[Sinopsis] Somehow 18 – Episode 3

“Hei!! Kau belum bangun juga?!” Yi Do mendorong-dorong Kyung Hwi yang masih tidur. Yi Do menduga pasti Kyung Hwi menggunakan pengering rambutnya, Yi Do memarahinya karena sudah kubilang kalau memakai barang-barangku kau harus membayarnya karena tidak gratis, sudah pernah kubilang begitu atau belum?

Kyung Hwi hanya bingung, “Nuna, apa yang kau lakukan sepagi ini di rumahku?”

“Omo! Karena ini rumah kita. Jika ini adalah rumahmu, lalu rumahku dimana? Mm?” Agak kesal dengan pertanyaan tidak masuk akalnya Kyung Hwi.

Kyung Hwi bangun, ia terkejut kenapa wajah kakaknya jadi muda sekali. Apa memakai botox?. Yi Do tersinggung, ia memukul adiknya. Kemudian bilang akan mengambil 2.000 won dari dompet Kyung Hwi, tapi ia malah mengambil 10.000 won dan melemparkan dompetnya ke Kyung Hwi.

Kyung Hwi memakai kacamatanya, bingung melihat banyak tempelan catatan di dalam kamar. Semakin terkejut melihat dirinya di cermin, syok ia berteriak “Aaaaaaaaaaaaarghh!!!”

Ibu dan kakaknya terkejut mendengar suara jeritan, “Dia mulai tidak waras lagi pagi ini. Sungguh”

“Bisa-bisanya kau berkata seperti itu tentang adikmu??”

“Eomma! Aku kan belum selesai bicara, biarkan aku menyelesaikan bicaraku dulu. Aku dan dia, hanyalah orang asing yang memiliki orang tua yang sama.”

“Sudah kubilang jangan meregangkan badanmu begitu.”

Kyung Hwi turun ke bawah, ia lihat kalendernya menunjukkan Juli 2007. Bahkan koran pagi ini pun waktunya menunjukkan Senin, 09 Juli 2007. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini pasti mimpi. Atau bukan mimpi?

Jelas-jelas Kyung Hwi ingat sebelumnya ia mabuk, mendengarkan siaran radio dan berlari mengejar Na Bi, kemudian memasuki pintu misterius.

“Apa-apaan..? Ini… Bagaimana bisa ini menjadi nyata?”

Meski masih merasa mustahil ia tetap menjalani harinya sebagai Kyung Hwi anak SMA, ia berlari menuju ke stasiun kereta. Berdasarkan ilmu teoritik dan ilmu pengetahuan alam tidaklah mungkin kembali ke masa lalu. Ini pasti adalah mimpi yang berlebihan.

Di sana ia melihat Na Bi. Tapi.. Jika ini adalah mimpi, ini terlalu nyata. Senang sekali ia bisa melihat Na Bi kembali.

Tanpa pikir panjang ia langsung memeluk Na Bi. Melepaskan kerinduannya 10 tahun ini. Na Bi terkesiap kaget.

“Apa kau menikmatinya?” Na Bi mendorong dan menendang kaki Kyung Hwi. Ia juga memukulinya dengan tas.

“Tunggu. Han Na Bi. Dengarkan aku dulu. Dengar.”

“Mengapa kau berpura-pura jadi murid lugu lalu tiba-tiba berubah jadi mesum? Sekarang, jati diri aslimu keluar. Kau sudah melecehkanku sepagi ini!”

Kyung Hwi sendiri juga kebingungan bagaimana cara menjelaskannya, ia mengerti sekali kalau dari sudut pandangnya Na Bi sekarang Kyung Hwi tamp aneh. Na Bi tidak mau dengar, kalau begitu diam dan biarkan aku memukulmu!

“Kau pikir siapa yang seharusnya marah di sini?”

“Apa?” Na Bi tidak mengerti

“Itu karena kau tidak tahu betapa… Aku juga merasa situasi ini aneh. Aku rasa aku akan gila. Tapi tak apa. Selama wanita ini adalah Han Na Bi.”

“Apa? Wanita ini”?”

“Ya. Itu kau!”

“Kau memang sudah gila rupanya.”

“Aku tidak gila. Aku sudah kembali. Karena, aku sangat merindukanmu.” Kyung Hwi lantas ingin memeluknya lagi. Tapi Na Bi cepat-cepat mendorongnya menjauh dan memukulinya lagi. Saat kereta datang Na Bi masuk, Kyung Hwi mau menyusulnya tapi Na Bi menendangnya sampai jatuh.

Kyung Hwi sadar rasanya benar sakit, berarti ini bukan mimpi. Ia tertawa sendiri menyadari situasinya. Han Na Bi masih hidup,

Dua orang siswi menuruni tangga, si rambut pendek dan lebih tinggi sepertinya sudah lama kegeeran pada Kyung Hwi. Ia jadi kesal tiap kali melihat Kyung Hwi yang dikiranya naksir padanya, rambutnya saja aneh begitu.

Ketika di bawah, Kyung Hwi memalingkan mukanya dari cermin. Masih berusaha mencerna dirinya kembali ke masa lalu.

“Aku tidak menyukaimu” Todong Kyung Hwi pada si siswi kegeeran.

“Aaapp… Apa kau bilang? Si bodoh.”

“Si bodoh ini nantinya akan menjadi tampan. Dan yang pasti aku tidak menyukaimu. Paham?”

Seul Ki melewati ketiganya, “Seul Ki!” Tapi Seul Ki tampak menghindari Kyung Hwi. Kyung Hwi meninggalkan keduanya mengejar Seul Ki.

Si teman gadis kegeeran pun langsung menertawakan temannya, baru saja ditolak oleh si bodoh.

Kyung Hwi mengejarnya, Seul Ki berjalan makin cepat. Ia janji akan menemui Kyung Hwi nanti.

Langkah Kyung Hwi terhenti melihat Na Bi di kelas sedang malas-malasan. ( Apa semua pria selalu memasang tampang bodoh begini kalau melihat gadis yang dicintainya? )

Han Na Bi melihat ke arahku. Tapi Na Bi memandangnya dengan kesal dan mengatainya bodoh. Lalu Na Bi memalingkan mukanya dan memilih tidur diatas bukunya.

Han Na Bi memanggilku “si bodoh”. Kyung Hwi senang sekali, ia cengengesan sendiri.

Melewati pintu, ia sengaja disandung oleh Ma Ki Ho,

“Oh Kyung Hwi. Kau sudah mengerjakan pr matematika?”

Kyung Hwi ingat, ada bocah pembulinya dulu, orang yang membuat masa SMA nya berantakan. Sekarang ia mengahadapinya sebagai Kyung Hwi yang berusia 28 tahun, Kyung Hwi sekarang tidak takut padanya.

Kyung Hwi terang-terangan menatapnya tanpa rasa takut. Ki Ho agak tersinggung dan memakinya.

“Jadi, kita bertemu lagi. Aku muak tiap kali melihatmu.”

“Apa-apaan? Aku kan cuma tanya apa pr MTK-mu sudah selesai atau belum.”

“Mulai sekarang, pr-mu… akan kau kerjakan sendiri.”

“Apa? Kau tadi bilang apa?” Ma Ki Ho beranjak dari duduknya dan berhadap-hadapan. Kyung Hwi berani membalas perkataannya Ki Ho, seluruh kelas tertawa geli mendengarkan keduanya.

Ma Ki Ho mendorong Kyung Hwi keluar dari kelas, tapi saat ketahuan guru Ma Ki Ho berpura-pura tadi kami sedang ada masalah, tadi aku hanya sekadar bertanya pada Kyung Hwi.

“Pak Guru! Dia..” Kyung Hwi mencoba menjelaskan

“Ya sudah, kembali ke kelas” Guru tersebut percaya begitu saja.

Selama pelajaran Kyung Hwi lebih fokus memikirkan keadaannya. Kalau saja ia tahu akan kembali ke masa lalu ia akan mempersiapkan diri dengan banyak menonton film tentang perjalanan waktu. Kondisi yang absurd ini, aku rasa lama-lama aku akan terbiasa. Kira-kira apa alasanku dikembalikan ke masa lalu, ya?

Kyung Hwi teringat saat ia setengah mabuk, mendengarkan siaran radio tentang kembali ke masa lalu siapa yang ingin pendengar temui?

Kyung Hwi lalu mencoba menghubung-hubungkan, Han Na Bi.. hari ini adalah Senin tanggal 9 Juli. Tanggal kematian Han Na Bi adalah 14 Juli. Enam hari dari sekarang. Selama di sini, tidak peduli apapun yang terjadi, aku akan melindungi Han Na Bi.

Jadi…Kenapa Han Na Bi bunuh diri? Aku bisa memulai menyelidiki sebab-akibat ia melakukan bunuh diri. Walaupun Ayahnya bilang ini adalah kesalahannya, tapi itu tidak dapat dipastikan tanpa adanya bukti. Ayahnya hanya merasa bersalah saja. Menganggap segala hal yang terjadi adalah kesalahannya.

Saking seriusnya berpikir ia jadi emosi dan memukulkan tangannya ke meja. Sontak membuat seisi kelas terkejut dan melihat si pembuat onar siapa? Guru hanya bertanya ada apa denga Kyung Hwi dan di mana buku-bukunya? Sejak tadi Kyung Hwi tidak belajar.

Kyung Hwi mengambil buku dari tasnya, ada kertas surat wasiat bunuh dirinya.

Kyung Hwi teringat betapa dulu memalukannya ia hendak bunuh diri dan kepergok oleh Na Bi. Na Bi membacakan wasiatnya dan melemparkan kertasnya ke lantai seperti sampah.

Malu sekali rasanya, tidak habis pikir kenapa ia bertindak bodoh seperti itu dulu. Guru melemparkan kapur tulisnya ke Na Bi yang tertidur. Ia mendekati Na Bi dan memarahinya, apa Na Bi ke sekolah untuk tidur? Dan lagi.. kenapa Na Bi belum mengumpulkan kertas rencana studinya? Semua siswa sudah mengumpulkan kecuali Na Bi.

Apa tidak ada satupun hal yang ingin kau lakukan?

“Ya. Tidak ada.” Jawab Na Bi datar. Guru makin kesal, ia tidak memukulnya karena Na Bi perempuan. Guru menyuruhnya keluar dari kelas dan berdiri di luar kalau masih ingin tidur lagi selama jam pelajaran. Tolong jangan membuat suasna di kelas jadi tidak enak.

Na Bi tanpa protes keluar dari kelas. Kyung Hwi angkat suara

“Aku pikir tidur di kelas bukanlah kesalahan Han Na Bi.”

“Oh Kyung Hwi, apa yang baru kau katakan?”

“Kenapa kau hanya bertanya pada murid yang tertidur di kelas? Jika siswa yang tertidur adalah sebuah kesalahan, …bukankah kemampuan mengajar gurunya yang harus dipertanyakan lagi? Seharusnya guru yang berkaca, kan? Dan juga, murid yang tidak bisa memasukkan rencana studi mereka, murid yang tidak bisa memasukkan rencana studi mereka, Jadi maksudku, kurang tepat jika guru menyalahkan murid yang tertidur di kelas.”

Seul Ki dan murid yang lain sampai syok dibuatnya. Berani-beraninya Kyung Hwi membantah guru (apa tidak ingat pasal 1? Guru selalu benar, kalau guru salah.. kembali merujuk ke pasal 1)

“Tapi justru bertanyalah pada yang bertahan tidak tertidur. Dalam hal ini berarti, guru harus instropeksi dirinya sendiri. Analisis diri juga perlu dilakukan. Dan tidak seharusnya PNS seperti guru mendapat gaji yang layak jika, guru ini… tidak mempedulikan murid yang tertinggal di belakang. Atau peduli pada masalah murid-muridnya, jika mereka sampai mengalami tekanan batin.”

Kyung Hwi menceramahi gurunya bukan sebagai Kyung Hwi anak 18 tahun, tapi Kyung Hwi yang sudah 28 tahun.

“Sudahlah. Dasar bodoh.” Han Na Bi memukul kepala Kyung Hwi.

Mereka dihukum membersihkan ruangan. Kyung Hwi pikir Na Bi tertidur betulan, ia menggerak-gerakkan tangannya ke atas muka Na Bi untuk memastikan ia benar tidur.

“Kenapa tadi kau melakukannya? Aku bertanya padamu kenapa tadi kau begitu?” Kyung Hwi pura-pura tidak mendengar, ia lanjut mengepel.

“Aku berbicara padamu. Kenapa tadi kau melakukannya?” Na Bi bangun, tetap saja Kyung Hwi tidak mau menjawabnya. Na Bi kemudian mendekati Kyung Hwi.

      Sedangkan itu di dalam kelas Ma Ki Ho dan kroninya mengacak-acak tasnya Kyung Hwi mencari PR matematikanya. Mereka jengkel, pasti Kyung Hwi sengaja menyembunyikannya atau tidak mengerjakannya agar tidak dicontek mereka. Salah satunya mengajak langsung ke pelajaran olah raga sajalah.. mereka bisa terlambat kalau terlalu lama mencari PRnya Kyung Hwi.

Bola ditendang memantul ke atas mengenai kipas sampai terjatuh. (HHHHHH bener juga, hari tersebut kan 10 th silam Kyung Hwi melakukan percobaan bunuh diri *hhhh)

Na Bi mengerti, ia tidak akan mempersulitnya. Cukup jelaskan kenapa kau tadi melakukannya? Kau ingin membuatku terkesan padamu, ya? Benar begitu? Kau takut aku akan memberitahu orang lain tentang apa yang kau lakukan tadi pagi, kan? Kau kira aku tidak tahu~

Kenapa? Kau takut aku memberitahu guru? Itulah kenapa kau melakukannya, huh? Kau menyogokku, kan? Aku akan menghajarmu. Ngomong-ngomong, karena kau hal ini bisa terjadi. Jadi membersihkan ruangan ini adalah tanggung jawabmu! Jika bukan karena ulahmu, aku tadi bisa jalan-jalan keluar kelas selama satu jam. Katakanlah kau menyesal melakukannya, katakanlah.

Bukannya tersinggung karena kata-katanya Na Bi, Kyung Hwi malah tersenyum geli. Ini lucu menurutnya, ada hal-hal yang ingin ia katakan pada Na Bi tapi tidak bisa. Katakanlah perkataannya Na Bi benar

Na Bi agak kesal mendengarnya. Meski cukup sulit dipercaya Han Na Bi akan meninggal 6 hari lagi, apapun yang terjadi ia akan melindungki Na Bi.

Kyung Hwi menjatuhkan alat pelnya dan mendekati Na Bi,

“Jadi, apa aku menang? Apa kau tadi terkesan padaku? Jika tidak, apa yang harus aku lakukan sekarang? Beritahu aku. Apapun yang kau inginkan, aku akan menurutinya.”

Na Bi hanya memandanginya dengan bingung.

KARISSA’S TALK:

I’m back! Tapi Criminal Minds dan Save Me belom bisa bikin, minggu depan? (heol.. HHHHHH)

Awalnya kupikir drama ini akan berakhir sedih, kalau nonton streaming memang udah jauh-jauh hari endingnya.. awalan septemberlah, tapi saya lebih suka download, karena tidak bisa online setiap saat.. dengan risiko nunggu subtitle agak lama, atau nanti deh streaming kalau ada waktu. Tapi saat bikin recap eps 2 memang saya belom nonton sejauh itu *kkk, makanya nebak-nebak gak jelas dan mungkin beberapa readers juga sama sepemikirannya denganku saat itu. Karena salah satu keseruan nonton drama adalah nebak-nebaknya itu sendiri bukan? HHHH.

…, alasan Na Bi meninggal bunuh diri karena ada semacam masalah keluarga, lalu Kyung Hwi yang sudah mengetahuinya pun menggantikan Na Bi. Ternyata endingnya cukup menarik XD, setidaknya itulah yang Kyung Hwi harapkan pada Na Bi *hhhhh

Na Bi gak jadi meninggal tapi justru jadi dokternya Kyung Hwi.. dan nanti scene eps 1 yang Kyung Hwi menyarankan anak sekolah buat gantung diri aja pakai tali skipping… diulang dokternya jadi Na Bi, Kyung Hwi malah koma, bangun-bangun dia senengnya gak karuan karena Na Bi mencintainya dan merawatnya selama 10 tahunan sebagai dokter*hhhhh,

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s