan menguntungkan pelakunya.

Si pria pembunuh turun dari sebuah bus. Min Young menerima panggilan dari seseorang, dikatakan bahwa pembunuhnya membunuh orang lagi.

Nana mencarikan infonya. Ini kasus pembunuhan dari 1 tahun lalu di terminal bus. Seorang polisi dibunuh… setelah ribut… dan berantem dengan pejalan kaki. Penyerang Oh Jin Myung dinyatakan tidak bersalah, dan dia sudah dibebaskan. Ada saksi yang bersaksi… bahwa perilaku Oh Jin Myung benar-benar tidak disengaja. Namanya Han Seo Ra. Karena kesaksiannya yang krusial, Oh Jin Myung dibebaskan.

Hyun Joon dan Sun Woo hendak pergi menyelidiki. Min Young melarang mereka pergi dulu, ada siaran berita yang harus mereka tonton. Informasi tentang kemiripan korban-korban dan motivasi pembunuh untuk menegakkan keadilan.

Min Young jengah dengan berita tersebut, sejak siang semua siaran berita mengabarkan hal serupa.

“Suatu hari, hujan deras akan turun… dan semua sampah akan tersapu jauh. Ini kalimat dari film “Taxi Driver”.” Kata Han

Ada kabar burung bahwa seorang polisi memberikan daftar korban ke pelaku, seseorang yang bisa mengakses dan membocorkan berita ke media. Han pikir si pelaku mungkin ingin dipuji atas hasil kerjanya, tapi Timjangnim rasa si pelaku juga tidak peduli dan akan terus melanjutkan rencananya.

Nana menemukan rekaman suara dari seorang wanita dan pria, yang bertengkar

“Kenapa polisi berusaha keras menangkap seseorang seperti ini?”

“Apa kalian iri karena mereka lebih kompeten dari kalian?”

Kemudian Timjangnim menyuruh Nana mencari penyebar beritanya siapa.

Si pembunuh sudah mengikuti korban sejak turun dari bus. Hyun Joon dan Sun Woo berhasil menolong Seo Ra, si pembunuh asli berada di tangga. Setelahnya Gong Hyung Kyu, 34 tahun. Diinterogasi, Han dan yang lain meragukan profilnya tidak cocok. Dia bekerja sebagai petugas keamanan di bank. Dia dirampok tahun lalu, jadi dia mendapat perawatan intensif.

Di dalam Gong Hyung Kyu ditanyai kenapa membunuhi para korbannya, ia menjelaskan semua kesalahan para korbannya yang pantas mati. Timjangnim juga menanyakan metode pembunuhannya, sayangnya tidak sesuai dengan profil mereka.

Hyun Joon meninggalkannya, kalau Gong Hyung Kyu ingin menjadi bintang jangan coba meniru pelaku sebenarnya tanpa berpikir. Sadarlah…

Namun Gong Hyung Kyu tetap bersikukuh ia adalah pelakunya.

Timjangnim di jalan bertemu dengan Min Young. Min Young mengatakan ia akan berusaha mencari tahu dari Han Gi Eun, Han Gi Eun ternyata orang pertama yang memberitakan pelaku di koran hariannya, pelaku bisa ditemukan dari pengedar berita pertama.

Nana menemukan fakta bahwa para korbannya ditangani di Pengadilan Seoul Timur.

~CRIMINAL MINDS~

Han curiga bagaimana reporter Han bisa mendapatkan beritanya duluan? Reporter Han mengelak karena ialah reporter handal. Reporter Han agak sulit membantu, ia mau bicara dengan Kang Timjangnim sendiri.

 Sun Woo dan Hyun Joon ke Pengadilan Seoul Timur. Sun Woo dan Hyun Joon cukup sulit menemukan terduga pelakunya. Rata-rata orang yang mereka temui mengatakan mereka pelakunya biasanya tenang, tapi akan menunjukkan perilaku yang menonjol jika sedang stres. Menurutnya jauh lebih mudah menemukan yang tidak seperti itu di sini.

Pekerjaan mereka sehari-hari berkaitan dengan hukum, ingin menghukum hidup lebih baik dari kami meskipun mereka telah melakukan kejahatan. Tapi kebanyakan melindungi para pelaku.

Seseorang bertingkah aneh sedari tadi.

Di NCI, berbincang dengan Reporter Han. Ia mengutarakan pendapatnya tentang polisi itu sebetulnya tidak bisa melindungi masyarakat. Jadi ketika si pembunuh hadir ia bak seorang hakim, para korbannya rata-rata pernah melakukan kejahatan ringan sampai sedang, itulah alasannya membuat tajuk berita utama si pelaku yang menjadi pahlawan bagi masyarakat. Min Young menunjukkan foto dari TKP dan minta pendapatnya, NCI cukup bingung apa sebenarnya tujuan pelaku melakukan metode pembunuhannya. Agar cepat meninggal atau sebagai simbolis?.

Seorang pria yang mencurigakan tadi, tampak gusar. Memasukkan filenya ke lemari dan menguncinya, memasukkan barang-barang dari mejanya dengan tergesa dan pergi dengan terburu-buru.

Timjangnim menunjukkan perihal pembunuh yang memasukkan batu ke telinganya. Reporter Han tidak mengerti apa dia dicari untuk melakukan ini?. Timjangnim mengatakan bahwa emosi yang Reporter Han miliki sekarang sama dengan si pembunuhnya, sehingga ia menjadikan si pembunuh sekejab menjadi pahlawan. Ia membutuhkan Reporter Han untuk mencari pelakunya.

    Sun Woo menemukan dokumen kasusnya Lee Hyeon Jae tidak ada. Mereka lalu menanyakannya ke petugas, katanya ini karena juru steno belum menafsirkannya. Jadi berkas kasusnya ditunda.

Timjangnim di mejanya, memikirkan keterkaitan bukti dan profil pelaku. Korban yang memiliki catatan tuntutan dan dicabut tidak bersalah, pelakunya yang menggerakan jemarinya seperti bermain piano. Pelakunya yang kemungkinan bekerja di sistem peradilan.

Timjangnim meminta Nana mencari tahu mengenai juru steno yang mengatasi para korban. Min Young heran, juru steno?. Timjangnim menjelaskan juru steno adalah orang yang ada di pengadilan… dan tahu setiap detail spesifik tentang kasus.

Jadi gerakan tangan pelaku adalah gerakan tangan si juru steno yang mengetik. Ketika dia mencatat kejahatan yang mengerikan setiap hari, dia bisa merasakan seolah dia  yang memberikan penghakiman. Mungkin itu yang diintensifkan trauma.

Menurut Hyun Joon, Juru steno di pengadilan seperti hantu di pengadilan. Seharian mereka hanya mencatat kesaksian di pengadilan.

Sun Woo bertanya di mana juru stenonya sekarang? Petugas mengatakan dia seharusnya di ruang sidang 412 sekarang. Itu adalah ruangan yang Hyun Joon dan Sun Woo datangi tadi, pasti Jeong Do Il mendengarkan pencarian mereka.

     Nana menemukan kalau juru stenonya adalah Jeong Do Il. Tahun 2001, keluarganya tewas… akibat perampokan. Usianya baru 15 tahun dan hanya dia yang selamat.

Jeong Do Il di jalan menunggu bus, tangannya terus bergerak. Hyun Joon dan Sun Woo tidak menemukannya di ruang sidang karena menurut petugas Jeong Do Il mengambil cuti sakit dan pulang ke rumah.

Sun Woo yakin Jeong Do Il sudah tahu dirinya diincar. Hyun Joon meminta alamat rumahnya dari Nana.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s